<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-8469868469220855717</id><updated>2011-12-25T21:15:26.884-08:00</updated><category term='ahhhhhhhhhh masalah'/><title type='text'>Kreasi Tanpa Henti</title><subtitle type='html'>Terkadang hidup menantang rasional untuk terus berkreasi demi tujuan yang dimiliki dalam setiap pemikiran</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://alfiasyura.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8469868469220855717/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alfiasyura.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>alfi asyura</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18336605571151931161</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp2.blogger.com/_7LOLboa5MEk/SBQjR_yZ52I/AAAAAAAAABg/4I2Tf9Jzavo/S220/Foto1592-002.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>63</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8469868469220855717.post-1244287186165536795</id><published>2010-09-20T18:20:00.002-07:00</published><updated>2010-09-20T18:27:09.798-07:00</updated><title type='text'>SITUASI SOSIAL YANG MEMPENGARUHI TINGKAH LAKU MANUSIA</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_7LOLboa5MEk/TJgJip3E23I/AAAAAAAAAU8/f2LIQwmyy1Q/s1600/social-network.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_7LOLboa5MEk/TJgJip3E23I/AAAAAAAAAU8/f2LIQwmyy1Q/s200/social-network.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5519171834299603826" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Situasi Sosial&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Situasi sosial adalah suatu kondisi tertentu dimana berlangsung hubungan antara individu yang satu dengan individu yang lain atau terjadi saling hubungan antara dua individu atau lebih. &lt;br /&gt;Hubungan yang terjadi antara individu tersebut tidak terlepas dari rangsangan-rangsangan sosial. Secara garis besar perangsang sosial tersebut terbagi menjadi dua yaitu :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Orang lain, terdiri dari :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a.  Individu-individu lain sebagai perangsang. &lt;br /&gt;b. Kelompok, Kelompok ini dapat dibedakan atas :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Hubungan intragroup : hubungan antara individu lain dalam kelompok lain atau antara kelompok dengan kelompok&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Hubungan intergroup : hubungan individu dengan kelompok lain dalam kelompok itu sendiri.&lt;br /&gt;2. Hasil kebudayaan ( materi dan non materi)&lt;br /&gt;Contohnya : bangunan rumah, perkakas, candi hasil ukiran, bahasa, seni, musik norma dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Situasi sosial ini dibedakan kepada Togetherness Situation (situasi kebersamaan) dan Group Situation atau situasi kelompok.&lt;br /&gt;Togetherness Situation adalah situasi dimana sejumlah individu berkumpul pada suatu tempat dan pada waktu tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ciri-cirinya :&lt;br /&gt;• Sejumlah orang berkumpul&lt;br /&gt;• Mempunyai kepentingan yang sama&lt;br /&gt;• Pada tempat tertentu&lt;br /&gt;• Bersifat sementara waktu&lt;br /&gt;• Tidak memiliki ikatan diantara suatu individu dengan individu yang lain&lt;br /&gt;Contonya : sejumlah orang berbelanja di toko, pasar, bioskop dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terakadang situasi kebersamaan ini bisa saja berubah menjadi situasi massa. Yaitu situasi dimana tingkah laku kelompok timbul secara spontan, relatif tidak terorganisasi, tidak terduga dan tidak terencana dalam arah perkembanganya dan terjadi saling pengaruh antara individu dengan individu lain. Dalam situasi massa ini para pelakunya merasa memiliki kedudukan yang sama, tidak ada perbedaan diantara mereka.&lt;br /&gt;Contoh : &lt;br /&gt;Penonton sepak bola yang gelisah dan kecewa melihat wasit berat sebelah (curang). Sehingga akan menimbul kemarahan dari para penonton. Para penonton akan berteriak-teriak. Melemparkan kata-kata kotor bahkan sampai melempar wasit dengan sandal. Move ini akhirnya menggerakkan penonton untuk bersatu dan memperlihatkan rasa marah kepada wasit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Kenyataan Sosial&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Kenyataan sosial terbagi kepada dua macam yaitu :&lt;br /&gt;a. Social Things (benda-benda sosial)&lt;br /&gt; Nilai dari sosial things ini ditentukan oleh beberapa faktor yaitu : kebutuhan, minat dan keprcayaan. Jadi suatu barang atau benda akan bernilai tinggi jika memenuhi syarat-syarat tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Social Fact (kenyataan sosial)&lt;br /&gt; Kenyataan sosial ini biasanya akan menimbulkan sikap yang berbeda-beda pada masing-masing individu. Sebagai contoh kenyataan sosial seperti yang berhubungan dengan hak, pinjam meminjam, kontrak kerja dan sebagainya. Seseorang dapat saja memiliki sebidang tanah misalnya, tanpa adanya peran orang lain atau tanpa harus ada pihak ke dua. Tetapi dalam hal jual beli, kontrak kerja hanya dapat terjadi bila terdapat lebih dari satu orang dengan arti ada harus ada pihak kedua. &lt;br /&gt; Suatu pekerjaan yang awalnya hanya kenyataan individual, tetapi seiring berjalanya waktu produktifitas pekerjaan tersebut meningkat dan hasilnya cukup menjanjikan, sehingga lama kelamaan banyak orang yang menginginkan pekerjaan tesebut dengan sendirinya kenyataan yang tadinya individual berubah menjadi kenyataan sosial. &lt;br /&gt;Dalam kehidupan sosial selalu ada hubungan timbal balik, sehingga suatu ketika jawaban (respon) akan menjadi perangsang (stimulus) terhadap kehidupan sosial. Dengan kata lain setiap perbuatan yang dilakukan oleh individu lain akan menimbulkan perbuatan lain lagi dan seterusnya. &lt;br /&gt;Secara umum bisa dikatakan setiap perbuatan yang dilakukan oleh seseorang adalah sosial. Sebab pekerjaan tersebut selalu menimbulkan respon terhadap orang lain. Jika kita lanjutkan pembicaraan tentang individu, individu selau dan mesti berhubungan dengan lingkungan. Hubungan antara individu tersebut sering berupa adaptasi. Yaitu manusia menyesuaikan diri dengan lingkungan. Baik secara pasif atau aktif. Atau berupa Autoplastis (mengubah diri sesuai dengan keadaan lingkungan) dan Aloplastis mengubah lingkungan sesuai keadaan (keinginan) diri. &lt;br /&gt;Sebagai contoh adalah ketika melihat suatu tindakan orang lain baik itu buruk ataupun baik, maka timbullah reaksi atau keinginan dari diri kita untuk melakukan sesuatu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Proses Sosialisasi&lt;br /&gt;Zajonc mengatakan bahwa dengan orang yang baru atau yang belum di kenal , faktor yang memudahkan komunikasi adalah pertemuan yang berulang-ulang , sejauh reaksi pada saaat kali pertama bertemu tidak  terlalu negatif. &lt;br /&gt;Interaksi adalah masalah yang paling unik yanng timbul dalam diri manusia, interaksi timbul dari berbagai macam hal yang merupakan dasar dari peristiwa sosial yang lebih luas, pada dasarnya kejadian yang terjadi di tengah-tengah masyarakat di sebabkan interaksi yag terjaedi antara individu dengan individu. Sehingga dapat disimpulkan bahwa setiap orang adalah sumber dan pusat psikologis yang berlangsung pada kehidupan.&lt;br /&gt;Perasaan pemikiran dan keinginan ada pada tiap-tiap seseorang tidak hanya sebagai tenaga yang bisa menegakkan individu itu sendiri, melainkan merupakan dasar pula bagi aktivitas psikoligi dari orang lain, dan semua proses sosialisasi baik yang bersipafat operatiaon, coorporation adalah hasil daripada interaksi individu.&lt;br /&gt;Interaksi inidapat dibedakan kepada dua macam:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Interaksi antara benda-benda, bersifat statis, memberi respons terhadap tindakan-tindakan kita, bukan terhadap kita dan timbulnya hanya pada satu pihak saja yaitu pada orang yang melakukan perbuatan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Interaksi antara manusia dengan manusia ,bersifat dinamis memberi respons tertentu pada manusia lain; dan proses kejiwaan yang timbul terdapat pada gejala pihak yang bersangkutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misalnya: ketika kita melihat seseorang menangis kita bisa mengetahui bahwa seseorang itu dalam keadaan susah atau sedang bersedih, maka dalam hal ini timbullah suatu ajaran yang terkenal dengfan Inference Doctrine.&lt;br /&gt;Menurut ajaran Inference Doctrine tiap orang mengalami dan mempuyai pengalam dan kesadaran dalam kehiduapan dan mewujudkan pemikiran, perasaan kemauan dan sebagainya, menurut teori Inference Doctrine, orang bisa mengetahui fakta kesabaran itu disebabkan karena orang mengadakan penarik kongklusi dari pengalamannya pada dirinya sendiri, misalnya ketika kita mengalami emosi tertentu maka emosi tertentu akan mengalami perubahan terhadap gerakan-gerakan jasmani tertentu, akhirnya kita merasakan sebuah kondisi tertentu dalam diri kita sdeperti takut senang, marah dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disamping teori ini masih ada teori lain seperti Stimulus Response Theory, yang berpokok pangkal sama dengan ajaran yang pertama, yaitu keduanya berpendapat bahwa apa yang dapat kita amati dari orang lain hanyalah mengenai fakta-fakta psikis.&lt;br /&gt;Kelemahan-kelemahan terhadap Inference Doctrine&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Dalam kenyataannya kita sering mengetahui psikologis orang lain secara langsung  tanpa melakaukan inferennce.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Inference Doctrine menganggab bahwa kita mengamati kejadian dalam diri kita sendiri dengan cara seperti pengamatan pada orang lain.&lt;br /&gt;c. Bila kita bersendi pada ajaran Interference Doctrine ini, maka kita tidak mungkin bisa menangkap pengalaman orang lain yangbelum pernah kita alami, juga kita tidak mungkin menangkap pengalaman orang lain yang jauh berbeda dengan kita. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Situasi Kelompok Sosial&lt;br /&gt;Bila seorang individu berada dalam ikatan masa (crowd) maka ia akan merasa, berfikir dan bertingkah laku yang berbeda dengan apabila individu itu dalam keadaan sendirian atau terpisah dari orang lain, jadi seolah-olah dalam jiwa individu itu terdapat dua jiwa yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Jiwa individual yaitu jiwa yang terdapat dalam diri individu dalam keadaan sendirian atauperorangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Jiwa masa, yaitu jiwa yang timbul dalam situasi massa. &lt;br /&gt;Menurut Gustave Le Bon timbulnya jiwa massa ini didorong oleh ada sugesti dari pemimpin atau antusias atau situasi yang merupakan mucul dalam kerumunan massa, individu yang terkena sugesti ini ia akan menuruti semua perintah-perintah dari pemimpinnya meskipun terkadan perintah tersebut bersifat irrasional dan tidak masuk akal sedikitpun, dalam segi negatifnya yang lebih luas individu dalam kerumunan massa itu akan lebih mudah terprovokasi dan berubah menjadi liar dan brutal, mudah terbawa emosi sentimental dan kurang rasional. &lt;br /&gt;Oleh karena itu ada pihak luar yang menjadi pihak ketiga yang menyalah gunakan situasi seperti kegiatan masa, seperti memprovokasi memberikan hal-hal yang negatif atau memburuk-burukkan pihak lain, Sidmud Freud seolah mengatakan bahwa jiwa massa itu seakan-akan telah dikendalikan dan hanya memiliki ciri-ciri yang negatif saja.&lt;br /&gt;Secara konsepnya tidak hanya ransangan negatif saja yang terdapat dalam psikologi masa, ada sisi positif yang bisa diterima hanya terkadang individu kurang mampu membedakan mana yang positif dan mana yang negatif, misalnya masa yang beramai-ramai menolong kebakaran, bencana alam, kecelakaan lalulintas.&lt;br /&gt;Prof.Baschowitz mengartakan bahwa:&lt;br /&gt;Masa yang terdiridari orang-orang normal kemungkinan melakukan kejahatan masa akan sangat sedikit sekali hanya orang-orang yang rendah wataknya yang kebetulan ikut andil dalam masa itu, itulah yang melakukan kejahatan-kejahatan dan jiwa mereka disebabkan karena keadaaan keadaan yang luar biasa, mendapat kesempatan untuk melakukan kejahatan-kejahatan.&lt;br /&gt;Antara Gustave Le Bon dan Baschowitz ada perbedaan pendapat yang sifatnya saling melengkapi, kadang-kadang masa itu negatif, kadang-kadang positif, ini tidak berarti bahwa sesuatu itu berjalan secara otomatis  tetapi pengaruh yang datang itu positif memiliki kemungkinan besar menjadi positif dan begitu juga sebaliknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Ciri-Ciri dan Peranan Situasi Kelompok Sosial Terhadap Individu dan Sebaliknya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Eksperimen Situasi Kebersamaan F.H Allport (1916-1919)&lt;br /&gt;Toghetherness Situatiaon atau situasi kebersamaan itu sudah dapat mempengaruhi tingkah laku manusia, sehinnga seseorang individu yang berada dalam situasi bersama akan menjadi lain dibandingkan situasi ketika ia sendirian.&lt;br /&gt;Eksperimen terhadap situasi kebersamaan ini dilakukan terhadap mahasiswa dan mahasiswa yang diminta untuk menyatakan pendapatnya tentang rangsangan-rangsagan tersendiri atas cairan-cairan dalam botol yang mempunyai bermacam-macam baunya, yaitu 10 variasi dari cairan yang bau sekali sampai kepada yang harum.&lt;br /&gt;Alport menempuh beberapa cara dalam permainan eksperimen itu sehingga hasillah sebuah kesimpulan baginya, menurut hasil percobaan pada umumnya adalah bahwa penilainan yang diadakan dalam kebersamaan itu kurang ekstrem dari penilaian orang yang sama juga, tetapi dalam keadaan sendirian  bisa saja berubah, jadi dalam eksperimen ini ternyata bahwa situasi kebersamaan itu pasa dirinya sendiri mempunyai akibat menghilangkan penilaian-penilaian yang ekstrem pada orang-orang yang turutserta dalam keadaan kebersamaan itu.&lt;br /&gt;Seakan-akan orang yang berada dalam situasi kebersamaan itu tidak mau berbeda terlampau banyak dalam penilaiannya antara yang satu dengan yang lainya. &lt;br /&gt;Dari ekperimen yang dilakukan Allport ternyata situasi sosial pada diri sendiri sudah mempunyai pengaruh tertentu terhadap kegiatan-kegiatan individu dibandingkan dengan kegiatan –kegiatan yang sama apabila dalam keadaan sendirian, yaitu situasi kebersamaan mempunyai pengaruh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Eksperimen Rosenbaum Dan Blake&lt;br /&gt;Eksperimen ini dilakuakan untuk menyelidiki akibat dari suatu sikap dan tingkah laku yang dinyatakan oleh seseorang didalam keadaan kebersamaan terhdap sikap dan tingkah laku orang lain di dalam keadaaan tersebut apabila menghadapi persoalanyang sama eksperimen ini dilakukan di dalam ruang baca aau ruang kerja  Perpustakaan Universitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasil eksperimen ini menunjukkan denga jelas dan cukup pasti, bahwa pengaruh contoh pembantu dalam keadaan kebersamaan itu memang besar sekali, lebih dari 80% dari orang yang dicoba mengaami mengimitasi contoh yang di berikan dalam bentuk tingkah laku, maka dapat disimpulkan hasil dari eksperimen yang dilakukan oleh Rosenbaum dan Blake ini bahwa:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam keadaan kebersmaan itu orang-orang mudah mengimitasi  sebuah contoh (atau mudah terpengaruh oleh sugesti berdasarkan contoh), ternyata situasi toghederness itu , sebagai bentuk dari situasi sosial, dan sikap keragu-raguan individu mengenai apa yang harus ia lakukan, sangat menudahkan terjadinya imitasi dan sugesti terhadap tingkah laku orang dalam keadaan sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Eksperimen Asch&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam eksperimen ini akan nyata peranan sugesti dalam situasi sosial pada umumnya dan situasi kebersamaan pada khususnya, hasil dari eksperimen yang dilakukan oleh Asch terjadi pemberian sugesti yang slah terhadap peserta minoritas itu ditertawakan, sedangakan apabila sugesti tersebut diberikan oleh mayoritas itu malah di ikuti. Dari eksperimen Asch ternyata bahwa pengaruh sugesti (mayoritas) terhadap penilaian individu dalam keadaan kebersamaan itu besar apabila individu ragu-ragu dalam penilaianannya. Sugesti mayoritas tidak berpengaruh apabila individu dengan jelas mengetahui apa yang harus ia lakukan, pengaruh sugesti (mayoritas) dalam eksperimen Asch akan diperkecil apabila terdapat pula sugesti minoritas yang berlawanan dengan sugesti mayoritas dalam keadaan yang sama.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8469868469220855717-1244287186165536795?l=alfiasyura.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alfiasyura.blogspot.com/feeds/1244287186165536795/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8469868469220855717&amp;postID=1244287186165536795' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8469868469220855717/posts/default/1244287186165536795'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8469868469220855717/posts/default/1244287186165536795'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alfiasyura.blogspot.com/2010/09/situasi-sosial-yang-mempengaruhi_20.html' title='SITUASI SOSIAL YANG MEMPENGARUHI TINGKAH LAKU MANUSIA'/><author><name>alfi asyura</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18336605571151931161</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp2.blogger.com/_7LOLboa5MEk/SBQjR_yZ52I/AAAAAAAAABg/4I2Tf9Jzavo/S220/Foto1592-002.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_7LOLboa5MEk/TJgJip3E23I/AAAAAAAAAU8/f2LIQwmyy1Q/s72-c/social-network.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8469868469220855717.post-1965377121987699150</id><published>2010-09-20T18:20:00.001-07:00</published><updated>2010-09-20T18:23:52.473-07:00</updated><title type='text'>SITUASI SOSIAL YANG MEMPENGARUHI TINGKAH LAKU MANUSIA</title><content type='html'>1. Situasi Sosial&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Situasi sosial adalah suatu kondisi tertentu dimana berlangsung hubungan antara individu yang satu dengan individu yang lain atau terjadi saling hubungan antara dua individu atau lebih. &lt;br /&gt;Hubungan yang terjadi antara individu tersebut tidak terlepas dari rangsangan-rangsangan sosial. Secara garis besar perangsang sosial tersebut terbagi menjadi dua yaitu :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Orang lain, terdiri dari :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a.  Individu-individu lain sebagai perangsang. &lt;br /&gt;b. Kelompok, Kelompok ini dapat dibedakan atas :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Hubungan intragroup : hubungan antara individu lain dalam kelompok lain atau antara kelompok dengan kelompok&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Hubungan intergroup : hubungan individu dengan kelompok lain dalam kelompok itu sendiri.&lt;br /&gt;2. Hasil kebudayaan ( materi dan non materi)&lt;br /&gt;Contohnya : bangunan rumah, perkakas, candi hasil ukiran, bahasa, seni, musik norma dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Situasi sosial ini dibedakan kepada Togetherness Situation (situasi kebersamaan) dan Group Situation atau situasi kelompok.&lt;br /&gt;Togetherness Situation adalah situasi dimana sejumlah individu berkumpul pada suatu tempat dan pada waktu tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ciri-cirinya :&lt;br /&gt;• Sejumlah orang berkumpul&lt;br /&gt;• Mempunyai kepentingan yang sama&lt;br /&gt;• Pada tempat tertentu&lt;br /&gt;• Bersifat sementara waktu&lt;br /&gt;• Tidak memiliki ikatan diantara suatu individu dengan individu yang lain&lt;br /&gt;Contonya : sejumlah orang berbelanja di toko, pasar, bioskop dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terakadang situasi kebersamaan ini bisa saja berubah menjadi situasi massa. Yaitu situasi dimana tingkah laku kelompok timbul secara spontan, relatif tidak terorganisasi, tidak terduga dan tidak terencana dalam arah perkembanganya dan terjadi saling pengaruh antara individu dengan individu lain. Dalam situasi massa ini para pelakunya merasa memiliki kedudukan yang sama, tidak ada perbedaan diantara mereka.&lt;br /&gt;Contoh : &lt;br /&gt;Penonton sepak bola yang gelisah dan kecewa melihat wasit berat sebelah (curang). Sehingga akan menimbul kemarahan dari para penonton. Para penonton akan berteriak-teriak. Melemparkan kata-kata kotor bahkan sampai melempar wasit dengan sandal. Move ini akhirnya menggerakkan penonton untuk bersatu dan memperlihatkan rasa marah kepada wasit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Kenyataan Sosial&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Kenyataan sosial terbagi kepada dua macam yaitu :&lt;br /&gt;a. Social Things (benda-benda sosial)&lt;br /&gt; Nilai dari sosial things ini ditentukan oleh beberapa faktor yaitu : kebutuhan, minat dan keprcayaan. Jadi suatu barang atau benda akan bernilai tinggi jika memenuhi syarat-syarat tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Social Fact (kenyataan sosial)&lt;br /&gt; Kenyataan sosial ini biasanya akan menimbulkan sikap yang berbeda-beda pada masing-masing individu. Sebagai contoh kenyataan sosial seperti yang berhubungan dengan hak, pinjam meminjam, kontrak kerja dan sebagainya. Seseorang dapat saja memiliki sebidang tanah misalnya, tanpa adanya peran orang lain atau tanpa harus ada pihak ke dua. Tetapi dalam hal jual beli, kontrak kerja hanya dapat terjadi bila terdapat lebih dari satu orang dengan arti ada harus ada pihak kedua. &lt;br /&gt; Suatu pekerjaan yang awalnya hanya kenyataan individual, tetapi seiring berjalanya waktu produktifitas pekerjaan tersebut meningkat dan hasilnya cukup menjanjikan, sehingga lama kelamaan banyak orang yang menginginkan pekerjaan tesebut dengan sendirinya kenyataan yang tadinya individual berubah menjadi kenyataan sosial. &lt;br /&gt;Dalam kehidupan sosial selalu ada hubungan timbal balik, sehingga suatu ketika jawaban (respon) akan menjadi perangsang (stimulus) terhadap kehidupan sosial. Dengan kata lain setiap perbuatan yang dilakukan oleh individu lain akan menimbulkan perbuatan lain lagi dan seterusnya. &lt;br /&gt;Secara umum bisa dikatakan setiap perbuatan yang dilakukan oleh seseorang adalah sosial. Sebab pekerjaan tersebut selalu menimbulkan respon terhadap orang lain. Jika kita lanjutkan pembicaraan tentang individu, individu selau dan mesti berhubungan dengan lingkungan. Hubungan antara individu tersebut sering berupa adaptasi. Yaitu manusia menyesuaikan diri dengan lingkungan. Baik secara pasif atau aktif. Atau berupa Autoplastis (mengubah diri sesuai dengan keadaan lingkungan) dan Aloplastis mengubah lingkungan sesuai keadaan (keinginan) diri. &lt;br /&gt;Sebagai contoh adalah ketika melihat suatu tindakan orang lain baik itu buruk ataupun baik, maka timbullah reaksi atau keinginan dari diri kita untuk melakukan sesuatu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Proses Sosialisasi&lt;br /&gt;Zajonc mengatakan bahwa dengan orang yang baru atau yang belum di kenal , faktor yang memudahkan komunikasi adalah pertemuan yang berulang-ulang , sejauh reaksi pada saaat kali pertama bertemu tidak  terlalu negatif. &lt;br /&gt;Interaksi adalah masalah yang paling unik yanng timbul dalam diri manusia, interaksi timbul dari berbagai macam hal yang merupakan dasar dari peristiwa sosial yang lebih luas, pada dasarnya kejadian yang terjadi di tengah-tengah masyarakat di sebabkan interaksi yag terjaedi antara individu dengan individu. Sehingga dapat disimpulkan bahwa setiap orang adalah sumber dan pusat psikologis yang berlangsung pada kehidupan.&lt;br /&gt;Perasaan pemikiran dan keinginan ada pada tiap-tiap seseorang tidak hanya sebagai tenaga yang bisa menegakkan individu itu sendiri, melainkan merupakan dasar pula bagi aktivitas psikoligi dari orang lain, dan semua proses sosialisasi baik yang bersipafat operatiaon, coorporation adalah hasil daripada interaksi individu.&lt;br /&gt;Interaksi inidapat dibedakan kepada dua macam:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Interaksi antara benda-benda, bersifat statis, memberi respons terhadap tindakan-tindakan kita, bukan terhadap kita dan timbulnya hanya pada satu pihak saja yaitu pada orang yang melakukan perbuatan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Interaksi antara manusia dengan manusia ,bersifat dinamis memberi respons tertentu pada manusia lain; dan proses kejiwaan yang timbul terdapat pada gejala pihak yang bersangkutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misalnya: ketika kita melihat seseorang menangis kita bisa mengetahui bahwa seseorang itu dalam keadaan susah atau sedang bersedih, maka dalam hal ini timbullah suatu ajaran yang terkenal dengfan Inference Doctrine.&lt;br /&gt;Menurut ajaran Inference Doctrine tiap orang mengalami dan mempuyai pengalam dan kesadaran dalam kehiduapan dan mewujudkan pemikiran, perasaan kemauan dan sebagainya, menurut teori Inference Doctrine, orang bisa mengetahui fakta kesabaran itu disebabkan karena orang mengadakan penarik kongklusi dari pengalamannya pada dirinya sendiri, misalnya ketika kita mengalami emosi tertentu maka emosi tertentu akan mengalami perubahan terhadap gerakan-gerakan jasmani tertentu, akhirnya kita merasakan sebuah kondisi tertentu dalam diri kita sdeperti takut senang, marah dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disamping teori ini masih ada teori lain seperti Stimulus Response Theory, yang berpokok pangkal sama dengan ajaran yang pertama, yaitu keduanya berpendapat bahwa apa yang dapat kita amati dari orang lain hanyalah mengenai fakta-fakta psikis.&lt;br /&gt;Kelemahan-kelemahan terhadap Inference Doctrine&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Dalam kenyataannya kita sering mengetahui psikologis orang lain secara langsung  tanpa melakaukan inferennce.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Inference Doctrine menganggab bahwa kita mengamati kejadian dalam diri kita sendiri dengan cara seperti pengamatan pada orang lain.&lt;br /&gt;c. Bila kita bersendi pada ajaran Interference Doctrine ini, maka kita tidak mungkin bisa menangkap pengalaman orang lain yangbelum pernah kita alami, juga kita tidak mungkin menangkap pengalaman orang lain yang jauh berbeda dengan kita. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Situasi Kelompok Sosial&lt;br /&gt;Bila seorang individu berada dalam ikatan masa (crowd) maka ia akan merasa, berfikir dan bertingkah laku yang berbeda dengan apabila individu itu dalam keadaan sendirian atau terpisah dari orang lain, jadi seolah-olah dalam jiwa individu itu terdapat dua jiwa yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Jiwa individual yaitu jiwa yang terdapat dalam diri individu dalam keadaan sendirian atauperorangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Jiwa masa, yaitu jiwa yang timbul dalam situasi massa. &lt;br /&gt;Menurut Gustave Le Bon timbulnya jiwa massa ini didorong oleh ada sugesti dari pemimpin atau antusias atau situasi yang merupakan mucul dalam kerumunan massa, individu yang terkena sugesti ini ia akan menuruti semua perintah-perintah dari pemimpinnya meskipun terkadan perintah tersebut bersifat irrasional dan tidak masuk akal sedikitpun, dalam segi negatifnya yang lebih luas individu dalam kerumunan massa itu akan lebih mudah terprovokasi dan berubah menjadi liar dan brutal, mudah terbawa emosi sentimental dan kurang rasional. &lt;br /&gt;Oleh karena itu ada pihak luar yang menjadi pihak ketiga yang menyalah gunakan situasi seperti kegiatan masa, seperti memprovokasi memberikan hal-hal yang negatif atau memburuk-burukkan pihak lain, Sidmud Freud seolah mengatakan bahwa jiwa massa itu seakan-akan telah dikendalikan dan hanya memiliki ciri-ciri yang negatif saja.&lt;br /&gt;Secara konsepnya tidak hanya ransangan negatif saja yang terdapat dalam psikologi masa, ada sisi positif yang bisa diterima hanya terkadang individu kurang mampu membedakan mana yang positif dan mana yang negatif, misalnya masa yang beramai-ramai menolong kebakaran, bencana alam, kecelakaan lalulintas.&lt;br /&gt;Prof.Baschowitz mengartakan bahwa:&lt;br /&gt;Masa yang terdiridari orang-orang normal kemungkinan melakukan kejahatan masa akan sangat sedikit sekali hanya orang-orang yang rendah wataknya yang kebetulan ikut andil dalam masa itu, itulah yang melakukan kejahatan-kejahatan dan jiwa mereka disebabkan karena keadaaan keadaan yang luar biasa, mendapat kesempatan untuk melakukan kejahatan-kejahatan.&lt;br /&gt;Antara Gustave Le Bon dan Baschowitz ada perbedaan pendapat yang sifatnya saling melengkapi, kadang-kadang masa itu negatif, kadang-kadang positif, ini tidak berarti bahwa sesuatu itu berjalan secara otomatis  tetapi pengaruh yang datang itu positif memiliki kemungkinan besar menjadi positif dan begitu juga sebaliknya.&lt;br /&gt;5. Ciri-Ciri dan Peranan Situasi Kelompok Sosial Terhadap Individu dan Sebaliknya&lt;br /&gt;1. Eksperimen Situasi Kebersamaan F.H Allport (1916-1919)&lt;br /&gt;Toghetherness Situatiaon atau situasi kebersamaan itu sudah dapat mempengaruhi tingkah laku manusia, sehinnga seseorang individu yang berada dalam situasi bersama akan menjadi lain dibandingkan situasi ketika ia sendirian.&lt;br /&gt;Eksperimen terhadap situasi kebersamaan ini dilakukan terhadap mahasiswa dan mahasiswa yang diminta untuk menyatakan pendapatnya tentang rangsangan-rangsagan tersendiri atas cairan-cairan dalam botol yang mempunyai bermacam-macam baunya, yaitu 10 variasi dari cairan yang bau sekali sampai kepada yang harum.&lt;br /&gt;Alport menempuh beberapa cara dalam permainan eksperimen itu sehingga hasillah sebuah kesimpulan baginya, menurut hasil percobaan pada umumnya adalah bahwa penilainan yang diadakan dalam kebersamaan itu kurang ekstrem dari penilaian orang yang sama juga, tetapi dalam keadaan sendirian  bisa saja berubah, jadi dalam eksperimen ini ternyata bahwa situasi kebersamaan itu pasa dirinya sendiri mempunyai akibat menghilangkan penilaian-penilaian yang ekstrem pada orang-orang yang turutserta dalam keadaan kebersamaan itu.&lt;br /&gt;Seakan-akan orang yang berada dalam situasi kebersamaan itu tidak mau berbeda terlampau banyak dalam penilaiannya antara yang satu dengan yang lainya. &lt;br /&gt;Dari ekperimen yang dilakukan Allport ternyata situasi sosial pada diri sendiri sudah mempunyai pengaruh tertentu terhadap kegiatan-kegiatan individu dibandingkan dengan kegiatan –kegiatan yang sama apabila dalam keadaan sendirian, yaitu situasi kebersamaan mempunyai pengaruh.&lt;br /&gt;2. Eksperimen Rosenbaum Dan Blake&lt;br /&gt;Eksperimen ini dilakuakan untuk menyelidiki akibat dari suatu sikap dan tingkah laku yang dinyatakan oleh seseorang didalam keadaan kebersamaan terhdap sikap dan tingkah laku orang lain di dalam keadaaan tersebut apabila menghadapi persoalanyang sama eksperimen ini dilakukan di dalam ruang baca aau ruang kerja  Perpustakaan Universitas.&lt;br /&gt;Hasil eksperimen ini menunjukkan denga jelas dan cukup pasti, bahwa pengaruh contoh pembantu dalam keadaan kebersamaan itu memang besar sekali, lebih dari 80% dari orang yang dicoba mengaami mengimitasi contoh yang di berikan dalam bentuk tingkah laku, maka dapat disimpulkan hasil dari eksperimen yang dilakukan oleh Rosenbaum dan Blake ini bahwa:&lt;br /&gt;Dalam keadaan kebersmaan itu orang-orang mudah mengimitasi  sebuah contoh (atau mudah terpengaruh oleh sugesti berdasarkan contoh), ternyata situasi toghederness itu , sebagai bentuk dari situasi sosial, dan sikap keragu-raguan individu mengenai apa yang harus ia lakukan, sangat menudahkan terjadinya imitasi dan sugesti terhadap tingkah laku orang dalam keadaan sama.&lt;br /&gt;3. Eksperimen Asch&lt;br /&gt;Dalam eksperimen ini akan nyata peranan sugesti dalam situasi sosial pada umumnya dan situasi kebersamaan pada khususnya, hasil dari eksperimen yang dilakukan oleh Asch terjadi pemberian sugesti yang slah terhadap peserta minoritas itu ditertawakan, sedangakan apabila sugesti tersebut diberikan oleh mayoritas itu malah di ikuti. Dari eksperimen Asch ternyata bahwa pengaruh sugesti (mayoritas) terhadap penilaian individu dalam keadaan kebersamaan itu besar apabila individu ragu-ragu dalam penilaianannya. Sugesti mayoritas tidak berpengaruh apabila individu dengan jelas mengetahui apa yang harus ia lakukan, pengaruh sugesti (mayoritas) dalam eksperimen Asch akan diperkecil apabila terdapat pula sugesti minoritas yang berlawanan dengan sugesti mayoritas dalam keadaan yang sama.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8469868469220855717-1965377121987699150?l=alfiasyura.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alfiasyura.blogspot.com/feeds/1965377121987699150/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8469868469220855717&amp;postID=1965377121987699150' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8469868469220855717/posts/default/1965377121987699150'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8469868469220855717/posts/default/1965377121987699150'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alfiasyura.blogspot.com/2010/09/situasi-sosial-yang-mempengaruhi.html' title='SITUASI SOSIAL YANG MEMPENGARUHI TINGKAH LAKU MANUSIA'/><author><name>alfi asyura</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18336605571151931161</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp2.blogger.com/_7LOLboa5MEk/SBQjR_yZ52I/AAAAAAAAABg/4I2Tf9Jzavo/S220/Foto1592-002.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8469868469220855717.post-7051913580428467864</id><published>2010-09-04T01:25:00.000-07:00</published><updated>2010-09-04T02:03:14.520-07:00</updated><title type='text'>In memoriam pesantren ramadhan di jabbal nur</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_7LOLboa5MEk/TIIJZoIVjBI/AAAAAAAAAUg/-rKjsNiXJ3g/s1600/03092010074.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 150px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_7LOLboa5MEk/TIIJZoIVjBI/AAAAAAAAAUg/-rKjsNiXJ3g/s200/03092010074.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5512979229728672786" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_7LOLboa5MEk/TIIJOtH4ZWI/AAAAAAAAAUY/PU07FgNlCa8/s1600/03092010073.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_7LOLboa5MEk/TIIJOtH4ZWI/AAAAAAAAAUY/PU07FgNlCa8/s200/03092010073.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5512979042090378594" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_7LOLboa5MEk/TIII2liZgqI/AAAAAAAAAUQ/3e1xGkX32As/s1600/03092010072.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_7LOLboa5MEk/TIII2liZgqI/AAAAAAAAAUQ/3e1xGkX32As/s200/03092010072.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5512978627737256610" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_7LOLboa5MEk/TIIInTidB3I/AAAAAAAAAUI/IBwkHgp-xYs/s1600/03092010071.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_7LOLboa5MEk/TIIInTidB3I/AAAAAAAAAUI/IBwkHgp-xYs/s200/03092010071.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5512978365207611250" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_7LOLboa5MEk/TIIIP3HqNAI/AAAAAAAAAUA/mtIPGTH2wHw/s1600/03092010070.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_7LOLboa5MEk/TIIIP3HqNAI/AAAAAAAAAUA/mtIPGTH2wHw/s200/03092010070.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5512977962442044418" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_7LOLboa5MEk/TIIHtFaCDuI/AAAAAAAAAT4/8qJ_BblNaNg/s1600/03092010069.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_7LOLboa5MEk/TIIHtFaCDuI/AAAAAAAAAT4/8qJ_BblNaNg/s200/03092010069.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5512977364981780194" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_7LOLboa5MEk/TIIHEpEpNGI/AAAAAAAAATw/x6TTjJfIuOg/s1600/03092010068.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_7LOLboa5MEk/TIIHEpEpNGI/AAAAAAAAATw/x6TTjJfIuOg/s200/03092010068.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5512976670181110882" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_7LOLboa5MEk/TIIGYxuM3yI/AAAAAAAAATo/etVVtN60xxY/s1600/03092010067.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_7LOLboa5MEk/TIIGYxuM3yI/AAAAAAAAATo/etVVtN60xxY/s200/03092010067.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5512975916588654370" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_7LOLboa5MEk/TIIGLNGPOzI/AAAAAAAAATg/H9ERf8wbAlM/s1600/03092010066.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_7LOLboa5MEk/TIIGLNGPOzI/AAAAAAAAATg/H9ERf8wbAlM/s200/03092010066.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5512975683419061042" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_7LOLboa5MEk/TIIFAioHo9I/AAAAAAAAATY/pK9eGiWWmXI/s1600/03092010065.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_7LOLboa5MEk/TIIFAioHo9I/AAAAAAAAATY/pK9eGiWWmXI/s200/03092010065.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5512974400708125650" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_7LOLboa5MEk/TIIEHpNjhiI/AAAAAAAAATQ/XKmjHlayOgs/s1600/03092010064.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_7LOLboa5MEk/TIIEHpNjhiI/AAAAAAAAATQ/XKmjHlayOgs/s200/03092010064.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5512973423223211554" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_7LOLboa5MEk/TIIDZXTvJHI/AAAAAAAAATI/-SwnCEtjYo4/s1600/03092010063.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_7LOLboa5MEk/TIIDZXTvJHI/AAAAAAAAATI/-SwnCEtjYo4/s200/03092010063.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5512972628143318130" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_7LOLboa5MEk/TIIDInYEY9I/AAAAAAAAATA/RGkqHhGWgHs/s1600/03092010061.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_7LOLboa5MEk/TIIDInYEY9I/AAAAAAAAATA/RGkqHhGWgHs/s200/03092010061.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5512972340398678994" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_7LOLboa5MEk/TIICgkQiXGI/AAAAAAAAAS4/EJ6XeW0pyVw/s1600/03092010060.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_7LOLboa5MEk/TIICgkQiXGI/AAAAAAAAAS4/EJ6XeW0pyVw/s200/03092010060.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5512971652367015010" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;klik pada foto untuk mengopy..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;semoga kebersamaan seperti ini bisa terwujud kembali..amiin jazzakumullahilkhair...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8469868469220855717-7051913580428467864?l=alfiasyura.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alfiasyura.blogspot.com/feeds/7051913580428467864/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8469868469220855717&amp;postID=7051913580428467864' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8469868469220855717/posts/default/7051913580428467864'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8469868469220855717/posts/default/7051913580428467864'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alfiasyura.blogspot.com/2010/09/in-memoriam-pesantren-ramadhan-di.html' title='In memoriam pesantren ramadhan di jabbal nur'/><author><name>alfi asyura</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18336605571151931161</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp2.blogger.com/_7LOLboa5MEk/SBQjR_yZ52I/AAAAAAAAABg/4I2Tf9Jzavo/S220/Foto1592-002.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_7LOLboa5MEk/TIIJZoIVjBI/AAAAAAAAAUg/-rKjsNiXJ3g/s72-c/03092010074.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8469868469220855717.post-291894802705068995</id><published>2010-07-06T00:08:00.000-07:00</published><updated>2010-07-06T00:10:25.187-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>Persoalan tanah di Sumatera Barat, memang menarik untuk diperhatikan mengingat bahwa tanah bagi masyarakatnya bukan saja berfungsi sebagai tempat tinggal, sumber produksi atau pendapatan, tetapi juga mempunyai fungsi sosial dimana dengan tanah tersebut dapat mencerminkan kedudukan sosial dan status seseorang  ditengah masyarakat atau dengan kata lain tanah sebagai dasar dari perbedaan sosial di dalam masyarakat. Begitu pentingnya tanah ini dalam kehidupan masyarakat Minangkabau, sehingga tidaklah mengherankan seringnya muncul permasalahan seperti dalam hal kepemilikan tanah itu sendiri.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Kalau kita telusuri lebih jauh, sesungguhnya masalah pertanahan terutama masalah pemilikan tanah di Sumatera Barat tidak hanya sekarang ini muncul bahkan pada masa pemerintahan kolonial sudah terjadi.  Semenjak diperkenalkan usaha yang agak baru dalam masyarakat Sumatera Barat yakni usaha tanam paksa kopi hingga dibekukan tahun 1908.(Mestika Zed, 1983).  Pada masa adanya sistem tanam paksa kopi inilah munculnya ondernemingen. (Cristine Dobbin). Ondernemingen merupakan istilah yang ada dalam literature Belanda yang juga disebut dengan perkebunan-perkebunan besar Ondernemingen (perkebunan-perkebunan besar).&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;Sistem tanam paksa kopi yang dilembagakan tahun 1847 hingga 1908 memperlihatkan fenomena pengunaan jenis tanah adat yang bervariasi sifatnya. Pada awal pemberlakukannya, tanah pekarangan yang berada disekitar pemukiman penduduk dimanfaatkan untuk memproduksi kopi.  Kemudian pada masa ini banyak kendala yang dihadapi oleh pemerintah kolonial terutama dalam masalah tanah, di daerah Minangkabau yang terdiri dari nagari-nagari yang bersifat otonom dan memiliki banyak penguasa, serta tidak mengenal adanya tanah-tanah yang tidak bertuan. &lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;Hukum adat Minangkabau selama ini dipandang sebagai kendala dalam pengambil alihan tanah oleh pemerintah, karena tanah yang tidak bertuan  tidak terdapat di Minangkabau. Posisi hak ulayat atas tanah relatif masih kuat dalam  kehidupan masyarakat Minangkabau waktu itu. Akibatnya upaya penyedian tanah gerapan menjadi terkendala. Berdasarkan hal tersebutlah akhirnya memaksa pemerintah kolonial Belanda mengeluarkan UU Agraria 1875 (nomor.199a) yang bersikan domeinverklaring, yaitu pernyataan pemerintah bahwa tanah ulayat nagari dicaplok menjadi milik negara, diatas tanah-tanah itulah perkebunan liberal dilangsungkan di Sumatera Barat.&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;Dalam konteks inilah, pemerintah Belanda juga melakukan hukum sewenang-wenang terhadap rakyat dalam hal tanah. Menurut ketentuan adat tanah ulayat di Minangkabau dapat berbentuk : Rimbo, Biluka dan Sasok. Status dari tanah ulayat ini merupakan tanah nagari dan rakyat dalam nagari bisa saja mengerjakan asal sepengetahuan dan izin dari penghlu yang mempunyai hak ulayat, sebagai wakil nagari atas tanah tersebut. Jenis tanah ini mulai diusik  pemerintah Belanda sewaktu dimulainya praktek ekonomi melalui perkebunan besar milik swasta, dengan mencaplok tanah hak milik masyarakat dan dijadikannya sebagai milik negara (terkenal dengan domeinverklaring).  Munculnya domeinverklaring berarti penghapusan hak ulayat di Minangkabau, sama artinya penghapusan hukum kewarisan dalam hukum adat, karena tanah ulayat melambangkan persekutuan hukum dalam masyaraka (Elfianis, 1994).&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;Kemudian tahun 1922 Belanda menerapkan sistem pajak tanah, yang termasuk pajak rumah gadang.Tindakan ini merupakan penghinaan langsung kepada tanah milik Minangkabau.(Akira Oki). Kebijakan diatas yang dilakukan oleh pemerintah Belanda terhadap tanah di Minangkabau telah menimbulkan pemberontakan komunis pertengahan tahun 1920-an . Hal tersebut diperparah lagi akibat kebijaksanaan kolonial Belanda di Minangkabau, dengan banyaknya penghulu yang diangkat oleh pemerintah maka wibawa penghulu semakin  terkikis sehingga menimbulkan konflik antar masyarakat di Minangkabau, dimana hal tersebut terjadi adanya perbenturan hak ulayat dengan kebijakan yang dibuat oleh pemerintah Belanda di Indonesia terutama untuk memuluskan usaha mereka dalam bidang ekonomi.&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;Kesemua hal tersebut dapat kita telusuri dari beberapa hasil penelitian para sejarawan, misalnya  karya Mestika Zed dalam”Melayu Kopi Daun : Eksploitasi Kolonial dalam Sistem Tanam Paksa Kopi di Minangkabau, Sumatera Barat (1847-1908) menjelaskan bahwa Belanda berusaha keras untuk meningkatkan hasil produksi dengan jalan menambah luas areal dan memaksa penduduk menanami tanahnya. Dalam hal ini Belanda membebaskan tanah nagari dan tanah gembala.  Kemudian  karya Taufik Abdullah dalam karyanya yang berjudul, School and Politics : The Kaum Muda Movement in West Sumatera (1927-1933) menjelaskan bahwa  pemerintah Belanda juga mengeluarkan peraturan agrarian tahun 1915 yang menyatakan bahwa semua tanah yang tidak ditempati jatuh pada hak hukum pemerintah dengan demikian konsep tanah adat tidak diakui lagi. &lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;Pada masa orde baru diawali dengan munculnya Supersemar yang kemudian memberikan kewenangan bagi Soeharto untuk melaksanakan pemerintahan.  Permasalahan tanah juga muncul, dimana posisi rakyat kecil atau masyarakat masih dalam posisi yang terugikan. Pada masa orde baru tersebut, konflik pertanahan yang muncul terutama konflik pertanahan antara rakyat dengan pemerintah. Muncul konflik pertanahan antara rakyat dengan pemerintah yang itu lebih disebabkan oleh hal-hal sebagai berikut Pertama, pelaksanaan keharusan musyawarah antar panitia pembebasan tanah dengan pihak yang terkena pembebasan tanah. Kedua, penetapan ganti rugi yang sering dikatakan jauh dari memadai. Ketiga, pembayaran ganti rugi yang adakalanya mengalami keterlambatan. Keempat, prosedur ganti rugi tidak sesuai dengan peraturan yang berlaku.&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;Orde reformasi yang seharusnya merubah kesemuanya itu, namun apa yang terjadi pada masa sebelumnya tetap terjadi bahkan semakin kompleks. Rakyat masih dalam pihak yang terugikan juga. Menurut penulis, kalau kita telusuri dengan seksama konflik tanah  yang terjadi di masyarakat pada saat ini dapat kita bagi menjadi tiga yakni:&lt;br /&gt;Pertama, antara sesama anggota masyarakat. Konflik antar sesama anggota masyarakat terjadi berkaitan dengan penguasaan oleh pihak yang tidak berhak, dalam arti orang luar masyarakat hukum adat tersebut. Pada sangketa antar anggota masyarakat ini biasanya dapat diselesaikan secara bersama-sama dengan berperannya ninik mamak atau melalui proses peradilan.&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;Kedua, antar masyarakat hukum adat dengan pemerintah. Konflik ini dalam arti perjuangan pengakuan keberadaannya dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Hal ini terjadi karena ketentuan yang tidak memungkinkan  masyarakat hukum adat akses ke tanah ulayatnya. Sebagai contoh dalam bidang kehutanan, selama ini masyarakat mengambil hasil hutan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, karena sumber daya hutan mengandung kekayaan alam yang cukup besar, maka untuk meningkatkan nilai ekonominya dilakukan ekploitasi secara besar-besaran. Tentunya dalam eksploitasi yang demikian masyarakat yang sangat sederhana tersebut tidak tahu dan tidak mampu untuk akses. &lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;Ketidaktahuan dan ketidakmampuan masyarakat ini kurang atau hampir tidak dilirik, akibatnya mereka terabaikan atau terkesampingkan. Hal ini dapat diketahui dari HGU (Hak Guna Usaha) yang telah diberikan kepada pengusaha perkebunan. HGU diberikan dengan melakukan konversi hutan produksi untuk dijadikan areal perkebunan. Konversi hutan produksi untuk dijadikan areal perkebunan. Konversi hutan produksi untuk dijadikan areal perkebunan. Konversi hutan produksi berarti melakukan pengambilan hasil hutan berupa kayu, dan lainnya, maka perusahaan pemegang HGU yang diuntungkan.&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;Ketiga, antar masyarakat hukum adat dengan pengusaha (investor). Sesungguhnya dalam pembangunan perkebunan di Indonesia ini tida begitu saja adanya namun dibingkai oleh payung hukum. Berdasarkan Pasal 14 ayat (1) d UU Nomor 5 Tahun 1960 menegaskan bahwa pemerintah dalam rangka sosialisme Indonesia, membuat suatu rencana umum mengenai persedian, peruntukan dan pengunaan bumi, air dan  ruang angkasa serta kekeyaan alam yang terkandung di dalamnya untuk  keperluan memperkembangkan produksi pertanian, peternakan dan perkebunan serta yang sejalan dengan itu. Dengan mengacu kepada isi pasal ini dan dikaitkan dengan Pasal 6 UUPA (Undang-Undang Pokok Agraria)  maka dalam rangka meningkatkan produksi pertanian dilakukan pembangunan perkebunan.&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;Kegiatan pembangunan ini dinyatakan yakni  dilakuan dengan pelepasan tanah ulayat oleh masyarakat adat. Dinyatakan pelepasan oleh masyarakat pada masa itu adalah dengan pemberian “siliah jariah” tidak dapat disamakan dengan jual beli, tetapi berarti siliah yang dilakukan oleh pihak lain kepada pemilik tanah selama tanah tersebut digunakan oleh orang lain. Tidak mengunakan selama waktu tertentu tersebut harus dibayar jariahnya .Siliah jariah tidak dapat dapat diartikan pelepasan tanah untuk  selamanya. Karena pada masyarakat Minangkabau dikenal konsep “ kabau tagak kubangan tingga” artinya jika pihak luar yang mengunakan tanah tersebut tidak lagi mengunakan tanahnya, maka tanah tersebut kembali kepada masyarakat. Namun banyak sekali kejadian yang memperlihatkan kepada kita, protes yang dilakukan oleh masyarakat disekitar perkebunan misalnya akibat tindakan dari para investor yang merugikan masyarakat setempat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menelusuri Konflik Tanah di Ranah Minang&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;Ada beberapa pristiwa penting dalam sejarah Minangkabau yang menyangkut tentang tanah, yaitu pertama, konflik akibat perbenturan antara hukum waris Minangkabau dengan Hukum Waris Islam. Kedua, perbenturan hukum adat Minangkabau dengan kebijaksanaan Kolonial Belanda tentang masalah tanah di Minangkabau.  Kedua, karena adanya perkembangan ekonomi uang dan merantau yang mengakibatkan adanya tekanan  jumlah penduduk merubah pola pengunaan tanah. &lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;Konflik akibat perbenturan antara hukum adat waris Minangkabau dengan hukum waris Islam tidak terlepas dari gerakan padri .Menurut Taufik Abdullah, gerakan tersebut bertujuan inggin menciptakan masyarakat Islam di Minangkabau. Gerakan ini berusaha menghapuskan Adat Jahiliyah Minangkabau, suatu istilah yang sering diungkapkan penulis dari kalangan Islam. Gerakan ini sesungguhnya belum mengungkit masalah warisan Minangkabau. Kemudian gerakan pembaharuan sesudahnya mulai mempertanyakan soal warisan menurut Adat Minangkabau. Hamka di dalam bukunya yang berjudul Islam dan Adat Minangkabau (1985) menjelaskan bahwa tokoh-tokoh yang membantah aturan adapt Minagkabau sesudah golongan Padri adalah Ahmad Khatib dan Haji Agus Salim. Sesudah itu adalah golongan Mu’tadilin, yang bersikap damai yaitu Abdulkari, Amarullah (ayah Hamka sendiri) dan Ulama Perti.&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;Gerakan reformis Islam akhir abad ke 19 dan awal abad 20 terutama di pedalaman mengarahkan serangannya terhadap seluruh tatanan yang ada, seperti sekolah-sekolah tarekat dan hukum waris matrilineal (Taufik Abdulla, 1988). Tokoh reformis Islam yang paling keras dalam hal ini adalah Ahmad Khatib. Ahmad Khatib mengatakan bahwa harta warisan di Minangkabau adalah haram ( Amir Syarifuddin, 1982). Hal ini menimbulkan konflik antara yang mendukung Ahmad Khatib dan yang menolak pendapat itu. Menurut A.A.Navis dalam bukunya yang berjudul Alam Terkembang Jadi Guru (1984)  menjelaskan hal tersebut diperparah lagi ketika pada tahun 1904, Haji Yahya, murid Ahmad Khatib yang mendukung pendapat Ahmad Khatib kembali ke Minangkabau telah meresahkan masyarakat dan kemudian Haji Yahya ditangkap oleh Belanda. Haji Yahya di tangkap Belanda , karena Belanda merasa takut akan dapat membahayakan kedudukannya di Minangkabau.&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;Kemudian Ulama sesudah Ahmad Khatib yaitu Abdulkarim Amarullah yang lebih moderat terhadap warisan di Minangkabau. Abdulkarim Amarullah adalah murid Ahmad Khatib, yang dikenal juga dengan nama H. Rasul. Menurut Hamka dalam buku yang diedit oleh Muctar Naim yang berjudul Mengali Hukum Tanah dan Hukum Waris di Minangkabau (1968) mengatakan bahwa Haji Rasul tersebut  melihat harta pusaka terpisah dari harta pencaharian. Haji Rasul berpendapat bahwa harta pusaka sama keadaannya dengan wakaf yang pernah diberlakukan oleh Umar bin Khatab atas harta yang didapatnya di Khaybar yang telah dibekukan tassarrufnya dan hasilnya dimanfaatkan untuk kepentingan umum. Haji Rasul juga berpendapat bahwa harta pencaharian adalah hak anak, maka diberlakukan hukum faraid.&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;Kemudian juga menurut Hamka didalam bukunya yang berjudul Ayahku (1967) menjelaskan sebagai seorang yang moderat, Haji Rasul juga berpendapat bahwa harta pusaka adalah harta pusaka yang murni yang tidak tercampur harta pencaharian. Harta itu disamakan wakaf. Pendapat ini di dukung oleh ulama Perti dan Sulaiman ar Rusuli. Pendapat ini merupakan pencegah konflik antara kaum pembaharu Islam dengan kaum yang mempertahankan adapt, tentang tanah warisan di Minangkabau.&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;Kedua, terjadinya perbenturan  hukum adat Minangkabau dengan kebijaksanaan kolonial Belanda tentang masalah tanah di Minangkabau.Pemerintah colonial Belanda datang ke Indonesia umumnya dan ke Minangkabau khususnya tidak terlepas dari inggin mendapatkan keuntungan dari hasil bumi daerah tersebut. Mereka melakukan eksploitasi sumber daya alam guna mendapatkan keuntungan tersebut, pernyatan tersebut sesungguhnya sampai sekarang belum bisa terbantahkan.Dalam hal ini Belanda membebaskan tanah nagari dan tanah gembala. Tindakan ini mendapat protes dari masyarakat Minangkabau. Benturan antara Islam dengan pemerintah Belanda mengakibatkan kebangkitan kaum adapt yang inggin memurnikan adapt dari pengaruh luar.&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;Kemudian menurut Taufik Abdullah dalam karyanya yang berjudul, School and Politics : The Kaum Muda Movement in West Sumatera (1927-1933) menjelaskan bahwa  pemerintah Belanda juga mengeluarkan peraturan agrarian tahun 1915 yang menyatakan bahwa semua tanah yang tidak ditempati jatuh pada hak hukum pemerintah dengan demikian konsep tanah adapt tidak diakui lagi. Kemudian tahun 1922 Belanda menerapkan sistem pajak tanah, yang termasuk pajak rumah gadang. Tindakan ini merupakan penghinaan langsung kepada tanah milik Minangkabau. Kebijakan pemerintah Belanda terhadap tahah di Minangkabau telah menimbulkan pemberontakan komunis tahun 1920-an. Karena terjadinya pembenturan hak ulayat dengan undang-undang Agraria sehingga menimbulkan protes rakyat Minangkabau.&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;Ketiga, di samping konflik tanah terutama tanah warisan di Minangkabau yang tidak bisa terlepas dari perkembangan ekonomi uang dan merantau. Tekanan jumlah penduduk merubah pola pengunaan tanah. Tanah pusaka tidak lagi mampu menampung anggota rumah gadang, sehingga menimbulkan permasalahan dan persengketaan.&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;Keempat,  saat sekarang ini konflik tanah telah banyak disebabkan oleh kebijakan pemerintah kita sendiri. Dengan dalih untuk mendapatkan pajak yang besar, maka sering kali mengabaikan hak atau hukum adat yang berlaku terutama dalam aturan tanah di Minangkabau ini. Sehingga sering memunculkan konflik antara masyarakat setempat dengan pemerintah maupun antara masyarakat setempat dengan pihak pengusaha yang diberi izin oleh pemerintah. &lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;Akhirnya, mengingat posisi tanah sesungguhnya sangat penting dalam kehidupan manusia, apalagi mengingat di Sumatera Barat banyak sekali permasalahan tanah ini muncul seperti ketika  para investor inggin menanamkan modalnya di ranah Minang ini. Untuk itu perlu kiranya semua elemen masyarakat yang ada, mulai bergendengan tanggan memecahkan persoalan tanah tersebut. Dengan catatan nanti tidak ada pihak yang terugikan lagi, masyarakat hidup dengan aman dan sejahtera, para investor senang menanamkan modalnya  di Sumatera Barat. Sehinga memunculkan ranah Minang yang benar-benar ranah yang terbebas dari persoalan konflik  tanah. Wassallam.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8469868469220855717-291894802705068995?l=alfiasyura.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alfiasyura.blogspot.com/feeds/291894802705068995/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8469868469220855717&amp;postID=291894802705068995' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8469868469220855717/posts/default/291894802705068995'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8469868469220855717/posts/default/291894802705068995'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alfiasyura.blogspot.com/2010/07/persoalan-tanah-di-sumatera-barat.html' title=''/><author><name>alfi asyura</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18336605571151931161</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp2.blogger.com/_7LOLboa5MEk/SBQjR_yZ52I/AAAAAAAAABg/4I2Tf9Jzavo/S220/Foto1592-002.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8469868469220855717.post-8709498486124684036</id><published>2009-06-06T00:28:00.000-07:00</published><updated>2009-06-06T00:30:28.834-07:00</updated><title type='text'>IDEOLOGI</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Ideologi Sebuah Konsep Aqli yang Sakral*&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Oleh : Alfi Asyura**&lt;br /&gt;Pendahuluan&lt;br /&gt; Muhammad Ismail:&lt;br /&gt;Ideologi (Mabda’) adalah Al-Fikru al-asasi al-ladzi hubna Qablahu Fikrun Akhar, pemikiran mendasar yang sama sekali tidak dibangun (disandarkan) di atas pemikiran pemikiran yang lain. Pemikiran mendasar ini merupakan akumulasi jawaban atas pertanyaan dari mana, untuk apa dan mau kemana alam, manusia dan kehidupan ini yang dihubungkan dengan asal muasal penciptaannya dan kehidupan setelahnya? &lt;br /&gt;Secara garis Ideologi(mabda’) adalah pemikiran yang mencakup konsepsi mendasar tentang kehidupan dan memiliki metode untuk merasionalisasikan pemikiran tersebut berupa fakta, metode menjaga pemikiran tersebut agar tidak menjadi lain dari pemikiran-pemikiran yang lain dan metode untuk menyebarkannya.&lt;br /&gt;Bahasan&lt;br /&gt;Beranjak dari konsepsi renungan dan kontemplasi yang dilakukan oleh Plato,dengan mengutarakan ide adalah sebuah konsepsi penciptaan alam,secara lugas Plato mendeklarasikan hasil kontemplasinya berupa sebuah ide penciptaan alam semesta.&lt;br /&gt;Dalam kontemplasinya Plato memifikirkan tentang sebuah benda yang jamid yaitu meja,”Apakah meja itu?,Siapakah yang menciptakannya?,Apakah meja hanya digunakan untuk tempat sandaran tangan ketika duduk agar lebih nyaman?”,pertanyaan ini terus berlanjut sampai akhirnya Plato mengemukakan bahwa meja itu adalah ide yang ada terhadap penciptaan meja,pertanyaan demi pertanyaan terus berlanjut kepada siapakah pencipta ide dari adanya alam semesta yang maha luas ini,pertanyan-pertanyaan yang ia lontarkan pada dirinya membawa sebuah konsep bahwa alam semesta diciptakan oleh sebuah ide,dan Siapakah pencipta ide tersebut?pertanyaan ini terhenti sampai disini,sehingga ia mengambil kesimpulan bahwa ide adalah segala-galanya.&lt;br /&gt;Gemuruh persoalan ideologi sudah ada semenjak zaman Rasulullah sampai masa sahabat yang akhirnya pecah pada perperangan shiffin dengan jalan arbitrase,selanjutnya ideologi berbentuk persoalan yang berbau theologi mulai bermunculan laksana jamur, berawal dari propaganda kaum khawarij,syiah dan sampai kepada kemelut perdebatan mengenai theologi yang menyebabkan terpecahnya umat islam kepada berbagai sekte dan aliran kalam, imbasnya  kepada masa kontemporer dengan permasalahan yang kontemporer pula.&lt;br /&gt;Idoelogi sebuah kata yang memang sudah tidak asing lagi di telinga namum apakah yang sebenarnya ideologi?Ibnu Sina pernah berkata “tanpa defenisi kita tidak akan pernah mencapai pada konsep”,pendefenisian mengenai ideologi memang banyak sekali, namun, ideologi manakah yang dimaksud dalam abtraksi hidup?, sehingga terkadang ideologi dianggab sebagai pandangan hidup,bahkan dipertuhankan,baik dalam terminologi sosial,agama,budaya dan landasan berfikir sebuah daulah.&lt;br /&gt;Francis Bacon dengan terminologinya mengatakan:&lt;br /&gt;Ideologi adalah sintesa pemikiran mendasar dari suatu konsep hidup .&lt;br /&gt;Karl Marx pun mengatakan:&lt;br /&gt;Ideologi merupakan alat untuk mencapai kesetaraan dan kesejahteraan bersama dalam masyarakat &lt;br /&gt;Destertt de Tracy pun memberikan terminologinya:&lt;br /&gt;Ideologi adalah studi terhadap ide – ide/pemikiran tertentu .&lt;br /&gt;Kembali kepada pernyataan plato tentang ideologi,berdasarkan sumber sejarah yang penulis baca, maka secara etimologi idelogi  berasal dari kata Idea dan Logos,idea artinya pemikiran,sedangkan Logos artinya Ilmu atau Logika Berfikir.Dalam Bahasa Arab ideologi di sebut dengan Mabda’ yang berarti permulaan,dari defenisi bahasa diatas dapat dikategorikan ideologi diklarifikasikan kepada dua yaitu;&lt;br /&gt;1. Ideologi manusia&lt;br /&gt;2. Ideologi ketuhanan.&lt;br /&gt;Dalam tulisan ini stressing akan penulis titik beratkan kepada ideologi manusia,&lt;br /&gt;Dari teminologi para ahli yang telah diutarakan sebelumnya maka secara umum dapat dikatakan ideologi adalah; kumpulan ide atau gagasan atau aqidah 'aqliyyah (akidah yang sampai melalui proses berpikir) yang melahirkan aturan-aturan dalam kehidupan dan diikuti secara bersama.&lt;br /&gt;Dalam dunia ini ada tiga garis besar sumber ideologi yang berkembang yaitu,kapitalisme,sosialisme termasuk kedalamnya komunisme dan islam.&lt;br /&gt;Kenapa Islam dikatakan ideologi,secara haqiqah Islam adalah wahyu, sedangkan ideologi adalah pemikiran manusia,ada semacam kontradiksi apabila Islam diktegorikan kepada ideologi.Landasan ideologi adalah aqal sedangkan Islam adalah wahyu,dalam paham As-‘Ariyah(ahlussunnah wal jama’ah),tuhan tidaklah mempunyai ide mengenai konsepsi penciptaan alam semesta, karena adanya ide pada zat tuhan akan menyebabkan lemahnya tuhan, dan lemah adalah mustahil bagi tuhan,tuhan menciptakan alam semesta dengan kekuasaan atau kehendaknya tanpa adanya konsepsi terlebih dahulu,selanjutnya Asy-‘Ariyah berpendapat bahwa penciptaan alam semesta adalah sifat yang harus saja bagi tuhan tidak merupakan kewajiban tuhan .&lt;br /&gt;Menurut analisis penulis, Islam bukanlah sebuah ideologi, Islam merupakan wahyu tuhan.Berbeda halnya dengan agama-agama ardhi,seperti budha,kong hucu dan lain sebagainya,agama ardhi tersebut berasal dari pemikiran manusia,kemudian diikuti dan disakralkan secara bersama, penulis setuju apabila agama ardhi dikatakan ideologi tetapi sebaliknya penulis tidak setuju jika islam dikatakan sebagai ideologi.&lt;br /&gt;Secara kongkrit,ideologi merupakan sebuah konsep akal manusia mengenai sesuatu yang nantinya diikuti secara bersama,sakralisasi ideologi menjamur dipenjuru dunia termasuk indonesia dengan ideologi pancasilanya,pancasila dianggap sebagai sebuah tujuan hidup,sesuatu yang mengatur tindak tanduk manusia dalam beragama maupun bernegara,sedangkan kita tahu bahwa pancasila itu hanyalah pemikiran soekarno yang disetujui oleh peserta sidang BPUPKI(Badan Penyidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia) ketika itu .&lt;br /&gt;Di sisi lain, para ahli mengkategorikan islam kepada ideologi,dengan mengunakan pendekatan yang berbeda,mereka berfikiran bahwa ideologi bukan hanya pemikiran manusia, namun juga berasal dari tuhan.&lt;br /&gt;Sehingga, dalam Konteks definisi ideologi inilah tanpa memandang sumber dari konsepsi Ideologi, maka Islam adalah agama yang mempunyai kualifikasi sebagai Ideologi dengan padanan dari arti kata Mabda’ dalam konteks bahasa arab.konsep seperti ini dikemukakan oleh seorang filosof islam Al-Farabi dengan teori falsafat emanasi,Alfarabi dengan filsafat emanasinya mengatakan tuhan sebagai akal yang berfikir tentang dirinya,dengan pola tuhan sebagai wujud pertama(mabda’) dengan pemikiran itu timbul wujud kedua yaitu akal yang berbentuk materi sedangkan wujud pertama itu adalah akal yang tidak berwujud materi yaitu tuhan,maka wahyu adalah ideologi tuhan dengan ruang yang jauh berbeda dengan ideologi manusia. &lt;br /&gt;Oleh karenanya, perlu pendalaman yang lebih inten terhapap pemahaman ideologi,ideologi akan berbeda pengertianya bila di tinjau dengan paradigma filsafat,dan akan berbeda pula apabila ditinjau dengan paradigma sosial.&lt;br /&gt;Yang pasti menurut ukuran manusia,ideologi adalah gagasan yang diyakini dan diamalkan,namun dengan terminologi apa kita mengikat ideologi,maka itulah pemahaman yang di hasilkan dalam fikiran manusia sedangkan yang maha tahu itu hanyalah Allah,wallahu a’lam.&lt;br /&gt;Penutup&lt;br /&gt;Dalam penulisan ini mungkin upaya pengembangan pemikiran bagi penulis yang akan menambah khazanah intelektual dalam diskusi perdana lansano TI ini, dan alangkah lebih baik lagi apabila kita sama-sama menambah literatur kita karena bekal ilmu adalah membaca.&lt;br /&gt;Lebih berkurang di dalam penyajian paper ini, merupakan kunci pintu untuk membuka berbagai kritikan dan saran-saran yang akan menambah spirit penulis untuk membaca dan menulis lebih baik dari hari ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SUMBER BACAAAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Catatan penulis pada LK I HMI,LKMP(Latihan Kepemimpinan Manajemen Pondok Pesantren)I,II(Basic,Intermediate),Pribadi,Tidak Diterbitkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makalah,Gusrti Voni(Mahasiswa Sem.VI Fak.Ushuludiin) dengan judul pancasila Sebagai panduan nilai dan pedoman bersama  (common platrom),makalah disajikan pada LKMM di STAIN Padang Sidempuan,tidak diterbitkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harun Nasution,Filsafat Dan Mitisisme Dalam Islam,                                                    Jakarta;Bulan Bintang ,1978.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibrahim Madkour,Aliran Dan Teori Filsafat Islam,Bumi Aksara;Jakarta,1995.&lt;br /&gt;K.H Sirajuddin Abas,I’tikad Ahlusunnah Wal Jamaah,Pustaka Tarbiyah;Jakarta,2006.&lt;br /&gt;Kaelan,Pendidikan Pancasila,Pradigma: Yogyakarta Edisi 8. 2004.&lt;br /&gt;Wikipedia indonesia,Ideologi.google.co.id.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8469868469220855717-8709498486124684036?l=alfiasyura.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alfiasyura.blogspot.com/feeds/8709498486124684036/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8469868469220855717&amp;postID=8709498486124684036' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8469868469220855717/posts/default/8709498486124684036'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8469868469220855717/posts/default/8709498486124684036'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alfiasyura.blogspot.com/2009/06/ideologi.html' title='IDEOLOGI'/><author><name>alfi asyura</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18336605571151931161</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp2.blogger.com/_7LOLboa5MEk/SBQjR_yZ52I/AAAAAAAAABg/4I2Tf9Jzavo/S220/Foto1592-002.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8469868469220855717.post-3141698079956802192</id><published>2009-06-06T00:25:00.000-07:00</published><updated>2009-06-06T00:27:31.985-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>PERBEDAAN DAN PERSAAMAAN ANTARA THEOLOGI,ILMU KALAM,ILMU TAUHID DAN ILMU AQAID&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Theologi &lt;br /&gt;Theologi berasal dari kata “teos” yang berarti tuhan dan “logos” yang diartikan ilmu,jadi teologi adalah ilmu yang mempelajari tentang ketuhanan,yaitu membicarakan zat tuhan dari segala seginya dan hubungannya dengan alam,teologibisa tidak bercorak agama tetapi merupakan bagian dari filsafal atau philosopial theologi.atau filsafat ketuhanan,,theologi juga bersifat agama(intellectual expression of religion),atau keterangan tentang kata-kata agama yang bersifat fikiran,karena itu untuk pembatasan lapangan dan penetapan arti dari kata theologi,biasanya di bu uhi dengan kulisifikasi tertentu,seperti theologi yahudi,theologi kristen theologi katolik,dan teologi islam,bahkan dengan kulifikasi yang lebih terbatas lagi seperti theologi apologetik(mempertahankan agama),teologi sitematik,theologi sejarah dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;Theologi banyak lapangannya namun pengertiannya secara umum adalah “the science which treats of the facts and phenomena of religion,and relations between gad and man”,atau ilmu yang membicarakan kenyataan-kenyataan dan dan gejala-gejala agama dan membicarakan hubungan tuhan dan mnusia,baik dengan jalan penyelidikan maupun pemikiran murni,atau dengan jalan wahyu.&lt;br /&gt;2. Ilmu Kalam&lt;br /&gt;Perkataan Al-Kalam untuk menunjukan suatu ilmu yang berdiri sendiri,sebagia mana yang kita kenal sekarang,untuk pertama kalinya di pakai di masa abassy,atau tegasnya di masa al-makmun,sebelum masa tersebut pembicaran-pembicaraan mengenai keparcayaan dan ketuhanan disebut dengan al-fiqhu fidiidin,dinamakan dengna ilmu kalam karena kalam itu artinya perkataan,berkata,berbicara dan lainya,maka ilmu kalam adalah ilmu yang membahas segala sesuatu yang berhubungan dengan uluhiah,trermasuk kalmullah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Ilmu Tauhid.&lt;br /&gt;Secara subtansial beberapa istilah yang terdahulu memiliki persamaan dan perbedaan,arti tauhid ialah percaya kepada tuhan yang maha esa(meng-esakan tuhan),tidak ada sekutunya,sebagai man firman allah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hai manusia, sembahlah Tuhanmu yang Telah menciptakanmu dan orang-orang yang sebelummu, agar kamu bertakwa,&lt;br /&gt;Tujaun dari ilmu tauhid adalah mengesakan Allah,ilmu kalam juga di namakan dengan ilmu tauhid,kareana secara pokok sama-sama menetapkan keesaaan allah dalam zat dan perbuatanNya dalam menjadikan alam semesta hnaya allahlah yang menjadi temapat tujuan terakhir alam ini.&lt;br /&gt;4. Ilmu Aqaid&lt;br /&gt;Ilmu kalam dinamakan juga dengan ilmu aqaid(ilmu usuluddin),hal ini dapat dimengerti karean persoalan kepercayaan menjadi pokok ajaran agama itulah yang menjadi pokok pembicaraannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;_______________________&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8469868469220855717-3141698079956802192?l=alfiasyura.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alfiasyura.blogspot.com/feeds/3141698079956802192/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8469868469220855717&amp;postID=3141698079956802192' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8469868469220855717/posts/default/3141698079956802192'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8469868469220855717/posts/default/3141698079956802192'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alfiasyura.blogspot.com/2009/06/perbedaan-dan-persaamaan-antara.html' title=''/><author><name>alfi asyura</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18336605571151931161</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp2.blogger.com/_7LOLboa5MEk/SBQjR_yZ52I/AAAAAAAAABg/4I2Tf9Jzavo/S220/Foto1592-002.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8469868469220855717.post-8249079755737138571</id><published>2009-02-04T02:22:00.000-08:00</published><updated>2009-02-04T02:27:33.499-08:00</updated><title type='text'>indenpendensi HMI</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_7LOLboa5MEk/SYltaIn9dRI/AAAAAAAAASE/Zc95e1Kiek0/s1600-h/Bendera%2BHMI.jpg"&gt;&lt;img style="cursor:pointer; cursor:hand;width: 150px; height: 101px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_7LOLboa5MEk/SYltaIn9dRI/AAAAAAAAASE/Zc95e1Kiek0/s200/Bendera%2BHMI.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5298886732337214738" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Watak independen HMI adalah sifat organisasi secara etis merupakan karakter dan kepribadian kader HMI. Implementasinya harus terwujud di dalam bentuk pola pikir, pola pikir dan pola laku setiap kader HMI baik dalam dinamika dirinya sebagai kader HMI maupun dalam melaksanakan “Hakekat dan Mission” organisasi HMI dalam kiprah hidup berorganisasi bermasyarakat berbangsa dan bernegara. Watak independen HMI yang tercermin secara etis dalam pola pikir pola sikap dan pola laku setiap kader HMI akan membentuk “Independensi etis HMI”, sementara watak independen HMI yang teraktualisasi secara organisatoris di dalam kiprah organisasi HMI akan membentuk “Independensi organisatoris HMI”.&lt;br /&gt;Independensi etis adalah sifat independensi secara etis yang pada hakekatnya merupakan sifat yang sesuai dengan fitrah kemanusiaan. Fitrah tersebut membuat manusia berkeinginan suci dan secara kodrati cenderung pada kebenaran (hanief). Watak dan kepribadian kader sesuai dengan fitrahnya akan membuat kader HMI selalu setia pada hati nuraninya yang senantiasa memancarkan keinginan pada kebaikan, kesucian dan kebenaran adalah ALLAH SUBHANAHU WATA’ALA. Dengan demikian melaksanakan independensi etis bagi setiap kader HMI berarti pengaktualisasian dinamika berpikir dan bersikap dan berprilaku baik “hablumminallah” maupun dalam “hablumminannas” hanya tunduk dan patuh dengan kebenaran.&lt;br /&gt;Aplikasi dari dinamika berpikir dan berprilaku secara keseluruhan merupakan watak azasi kader HMI dan teraktualisasi secara riil melalui, watak dan kepribadiaan serta sikap-sikap yang : &lt;br /&gt;• Cenderung kepada kebenaran (hanief)&lt;br /&gt;• Bebas terbuka dan merdeka&lt;br /&gt;• Obyektif rasional dan kritis&lt;br /&gt;• Progresif dan dinamis&lt;br /&gt;• Demokratis, jujur dan adil&lt;br /&gt;Independensi organisatoris adalah watak independensi HMI yang teraktualisasi secara organisasi di dalam kiprah dinamika HMI baik dalam kehidupan intern organisasi maupun dalam kehidupan masyarakat berbangsa dan bernegara.&lt;br /&gt;Independensi organisatoris diartikan bahwa dalam keutuhan kehidupan nasional HMI secara organisatoris senantiasa melakukan partisipasi aktif, kontruktif, korektif dan konstitusional agar perjuangan bangsa dan segala usaha pembangunan demi mencapai cita-cita semakin hari semakin terwujud. Dalam melakukan partisipasi partisipasi aktif, kontruktif, korektif dan konstitusional tersebut secara organisasi HMI hanya tunduk serta komit pada prinsip-prinsip kebenaran dan obyektifitas.&lt;br /&gt;Dalam melaksanakan dinamika organisasi, HMI secara organisatoris tidak pernah “committed” dengan kepentingan pihak manapun ataupun kelompok dan golongan maupun kecuali tunduk dan terikat pada kepentingan kebenaran dan obyektifitas kejujuran dan keadilan.&lt;br /&gt;Agar secara organisatoris HMI dapat melakukan dan menjalankan prinsip-prinsip independensi organisatorisnya, maka HMI dituntut untuk mengembangkan “kepemimpinan kuantitatif” serta berjiwa independen sehingga perkembangan, pertumbuhan dan kebijaksanaan organisasi mampu diemban selaras dengan hakikat independensi HMI. Untuk itu HMI harus mampu menciptakan kondisi yang baik dan mantap bagi pertumbuhan dan perkembangan kualitas-kualitas kader HMI. Dalam rangka menjalin tegaknya “prinsip-prinsip independensi HMI” maka implementasi independensi HMI kepada anggota adalah sebagai berikut :&lt;br /&gt;Anggota-anggota HMI terutama aktifitasnya dalam melaksanakan tugasnya harus tunduk kepada ketentuan-ketentuan organisasi serta membawa program perjuangan HMI. Oleh karena itu tidak diperkenankan melakukan kegiatan-kegiatan dengan membawa organisasi atas kehendak pihak luar manapun juga.&lt;br /&gt;Mereka tidak dibenarkan mengadakan komitmen-komitmen dengan bentuk apapun dengan pihak luar HMI selain segala sesuatu yang telah diputuskan secara organisatoris.&lt;br /&gt;Alumni HMI senantiasa diharapkan untuk aktif berjuang menruskan dan mengembangkan watak independensi etis dimanapun mereka berada dan berfungsi sesuai dengan minat dan potensi dalam rangka membawa hakikat dan mission HMI. Dan menganjurkan serta mendorong alumni untuk menyalurkan aspirasi kualitatifnya secara tepat dan melalui semua jalur pembaktian baik jalur organisasi profesional kewiraswastaan, lembaga-lembaga sosial, wadah aspirasi poilitik lembaga pemerintahan ataupun jalur-jalur lainnya yang semata-mata hanya karena hak dan tanggung jawabnya dalam rangka merealisir kehidupan masyarakat adil makmur yang diridhoi Allah SWT. Dalam menjalankan garis independen HMI dengan ketentuan-ketentuan tersebut di atas, pertimbangan HMI semata-mata adalah untuk memelihara mengembangkan anggota serta peranan HMI dalam rangka ikut bertanggung jawab terhadap negara dan bangsa. Karenanya menjadi dasar dan kriteria setiap sikap HMI semata-mata adalah kepentingan nasional bukan kepentingan golongan atau partai dan pihak penguasa sekalipun. Bersikap independen berarti sanggup berpikir dan berbuat sendiri dengan menempuh resiko. Ini adalah suatu konsekuensi atau sikap pemuda. Mahasiswa yang kritis terhadap masa kini dan kemampuan dirinya untuk sanggup mewarisi hari depan bangsa dan negara.&lt;br /&gt;1. PERANAN INDEPENDENSI HMI DI MASA MENDATANG&lt;br /&gt;Dalam suatu negara yang sedang berkembang seperti Indonesia ini maka tidak ada suatu investasi yang lebih besar dan lebih berarti dari pada investasi manusia (human investment). Sebagaimana dijelaskan dalam tafsir tujuan, bahwa investasi manusia kemudian akan dihasilkan HMI adalah manusia yang berkualitas ilmu dan iman yang mampu melaksanakan tugas-tugas manusia yang akan menjamin adanya suatu kehidupan yang sejahtera material dan spiritual adil makmur serta bahagia.&lt;br /&gt;Fungsi kekaderan HMI dengan tujuan terbinanya manusia yang berilmu, beriman dan berperikemanusiaan seperti tersebut di atas maka setiap anggota HMI dimasa datang akan menduduki jabatan dan fungsi pimpinan yang sesuai dengan bakat dan profesinya.&lt;br /&gt;Oleh karena itu hari depan HMI adalah luas dan gemilang sesuai status fungsi dan perannya dimasa kini dan masa mendatang menuntut kita pada masa kini untuk benar-benar dapat mempersiapkan diri dalam menyongsong hari depan HMI yang gemilang.&lt;br /&gt;Dengan sifat dan garis independen yang menjadi watak organisasi berarti HMI harus mampu mencari, memilih dan menempuh jalan atas dasar keyakinan dan kebenaran. Maka konsekuensinya adalah bentuk aktifitas fungsionaris dan kader-kader HMI harus berkualitas sebagaimana digambarkan dalam kualitas insan cita HMI. Soal mutu dan kualitas adalan konsekuensi logis dalam garis independen HMI harus disadari oleh setiap pimpinan dan seluruh anggota-anggotanya adalah suatu modal dan dorongan yang besar untuk selalu meningkatkan mutu kader-kader HMI sehingga mampu berperan aktif pada masa yang akan datang.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8469868469220855717-8249079755737138571?l=alfiasyura.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alfiasyura.blogspot.com/feeds/8249079755737138571/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8469868469220855717&amp;postID=8249079755737138571' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8469868469220855717/posts/default/8249079755737138571'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8469868469220855717/posts/default/8249079755737138571'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alfiasyura.blogspot.com/2009/02/indenpendensi-hmi.html' title='indenpendensi HMI'/><author><name>alfi asyura</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18336605571151931161</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp2.blogger.com/_7LOLboa5MEk/SBQjR_yZ52I/AAAAAAAAABg/4I2Tf9Jzavo/S220/Foto1592-002.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_7LOLboa5MEk/SYltaIn9dRI/AAAAAAAAASE/Zc95e1Kiek0/s72-c/Bendera%2BHMI.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8469868469220855717.post-716612735742156057</id><published>2009-02-04T02:13:00.000-08:00</published><updated>2009-02-04T02:16:11.924-08:00</updated><title type='text'>AMR  warna baru</title><content type='html'>Padang, Liputan&lt;br /&gt;Musyawarah Besar (MUBES) sebagai forum tertinggi dalam pengambilan keputusan dan kebijakan tertinggi organisasi Pengurus Besar Asosiasi Mahasiswa ar-Rasuli (AMR) kembali dilakukan kemaren (17/1) untuk kali yang ke tujuh. MUBES ini dilaksanakan di sekeretariat PB AMR bertempat di Surau Tuo ar-Rasuli yang berlokasi di sarang gagak. AMR sendiri merupakan organisasi paguyuban mahasiswa alumni MTI Candung yang berdomisili di Padang.&lt;br /&gt;Dalam sambutannya, ketua panitia melaporkan, karena banyaknya kendala teknis sehingga MUBES ini sudah beberapa kali ditunda, namun berkat semangat yang tinggi dan penuh keikhlasan serta dilandasi kecintaan pada AMR akhirnya acara ini dilaksanakan hari ini, walaupun panitia harus mencari dana sendiri.&lt;br /&gt;Heri Surikno sebagai ketua umum AMR periode 2007-2008 dalam sambutannya mengatakan, latar belakang didirkannya AMR ini karena adanya konflik individual yang melanda mahasiswa yang notabene alumni MTI Candung. Untuk menyelesaikan konflik itu dan mencegahnya, maka dipandang perlu untuk membentuk sebuah komunitas. Komunitas inilah yang selanjutnya berkembang sampai hari ini yang dikenal dengan AMR.&lt;br /&gt;Selanjutnya, Heri yang juga mantan ketua UKM teater IAIN IB ini menjelaskan bahwa landasan utama untuk membangun dan mengembangkan paguyuban ini adalah rasa cinta dan komunikasi. Rasa cinta terhadap organisasi sampai hari ini masih tertanam dengan baik di hati masing-masing anggota AMR. Namun yang menjadi permasalahan hari ini adalah adanya miss komunikasi antar sesama anggota dan pengurus bahkan sampai pada tinggkat senioir. Ini dapat dilihat dari konflik yang terjadi di tubuh AMR sekarang ini.&lt;br /&gt;Acara MUBES dibuka secara resmi oleh Majelis Surau, yang pada kesempatan itu diwakili oleh Muhammad Shalihin, S.Ei. Shalihin lebih lanjut menjelaskan, sesuai dengan teori Karl Marx, konflik sebenarnya merupakan upaya untuk memperkuat integritas. Ini bisa tercapai ketika konflik itu mampu menjadi semangat perimbangan. Namun jika konflik itu tidak bisa dikelola dengan baik, maka konflik akan membawa ke arah dekontruksi.&lt;br /&gt;Hal yang mengejutkan terjadi menjelang pleno I selesai, ketika akan menyepakati presidium sidang untuk pleno selanjutnya, slaah seorang peserta sidang menolak menjadi presidium sidang dengan alasan tidak merasa anggota AMR. Malahan ia mempertanyakan statusnya sendiri sebagai anggota AMR, karena selama ini dia tidak pernah mendapatkan perhatian dari pengurus AMR sendiri. Sampai-sampai mempertanyakan bagaimana aturan dalam AD/ART tentang keanggotaan. Setelah melalui perdebatan panjang, akhirnya salah seorang Anggota Majelis Surau menjelasakan bahwa landasan utama keanggotaan AMR adalah ikatan emosional sebagai sesama alumni MTI Candung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Laporan Pertangung Jawaban diterima&lt;br /&gt;Dalam laporan pertanggung jawaaban pengurus AMR periode 2007-2008 yang disampaikan lansung oleh ketua umum, kendala utama dalam menjalankan roda organisasi adalah belum dirumuskannya dengan jelas AD/ART AMR. Sesuai dengan hasil MUBES VI tahun 2007 kemaren, telah disepakati untuk menyusun AD/ART AMR dengan membentuk panitia Ad Hoc. Setelah dibentuk, panitia Ad Hoc banyak menemukan kesulitan untuk merumuskan ASD/ART tersebut ditambah kekhawatiran mereka ketika AD/ART telah disusun, AMR akan terjebak olEh structural yang ada sehingga dapat menghilangkan hubungan emosional yang telah dibangun selama ini.&lt;br /&gt;Tanpa adanya landasan yang jelas, pengurus PB meragukan akan adanya tumpang tindih wewenang dan pelaksanaan kegiatan antara PB dan Cabang, khususnya Cabang Padang. Dan begitu pula sebaliknya, pengurus AMR Cabang Padang juga beerpikiran seperti itu sehingga banyak kegiatan yang tidak terlaksana. Kendala lain yang ditemukan, dekrementasi Organition of Desire anggota PB AMR dan krisis orientasi organisasi. Dan juga masalah klasik pada hampir semua organisasi yaitu keterbatasan dana.&lt;br /&gt;Tetapi hal itu tidak membuat pengurus patah semangat dan putus asa, hal ini terbukti banyaknya kegiatan yang berhasil diangkatkan, antara lain, Latihan Kepemimpinan dan Manajemen Pesantren (LKMP) I dan II di MTI Candung, syukuran wisudsa dan penerbitan bulletin Kalam ar-Rasulli sebanyak 3 edisi. Dengan demikian laporan pertangung jawaban ini dapat diterima oleh seluruh peserta sidang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AMR membuat format baru kepengurusan&lt;br /&gt;Pada pleno III yang biasanya membentuk beberapa komisi untuk merumuskan rekomendasi, rancangan kegiatan untuk periode selanjutnya dan pembahasan AD/ART, namun pada kali ini peserta sidang sepakat untuk mencari format baru kepengurusan untuk menyelamatkan AMR yang sudah lama tenggelam dalam konflik internal. Untuk langkah pertama ditemukan semangat yang menjadi spirit dalam melanjutkan kepengurusan AMR yang baru. Semangat itu adalah semangat untuk menumbuhkan, memelihara, membesarkan, dan semangat untuk melakukan perubahan.&lt;br /&gt;Semangat inilah yang pada gilirannya akan menjadi landasan utama dalam setiap langkah dan pelaksanaan kegiatan. Selain itu, semangat ini juga mampu untuk mengikat kembali hubungan emosional dan rasa cinta yang mulai pudar sejak adanya konflik internal. Dan juga sebagi tolak ukur berhasil dan tidaknya kepengurusan.&lt;br /&gt;Format baru juga terdapat dalam struktur organisasi. Dalam struktur barunya, pengurus AMR terdiri dari 5 orang presidium dan beberapa orang badan pekerja. Presidium bertanggung jawab penuh untuk memenuhi setiap kebutuhan anggota dan untuk pelaksanaan teknis selanjutnya diserahkan pada badan pekerja. Alasan utama untuk merubah struktur kepengurusan adalah untuk mencairkan kembali kebekuan organisasi sesuia dengan semangat yang telah disepakati sebelumnya. Perubahan ini juga untuk mengajak kembali para senior untuk lansung berkecimpung membantu kegitan AMR.&lt;br /&gt;Dalam pleno IV, terpilih 5 orang presidium yaitu Alfi Asyura, Al Muhammad Nur, Ahmad Fauzi, Zakir Ramadhan dan M. Arif. Sedangkan untuk Badan Bekerja ditentukan melalui rapat presidium. Presidium dipilih secara lansung dan rahasia, perserta sidang dipersilakan untuk memilih 5 orang untuk mennjadi presidium dan semua peserta mempunyai hak dipilih dan hak memilih yang sama.(A/Y) &lt;br /&gt;Taken from: Rangcotto.blogspot.com written by:Arif Yandu,Mahasiswa IAIN IB Padang Fak.Ussuludiin&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8469868469220855717-716612735742156057?l=alfiasyura.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alfiasyura.blogspot.com/feeds/716612735742156057/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8469868469220855717&amp;postID=716612735742156057' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8469868469220855717/posts/default/716612735742156057'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8469868469220855717/posts/default/716612735742156057'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alfiasyura.blogspot.com/2009/02/amr-warna-baru.html' title='AMR  warna baru'/><author><name>alfi asyura</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18336605571151931161</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp2.blogger.com/_7LOLboa5MEk/SBQjR_yZ52I/AAAAAAAAABg/4I2Tf9Jzavo/S220/Foto1592-002.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8469868469220855717.post-5959015369128677762</id><published>2009-01-26T21:48:00.000-08:00</published><updated>2009-01-26T21:56:03.521-08:00</updated><title type='text'>Albert Einstein ilmuwan terhebat abad ke-20</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_7LOLboa5MEk/SX6hrinVsmI/AAAAAAAAAR8/SLpmwiuDLEc/s1600-h/images.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 137px; height: 134px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_7LOLboa5MEk/SX6hrinVsmI/AAAAAAAAAR8/SLpmwiuDLEc/s200/images.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5295847981232534114" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Albert Einstein, tak salah lagi, seorang ilmuwan terhebat abad ke-20. Cendekiawan tak ada tandingannya sepanjang jaman. Termasuk karena teori "relativitas"-nya. Sebenarnya teori ini merupakan dua teori yang bertautan satu sama lain: teori khusus "relativitas" yang dirumuskannya tahun 1905 dan teori umum "relativitas" yang dirumuskannya tahun 1915, lebih terkenal dengan hukum gaya berat Einstein. Kedua teori ini teramat rumitnya, karena itu bukan tempatnya di sini menjelaskan sebagaimana adanya, namun uraian ala kadarnya tentang soal relativitas khusus ada disinggung sedikit. Pepatah bilang, "semuanya adalah relatif." Teori Einstein bukanlah sekedar mengunyah-ngunyah ungkapan yang nyaris menjemukan itu. Yang dimaksudkannya adalah suatu pendapat matematik yang pasti tentang kaidah-kaidah ilmiah yang sebetulnya relatif. Hakikatnya, penilaian subyektif terhadap waktu dan ruang tergantung pada si penganut. Sebelum Einstein, umumnya orang senantiasa percaya bahwa dibalik kesan subyektif terdapat ruang dan waktu yang absolut yang bisa diukur dengan peralatan secara obyektif. Teori Einstein menjungkir-balikkan secara revolusioner pemikiran ilmiah dengan cara menolak adanya sang waktu yang absolut. Contoh berikut ini dapat menggambarkan betapa radikal teorinya, betapa tegasnya dia merombak pendapat kita tentang ruang dan waktu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bayangkanlah sebuah pesawat ruang angkasa --sebutlah namanya X--meluncur laju menjauhi bumi dengan kecepatan 100.000 kilometer per detik. Kecepatan diukur oleh pengamat, baik yang berada di pesawat ruang angkasa X maupun di bumi, dan pengukuran mereka bersamaan. Sementara itu, sebuah pesawat ruang angkasa lain yang bernama Y meluncur laju pada arah yang sama dengan pesawat ruang angkasa X tetapi dengan kecepatan yang berlebih. Apabila pengamat di bumi mengukur kecepatan pesawat ruang angkasa Y, mereka mengetahui bahwa pesawat itu melaju menjauhi bumi pada kecepatan 180.000 kilometer per detik. Pengamat di atas pesawat ruang angkasa Y akan berkesimpulan serupa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, karena kedua pesawat ruang angkasa itu melaju pada arah yang bersamaan, akan tampak bahwa beda kecepatan antara kedua pesawat itu 80.000 kilometer per detik dan pesawat yang lebih cepat tak bisa tidak akan bergerak menjauhi pesawat yang lebih lambat pada kadar kecepatan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi, teori Einstein memperhitungkan, jika pengamatan dilakukan dari kedua pesawat ruang angkasa, mereka akan bersepakat bahwa jarak antara keduanya bertambah pada tingkat ukuran 100.000 kilometer per detik, bukannya 80.000 kilometer per detik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelihatannya hal ini mustahil. Kelihatannya seperti olok-olok. Pembaca menduga seakan ada bau-bau tipu. Menduga jangan-jangan ada perincian yang disembunyikan. Padahal, sama sekali tidak! Hasil ini tidak ada hubungannya dengan tenaga yang digunakan untuk mendorong mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak ada keliru pengamatan. Walhasil, tak ada apa pun yang kurang, alat rusak atau kabel melintir. Mulus, polos, tak mengecoh. Menurut Einstein, hasil kesimpulan yang tersebut di atas tadi semata-mata sebagai akibat dari sifat dasar alamiah ruang dan waktu yang sudah bisa diperhitungkan lewat rumus ihwal komposisi kecepatannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tampaknya merupakan kedahsyatan teoritis, dan memang bertahun-tahun orang menjauhi "teori relativitas" bagaikan menjauhi hipotesa "menara gading," seolah-olah teori itu tak punya arti penting samasekali. Tak seorang pun --tentu saja tidak-- membuat kekeliruan hingga tahun 1945 tatkala bom atom menyapu Hiroshima dan Nagasaki. Salah satu kesimpulan "teori relativitas" Einstein adalah benda dan energi berada dalam arti yang berimbangan dan hubungan antara keduanya dirumuskan sebagai E = mc2. E menunjukkan energi dan m menunjukkan massa benda, sedangkan c merupakan kecepatan cahaya. Nah, karena c adalah sama dengan 180.000 kilometer per detik (artinya merupakan jumlah angka amat besar) dengan sendirinya c2 (yang artinya c x c) karuan saja tak tepermanai besar jumlahnya. Dengan demikian berarti, meskipun pengubahan sebagian kecil dari benda mampu mengeluarkan jumlah energi luar biasa besarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang karuan saja tak bakal bisa membikin sebuah bom atom atau pusat tenaga nuklir semata-mata berpegang pada rumus E = mc2. Haruslah dikaji pula dalam-dalam, banyak orang memainkan peranan penting dalam proses pembangkitan energi atom. Namun, bagaimanapun juga, sumbangan pikiran Einstein tidaklah meragukan lagi. Tak ada yang cekcok dalam soal ini. Lebih jauh dari itu, tak lain dari Einstein orangnya yang menulis surat kepada Presiden Roosevelt di tahun 1939, menunjukkan terbukanya kemungkinan membikin senjata atom dan sekaligus menekankan arti penting bagi Amerika Serikat selekas-lekasnya membikin senjata itu sebelum didahului Jerman. Gagasan itulah kemudian mewujudkan "Proyek Manhattan" yang akhirnya bisa menciptakan bom atom pertama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Teori relativitas khusus" mengundang beda pendapat yang hangat, tetapi dalam satu segi semua sepakat, teori itu merupakan pemikiran yang paling meragukan yang pernah dirumuskan manusia. Tetapi, tiap orang ternyata terkecoh karena "teori relativitas umum" Einstein merupakan titik tolak pikiran lain bahwa pengaruh gaya berat bukanlah lantaran kekuatan fisik dalam makna yang biasa, melainkan akibat dari bentuk lengkung angkasa luar sendiri, suatu pendapat yang amat mencengangkan!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana bisa orang mengukur bentuk lengkung ruang angkasa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Einstein bukan sekedar mengembangkan secara teoritis, melainkan dituangkannya ke dalam rumusan matematik yang jernih dan jelas sehingga orang bisa melakukan ramalan yang nyata dan hipotesanya bisa diuji. Pengamatan berikutnya --dan ini yang paling cemerlang karena dilakukan tatkala gerhana matahari total-- telah berulang kali diyakini kebenarannya karena bersamaan benar dengan apa yang dikatakan Einstein.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teori umum tentang relativitas berdiri terpisah dalam beberapa hal dengan semua hukum-hukum ilmiah. Pertama, Einstein merumuskan teorinya tidak atas dasar percobaan-percobaan, melainkan atas dasar-dasar kehalusan simetri dan matematik. Pendeknya berpijak diatas dasar rasional seperti lazimnya kebiasaan para filosof Yunani dan para cendekiawan abad tengah perbuat. Ini berarti, Einstein berbeda cara dengan metode ilmuwan modern yang berpandangan empiris. Tetapi, bedanya ada juga: pemikir Yunani dalam hal pendambaan keindahan dan simetri tak pernah berhasil mengelola dan menemukan teori yang mekanik yang mampu bertahan menghadapi percobaan pengujian yang rumit-rumit, sedangkan Einstein dapat bertahan dengan sukses terhadap tiap-tiap percobaan. Salah satu hasil dari pendekatan Einstein adalah bahwa teori umum relativitasnya dianggap suatu yang amat indah, bergaya, teguh dan secara intelektual memuaskan semua teori ilmiah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teori relativitas umum juga dalam beberapa hal berdiri secara terpisah. Kebanyakan hukum-hukum ilmiah lain hanya kira-kira saja berlaku. Ada yang kena dalam banyak hal, tetapi tidak semua. Sedangkan mengenai teori umum relativitas, sepanjang pengetahuan, sepenuhnya diterima tanpa kecuali. Tak ada keadaan yang tak diketahui, baik dalam kaitan teoritis atau percobaan praktek yang menunjukkan bahwa ramalan-ramalan teori umum relativitas hanya berlaku secara kira-kira. Bisa saja percobaan-percobaan di masa depan merusak nama baik hasil sempurna yang pernah dicapai oleh sesuatu teori, tetapi sepanjang menyangkut teori umum relativitas, jelas tetap merupakan pendekatan yang paling diandalkan bagi setiap ilmuwan dalam usahanya menuju kebenaran terakhir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun Einstein teramat terkenal dengan "teori relativitas"-nya, keberhasilan karyanya di bidang ilmiah lain juga membuatnya tersohor selaku ilmuwan dalam setiap segi. Nyatanya, Einstein peroleh Hadiah Nobel untuk bidang fisika terutama lantaran buah pikiran tertulisnya membeberkan efek-efek foto elektrik, sebuah fenomena penting yang sebelumnya merupakan teka-teki para cerdik pandai. Dalam karya tulisan ilmiah itu Einstein membuktikan eksistensi photon, atau partikel cahaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anggapan lama lewat percobaan yang tersendat-sendat mengatakan bahwa cahaya itu terdiri dari gelombang elektro magnit, dan gelombang serta partikel merupakan konsep yang berlawanan. Sedangkan hipotesa Einstein menunjukkan suatu perbedaan yang radikal dan amat bertentangan dengan teori-teori klasik. Bukan saja hukum foto elektriknya terbukti punya arti penting dalam penggunaan, tetapi hipotesanya tentang photon punya pengaruh besar dalam perkembangan teori kuantum (hipotesa bahwa dalam radiasi, energi elektron dikeluarkan tidak kontinyu melainkan dalam jumlah tertentu) yang saat ini merupakan bagian tak terpisahkan dari teori itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hal menilai arti penting Einstein, suatu perbandingan dengan Isaac Newton merupakan hal menyolok. Teori Newton pada dasarnya mudah dipahami, dan kegeniusannya sudah tampak pada awal mula perkembangan. Sedangkan "teori relativitas" Einstein teramat sulit dipahami biarpun lewat penjelasan yang cermat dan hati-hati. Lebih-Lebih rumit lagi jika mengikhtisarkan aslinya! Tatkala beberapa gagasan Newton mengalami benturan dengan gagasan ilmiah pada jamannya, teorinya tak pernah tampak luntur atau goyah dengan pendiriannya. Sebaliknya, "teori relativitas" penuh dengan hal yang saling bertentangan. Ini merupakan bagian dari kegeniusan Einstein bahwa pada saat permulaan, ketika gagasannya masih merupakan hipotesa yang belum diuji yang dikemukakannya selaku orang muda belasan tahun yang samasekali tidak dikenal, dia tak pernah membiarkan kontradiksi yang nyata-nyata ada ini dan mencampakkan teorinya. Sebaliknya malahan dia dengan sangat cermat dan hati-hati merenungkan terus hingga ia mampu menunjukkan bahwa kontradiksi ini hanya pada lahirnya saja sedangkan sebenarnya tiap masalah selalu tersedia untuk memecahkan kontradiksi itu dengan cara yang halus namun cerdik dan tegas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini, kita anggap teori Einstein itu pada dasarnya lebih "correct" ketimbang teori Newton. Jika begitu halnya kenapa Einstein ditempatkan Lebih bawah dalam daftar tingkat urutan buku ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alasannya tersedia. Pertama, teori-teori Newtonlah yang merupakan peletak dasar dan batu pertama ilmu pengetahuan modern dan teknologi. Tanpa karya Newton, kita tidak akan menyaksikan teknologi modern sekarang ini. Bukannya Einstein.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada lagi faktor yang menyebabkan mengapa kedudukan Einstein dalam urutan seperti yang pembaca saksikan. Dalam banyak hal, perkembangan suatu ide melibatkan sumbangan pikiran banyak orang. Ini jelas sekali misalnya dalam ihwal sejarah sosialisme, atau dalam pengembangan teori listrik dan magnit. Meskipun Einstein tidak 100% merumuskan "teori relativitas" dengan otaknya sendiri, yang sudah pasti sebagian terbesar memang sahamnya. Adalah adil mengatakan bahwa ditilik dari perbandingan arti penting ide-ide lain, teori-teori relativitas terutama berasal dari kreasi seorang, si genius dan si jempolan, Einstein.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Einstein mendiskusikan teori-teorinya.&lt;br /&gt;Einstein lahir tahun 1879, di kota Ulm, Jerman. Dia memasuki perguruan tinggi di Swiss dan menjadi warganegara Swiss tahun 1900. Di tahun 1905 dia mendapat gelar Doktor dari Universitas Zurich tetapi (anehnya) tak bisa meraih posisi akademis pada saat itu. Di tahun itu pula dia menerbitkan kertas kerja perihal "relatif khusus," perihal efek foto elektrik, dan tentang teori gerak Brown. Hanya dalam beberapa tahun saja kertas-kertas kerja ini, terutama yang menyangkut relativitas, telah mengangkatnya menjadi salah seorang ilmuwan paling cemerlang dan paling orisinal di dunia. Teori-teorinya sangat kontroversial. Tak ada ilmuwan dunia kecuali Darwin yang pernah menciptakan situasi kontroversial seperti Einstein. Akibat itu, di tahun 1913 dia diangkat sebagai mahaguru di Universitas Berlin dan pada saat berbarengan menjadi Direktur Lembaga Fisika "Kaisar Wilhelm" serta menjadi anggota Akademi Ilmu Pengetahuan Prusia. Jabatan-jabatan ini tidak mengikatnya untuk sebebas-bebasnya mengabdikan sepenuh waktu melakukan penyelidikan-penyelidikan, kapan saja dia suka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemerintah Jerman tidak menyesal menyiram Einstein dengan sebarisan panjang kedudukan yang istimewa itu karena persis dua tahun kemudian Einstein berhasil merumuskan "teori umum relativitas," dan tahun 1921 dia memperoleh Hadiah Nobel. Sepanjang paruhan terakhir dari kehidupannya, Einstein menjadi buah bibir dunia, dan hampir dapat dipastikan dialah ilmuwan yang masyhur yang pernah lahir ke dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena Einstein seorang Yahudi, kehidupannya di Jerman menjadi tak aman begitu Hitler naik berkuasa. Di tahun 1933 dia hijrah ke Princeton, New Jersey, Amerika Serikat, bekerja di Lembaga Studi Lanjutan Tinggi dan di tahun 1940 menjadi warga negara Amerika Serikat. Perkawinan pertama Einstein berujung dengan perceraian, hanya perkawinannya yang kedua tampaknya baru bahagia. Punya dua anak, keduanya laki-laki. Einstein meninggal dunia tahun 1955 di Princeton.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Einstein senantiasa tertarik pada ihwal kemanusiaan dunia di sekitarnya dan sering mengemukakan pandangan-pandangan politiknya. Dia merupakan pelawan teguh terhadap sistem politik tirani, seorang pendukung gigih gerakan Pacifis, dan seorang penyokong teguh Zionisme. Dalam hal berpakaian dan kebiasaan-kebiasaan sosial dia tampak seorang yang individualistis. Suka humor, sederhana dan ada bakat gesek biola. Tulisan pada nisan makam Newton yang berbunyi: "Bersukarialah para arwah karena hiasan yang ditinggalkannya&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8469868469220855717-5959015369128677762?l=alfiasyura.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alfiasyura.blogspot.com/feeds/5959015369128677762/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8469868469220855717&amp;postID=5959015369128677762' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8469868469220855717/posts/default/5959015369128677762'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8469868469220855717/posts/default/5959015369128677762'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alfiasyura.blogspot.com/2009/01/albert-einstein-ilmuwan-terhebat-abad.html' title='Albert Einstein ilmuwan terhebat abad ke-20'/><author><name>alfi asyura</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18336605571151931161</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp2.blogger.com/_7LOLboa5MEk/SBQjR_yZ52I/AAAAAAAAABg/4I2Tf9Jzavo/S220/Foto1592-002.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_7LOLboa5MEk/SX6hrinVsmI/AAAAAAAAAR8/SLpmwiuDLEc/s72-c/images.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8469868469220855717.post-2217532305989645279</id><published>2009-01-26T21:44:00.001-08:00</published><updated>2009-01-26T21:47:35.573-08:00</updated><title type='text'>Baginda MUHAMMAD</title><content type='html'>Berasal-usul dari keluarga sederhana, Muhammad menegakkan dan menyebarkan salah satu dari agama terbesar di dunia, Agama Islam. Dan pada saat yang bersamaan tampil sebagai seorang pemimpin tangguh, tulen, dan efektif. Kini tiga belas abad sesudah wafatnya, pengaruhnya masih tetap kuat dan mendalam serta berakar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian besar dari orang-orang yang tercantum di dalam buku ini merupakan makhluk beruntung karena lahir dan dibesarkan di pusat-pusat peradaban manusia, berkultur tinggi dan tempat perputaran politik bangsa-bangsa. Muhammad lahir pada tahun 570 M, di kota Mekkah, di bagian agak selatan Jazirah Arabia, suatu tempat yang waktu itu merupakan daerah yang paling terbelakang di dunia, jauh dari pusat perdagangan, seni maupun ilmu pengetahuan. Menjadi yatim-piatu di umur enam tahun, dibesarkan dalam situasi sekitar yang sederhana dan rendah hati. Sumber-sumber Islam menyebutkan bahwa Muhamnmad seorang buta huruf. Keadaan ekonominya baru mulai membaik di umur dua puluh lima tahun tatkala dia kawin dengan seorang janda berada. Bagaimanapun, sampai mendekati umur empat puluh tahun nyaris tak tampak petunjuk keluarbiasaannya sebagai manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umumnya, bangsa Arab saat itu tak memeluk agama tertentu kecuali penyembah berhala Di kota Mekkah ada sejumlah kecil pemeluk-pemeluk Agama Yahudi dan Nasrani, dan besar kemungkinan dari merekalah Muhammad untuk pertama kali mendengar perihal adanya satu Tuhan Yang Mahakuasa, yang mengatur seantero alam. Tatkala dia berusia empatpuluh tahun, Muhammad yakin bahwa Tuhan Yang Maha Esa ini menyampaikan sesuatu kepadanya dan memilihnya untuk jadi penyebar kepercayaan yang benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama tiga tahun Muhammad hanya menyebar agama terbatas pada kawan-kawan dekat dan kerabatnya. Baru tatkala memasuki tahun 613 dia mulai tampil di depan publik. Begitu dia sedikit demi sedikit punya pengikut, penguasa Mekkah memandangnya sebagai orang berbahaya, pembikin onar. Di tahun 622, cemas terhadap keselamatannya, Muhammad hijrah ke Madinah, kota di utara Mekkah berjarak 200 mil. Di kota itu dia ditawari posisi kekuasaan politik yang cukup meyakinkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peristiwa hijrah ini merupakan titik balik penting bagi kehidupan Nabi. Di Mekkah dia susah memperoleh sejumlah kecil pengikut, dan di Medinah pengikutnya makin bertambah sehingga dalam tempo cepat dia dapat memperoleh pengaruh yang menjadikannya seorang pemegang kekuasaan yang sesungguhnya. Pada tahun-tahun berikutnya sementara pengikut Muhammad bertumbuhan bagai jamur, serentetan pertempuran pecah antara Mektah dan Madinah. Peperangan ini berakhir tahun 630 dengan kemenangan pada pihak Muhammad, kembali ke Mekkah selaku penakluk. Sisa dua setengah tahun dari hidupnya dia menyaksikan kemajuan luar-biasa dalam hal cepatnya suku-suku Arab memeluk Agama Islam. Dan tatkala Muhammad wafat tahun 632, dia sudah memastikan dirinya selaku penguasa efektif seantero Jazirah Arabia bagian selatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suku Bedewi punya tradisi turun-temurun sebagai prajurit-prajurit yang tangguh dan berani. Tapi, jumlah mereka tidaklah banyak dan senantiasa tergoda perpecahan dan saling melabrak satu sama lain. Itu sebabnya mereka tidak bisa mengungguli tentara dari kerajaan-kerajaan yang mapan di daerah pertanian di belahan utara. Tapi, Muhammadlah orang pertama dalam sejarah, berkat dorongan kuat kepercayaan kepada keesaan Tuhan, pasukan Arab yang kecil itu sanggup melakukan serentetan penaklukan yang mencengangkan dalam sejarah manusia. Di sebelah timurlaut Arab berdiri Kekaisaran Persia Baru Sassanids yang luas. Di baratlaut Arabia berdiri Byzantine atau Kekaisaran Romawi Timur dengan Konstantinopel sebagai pusatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditilik dari sudut jumlah dan ukuran, jelas Arab tidak bakal mampu menghadapinya. Namun, di medan pertempuran, pasukan Arab yang membara semangatnya dengan sapuan kilat dapat menaklukkan Mesopotamia, Siria, dan Palestina. Pada tahun 642 Mesir direbut dari genggaman Kekaisaran Byzantine, dan sementara itu balatentara Persia dihajar dalam pertempuran yang amat menentukan di Qadisiya tahun 637 dan di Nehavend tahun 642.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, penaklukan besar-besaran --di bawah pimpinan sahabat Nabi dan penggantinya Abu Bakr dan Umar ibn al-Khattab-- itu tidak menunjukkan tanda-tanda stop sampai di situ. Pada tahun 711, pasukan Arab telah menyapu habis Afrika Utara hingga ke tepi Samudera Atlantik. Dari situ mereka membelok ke utara dan menyeberangi Selat Gibraltar dan melabrak kerajaan Visigothic di Spanyol.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepintas lalu orang mesti mengira pasukan Muslim akan membabat habis semua Nasrani Eropa. Tapi pada tahun 732, dalam pertempuran yang masyhur dan dahsyat di Tours, satu pasukan Muslimin yang telah maju ke pusat negeri Perancis pada akhirnya dipukul oleh orang-orang Frank. Biarpun begitu, hanya dalam tempo secuwil abad pertempuran, orang-orang Bedewi ini -dijiwai dengan ucapan-ucapan Nabi Muhammad- telah mendirikan sebuah empirium membentang dari perbatasan India hingga pasir putih tepi pantai Samudera Atlantik, sebuah empirium terbesar yang pernah dikenal sejarah manusia. Dan di mana pun penaklukan dilakukan oleh pasukan Muslim, selalu disusul dengan berbondong-bondongnya pemeluk masuk Agama Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata, tidak semua penaklukan wilayah itu bersifat permanen. Orang-orang Persia, walaupun masih tetap penganut setia Agama Islam, merebut kembali kemerdekaannya dari tangan Arab. Dan di Spanyol, sesudah melalui peperangan tujuh abad lamanya akhirnya berhasil dikuasai kembali oleh orang-orang Nasrani. Sementara itu, Mesopotamia dan Mesir dua tempat kelahiran kebudayaan purba, tetap berada di tangan Arab seperti halnya seantero pantai utara Afrika. Agama Islam, tentu saja, menyebar terus dari satu abad ke abad lain, jauh melangkah dari daerah taklukan. Umumnya jutaan penganut Islam bertebaran di Afrika, Asia Tengah, lebih-lebih Pakistan dan India sebelah utara serta Indonesia. Di Indonesia, Agama Islam yang baru itu merupakan faktor pemersatu. Di anak benua India, nyaris kebalikannya: adanya agama baru itu menjadi sebab utama terjadinya perpecahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah pengaruh Nabi Muhammad yang paling mendasar terhadap sejarah ummat manusia? Seperti halnya lain-lain agama juga, Islam punya pengaruh luar biasa besarnya terhadap para penganutnya. Itu sebabnya mengapa penyebar-penyebar agama besar di dunia semua dapat tempat dalam buku ini. Jika diukur dari jumlah, banyaknya pemeluk Agama Nasrani dua kali lipat besarnya dari pemeluk Agama Islam, dengan sendirinya timbul tanda tanya apa alasan menempatkan urutan Nabi Muhammad lebih tinggi dari Nabi Isa dalam daftar. Ada dua alasan pokok yang jadi pegangan saya. Pertama, Muhammad memainkan peranan jauh lebih penting dalam pengembangan Islam ketimbang peranan Nabi Isa terhadap Agama Nasrani. Biarpun Nabi Isa bertanggung jawab terhadap ajaran-ajaran pokok moral dan etika Kristen (sampai batas tertentu berbeda dengan Yudaisme), St. Paul merupakan tokoh penyebar utama teologi Kristen, tokoh penyebarnya, dan penulis bagian terbesar dari Perjanjian Lama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaliknya Muhammad bukan saja bertanggung jawab terhadap teologi Islam tapi sekaligus juga terhadap pokok-pokok etika dan moralnya. Tambahan pula dia "pencatat" Kitab Suci Al-Quran, kumpulan wahyu kepada Muhammad yang diyakininya berasal langsung dari Allah. Sebagian terbesar dari wahyu ini disalin dengan penuh kesungguhan selama Muhammad masih hidup dan kemudian dihimpun dalam bentuk yang tak tergoyangkan tak lama sesudah dia wafat. Al-Quran dengan demikian berkaitan erat dengan pandangan-pandangan Muhammad serta ajaran-ajarannya karena dia bersandar pada wahyu Tuhan. Sebaliknya, tak ada satu pun kumpulan yang begitu terperinci dari ajaran-ajaran Isa yang masih dapat dijumpai di masa sekarang. Karena Al-Quran bagi kaum Muslimin sedikit banyak sama pentingnya dengan Injil bagi kaum Nasrani, pengaruh Muhammad dengan perantaraan Al-Quran teramatlah besarnya. Kemungkinan pengaruh Muhammad dalam Islam lebih besar dari pengaruh Isa dan St. Paul dalam dunia Kristen digabung jadi satu. Diukur dari semata mata sudut agama, tampaknya pengaruh Muhammad setara dengan Isa dalam sejarah kemanusiaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih jauh dari itu (berbeda dengan Isa) Muhammad bukan semata pemimpin agama tapi juga pemimpin duniawi. Fakta menunjukkan, selaku kekuatan pendorong terhadap gerak penaklukan yang dilakukan bangsa Arab, pengaruh kepemimpinan politiknya berada dalam posisi terdepan sepanjang waktu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari pelbagai peristiwa sejarah, orang bisa saja berkata hal itu bisa terjadi tanpa kepemimpinan khusus dari seseorang yang mengepalai mereka. Misalnya, koloni-koloni di Amerika Selatan mungkin saja bisa membebaskan diri dari kolonialisme Spanyol walau Simon Bolivar tak pernah ada di dunia. Tapi, misal ini tidak berlaku pada gerak penaklukan yang dilakukan bangsa Arab. Tak ada kejadian serupa sebelum Muhammad dan tak ada alasan untuk menyangkal bahwa penaklukan bisa terjadi dan berhasil tanpa Muhammad. Satu-satunya kemiripan dalam hal penaklukan dalam sejarah manusia di abad ke-13 yang sebagian terpokok berkat pengaruh Jengis Khan. Penaklukan ini, walau lebih luas jangkauannya ketimbang apa yang dilakukan bangsa Arab, tidaklah bisa membuktikan kemapanan, dan kini satu-satunya daerah yang diduduki oleh bangsa Mongol hanyalah wilayah yang sama dengan sebelum masa Jengis Khan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini jelas menunjukkan beda besar dengan penaklukan yang dilakukan oleh bangsa Arab. Membentang dari Irak hingga Maroko, terbentang rantai bangsa Arab yang bersatu, bukan semata berkat anutan Agama Islam tapi juga dari jurusan bahasa Arabnya, sejarah dan kebudayaan. Posisi sentral Al-Quran di kalangan kaum Muslimin dan tertulisnya dalam bahasa Arab, besar kemungkinan merupakan sebab mengapa bahasa Arab tidak terpecah-pecah ke dalam dialek-dialek yang berantarakan. Jika tidak, boleh jadi sudah akan terjadi di abad ke l3. Perbedaan dan pembagian Arab ke dalam beberapa negara tentu terjadi -tentu saja- dan nyatanya memang begitu, tapi perpecahan yang bersifat sebagian-sebagian itu jangan lantas membuat kita alpa bahwa persatuan mereka masih berwujud. Tapi, baik Iran maupun Indonesia yang kedua-duanya negeri berpenduduk Muslimin dan keduanya penghasil minyak, tidak ikut bergabung dalam sikap embargo minyak pada musim dingin tahun 1973 - 1974. Sebaliknya bukanlah barang kebetulan jika semua negara Arab, semata-mata negara Arab, yang mengambil langkah embargo minyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, dapatlah kita saksikan, penaklukan yang dilakukan bangsa Arab di abad ke-7 terus memainkan peranan penting dalam sejarah ummat manusia hingga saat ini. Dari segi inilah saya menilai adanya kombinasi tak terbandingkan antara segi agama dan segi duniawi yang melekat pada pengaruh diri Muhammad sehingga saya menganggap Muhammad dalam arti pribadi adalah manusia yang paling berpengaruh dalam sejarah manusia.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8469868469220855717-2217532305989645279?l=alfiasyura.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alfiasyura.blogspot.com/feeds/2217532305989645279/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8469868469220855717&amp;postID=2217532305989645279' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8469868469220855717/posts/default/2217532305989645279'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8469868469220855717/posts/default/2217532305989645279'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alfiasyura.blogspot.com/2009/01/baginda-muhammad_26.html' title='Baginda MUHAMMAD'/><author><name>alfi asyura</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18336605571151931161</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp2.blogger.com/_7LOLboa5MEk/SBQjR_yZ52I/AAAAAAAAABg/4I2Tf9Jzavo/S220/Foto1592-002.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8469868469220855717.post-7923432504247923429</id><published>2009-01-26T21:44:00.000-08:00</published><updated>2009-01-26T21:47:11.744-08:00</updated><title type='text'>Baginda MUHAMMAD</title><content type='html'>Berasal-usul dari keluarga sederhana, Muhammad menegakkan dan menyebarkan salah satu dari agama terbesar di dunia, Agama Islam. Dan pada saat yang bersamaan tampil sebagai seorang pemimpin tangguh, tulen, dan efektif. Kini tiga belas abad sesudah wafatnya, pengaruhnya masih tetap kuat dan mendalam serta berakar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian besar dari orang-orang yang tercantum di dalam buku ini merupakan makhluk beruntung karena lahir dan dibesarkan di pusat-pusat peradaban manusia, berkultur tinggi dan tempat perputaran politik bangsa-bangsa. Muhammad lahir pada tahun 570 M, di kota Mekkah, di bagian agak selatan Jazirah Arabia, suatu tempat yang waktu itu merupakan daerah yang paling terbelakang di dunia, jauh dari pusat perdagangan, seni maupun ilmu pengetahuan. Menjadi yatim-piatu di umur enam tahun, dibesarkan dalam situasi sekitar yang sederhana dan rendah hati. Sumber-sumber Islam menyebutkan bahwa Muhamnmad seorang buta huruf. Keadaan ekonominya baru mulai membaik di umur dua puluh lima tahun tatkala dia kawin dengan seorang janda berada. Bagaimanapun, sampai mendekati umur empat puluh tahun nyaris tak tampak petunjuk keluarbiasaannya sebagai manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umumnya, bangsa Arab saat itu tak memeluk agama tertentu kecuali penyembah berhala Di kota Mekkah ada sejumlah kecil pemeluk-pemeluk Agama Yahudi dan Nasrani, dan besar kemungkinan dari merekalah Muhammad untuk pertama kali mendengar perihal adanya satu Tuhan Yang Mahakuasa, yang mengatur seantero alam. Tatkala dia berusia empatpuluh tahun, Muhammad yakin bahwa Tuhan Yang Maha Esa ini menyampaikan sesuatu kepadanya dan memilihnya untuk jadi penyebar kepercayaan yang benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama tiga tahun Muhammad hanya menyebar agama terbatas pada kawan-kawan dekat dan kerabatnya. Baru tatkala memasuki tahun 613 dia mulai tampil di depan publik. Begitu dia sedikit demi sedikit punya pengikut, penguasa Mekkah memandangnya sebagai orang berbahaya, pembikin onar. Di tahun 622, cemas terhadap keselamatannya, Muhammad hijrah ke Madinah, kota di utara Mekkah berjarak 200 mil. Di kota itu dia ditawari posisi kekuasaan politik yang cukup meyakinkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peristiwa hijrah ini merupakan titik balik penting bagi kehidupan Nabi. Di Mekkah dia susah memperoleh sejumlah kecil pengikut, dan di Medinah pengikutnya makin bertambah sehingga dalam tempo cepat dia dapat memperoleh pengaruh yang menjadikannya seorang pemegang kekuasaan yang sesungguhnya. Pada tahun-tahun berikutnya sementara pengikut Muhammad bertumbuhan bagai jamur, serentetan pertempuran pecah antara Mektah dan Madinah. Peperangan ini berakhir tahun 630 dengan kemenangan pada pihak Muhammad, kembali ke Mekkah selaku penakluk. Sisa dua setengah tahun dari hidupnya dia menyaksikan kemajuan luar-biasa dalam hal cepatnya suku-suku Arab memeluk Agama Islam. Dan tatkala Muhammad wafat tahun 632, dia sudah memastikan dirinya selaku penguasa efektif seantero Jazirah Arabia bagian selatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suku Bedewi punya tradisi turun-temurun sebagai prajurit-prajurit yang tangguh dan berani. Tapi, jumlah mereka tidaklah banyak dan senantiasa tergoda perpecahan dan saling melabrak satu sama lain. Itu sebabnya mereka tidak bisa mengungguli tentara dari kerajaan-kerajaan yang mapan di daerah pertanian di belahan utara. Tapi, Muhammadlah orang pertama dalam sejarah, berkat dorongan kuat kepercayaan kepada keesaan Tuhan, pasukan Arab yang kecil itu sanggup melakukan serentetan penaklukan yang mencengangkan dalam sejarah manusia. Di sebelah timurlaut Arab berdiri Kekaisaran Persia Baru Sassanids yang luas. Di baratlaut Arabia berdiri Byzantine atau Kekaisaran Romawi Timur dengan Konstantinopel sebagai pusatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditilik dari sudut jumlah dan ukuran, jelas Arab tidak bakal mampu menghadapinya. Namun, di medan pertempuran, pasukan Arab yang membara semangatnya dengan sapuan kilat dapat menaklukkan Mesopotamia, Siria, dan Palestina. Pada tahun 642 Mesir direbut dari genggaman Kekaisaran Byzantine, dan sementara itu balatentara Persia dihajar dalam pertempuran yang amat menentukan di Qadisiya tahun 637 dan di Nehavend tahun 642.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, penaklukan besar-besaran --di bawah pimpinan sahabat Nabi dan penggantinya Abu Bakr dan Umar ibn al-Khattab-- itu tidak menunjukkan tanda-tanda stop sampai di situ. Pada tahun 711, pasukan Arab telah menyapu habis Afrika Utara hingga ke tepi Samudera Atlantik. Dari situ mereka membelok ke utara dan menyeberangi Selat Gibraltar dan melabrak kerajaan Visigothic di Spanyol.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepintas lalu orang mesti mengira pasukan Muslim akan membabat habis semua Nasrani Eropa. Tapi pada tahun 732, dalam pertempuran yang masyhur dan dahsyat di Tours, satu pasukan Muslimin yang telah maju ke pusat negeri Perancis pada akhirnya dipukul oleh orang-orang Frank. Biarpun begitu, hanya dalam tempo secuwil abad pertempuran, orang-orang Bedewi ini -dijiwai dengan ucapan-ucapan Nabi Muhammad- telah mendirikan sebuah empirium membentang dari perbatasan India hingga pasir putih tepi pantai Samudera Atlantik, sebuah empirium terbesar yang pernah dikenal sejarah manusia. Dan di mana pun penaklukan dilakukan oleh pasukan Muslim, selalu disusul dengan berbondong-bondongnya pemeluk masuk Agama Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata, tidak semua penaklukan wilayah itu bersifat permanen. Orang-orang Persia, walaupun masih tetap penganut setia Agama Islam, merebut kembali kemerdekaannya dari tangan Arab. Dan di Spanyol, sesudah melalui peperangan tujuh abad lamanya akhirnya berhasil dikuasai kembali oleh orang-orang Nasrani. Sementara itu, Mesopotamia dan Mesir dua tempat kelahiran kebudayaan purba, tetap berada di tangan Arab seperti halnya seantero pantai utara Afrika. Agama Islam, tentu saja, menyebar terus dari satu abad ke abad lain, jauh melangkah dari daerah taklukan. Umumnya jutaan penganut Islam bertebaran di Afrika, Asia Tengah, lebih-lebih Pakistan dan India sebelah utara serta Indonesia. Di Indonesia, Agama Islam yang baru itu merupakan faktor pemersatu. Di anak benua India, nyaris kebalikannya: adanya agama baru itu menjadi sebab utama terjadinya perpecahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah pengaruh Nabi Muhammad yang paling mendasar terhadap sejarah ummat manusia? Seperti halnya lain-lain agama juga, Islam punya pengaruh luar biasa besarnya terhadap para penganutnya. Itu sebabnya mengapa penyebar-penyebar agama besar di dunia semua dapat tempat dalam buku ini. Jika diukur dari jumlah, banyaknya pemeluk Agama Nasrani dua kali lipat besarnya dari pemeluk Agama Islam, dengan sendirinya timbul tanda tanya apa alasan menempatkan urutan Nabi Muhammad lebih tinggi dari Nabi Isa dalam daftar. Ada dua alasan pokok yang jadi pegangan saya. Pertama, Muhammad memainkan peranan jauh lebih penting dalam pengembangan Islam ketimbang peranan Nabi Isa terhadap Agama Nasrani. Biarpun Nabi Isa bertanggung jawab terhadap ajaran-ajaran pokok moral dan etika Kristen (sampai batas tertentu berbeda dengan Yudaisme), St. Paul merupakan tokoh penyebar utama teologi Kristen, tokoh penyebarnya, dan penulis bagian terbesar dari Perjanjian Lama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaliknya Muhammad bukan saja bertanggung jawab terhadap teologi Islam tapi sekaligus juga terhadap pokok-pokok etika dan moralnya. Tambahan pula dia "pencatat" Kitab Suci Al-Quran, kumpulan wahyu kepada Muhammad yang diyakininya berasal langsung dari Allah. Sebagian terbesar dari wahyu ini disalin dengan penuh kesungguhan selama Muhammad masih hidup dan kemudian dihimpun dalam bentuk yang tak tergoyangkan tak lama sesudah dia wafat. Al-Quran dengan demikian berkaitan erat dengan pandangan-pandangan Muhammad serta ajaran-ajarannya karena dia bersandar pada wahyu Tuhan. Sebaliknya, tak ada satu pun kumpulan yang begitu terperinci dari ajaran-ajaran Isa yang masih dapat dijumpai di masa sekarang. Karena Al-Quran bagi kaum Muslimin sedikit banyak sama pentingnya dengan Injil bagi kaum Nasrani, pengaruh Muhammad dengan perantaraan Al-Quran teramatlah besarnya. Kemungkinan pengaruh Muhammad dalam Islam lebih besar dari pengaruh Isa dan St. Paul dalam dunia Kristen digabung jadi satu. Diukur dari semata mata sudut agama, tampaknya pengaruh Muhammad setara dengan Isa dalam sejarah kemanusiaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih jauh dari itu (berbeda dengan Isa) Muhammad bukan semata pemimpin agama tapi juga pemimpin duniawi. Fakta menunjukkan, selaku kekuatan pendorong terhadap gerak penaklukan yang dilakukan bangsa Arab, pengaruh kepemimpinan politiknya berada dalam posisi terdepan sepanjang waktu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari pelbagai peristiwa sejarah, orang bisa saja berkata hal itu bisa terjadi tanpa kepemimpinan khusus dari seseorang yang mengepalai mereka. Misalnya, koloni-koloni di Amerika Selatan mungkin saja bisa membebaskan diri dari kolonialisme Spanyol walau Simon Bolivar tak pernah ada di dunia. Tapi, misal ini tidak berlaku pada gerak penaklukan yang dilakukan bangsa Arab. Tak ada kejadian serupa sebelum Muhammad dan tak ada alasan untuk menyangkal bahwa penaklukan bisa terjadi dan berhasil tanpa Muhammad. Satu-satunya kemiripan dalam hal penaklukan dalam sejarah manusia di abad ke-13 yang sebagian terpokok berkat pengaruh Jengis Khan. Penaklukan ini, walau lebih luas jangkauannya ketimbang apa yang dilakukan bangsa Arab, tidaklah bisa membuktikan kemapanan, dan kini satu-satunya daerah yang diduduki oleh bangsa Mongol hanyalah wilayah yang sama dengan sebelum masa Jengis Khan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini jelas menunjukkan beda besar dengan penaklukan yang dilakukan oleh bangsa Arab. Membentang dari Irak hingga Maroko, terbentang rantai bangsa Arab yang bersatu, bukan semata berkat anutan Agama Islam tapi juga dari jurusan bahasa Arabnya, sejarah dan kebudayaan. Posisi sentral Al-Quran di kalangan kaum Muslimin dan tertulisnya dalam bahasa Arab, besar kemungkinan merupakan sebab mengapa bahasa Arab tidak terpecah-pecah ke dalam dialek-dialek yang berantarakan. Jika tidak, boleh jadi sudah akan terjadi di abad ke l3. Perbedaan dan pembagian Arab ke dalam beberapa negara tentu terjadi -tentu saja- dan nyatanya memang begitu, tapi perpecahan yang bersifat sebagian-sebagian itu jangan lantas membuat kita alpa bahwa persatuan mereka masih berwujud. Tapi, baik Iran maupun Indonesia yang kedua-duanya negeri berpenduduk Muslimin dan keduanya penghasil minyak, tidak ikut bergabung dalam sikap embargo minyak pada musim dingin tahun 1973 - 1974. Sebaliknya bukanlah barang kebetulan jika semua negara Arab, semata-mata negara Arab, yang mengambil langkah embargo minyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, dapatlah kita saksikan, penaklukan yang dilakukan bangsa Arab di abad ke-7 terus memainkan peranan penting dalam sejarah ummat manusia hingga saat ini. Dari segi inilah saya menilai adanya kombinasi tak terbandingkan antara segi agama dan segi duniawi yang melekat pada pengaruh diri Muhammad sehingga saya menganggap Muhammad dalam arti pribadi adalah manusia yang paling berpengaruh dalam sejarah manusia.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8469868469220855717-7923432504247923429?l=alfiasyura.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alfiasyura.blogspot.com/feeds/7923432504247923429/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8469868469220855717&amp;postID=7923432504247923429' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8469868469220855717/posts/default/7923432504247923429'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8469868469220855717/posts/default/7923432504247923429'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alfiasyura.blogspot.com/2009/01/baginda-muhammad.html' title='Baginda MUHAMMAD'/><author><name>alfi asyura</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18336605571151931161</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp2.blogger.com/_7LOLboa5MEk/SBQjR_yZ52I/AAAAAAAAABg/4I2Tf9Jzavo/S220/Foto1592-002.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8469868469220855717.post-3370063711732483928</id><published>2009-01-23T17:57:00.000-08:00</published><updated>2009-01-23T18:01:47.465-08:00</updated><title type='text'>HIMPUNAN MAHASISWA ISLAM</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_7LOLboa5MEk/SXp2ZlsdF8I/AAAAAAAAARc/hPInTBAjIqs/s1600-h/fronthmi-lg2.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 69px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_7LOLboa5MEk/SXp2ZlsdF8I/AAAAAAAAARc/hPInTBAjIqs/s200/fronthmi-lg2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5294674493914814402" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ARTI LAMBANG HMI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Bentuk huruf alif: sebagai huruf hidup, melambangkan rasa optimisme bagi kelangsungan hidup HMI pada masa depan&lt;br /&gt;2. Huruf alif merupakan angka 1 (satu): simbol kehidupan ber-Tauhid (perasaan ber-Ketuhanan, sebagai dasar / dan semangat HMI&lt;br /&gt;3. Bentuk perisai: lambang kepeloporan HMI&lt;br /&gt;4. Bentuk jantung: sebagai pusat kehidupan manusia, melambangkan fungsi perkaderan HMI&lt;br /&gt;5. Bentuk pena: melambangkan HMI organisasi mahasiswa yang senantiasa haus akan ilmu pengetahuan, teknologi, dan informasi&lt;br /&gt;6. Gambar bulan bintang: lambang kejayaan umat Islam seluruh dunia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;INDEPENDENSI HMI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam suatu negara yang sedang berkembang seperti Indonesia ini maka tidak ada suatu investasi yang lebih besar dan lebih berarti dari pada investasi manusia (human investment). Sebagaimana dijelaskan dalam tafsir tujuan, bahwa investasi manusia kemudian akan dihasilkan HMI adalah manusia yang berkualitas ilmu dan iman yang mampu melaksanakan tugas-tugas manusia yang akan menjamin adanya suatu kehidupan yang sejahtera material dan spiritual adil makmur serta bahagia.&lt;br /&gt;Fungsi kekaderan HMI dengan tujuan terbinanya manusia yang berilmu, beriman dan berperikemanusiaan seperti tersebut di atas maka setiap anggota HMI dimasa datang akan menduduki jabatan dan fungsi pimpinan yang sesuai dengan bakat dan profesinya.&lt;br /&gt;Oleh karena itu hari depan HMI adalah luas dan gemilang sesuai status fungsi dan perannya dimasa kini dan masa mendatang menuntut kita pada masa kini untuk benar-benar dapat mempersiapkan diri dalam menyongsong hari depan HMI yang gemilang.&lt;br /&gt;Dengan sifat dan garis independen yang menjadi watak organisasi berarti HMI harus mampu mencari, memilih dan menempuh jalan atas dasar keyakinan dan kebenaran. Maka konsekuensinya adalah bentuk aktifitas fungsionaris dan kader-kader HMI harus berkualitas sebagaimana digambarkan dalam kualitas insan cita HMI. Soal mutu dan kualitas adalan konsekuensi logis dalam garis independen HMI harus disadari oleh setiap pimpinan dan seluruh anggota-anggotanya adalah suatu modal dan dorongan yang besar untuk selalu meningkatkan mutu kader-kader HMI sehingga mampu berperan aktif pada masa yang akan datang.&lt;br /&gt;PERAN KADER HMI &lt;br /&gt;Upaya memposiskan dan menguatkan peran kita sebagai mahasiswa dan kader HMI adalah untuk bergerak bersama dalam melawan neoliberalisme, yang mana paham ini telah merajalela di negeri ini. Sehingga aspek sosial, budaya, ekonomi, politik telah menjadi doktrin baru bagi para penggerak dan pengambil segala kebijakan Negara dan menjadi pangkal persoalan serta penderitaan rakyat Indonesia selama puluhan tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Paham neoliberalisme dan para kroninya di Indonesia telah mengkampanyekan keterlibatan dan peran besarnya dalam menentukan arah pembangunan ekonomi bangsa Indonesia, dan ini menjadi penyebab keterpurukan ekonomi Indonesia dengan taktik selalu menguasai lahan-lahan penghidupan rakyat, sehingga menyebabkan bertambahnya penderitaan rakyat dan semakin ambruknya kebijakan pemerintah. Disamping itu keterpurukan ekonomi Indonesia juga disebabkan pada miss management, atau penerapan strategi pembangunan. Audrinof Chaniago dalam buku" Gagalnya Pembangunan (2001)" mengungkapkan bahwa selain karena perilaku pemimpin yang tidak accountable, akar persoalan yang menimbulkan persoalan keterpurukan ekonomi Indonesia adalah pada strategi pembangunan itu sendiri. Strategi/model pembangunan yang mengutamakan akumulasi kapital secara cepat tanpa mewaspadai potensi ancaman dari rezim modal interasi yang ternyata meluluhlantahkan perekonomian, sosial, politik Indonesia. Strategi itu berubah kehancuran, karena selain para pembuat kebijakan tidak sadar akan struktur ekonomi yang semakin rapuh, pemerintah juga sangat patuh kepada nasehat lembaga-lembaga Internasional yang mengatas namakan kepentingan ekonomi pasar bebas yang mana adalah paham kapitalisme glogal dan neoleberalisme.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kerajaan ekonomi dunia yang dikuasai Amerika Serikat masih tetap eksis dan bertahan walaupun dengan keterbatasan sumber yang dimiliki. Karena prinsi-prinsip dan prilaku sosial, ekonomi dan politik selalu memandang manusia beserta seluruh aspek-aspeknyalah sebagai satu-satunya homo economicus dan menetapkannya sebagai model yang mendasari tindakan relasi manusia yang tentunya mengutamakan kebebasan untuk mengadakan berbagai tindakan , yang tidak dapat melihat realitas sosial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbagai dampaknya adalah krisis perdamaian dunia, yang ditandai dengan peperangan antar negara. Negara-negara kecil diporak-porandakan dengan misi tertentu, agresi militer Israel terhadap Palestina dan Libanon yang ditopang oleh Negara adikuasa. Begitu pula dengan perjanjian dan kebijaksanaan ekonomi politik Indonesia yang tidak bisa lepas dari intervensi asing yang mempunyai kepentingan, memecah umat islam sehingga memunculkan kelompok-kelompok islam tertentu seperti moderat, liberal, cultural, radikal, fundamentalis dsb. Kelompok-kelompok islam yang mendukung dan mengusung ideologi liberal, kapitalis dimunculkan sebagai islam yang benar, islam yang sesungguhnya dan islam yang demokratis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mahasiswa dan gerakan adalah sebuah komponen yang tidak bisa dipisahkan karena disamping mahasiswa sebagai agen/elit intelektual, agen perubahan sekaligus yang mampu mengkonsepsikan bagaimana membangun gerakan perubahan bangsa dari keterpurukan dan dapat memberikan pengaruh besar terhadap problematika sosial. Kader-kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) harus menjadi penggerak untuk mengimplementasikan fungsi dan peran himpunan dalam mereposisi serta menguatkan peran mahasiswa melawan neoliberalisme yang membuat kita tidak bisa tinggal diam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kader pejuang HMI haruslah menyadari bahwa tujuan HMI sebagai organisasi perkaderan dan perjuangan harus mampu menempatkan posisinya sebagai pejuang golongan orang lemah dan menguatkan pergerakannya dalam melawan segala paham yang bernuansa liberal, yang dapat menghancurkan masyarakat dan merusak aspek-aspek sosial, budaya dan ekonbomi serta politik bangsa Indonesia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DASAR-DASAR KEPERCAYAAN &lt;br /&gt;Pada kadarnya masing-masing, setiap mahluk termasuk manusia, telah memiliki kepercayaan yang berupa kesadaran akan prinsip-prinsip dasar (yang niscaya lagi rasional –prima-principia) yang diketahui secara intuitif (common sense) serta menjadi kepercayaan utama setiap makhluk tersebut sebelum ia merespon segala sesuatu di luar dirinya. Bagi manusia, dengan bekal ini dia memiliki potensi untuk mengetahui dan mempercayai pengetahuan-pengetahuan baru melalui aktivitasnya yang khas yaitu; berpikir. Oleh karena itu, berpikir di sini di definisikan sebagai aktivitas manusia dalam upaya memecahkan masalah-masalah dengan modal prinsip-prinsip pengetahuan sebelumnya.&lt;br /&gt;Memiliki sebuah kepercayaan yang benar, yang selanjutnya melahirkan tata nilai, adalah sebuah kemestian bagi perjalanan hidup manusia, karena kepercayaan yang salah hanya akan mengakibatkan kesesatan. Pada hakikatnya, manusia yang tidak peduli untuk berkepercayaan benar serta manusia yang berkepercayaan benar namun direalisasikan dengan cara yang salah akan dekat dengan kesesatan, sedangkan manusia yang berkepercayaan salah bahkan tersesat hidupnya. Sehingga hanya kepercayaan yang benar serta direalisasikan dengan cara yang benar pula yang tidak akan pernah menyesatkan dan akan menggiring hidup manusia pada kesempurnaan. Di sinilah manusia di tuntut untuk menelaah kembali secara objektif sendi-sendi kepercayaannya dengan segala potensi yang dimilkinya.&lt;br /&gt;Kajian yang mendalam tentang kepercayaan sebagai sebuah konsep teoritis akan melahirkan sebuah kesadaran bahwa manusia adalah maujud yang mempunyai hasrat dan cita-cita untuk menggapai kebenaran dan kesempurnaan mutlak (bukan nisbi). Artinya, ia mencari Zat Yang Maha Tinggi dan Mahasempurna (Al-Haqq).&lt;br /&gt;Ada berbagai macam pandangan yang menjelaskan tentang ketiadaan kebenaran dan kesempurnaan mutlak (Zat yang Maha Sempurna) tersebut, sehingga mereka menganggap bahwa alam ini terjadi dengan sendirinya (kebetulan) dan tidak ada yang mengadakannya seperti pandangan materealisme dan shopisme serta berbagai turunannya. Namun, metafisika Islam dengan prima-principia sebagai prinsip dasar dalam berpikir, mampu menyelesaikan perdebatan itu dengan penjelasan Kemutlakan Wujud (“Ada”) -nya, dimana Wujud adalah sesuatu yang jelas keberadaannya dan tunggal, karena selain keberadaan adalah ketiadaan sehingga apabila ada sesuatu selain “Ada” maka itu adalah “ketiadaan” dan itu adalah mustahil karena ketiadaan tidak memiliki keberadaan dalam realitas.&lt;br /&gt;Manusia (yang terbatas, tidak sempurna dan butuh bergantung pada yang Sempurna) memerlukan sebuah sistem nilai yang sempurna dan tidak terbatas sebagai sandaran dan pedoman hidupnya. Sistem nilai tersebut harus berasal dari ke-Ada-an-Nya (Zat Yang Maha Sempurna) yang segala atribut-Nya berbeda dengan seluruh mahluk. Konsekuensi akan kebutuhan asasi manusia pada sosok Mahasempurna ini menegaskan bahwa sesuatau itu harus dapat dijelaskan oleh argumentasi-argumentasi rasional, terbuka, dan tidak doktriner. Sehingga, semua lapisan intelektual manusia tidak ada yang sanggup menolak eksistensi-Nya.&lt;br /&gt;Sekalipun demikian, kenyataan menunjukkan bahwa Sang Mahasempurna itu diklaim oleh berbagai "lembaga" kepercayaan (agama) di dunia ini dengan berbagai istilah, bentuk serta konsep mereka masing-masing. Simbol-simbol agama yang berbeda satu sama lain tersebut menyiratkan secara tersurat beberapa kemungkinan: (1) semua agama itu benar, (2) semua agama itu salah atau (3) hanya ada satu agama yang benar.&lt;br /&gt;Agama-agama yang berbeda mustahil memiliki sosok Mahasempurna yang sama, walau memiliki kesamaan etimologis dalam penyebutan-Nya. Sebab, bila sosok tersebut sama, maka agama-agama itu identik. Namun, kenyataan sosiologis menyebutkan adanya perbedaan pada masing-masing agama. Demikian pula, menilai semua agama itu salah adalah mustahil, sebab bertentangan dengan prinsip kebergantungan manusia pada sesuatu yang Maha Sempurna. Maka dapat disimpulkan bahwa pada hakikatnya hanya ada satu agama yang benar. Dengan argumentasi tersebut, manusia diantarkan pada konsekwensi memilih dan mengikuti agama yang telah terbukti secara rasional dan argumentatif.&lt;br /&gt;Diantara berbagai dalil dan slogan keagamaan yang dapat diajukan, membicarakan konsepsi keberadaan Tuhan adalah hal yang paling prinsipil. Keberadaan dan perbedaan tiap-tiap agama satu dengan yang lainnya di tentukan oleh konsep tentang sosok "Tuhan" tersebut. Namun yang pasti, sebagaimana konsepsi rasionalitas akal manusia akan meyatakan bahwa ciri-ciri keberadaan Tuhan sebagai pencipta (khaliq) berbeda dengan ciri-ciri khas manusia atau mahluk lainnya yang diciptakan (makhluq). Bila manusia adalah maujud tidak sempurna, bermateri, tersusun, terbatas, terinderai, dan bergantung, maka Tuhan adalah Zat yang Maha Sempurna, immateri, tidak tersusun, sederhana, tidak terdiri dari bagian-bagian, tidak terinderai secara material, dan tunggal (Esa/Ahad). Dialah Tuhan yang sebenar-benarnya sebagai Zat yang pertama sekaligus yang penghabisan, yang dhohir (jelas bagi akal) dan yang batin (tersembunyi dari indra).&lt;br /&gt;Dengan demikian dapat diketahui bahwa manusia dengan potensi akalnya dapat mengetahui ciri-ciri umum Tuhan, namun mustahil dapat mengetahui materi (essensi) Zat-Nya. Manusia yang mengklaim dapat menjangkau zat Tuhan, sesungguhnya telah membatasi Tuhan dengan Rasionya (reason). Segala sesuatu yang terbatas, pasti bukan Tuhan. Ketika manusia menyebut "Dia Maha Besar." Sesungguhnya Ia lebih besar dari seluruh konsepsi manusia tentang kebesaran-Nya. Berdasarkan hal tersebut, potensialitas akal (Intelect) manusia dalam mengungkap hakikat zat-Nya menyiratkan bahwa pada dasarnya seluruh makhluk diciptakan-Nya sebagai manifestasi diri-Nya (inna lillahi) yang kemudian akan kembali kepada-Nya (wa inna ilaihi raaji’un) sebagai realisasi kerinduan akan keabadian, kesempurnaan dan kebahagiaan mutlak yang bersifat fitrawi dalam diri mahluk itu.&lt;br /&gt;Keinginan manusia untuk merefleksikan ungkapan terima kasih (syukur) dan beribadah kepada Tuhan Yang Maha Esa menimbulkan kesadaran bahwa Ia Yang Maha Adil mesti membimbing umat manusia tentang cara yang benar dan pasti dalam berhubungan dengan-Nya. Pembimbingan Tuhan kepada setiap mahluk berjalan sesuai dengan kadar potensialitasnya dalam suatu cara perwujudan yang supra-rasional (wahyu) diberikan khusus kepada hamba-hamba-Nya yang Dia pilih yang memiliki ketinggian spritual.&lt;br /&gt;Relasi konseptual tentang ke-Maha Bijaksanaan Tuhan untuk membimbing makhluk secara terus menerus di satu sisi dan kebutuhan abadi makhluk akan bimbingan-Nya di sisi yang lain, memestikan kehadiran seorang manusia pembimbing yang membawa dan menyampaikan risalah-Nya serta di tunjuk oleh Tuhan berdasarkan hak prerogatif-Nya di samping rasul yang dimaksud di sini adalah sosok manusia yang tercegah dari kesalahan sedikitpun (ma’sum). Sehingga dalam hal ini rasul adalah cerminan Tuhan di dunia. Kepatuhan dan kecintaan makhluk kepada mereka adalah niscaya. Pengingkaran kepada mereka identik dengan pengingkaran kepada Tuhan.&lt;br /&gt;Bukti kebenaran rasul untuk manusia ditunjukkan pula oleh kejadian-kejadian kasat mata (empiris) yang luar biasa (mu’jizat) bagi orang-orang awam seperti tongkat dan sinar yang keluar dari tangan yang dianugrahkan kepada nabi Musa as., melunakkan besi untuk dibuat baju perang bagi nabi Daud as., menaklukkan angin dan mahluk lainnya serta mencairkan tembaga bagi nabi Sulaiman as. Dan lain sebagainya, maupun bukti-bukti rasional (mu’jizat bagi kalangan intelektual) seperti al-Qur’an yang diwahyukan kepada nabi Muhammad saw. Yang dalam hal-hal tertentu mustahil dapat dilakukan oleh manusia yang lain meskipun dia mempelajarinya terlebih dahulu. Pemberian tanda istimewa kepada rasul akan semakin menambah keimanan seseorang. Di samping itu mu’jizat juga berfungsi sebagai bukti tambahan bagi siapa saja yang tidak mau beriman kepada Tuhan dan rasulnya-Nya, kecuali bila diperlihatkan kepadanya hal-hal yang luar biasa.&lt;br /&gt;Kepatuhan dan keyakinan manusia kepada rasul melahirkan sikap percaya terhadap apa pun yang dikatakan dan diperintahkannya. Keyakinan tentang kitab suci (bacaan atau kumpulan firman Tuhan, disebut al-Quran) yang dibawanya adalah konsekuensi lanjutan. Di dalam kitab suci terdapat keterangan-keterangan tentang segala sesuatu sejak dari alam sekitar dan manusia, sampai kepada hal-hal gaib yang tidak mungkin dapat diterima oleh pandangan saintifik-empiris manusia.&lt;br /&gt;Konsep fitrah dan ‘rasio’ tentang Realitas Mutlak (Tuhan) yang Maha Esa (Tauhid) di atas adalah selaras dengan konsep teoritis tentang Tuhan dalam agama Islam yang diajarkan oleh nabi Muhammad saw. Atau yang disebut juga sebagai kalimat Persaksian (Syahadah) atau kalimat Tauhid yaitu; laa ilaaha illallaah artinya bahwa "tidak ada Tuhan yang benar kecuali Allah (jamak dari kata ilah) yang merupakan kebenaran Tunggal atau Esa sekaligus tempat bergantungnya segala sesuatu.&lt;br /&gt;Kalimat Syahadat di atas juga mengandung makna bahwa kata "Tidak ada Tuhan" adalah berarti meniadakan (negasi) segala bentuk kepercayaan, sedangkan kata "Selain Allah" berarti pengecualian (konfirmasi) hanya pada satu kepercayaan yaitu Allah SWT. Sebagai Kebenaran Mutlak. Makna peniadaan di sini dimaksudkan agar manusia membebaskan diri dari berbagai belenggu kepercayaan yang ada dengan segala akibatnya, dan makna pengecualian di sini dimaksudkan agar manusia tunduk hanya pada kebenaran yang bermuara pada kebenaran mutlak yaitu Allah SWT. Dalam menetapkan dan memilih setiap nilai, baik etika maupun estetika, yang berlaku bagi kehidupannya. Sikap tunduk dan pasrah seperti inilah yang disebut Islam. Namun oleh karena konsepsi ini saja belum cukup bagi manusia dalam upaya mengapresiasi kepercayaannya sehingga, sebagaimana telah dijelaskan, kalimat kedua sebagai konsekwensi lanjutan dari kalimat yang pertama ini berbunyi: Muhammadar rasuulullaah artinya: bahwa "Muhammad adalah utusan Allah." Sebagaimana ditegaskan dalam firman-Nya bahwa: Dia (Allah SWT.) telah menurunkan kepada engkau (Muhammad) sebuah kitab (al–Qur’an) sebagai keterangan tentang sesuatu serta sebagai petunjuk, rahmat dan kabar gembira bagi orang–orang muslim.&lt;br /&gt;Manusia dalam melakukan proses pencarian kebenaran yang akhirnya akan mengantarkannya pada Kebenaran Mutlak (Allah SWT.) dapat ditempuh dengan berbagai jalan, baik filosofis, intuitif, ilmiah, historis, dan lain-lain dengan memperhatikan dan merenungkan ayat-ayat Tuhan yang terdapat di dalam Kitab suci maupun di alam semesta ini. Konsukuensi selanjutnya setelah manusia melakukan pencarian kebenaran yang bermuara pada Tuhan dengan Rasul sebagai penunjuknya adalah kecendrungan fitrah dan kesadaran rasionalnya untuk meraih kebahagiaan, keabadian dan kesempurnaan.&lt;br /&gt;Namun karena tidak mungkin mewujudkan keinginan-keinginan ideal tersebut di dalam kehidupan dunia yang bersifat temporal dan fana ini, sehingga melahirkan konsep tentang keniscayaan adanya hari akhirat yang sebelumnya dimulai dengan terjadinya kehancuran alam semesta secara besar-besaran (qiyamah) yang disebut juga dengan hari agama (yaum al-din) sebagai manifestasi dari keadilan Tuhan, meskipun dalam hal ini kebanyakan manusia tidak mengetahui kapan terjadinya hal itu karena ini adalah murni urusan Tuhan. Kiamat merupakan permulaan bentuk kehidupan yang tidak lagi bersifat sejarah atau duniawi. Inilah kehidupan yang disebut dengan akhirat. Di sana tidak ada lagi kehidupan historis seperti kebebasan, usaha dan tata masyarakat yang dapat bergotong-royong serta saling tolong-menolong antar sesama yang kemudian menimbulkan ganjaran baik dosa maupun pahala karena kekuasaan pada saat itu adalah semata-mata milik Allah yang Maha Adil. Dan akhirat itulah kehidupan yang sebenar-benarnya dalam pandangan agama Islam.&lt;br /&gt;Di samping itu, kehidupan akhirat merupakan refleksi perbuatan yang berlandaskan iman, ilmu, dan amal selama di dunia. Dengan kata lain, ganjaran yang berupa nikmat kebahagiaan atau siksaan di akhirat adalah kondisi objektif dari relasi manusia terhadap Tuhan dan alam.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8469868469220855717-3370063711732483928?l=alfiasyura.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alfiasyura.blogspot.com/feeds/3370063711732483928/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8469868469220855717&amp;postID=3370063711732483928' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8469868469220855717/posts/default/3370063711732483928'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8469868469220855717/posts/default/3370063711732483928'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alfiasyura.blogspot.com/2009/01/himpunan-mahasiswa-islam.html' title='HIMPUNAN MAHASISWA ISLAM'/><author><name>alfi asyura</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18336605571151931161</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp2.blogger.com/_7LOLboa5MEk/SBQjR_yZ52I/AAAAAAAAABg/4I2Tf9Jzavo/S220/Foto1592-002.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_7LOLboa5MEk/SXp2ZlsdF8I/AAAAAAAAARc/hPInTBAjIqs/s72-c/fronthmi-lg2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8469868469220855717.post-8035939601003801906</id><published>2009-01-23T17:45:00.000-08:00</published><updated>2009-01-23T17:53:35.373-08:00</updated><title type='text'>sejarah HMI</title><content type='html'>&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CTROPIC%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;link rel="Edit-Time-Data" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CTROPIC%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_editdata.mso"&gt;&lt;!--[if !mso]&gt; &lt;style&gt; v\:* {behavior:url(#default#VML);} o\:* {behavior:url(#default#VML);} w\:* {behavior:url(#default#VML);} .shape {behavior:url(#default#VML);} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="place"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="country-region"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !mso]&gt;&lt;object classid="clsid:38481807-CA0E-42D2-BF39-B33AF135CC4D" id="ieooui"&gt;&lt;/object&gt; &lt;style&gt; st1\:*{behavior:url(#ieooui) } &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0cm; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1 	{size:612.0pt 792.0pt; 	margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt; 	mso-header-margin:36.0pt; 	mso-footer-margin:36.0pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin:0cm; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-size:18;color:darkred;"  &gt;Sejarah HMI&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;script type="text/javascript"&gt; &lt;!-- google_language = 'en'; google_ad_client = "pub-0304228413561294"; google_ad_width = 336; google_ad_height = 280; google_ad_format = "336x280_as"; google_ad_type = "text_image"; //2007-07-20: acehforum google_ad_channel = "7840374878"; google_color_border = "ededed"; google_color_bg = "ededed"; google_color_link = "3e3f41"; google_color_text = "000000"; google_color_url = "3e3f41"; //--&gt; &lt;/script&gt;&lt;script type="text/javascript" src="http://pagead2.googlesyndication.com/pagead/show_ads.js"&gt; &lt;/script&gt;&lt;script&gt; window.google_render_ad(); &lt;/script&gt;&lt;b&gt;Sejarah Himpunan Mahasiswa Islam (HMI)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;A. DEFINISI SEJARAH&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Sejarah adalah pelajaran dan pengetahuan tentang perjalanan masa lampau ummat manusia, mengenai apa yang dikerjakan, dikatakan dan dipikirkan oleh manusia pada ma&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_7LOLboa5MEk/SXpzbFt05kI/AAAAAAAAARU/UJrEg_PnwzI/s1600-h/kaosiloveHMIakucintaHMIputih-1.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 198px; height: 148px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_7LOLboa5MEk/SXpzbFt05kI/AAAAAAAAARU/UJrEg_PnwzI/s200/kaosiloveHMIakucintaHMIputih-1.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5294671221155489346" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;sa lampau, untuk menjadi cerminan dan pedoman berupa pelajaran, peringatan, kebenaran bagi masa kini dan mendatang untuk mengukuhkan hati manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;B. LATAR BELAKANG SEJARAH BERDIRINYA HMI&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Kalau ditinjau secara umum ada 4 (empat) permasalahan yang menjadi latar belakang sejarah berdirinya HMI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Situasi Dunia Internasional&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Berbagai argumen telah diungkapkan sebab-sebab kemunduran ummat Islam. Tetapi hanya satu hal yang mendekati kebenaran, yaitu bahwa kemunduran ummat Islam diawali dengan kemunduran berpikir, bahkan sama sekali menutup kesempatan untuk berpikir. Yang jelas ketika ummat Islam terlena dengan kebesaran dan keagungan masa lalu maka pada saat itu pula kemunduran menghinggapi kita.&lt;br /&gt;Akibat dari keterbelakangan ummat Islam , maka munculah gerakan untuk menentang keterbatasan seseorang melaksanakan ajaran Islam secara benar dan utuh. Gerakan ini disebut Gerakan Pembaharuan. Gerakan Pembaharuan ini ingin mengembalikan ajaran Islam kepada ajaran yang totalitas, dimana disadari oleh kelompok ini, bahwa Islam bukan hanya terbatas kepada hal-hal yang sakral saja, melainkan juga merupakan pola kehidupan manusia secara keseluruhan. Untuk itu sasaran Gerakan Pembaharuan atau reformasi adalah ingin mengembalikan ajaran Islam kepada proporsi yang sebenarnya, yang berpedoman kepada Al Qur'an dan Hadist Rassullulah SAW.&lt;br /&gt;Dengan timbulnya ide pembaharuan itu, maka Gerakan Pem-baharuan di dunia Islam bermunculan, seperti di Turki (1720), Mesir (1807). Begitu juga penganjurnya seperti Rifaah Badawi Ath Tahtawi (1801-1873), Muhammad Abduh (1849-1905), Muhammad Ibnu Abdul Wahab (Wahabisme) di Saudi Arabia (1703-1787), Sayyid Ahmad Khan di India (1817-1898), Muhammad Iqbal di Pakistan (1876-1938) dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Situasi NKRI&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Tahun 1596 Cornrlis de Houtman mendarat di Banten. Maka sejak itu pulalah &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt; dijajah Belanda. Imprealisme Barat selama ± 350 tahun membawa paling tidak 3 (tiga) hal :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penjajahan itu sendiri dengan segala bentuk implikasinya.&lt;br /&gt;Missi dan Zending agama Kristiani.&lt;br /&gt;Peradaban Barat dengan ciri sekulerisme dan liberalisme.&lt;br /&gt;Setelah melalui perjuangan secara terus menerus dan atas rahmat Allah SWT maka pada tanggal 17 Agustus 1945, Soekarno-Hatta Sang Dwi Tunggal Proklamasi atas nama bangsa Indonesia mengumandangkan kemerdekaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kondisi Mikrobiologis Ummat Islam di Indonesia&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Kondisi ummat Islam sebelum berdirinya HMI dapat dikategorikan menjadi 4 (empat) golongan, yaitu : Pertama : Sebagian besar yang melakukan ajaran Islam itu hanya sebagai kewajiban yang diadatkan seperti dalam upacara perkawinan, kematian serta kelahiran. Kedua : Golongan alim ulama dan pengikut-pengikutnya yang mengenal dan mempraktekkan ajaran Islam sesuai yang dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW. Ketiga : Golongan alim ulama dan pengikut-pengikutnya yang terpengaruh oleh mistikisme yang menyebabkan mereka berpendirian bahwa hidup ini adalah untuk kepentingan akhirat saja. Keempat : Golongan kecil yang mencoba menyesuaikan diri dengan kemajuan jaman, selaras dengan wujud dan hakekat agama Islam. Mereka berusaha supaya agama Islam itu benar-benar dapat dipraktekkan dalam masyarakat Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kondisi Perguruan Tinggi dan Dunia Kemahasiswaan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Ada dua faktor yang sangat dominan yang mewarnai Perguruan Tinggi (PT) dan dunia kemahasiswaan sebelum HMI berdiri. Pertama: sistem yang diterapkan dalam dunia pendidikan umumnya dan PT khususnya adalah sistem pendidikan barat, yang mengarah kepada sekulerisme yang "mendangkalkan agama disetiap aspek kehidupan manusia". Kedua : adanya Perserikatan Mahasiswa Yogyakarta (PMY) dan Serikat Mahasiswa Indonesia (SMI) di Surakarta dimana kedua organisasi ini dibawah pengaruh Komunis. Bergabungnya dua faham ini (Sekuler dan Komunis), melanda dunia PT dan Kemahasiswaan, menyebabkan timbulnya "Krisis Keseimbangan" yang sangat tajam, yakni tidak adanya keselarasan antara akal dan kalbu, jasmani dan rohani, serta pemenuhan antara kebutuhan dunia dan akhirat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;C. BERDIRINYA HIMPUNAN MAHASISWA ISLAM (HMI)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Latar Belakang Pemikiran&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Berdirinya Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) diprakasai oleh Lafran Pane, seorang mahasiswa STI (Sekolah Tinggi Islam), kini UII (Universitas Islam Indonesia) yang masih duduk ditingkat I. Tentang sosok Lafran Pane, dapat diceritakan secara garis besarnya antara lain bahwa Pemuda Lafran Pane lahir di Sipirok-Tapanuli Selatan, Sumatera Utara. Pemuda Lafran Pane yang tumbuh dalam lingkungan nasionalis-muslim pernah menganyam pendidikan di Pesantren, Ibtidaiyah, Wusta dan sekolah Muhammadiyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun latar belakang pemikirannya dalam pendirian HMI adalah: "Melihat dan menyadari keadaan kehidupan mahasiswa yang beragama Islam pada waktu itu, yang pada umumnya belum memahami dan mengamalkan ajaran agamanya. Keadaan yang demikian adalah akibat dari sitem pendidikan dan kondisi masyarakat pada waktu itu. Karena itu perlu dibentuk organisasi untuk merubah keadaan tersebut. Organisasi mahasiswa ini harus mempunyai kemampuan untuk mengikuti alam pikiran mahasiswa yang selalu menginginkan inovasi atau pembaharuan dalam segala bidang, termasuk pemahaman dan penghayatan ajaran agamanya, yaitu agama Islam. Tujuan tersebut tidak akan terlaksana kalau NKRI tidak merdeka, rakyatnya melarat. Maka organisasi ini harus turut mempertahankan Negara Republik Indonesia kedalam dan keluar, serta ikut memperhatikan dan mengusahakan kemakmuran rakyat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Peristiwa Bersejarah 5 Februari 1947&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Setelah beberapa kali mengadakan pertemuan yang berakhir dengan kegagalan. Lafran Pane mengadakan rapat tanpa undangan, yaitu dengan mengadakan pertemuan secara mendadak yang mempergunakan jam kuliah Tafsir. Ketika itu hari Rabu tanggal 14 Rabiul Awal 1366 H, bertepatan dengan 5 Februari 1947, disalah satu ruangan kuliah STI di Jalan Setiodiningratan (sekarang Panembahan Senopati), masuklah mahasiswa Lafran Pane yang dalam prakatanya dalam memimpin rapat antara lain mengatakan "Hari ini adalah pembentukan organisasi Mahasiswa Islam, karena persiapan yang diperlukan sudah beres. Yang mau menerima HMI sajalah yang diajak untuk mendirikan HMI, dan yang menentang biarlah terus menentang, toh tanpa mereka organisasi ini bisa berdiri dan berjalan"&lt;br /&gt;Pada awal pembentukkannya HMI bertujuan diantaranya antara lain:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mempertahankan dan mempertinggi derajat rakyat Indonesia.&lt;br /&gt;Menegakkan dan mengembangkan ajaran agama Islam. Sementara tokoh-tokoh pemula / pendiri HMI antara lain : Lafran Pane (Yogya), Karnoto Zarkasyi (Ambarawa), Dahlan Husein (Palembang), Maisaroh Hilal (Singapura), Suwali, &lt;b&gt;Yusdi Ghozali (PII-Semarang)&lt;/b&gt;, Mansyur, Siti Zainah (Palembang), M. Anwar (Malang), Hasan Basri, Marwan, Zulkarnaen, Tayeb Razak, Toha Mashudi (Malang), Baidron Hadi (Yogyakarta).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Faktor Pendukung Berdirinya HMI&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Posisi dan arti kota Yogyakarta:&lt;br /&gt;Yogyakarta sebagai Ibukota NKRI dan Kota Perjuangan&lt;br /&gt;Pusat Gerakan Islam&lt;br /&gt;Kota Universitas/ Kota Pelajar&lt;br /&gt;Pusat Kebudayaan&lt;br /&gt;Terletak di Central of Java.&lt;br /&gt;Kebutuhan Penghayatan dan Keagamaan Mahasiswa&lt;br /&gt;Adanya tuntutan perang kemerdekaan bangsa Indonesia&lt;br /&gt;Adanya STI (Sekolah Tinggi Islam), BPT (Balai Perguruan Tinggi) Gajah Mada, STT (Sekolah Tinggi Teknik).&lt;br /&gt;Adanya dukungan Presiden STI Prof. Abdul Kahar Muzakir&lt;br /&gt;Ummat Islam Indonesia mayoritas&lt;br /&gt;Faktor Penghambat Berdirinya HMI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Munculnya reaksi-reaksi dari :&lt;br /&gt;Perserikatan Mahasiswa Yogyakarta (PMY)&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Gerakan Pemuda Islam (GPII)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Pelajar Islam Indonesia (PII)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Fase-Fase Perkembangan HMI dalam Perjuangan Bangsa Indonesia&lt;br /&gt;Fase Konsolidasi Spiritual (1946-1947)&lt;br /&gt;Sudah diterangkan diatas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Fase Pengokohan (5 Februari 1947 - 30 November 1947)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Selama lebih kurang 9 (sembilan) bulan, reaksi-reaksi terhadap kelahiran HMI barulah berakhir. Masa sembilan bulan itu dipergunakan untuk menjawab berbagai reaksi dan tantangan yang datang silih berganti, yang kesemuanya itu semakin mengokohkan eksistensi HMI sehingga dapat berdiri tegak dan kokoh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Fase Perjuangan Bersenjata (1947 - 1949)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Seiring dengan tujuan HMI yang digariskan sejak awal berdirinya, maka konsekuensinya dalam masa perang kemerdekaan, HMI terjun kegelanggang pertempuran melawan agresi yang dilakukan oleh Belanda, membantu Pemerintah, baik langsung memegang senjata bedil dan bambu runcing, sebagai staff, penerangan, penghubung. Untuk menghadapi pemberontakkan PKI di Madiun 18 September 1948, Ketua PPMI/ Wakil Ketua PB HMI Ahmad Tirtosudiro membentuk Corps Mahasiswa (CM), dengan Komandan Hartono dan wakil Komandan Ahmad Tirtosudiro, ikut membantu Pemerintah menumpas pemberontakkan PKI di Madiun, dengan mengerahkan anggota CM ke gunung-gunung, memperkuat aparat pemerintah. Sejak itulah dendam kesumat PKI terhadap HMI tertanam. Dendam disertai benci itu nampak sangat menonjol pada tahun '64-'65, disaat-saat menjelang meletusnya G30S/PKI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Fase Pertumbuhan dan Perkembangan HMI (1950-1963)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Selama para kader HMI banyak yang terjun ke gelanggang pertempuran melawan pihak-pihak agresor, selama itu pula pembinaan organisasi terabaikan. Namun hal itu dilakukan secara sadar, karena itu semua untuk merealisir tujuan dari HMI sendiri, serta dwi tugasnya yakni tugas Agama dan tugas Bangsa. Maka dengan adanya penyerahan kedaulatan Rakyat tanggal 27 Desember 1949, mahasiswa yang berniat untuk melanjutkan kuliahnya bermunculan di Yogyakarta. Sejak tahun 1950 dilaksankanlah tugas-tugas konsolidasi internal organisasi. Disadari bahwa konsolidasi organisasi adalah masalah besar sepanjang masa. Bulan Juli 1951 PB HMI dipindahkan dari Yogyakarta ke Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Fase Tantangan (1964 - 1965)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Dendam sejarah PKI kepada HMI merupakan sebuah tantangan tersendiri bagi HMI. Setelah agitasi-agitasinya berhasil membubarkan Masyumi dan GPII, PKI menganggap HMI adalah kekuatan ketiga ummat Islam. Begitu bersemangatnya PKI dan simpatisannya dalam membubarkan HMI, terlihat dalam segala aksi-aksinya, Mulai dari hasutan, fitnah, propaganda hingga aksi-aksi riil berupa penculikan, dsb.&lt;br /&gt;Usaha-usaha yang gigih dari kaum komunis dalam membubarkan HMI ternyata tidak menjadi kenyataan, dan sejarahpun telah membeberkan dengan jelas siapa yang kontra revolusi, PKI dengan puncak aksi pada tanggal 30 September 1965 telah membuatnya sebagai salah satu organisasi terlarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Fase Kebangkitan HMI sebagai Pelopor Orde Baru (1966 - 1968)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;HMI sebagai sumber insani bangsa turut mempelopori tegaknya Orde Baru untuk menghapuskan orde lama yang sarat dengan ketotaliterannya. Usaha-usaha itu tampak antara lain HMI melalui Wakil Ketua PB Mari'ie Muhammad memprakasai Kesatuan Aksi Mahasiswa (KAMI) 25 Oktober 1965 yang bertugas antara lain : 1) Mengamankan Pancasila. 2) Memperkuat bantuan kepada ABRI dalam penumpasan Gestapu/ PKI sampai ke akar-akarnya. Masa aksi KAMI yang pertama berupa Rapat Umum dilaksanakan tanggal 3 Nopember 1965 di halaman Fakultas Kedokteran UI Salemba Jakarta, dimana barisan HMI menunjukan superioitasnya dengan massanya yang terbesar. Puncak aksi KAMI terjadi pada tanggal 10 Januari 1966 yang mengumandangkan tuntutan rakyat dalam bentuk Tritura yang terkenal itu. Tuntutan tersebut ternyata mendapat perlakuan yang represif dari aparat keamanan sehingga tidak sedikit dari pihak mahasiswa menjadi korban. Diantaranya antara lain : Arif rahman Hakim, Zubaidah di Jakarta, Aris Munandar, Margono yang gugur di Yogyakarta, Hasannudin di Banjarmasin, Muhammad Syarif al-Kadri di Makasar, kesemuanya merupakan pahlawan-pahlawan ampera yang berjuang tanpa pamrih dan semata-mata demi kemaslahatan ummat serta keselamatan bangsa serta negara. Akhirnya puncak tututan tersebut berbuah hasil yang diharap-harapkan dengan keluarnya Supersemar sebagai tonggak sejarah berdirinya Orde Baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Fase Pembangunan (1969 - 1970)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Setelah Orde Baru mantap, Pancasila dilaksanakan secara murni serta konsekuen (meski hal ini perlu kajian lagi secara mendalam), maka sejak tanggal 1 April 1969 dimulailah Rencana Pembangunan Lima Tahun (Repelita). HMI pun sesuai dengan 5 aspek pemikirannya turut pula memberikan sumbangan serta partisipasinya dalam era awal pembagunan. Bentuk-bentuk partisipasi HMI baik anggotanya maupun yang telah menjadi alumni meliputi diantaranya : 1) partisipasi dalam pembentukan suasana, situasi dan iklim yang memungkinkan dilaksanakannya pembangunan, 2) partisipasi dalam pemberian konsep-konsep dalam berbagai aspek pemikiran 3) partisipasi dalam bentuk pelaksana langsung dari pembangunan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Fase Pergolakan dan Pembaharuan Pemikiran (1970 - sekarang )&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Suatu ciri khas yang dibina oleh HMI, diantaranya adalah kebebasan berpikir dikalangan anggotanya, karena pada hakikatnya timbulnya pembaharuan karena adanya pemikiran yang bersifat dinamis dari masing-masing individu. Disebutkan bahwa fase pergolakan pemikiran ini muncul pada tahun 1970, tetapi geja-gejalanya telah nampak pada tahun 1968. Namun klimaksnya memang terjadi pada tahun 1970 di mana secara relatif masalah- masalah intern organisasi yang rutin telah terselesaikan. Sementara di sisi lain, persoalan ekstern muncul menghadang dengan segudang problema.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Billahittaufiq wal hidayah,&lt;br /&gt;Wassalamualaikum war. wab.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8469868469220855717-8035939601003801906?l=alfiasyura.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alfiasyura.blogspot.com/feeds/8035939601003801906/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8469868469220855717&amp;postID=8035939601003801906' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8469868469220855717/posts/default/8035939601003801906'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8469868469220855717/posts/default/8035939601003801906'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alfiasyura.blogspot.com/2009/01/v-behaviorurldefaultvml-o.html' title='sejarah HMI'/><author><name>alfi asyura</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18336605571151931161</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp2.blogger.com/_7LOLboa5MEk/SBQjR_yZ52I/AAAAAAAAABg/4I2Tf9Jzavo/S220/Foto1592-002.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_7LOLboa5MEk/SXpzbFt05kI/AAAAAAAAARU/UJrEg_PnwzI/s72-c/kaosiloveHMIakucintaHMIputih-1.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8469868469220855717.post-5973602142851634429</id><published>2008-11-30T03:00:00.000-08:00</published><updated>2008-12-04T04:02:50.072-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal"  style="text-indent: 0.5in; text-align: justify;font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="line-height: 115%;" lang="IN"&gt;KEDUDUKAN BAHASA INDONESIA DI &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="line-height: 115%;" lang="IN"&gt;DUNIA PENDIDIKAN&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="font-family: times new roman;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="text-indent: 0.5in; text-align: justify;font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;"  lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;                                  &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="text-indent: 0.5in; text-align: justify;font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_7LOLboa5MEk/STJywcQT4zI/AAAAAAAAAQs/PL4ZDGFnko8/s1600-h/images.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 127px; height: 95px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_7LOLboa5MEk/STJywcQT4zI/AAAAAAAAAQs/PL4ZDGFnko8/s200/images.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5274404290148164402" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;"  lang="IN"&gt;Bahasa Indonesia me&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;"  lang="IN"&gt;rupakan bahasa Nasional,salah satu fungsi dari bahasa Indonesia adalah sebagai alat pemersatu antara berbagai penduduk Indonesia yang multikultural,dalam hal ini Bahasa Indonesia merupakan alat yang sangat penting dalam mencapai sebuah tujuan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="text-indent: 0.5in; text-align: justify;font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;"  lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="text-indent: 0.5in; text-align: justify;font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;"  lang="IN"&gt;Sama halnya dengan bahasa Asing, bahasa Indonesia juga menjadi alat sebagai media komunikasi di bidang apapun karena dengan berkomunikasi orang bisa mengetahui kondisi sekitarnya,baik itu kondisi Sosial,Budaya,Politik,Ekonomi,pendididikan dan lain-lain.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="text-indent: 0.5in; text-align: justify;font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;"  lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="text-indent: 0.5in; text-align: justify;font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;"  lang="IN"&gt;Sebagai alat pemersatu antara kebudayaan yang beranekaragam di Indonesia,maka penduduk Indonesia sangat dituntut untuk menguasai bahasa Indonesia sejak&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;usia pendidikan dasar,karena sejauh ini pendidikan dasar merupakan tingkatan pemula yang bertujuan membagun pondasi ilmu dan tentunya dalam pendidikan dasar Bahasa Indonesia sangat besar pengaruhnya terutama di dunia pendidikan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="text-indent: 0.5in; text-align: justify;font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;"  lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="text-indent: 0.5in; text-align: justify;font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;"  lang="IN"&gt;Jika Ditinjau dari kajian historis,Sejarah Nasional membuktikan bahwa dahulunya sebelum lahirnya Pergerakan Nasional dan Sumpah Pemuda bangsa Indonesia menggunakan bahasa daerah dan bahasa Kolonial Belanda sebagai alat komunikasi waktu itu,mengingat karena kurangnya sumber daya manusia,menyebabkan &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;kurangnya kesadaran bangsa akan arti pendidikan,namun setelah Sumpah Pemuda dideklarasikan sampai dengan perginya Jepang dari tanah air Ejaan Bahasa Indonesia itu mengalami perobahan dan akirnya disempurnakan atau yang kita kenal sekarang dengan EYD,setelah dibentuknya undang-undang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;pendidikan mengenai kurikulum,maka sejak kurikulum 1989 dan tahun 1994 bahasa Indonesia digunakan sebagai bahasa pengantar dalam seluruh bidang studi pendidikan nasional,tentunya pondasi ini bermula pada pendidikan dasar.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="text-indent: 0.5in; text-align: justify;font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;"  lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="text-indent: 0.5in; text-align: justify;font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;"  lang="IN"&gt;Hal ini memiliki keterkaitan estafet dalam dunia pendidikan secara umum,terutama dalam jenjang Pendidikan Menengah Pertama sampai kepada Pendidikan Menengah Atas.Bahasa Indonesia dianggap sebagai bahasa formal dalam dunia pendidikan nasional ,bahkan sampai keperguruan tinggi yang orientasinya lebih menjurus kepada pengembangan ilmu,melihat kepada peranan mahasiswa dalam mendapatkan ilmu dengan berbagai tugas dalam bentuk karya ilmiah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="text-indent: 0.5in; text-align: justify;font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;"  lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-indent: 0.5in; text-align: justify;font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Tidak hanya di dunia pendidikan nasional&lt;/span&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-size:100%;"&gt;,&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;di dunia pendidikan internasionalpun Bahasa Indonesia memiliki andil yang cukup besar,hal ini dibuktikan adanya 45 negara yang ada mengajarkan bahasa Indonesia, seperti&lt;br /&gt;Australia, Amerika, Kanada, Vietnam, dan banyak negara lainnya, di&lt;br /&gt;Australia bahasa Indonesia menjadi bahasa populer keempat. &lt;st1:city st="on"&gt;Ada&lt;/st1:city&gt; sekitar&lt;br /&gt;500 sekolah mengajarkan bahasa &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;. Bahkan, anak-anak kelas 6&lt;br /&gt;sekolah dasar ada yang bisa berbahasa Indonesia,hal ini di sampaikan oleh Direktur Jenderal Informasi dan Diplomasi Publik Departemen Luar&lt;br /&gt;Negeri &lt;/span&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-size:100%;"&gt;yang &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;mengemukakan hal itu ketika tampil pada pleno&lt;br /&gt;Kongres IX Bahasa Indonesia, yang membahas Bahasa Indonesia sebagai&lt;br /&gt;Media Diplomasi dalam Membangun Citra Indonesia di Dunia&lt;br /&gt;Internasional&lt;/span&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-size:100%;"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-indent: 0.5in; text-align: justify;font-family:georgia;"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-size:100%;"&gt;Hal ini bererti bahwa bahasa Indonesia dan pendidikan merupakan satu kesatuan yang tidak dapat di pisahkan satu sama lain,karena apabila seseorang berbicara dalan konteks dunia pendidikan,secara tidak langsung juga berbicara bahasa Indonesia.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8469868469220855717-5973602142851634429?l=alfiasyura.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alfiasyura.blogspot.com/feeds/5973602142851634429/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8469868469220855717&amp;postID=5973602142851634429' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8469868469220855717/posts/default/5973602142851634429'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8469868469220855717/posts/default/5973602142851634429'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alfiasyura.blogspot.com/2008/11/kedudukan-bahasa-indonesia-di-dunia.html' title=''/><author><name>alfi asyura</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18336605571151931161</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp2.blogger.com/_7LOLboa5MEk/SBQjR_yZ52I/AAAAAAAAABg/4I2Tf9Jzavo/S220/Foto1592-002.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_7LOLboa5MEk/STJywcQT4zI/AAAAAAAAAQs/PL4ZDGFnko8/s72-c/images.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8469868469220855717.post-1295345388025098519</id><published>2008-11-30T02:56:00.000-08:00</published><updated>2008-12-04T04:16:37.089-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: center; line-height: 150%; font-weight: bold;font-family:arial;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Pancasila Sebagai panduan nilai dan p&lt;/span&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-size:100%;"&gt;edoman&lt;/span&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;bersama&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: center; line-height: 150%;font-family:arial;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;u style="font-weight: bold;"&gt;dalam kehidupan berbangsa dan bernegara&lt;/u&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; line-height: 150%;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; line-height: 150%;font-family:arial;"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Melaksanakan pancasila dan undang-undang dasar 1945 secara murni dan konsekwen adalah pokok cita-cita orde baru, karena pada hakekatnya merupakan inti pokok sejarah bangsa Indonesia yang kita proklamasikan dan tegakkan serta kita pertahankan sepanjang masa, dari masa kemasa sejarah bangsa dan Negara, tapak&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;demi setapak semakin mantap sikap kita terhadap pancasila, kenyataan seperti ini disampaikan oleh presiden soeharto dalam pidato kenegaraan hari kemerdekaan RI yang ke-30,&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=8469868469220855717&amp;amp;postID=1295345388025098519#_ftn1" name="_ftnref1" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-size:100%;"&gt;menegaskan bahwa: kunci pokok keberhasilan kita bersumber pada kebulatan tekad dan kesetiaan pada dasar kita ,cita-cita dan tujuan kemerdekaan nasional yang secara padat tersimpul dalam pancasila dan undang-undang dasar ’45 ia sekaligus memberikan kegairahan hidup dan kepercayaan akan adanya hari esok lebih baik&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; line-height: 150%;font-family:arial;"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Rasanya cukup banyak saat kesempatan di mana presiden suharto tidak hanya sekedar menekankan pentingnya pancasila, tidak hanya sekedar mengajak mendalami dan menghayati nya, akan tetapi juga menjelaskannya dan memaparkan pandangan-pandangan serta keyakinannya sendiri tentang pancasila itu, sebagaimana kita ketahui tidak sedikti masalah yang telah timbul berkenaan dengan pancasila ini dan kita juga mengetahui setiap permasalahan sekitar pancasila tersebut pada hakekatnya adalah masalah yang fundamental dalam arti langsung berkenaan dengan akar dan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;pondasi dari ekstensi Negara dan masyarakat Indonesia&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; line-height: 150%;font-family:arial;"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Maka tidak mengherankan apabila presiden s&lt;/span&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-size:100%;"&gt;u&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;harto sebagai seorang yang telah terlibat di didalam perjuangan dan mempertahankan Negara ini, dan bahkan selanjutnya memimpin proses jalannya sejarah Negara ini, pancasila merupakan pusat perhatian nya, sebagai prajurit ia terlibat dengan perjuangan dan pertempuran untuk menegakkan Negara kesatuan repuplik Indonesia dan mempertahankan Indonesia dan mempertahan pancasila serta undang-undang dasar 1954, sebagai pemimpin orde baru ia tampil dengan tekad menyelamatkan pancasila dan undang-undang dasar 1945 dari situasi gawat, meluruskan pelaksanannya ,dan sebagai kepala Negara ia juga berusaha keras mewujudkan masyarakat pancasila melalui usaha pembangunan&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; line-height: 150%;font-family:arial;"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Pancasila pertama kali di perkenalkan dalam persidangan BPUPKI (badan penyidik Usaha-Usaha Negara periapan kemerdekaan &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Indonesia) oleh soekarno seorang pemimpin pergerakan nasional pada tanggal 1 juni 1945, di dasari semangat mempersatukan bangsa Indonesia&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yang luas dan majmuk, tidak lah berlebihan jika dikatakan lahirnya pancasila merupakan sejarah sukses bangsa Indonesia dalam merefleksikan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kemajmukan secara damai dan beradab&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=8469868469220855717&amp;amp;postID=1295345388025098519#_ftn2" name="_ftnref2" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; line-height: 150%;font-family:arial;"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Sebagai sebuah konsensus nasional, pancasila merupakan sebuah pandangan hidup yang terbuka dan bersifat dinamis, sifat ketebukaan pancasila dapat dilihat dari muatan pancasila yang merupakan perpaduan antara nilai-nilai ke-indonesiaan yang majmuk dan nilai yang bersifat universal&lt;/span&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-size:100%;"&gt;, &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;universalitas pancasila dapat dilihat pada semangat ketuhanan (sila pertama);kemanusiaan , keadilan dan keadaban&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;(sila kedua);&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;keadilan social&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;(sila kelima) dan sekaligus ke-indonesiaan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;(persatuan Indonesia) dan semangat gotong royong&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;(sila keempat)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; line-height: 150%;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;Pembahasan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; line-height: 150%;font-family:arial;"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Pancasila menurut tata bahasa berarti lima dasar, panca berarti lima, sedangkan sila berarti lima dasar, kelima prinsip itu sebenarnya telah berakar dalam jiwa dan kalbu rakyat indonesia sejak berabad-abad&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=8469868469220855717&amp;amp;postID=1295345388025098519#_ftn3" name="_ftnref3" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-size:100%;"&gt;, sebagaimana yang di tunjukan oleh ketetapan MPR No II/MPR/1979 pancasila adalah jiwa seluruh rakyat Indonesia, pandangan hidup bangsa Indonesia dan dasar Negara indonesia&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=8469868469220855717&amp;amp;postID=1295345388025098519#_ftn4" name="_ftnref4" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-size:100%;"&gt; sebenar nya pancasila dalam kehidupan berbangsa nilai perjuangan bersama bangsa Indonesia, indonesia boleh saja bangsa yang majmuk, beragam ideologi organisasi, juga penduduk nya memeluk agama yang berbeda tapi pandangan tehadap negara dalam kehidupan berbangsa di satukan oleh pancasila, yang merangkum keinginan bangsa yang majmuk itu, Notonagroho mengatakan “ memang dalam hal pancasila kita seharusnya mementingkan kedudukan dan sifat kesamaan dan kesatuan kita bersama, di mana kita menjauhkan diri dari perbedaan dan pertentangan yang tentu ada di antara kita, akan tetapi hendaknya adanya perbedaan dan pertentangan itu kita sadari sebagai suatu hal yang menjadi bawaan kita sebagai manusia pribadi, sebagai makhluk, dan karena itu sebaiknya kita anggap sebagai hal yang biasa”&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=8469868469220855717&amp;amp;postID=1295345388025098519#_ftn5" name="_ftnref5" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; line-height: 150%;font-family:arial;"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Pancasila yang merupakan pandangan hidup yang telah berakar dalam kepribadian bangsa, ia di terima sebagai dasar negara yang mengatur ketatanegaraan, hal itu tampak dalam sejarah meskipun di tuangkan dalam rumusan yang berbeda, namun dalam tiga buah UUD yang pernah kita miliki yaitu dalam pembukaan UUD 1945, dalam mukaddimah konstitusi repuplik Indonesia serikat 1949, dan dalam mukaddimah UUD sementara repuplik Indonesia 1950, pancasila tetap tercantum di dalam nya, pancasila yang selalu di kukuhkan dalam kehidupan konstitusional itu, pancasila yang selalu menjadi pegangan bersama saat terjadi krisis nasional dan ancaman terhadap ekstensi bangsa kita merupakan bukti sejarah&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;bahwa pancasila memang selalu di kehendaki oleh bangsa Indonesia sebagai dasar kerohanian negara, di kehendaki oleh seluruh rakyar Indonesia, kerena sebenarnya telah tertanam dalam kalbu rakyat, dan ia juga merupakan dasar yang mampu mempersatukan seluruh indonesia&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=8469868469220855717&amp;amp;postID=1295345388025098519#_ftn6" name="_ftnref6" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-size:100%;"&gt;,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; line-height: 150%;font-family:arial;"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Dalam ketetapan MPR NO XX/MPRS/1966 di tegaskan, bahwa pancasila sebagai sumber dari segala hukum (sumber hukum formal, undang-undang, kebiasaan, traktaat, jurisprudensi, hakim dan ilmu pengetahuan hukum)&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=8469868469220855717&amp;amp;postID=1295345388025098519#_ftn7" name="_ftnref7" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-size:100%;"&gt; dan bahkan dalam ketetapn MPR No XX/MPRS/1966 antara lain di jelaskan pembukaan undang-undang 1945 tidak bisa di rubah oleh siapapun termasuk juga MPR hasil pemilihan umum, yang berdasarkan pasal 3 dan 37 UUD berwenang menetapkan dan mengubah pembukaan UDD itu, mengubah pembukaan UUD 1945 berarti pembubaran negara proklamasi&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=8469868469220855717&amp;amp;postID=1295345388025098519#_ftn8" name="_ftnref8" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-size:100%;"&gt;, sedang pancasila di cantumkan dalam pembukaan UUD 1945&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; line-height: 150%;font-family:arial;"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Mengingat pancasila yang sifat nya fundamental, pada masa orde baru telah diadakan penyeragaman tafsir atau kesatuan tafsir terhadap pancasila yang seharusnya merupakan pandangan hidup bulat dari seluruh bangsa Indonesia,sebagaimana ajakan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;presiden suharto, ia mengatakan “…saya mengajak masyarakat luas, untuk memikirkan dan mengusahakan rumusan-rumusan penjabaran pancasila itu yang sederhana, mudah dimengerti sehingga mudah dihayati dan diamalkan oleh rakyat Indonesia…”(pidato kenegaraan 6-8-1975) ,maka dapatlah juga di hindarkan penafsiran pancasila yang beraneka ragam menurut selera dan kepentingan pribadi atau golongan, juga dapat dapat di hindari penggunaan yang salah dari pancasila ia hanya sebagai &lt;i&gt;cantolan&lt;/i&gt; untuk kepentingan ideologi golongan seperti dalam masa “nasakom” di zaman orde lama&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=8469868469220855717&amp;amp;postID=1295345388025098519#_ftn9" name="_ftnref9" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; line-height: 150%;font-family:arial;"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Pancasila sebenarnya bukan lahir secara mendadak pada tahun 1945, melainkan telah melalui proses yang panjang, di matangkan oleh sejarah perjuangan bangsa kita sendiri, melihat pengalaman bangsa-bangsa lain, di ilhami oleh ide besar dunia dengan berakar pada kepribadian bangsa kita sendiri dan ide besar bangsa kita sendiri, Bakri syahid dalam buku nya ideologi negara pancasila menjelaskan, ia mengatakan pada tahun 1950-1960 indonesia mengalami penertiban kedalam sesudah pengakuan kedaulatan, timbul pola-pola pemikiran baru yang ingin merombak dasar dan tujuan negara ,baik dengan cara parlemnter maupun dengan pemberontakan, baik dengan terbuka maupun gerakan bawah tanah&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=8469868469220855717&amp;amp;postID=1295345388025098519#_ftn10" name="_ftnref10" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; text-indent: 0.25in; line-height: 150%;font-family:arial;"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-size:100%;"&gt;Indonesia sebagai bangsa yang besar , dengan penduduk yang majmuk, dengan basis ideology yang beaneka ragam, agar berdiri kokoh dan mengetahui kearah mana tujuan yang hendak ingin di capai, sebagaimana yang di ungkapkan Burhanuddin salam bahwa pancasila&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;adalah pandangan hidup (falsafah hidup), menjadi tolak ukur dalam menghadapi segala persoalan yang berkaitan dengan berbangsa dan bernegara, karena dengan pandangan hidup yang jelas suatu bangsa akan memiliki pegangan dan pedoman bagaimana ia memecahkan masalah-masalah politik, ekonomi social , budaya &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=8469868469220855717&amp;amp;postID=1295345388025098519#_ftn11" name="_ftnref11" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-size:100%;"&gt;tanpa pandangan hidup yang jelas suatu bangsa akan mudah terombang-ambing oleh ancaman yang datang dari dalam &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;maupun dari luar, menurut Burhanudin salam bahwa pancasila juga mengandung filsafat relegius, menurutnya &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;ada dua sebab :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;ol  style="margin-top: 0in;font-family:arial;" start="1" type="a"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Pancasila sebagai dasar negara yang fundamental,      norma yang berlaku dalam tata kehidupan bangsa dan negara RI&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Sebagaiman ajaran filsafat, pancasila berpangkal atas      kepercayaan (percaya kepada tuhan Yang Maha Esa) dengan segala      konsekwensinya&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=8469868469220855717&amp;amp;postID=1295345388025098519#_ftn12" name="_ftnref12" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; text-indent: 0.25in; line-height: 150%;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Dalam buku nya Notonagroho, di sana di paparkan, di Universitas Gajah mada setelah diadakan penelitian, menurut rumus dari pengurus Senat Universitas di dalam menilai dasar sistem negara kita Indonesia ini, di katakan :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="margin-left: 0.75in; text-align: justify; text-indent: -0.75in; line-height: 150%;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;Petama :&lt;/b&gt;Apabila dinilai secara ilmiah merupakan suatu system yang analistis-&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;              &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;sintesis, yaitu rapi dalam perincian nya dan merupakan kesatuan yang utuh, merupakan suatu system yang harmonis, bulat , tanggal, dengan kata lain perkataan bernilai tinggi&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="margin-left: 0.75in; text-align: justify; text-indent: -0.75in; line-height: 150%;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;Kedua : &lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;Di tinjau dari sudut kebatinan, adalah suatu&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;buku kudus keajaiban pikir dan jiwa bangsa &lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt;, sehingga yang paling sesuai dan tepat bagi pribadi bangsa &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="margin-left: 45pt; text-align: justify; text-indent: -45pt; line-height: 150%;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;Ketiga&lt;/b&gt; : Di lihat dari sudut bersama antara negara-negara, memungkinkan negara &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; mempunyai hakekat, sifa&lt;/span&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-size:100%;"&gt;t&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; bentuk, dan susunan yang tersendiri, sehingga memberikan kedudukan tersendiri yang di luar pihak manapun juga&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=8469868469220855717&amp;amp;postID=1295345388025098519#_ftn13" name="_ftnref13" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; line-height: 150%;font-family:arial;"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Notonagroho mengomentari “ hasil penelitian demikian itu memungkinkan penelitian dan penilian yang objektif terhadap arah dan haluan perjalanan kehidupan negara kita, hasil penelitian yang demikian itu, lebih dari pada itu, dapat di pergunakan sebagai dasar atau pegangan objektif, yang tiada lain akan memperkuat segala sesuatunya dan bermanfaat&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=8469868469220855717&amp;amp;postID=1295345388025098519#_ftn14" name="_ftnref14" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-size:100%;"&gt; ,kita masih ingat bahwa dasar kita yang tertinggi ialah pembukaan undang-undang Dasar 1945, penjelmaan dari proklamasi kemerdekaan kita, disinilah terdapat ketentuan tentang tujuan negara kita, tujuan nasional dan tujuan internasional yaitu melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah indonesai dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=8469868469220855717&amp;amp;postID=1295345388025098519#_ftn15" name="_ftnref15" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; line-height: 150%;font-family:arial;"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Bedasarkan keterangan di atas, bahwa pancasila merupakan dasar negara yang dinamis, logis, dan humanis, tidak diskriminatif, nilai-nilai nya sesuai dengan semangat islam, seperti dalam sila pertama berdasarkan tuhan yang maha esa, yang mana arti esa itu sendiri adalah tunggal (ahad), sehingga dengan kehadiran pancasila dan undang-undang 1945 tidak bisa terlepas dari para pejuang islam, dan memang para pendiri bangsa ini (founding father) mayoritas beragama islam, pahlawan proklamator kita beragama islam, sebagaimana tercantum dalam pembukaan UUD 1945 , di sana di bunyikan dengan rahmat allah yang maha esa….&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; line-height: 150%;font-family:arial;"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Kita bangsa Indonesia dalam memahami pancasila sebagai dasar negara kita, sebagaimana telah di jelaskan sebelum nya , kita tidak bisa melepaskan dari semangat perjuangan pendiri bangsa kita, apa sebenarnya yang diinginkan para pendiri bangsa dengan memilih pancasila sebagai dasar negara, Indonesia yang mayoritas penduduk nya beragama islam, latar belakang yang berbeda, baik ethis maupun budaya, maka ketika ada seseorang atau kelompok tertentu dalam memahami dari segi yang lain, maka akan terlihat ketimpangan dan kejanggalan, ketempangan itu akan terus belanjut, sehingga selalu terjadi &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;beragam penafsiran dan bahkan penyimpangan terhadap nilai-nilai&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;pancasila itu sendiri, jangan sampai kita bangsa Indonesia sebagai bangsa yang besar kehilangan jati diri terhadap bangsa kita(&lt;i&gt;confused nation&lt;/i&gt;)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; line-height: 150%;font-family:arial;"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Kenyataan prakteknya di lapangan, jauh dari yang harapan para pendiri bangsa, yang seharus nya menjadi pemersatu, tetapi justru menjadi perdebadan yang tak berujung ,sebagaimana yang di ungkapkan oleh ketua mahkama konstitusi jimly Assidiqie “meski konstitusi kita menjamin akan perlakuan yang adil, yang sama, yang fair terhadap semua komunitas beragama,tetapi dalam praktek kehidupan nyata masih terdapat perlakuan yang bertentangan dengan itu “&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=8469868469220855717&amp;amp;postID=1295345388025098519#_ftn16" name="_ftnref16" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;hal itu karena pandangan yang berbeda terhadap pancasila, pancasila dalam pandangan umat beragama hakikatnya hanya sebatas dasar yang mengatur hubungan antara warga negara dalam ketatanegaraan, tidak akan mencampuri permasalahan intren agama, karena hal itu perlu, sebab tanpa ideologi yang merangkum pandangan berbagai ideologi, akan sulit untuk menjalankan pemerintahan, karena masing-masing akan berfikir subjektif , dalam praktek pengamalan agama tetap menjalan ajaran agamanya sesuai dengan tuntunan agamanya, karena nilai-nilai luhur yang berada pada batang tubuh pancasila yang sebenar nya di anjurkan oleh agama nya itu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; line-height: 150%;font-family:arial;"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Jimly Assididiqiedi dalam pidatonya menyamapikan,di &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;indonesia antara agama dan negara tidak ada masalah jika di bandingkan dengan pengalaman di banyak negara lain seperti di turki pemisahan antara agama dan negara tampak begitu jelas dan rigid, simbol keagamaan di jauhkan dari simbol kegamaan, istri perdana mentri yang memakai jilbab tidak boleh masuk istana, di negara kita tidak memisahkan antara agama dan negara seperti di turki, namun negara masih punya kepentingan untuk tumbuhnya komunitas-komunitas beragama secara tersendiri dalam rangka membangun kualitas kolektif&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=8469868469220855717&amp;amp;postID=1295345388025098519#_ftn17" name="_ftnref17" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;, di negara kita&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;toleransi beragama menjadi perhatian, untuk mencegah agar tidak timbulnya konflik antara agama&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; line-height: 150%;font-family:arial;"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Ketimpangan akan tetap terjadi dalam memahami pancasila sebagai dasar negara indonesia, karena bangsa Indonesia yang majmuk, keragaman cara pandang akan tetap muncul seputar itu, kenapa tidak ? kaca mata yang kita gunakan justru&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;berbeda, kita masih ingat perjuangan Muhammad natsir terhadap pancasila, dia sebagai ulama yang berasal Sumatera Barat yang paham dan mengerti tentang seluk beluk agama islam malah gencar memperjuangan pancasila sebagai pemersatu bangsa demi keutuhan NKRI (negara kesatuan repuplik Indonesia) , yang menjadi inti perjuangan nya adalah integrasi, persatuan dan kesatuan bangsa indonesia, dia memikirkan kemashlahatan yang lebih besar untuk tidak terjadi disintegrasi di indonesia,begitu juga perjuangan para nasionalis muslim lainnya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; line-height: 150%;font-family:arial;"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Sebenarnya sebagai bangsa yang berjiwa besar kita mesti selalu arif dalam menyikapi persoalan &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;negara&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dan &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;kehidupan berbangsa , apalagi persoalan yang menyangkut&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;konflik antar agama, bagaimana kita bisa meredam agar tidak menjadi suatu konflik yang merugikan berbagai pihak, sebagaimana kita ketahui bahwa perbedaan itu mutlak akan terjadi ,kita tidak bisa mengelakkannya karena ia merupakan &lt;i&gt;sunnatullah,&lt;/i&gt;oleh karena itu kita hanya bisa berusaha menimalisir konflik&lt;i&gt; &lt;/i&gt;dan sebab-sebab yang akan dapat menimbulkan konflik, agama dapat melaksanakan segala aktifitas keagamaan tanpa di kekang oleh pihak manapun,dan juga kita umat islam, kita di jamin oleh pemerintah sebagaimana tertuang dalam pasal 29 ayat 1 dan 2&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; line-height: 150%;font-family:arial;"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Tentunya kita masih ingat sejarah nya lahir piagam madinah atau konstitusi madinah, konstitusi yang di bentuk awal masa klasik islam (622M) merupakan aturan pokok tata kehidupan bersama di madinah yang di huni oleh bermacam kelompok dan golongan : yahudi, kristen, islam dan lainnya, konstitusi yang berisikan tentang tolerasi umat beragama, meskipun hidup berdampingan dengan orang yang berlainan agama namun tetap bisa hidup , rukun dan damai, konstitusi madinah merupakan konstitusi pertama di dunia yang memuat konstitusi modren dan telah mendahului konstitusi-konstitusi lainya di dalam meletakkan dasar pengakuan terhadap hak asasi manusia&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=8469868469220855717&amp;amp;postID=1295345388025098519#_ftn18" name="_ftnref18" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; line-height: 150%;font-family:arial;"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Pancasila adalah capaian demokrasi paling penting yang di hasilkan oleh pendiri bangsa (founding father) Indonesia, pancasila tidak lain merupakan sebuah konsensus nasional bangsa Indonesia&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;yang majmuk, pancasila merupakan bingkai kemajumakan bangsa&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Indonesia seperti piagam madinah bagi masyarakat muslim di masa nabi Muhammad atau magna charta bagi masyarakat barat, pancasila lahir sebagai sumbu&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;bertemunya beragam pandangan, dalam konteks ini pancasila merupakan symbol persatuan dan kesatuan Indonesia dimana pertemuan nila-nilai (shared values) dan pandangan ideology (shared ideas) terpaut dalam sebuah titik pertemuan yang menjadi landasan bersama (common platform) dalam kehidupan sebagai sebuah bangsa&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=8469868469220855717&amp;amp;postID=1295345388025098519#_ftn19" name="_ftnref19" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;[19]&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-size:100%;"&gt;, sebagai bangsa yang berjiwa besar mampu menjadikan pancasila sebagai kacamata analisa berbagai persolan yang muncul dalam kehidupan berbangsa dan bernegara&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; line-height: 150%;font-family:arial;"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Sebagai karya luhur anak bangsa, pancasila selayaknya di tempatkan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;secara terhormat dalam khazanah kehidupan berbangsa dan bernegara bangs indonesia, posisinya sebagai panduan nilai dan pedoman bersama (common plafrom) untuk mewujudkan tujuan atau kesejahteraan bersama bangsa indonesia, pancasila tidak bisa di gantikan oleh pandangan-pandangan sektarian manapun, yang berpotensi mengancam keutuhan indonesia sebagai sebuah bangsa dan negara kesatuan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; line-height: 150%;font-family:arial;"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; line-height: 150%;font-family:arial;"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; line-height: 150%;font-family:arial;"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div  style="font-family:arial;"&gt;&lt;div style="" id="ftn19"&gt;&lt;p class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8469868469220855717-1295345388025098519?l=alfiasyura.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alfiasyura.blogspot.com/feeds/1295345388025098519/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8469868469220855717&amp;postID=1295345388025098519' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8469868469220855717/posts/default/1295345388025098519'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8469868469220855717/posts/default/1295345388025098519'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alfiasyura.blogspot.com/2008/11/pancasila-sebagai-panduan-nilai-dan-p.html' title=''/><author><name>alfi asyura</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18336605571151931161</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp2.blogger.com/_7LOLboa5MEk/SBQjR_yZ52I/AAAAAAAAABg/4I2Tf9Jzavo/S220/Foto1592-002.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8469868469220855717.post-1142519056670313078</id><published>2008-11-30T02:53:00.000-08:00</published><updated>2008-12-04T04:24:59.451-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;p  style="line-height: 115%; text-align: center;font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;Refleksi Sejarah Mahasiswa&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 10pt; text-align: justify; line-height: 115%;font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Organisasi mahasiswa adalah wadah khusus bagi para mahasiswa sebagai tempat proses pembelajaran  dan  pendid&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;i&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_7LOLboa5MEk/STJxJKn7vuI/AAAAAAAAAQk/ybiL1XRZwUI/s1600-h/images.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 118px; height: 94px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_7LOLboa5MEk/STJxJKn7vuI/AAAAAAAAAQk/ybiL1XRZwUI/s200/images.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5274402515888881378" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;kan yang diperoleh melalui program kegiatan yang digelar baik secara formal maupun non formal. Organisasi formal mahasiswa  sejak dulu hingga hari ini telah membagi perannya&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; berdasarkan konsep trias-politica  dalam membentuk pemerintahan mahasiswa. Struktur organisasi mahasiswa terbagi berdasarkan peran dan fungsinya masing-masing, legislatif-yudikatif (DPM/MPM Universitas dan Fakultas, Musma-Mubes-Sidang Istimewa) dan eksekutif (BEM Universitas, BEM Fakultas, dan Himpunan Mahasiswa). Sedangkan UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa) lebih berperan sebagai apresiasi dan kegiatan minat bakat mahasiswa termasuk dalam struktur BEM, atau hanya sebatas koordinasi saja.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 10pt; text-align: justify; line-height: 115%;font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Mungkin yang belum ada hingga saat ini adalah otonomi khusus terlepas dari  struktur dominan, hanya  sebatas pada wilayah kesetaraan &lt;em&gt;&lt;b&gt;koordinasi,  konsultasi, serta transparansi-akuntabilitas &lt;/b&gt;&lt;/em&gt; dengan  pihak rektorat dan dekanat. Dengan demikian seorang Presiden Mahasiswa sejajar dengan Rektor bertanggung-jawab pada wilayahnya masing-masing.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 10pt; text-align: justify; line-height: 115%;font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Reformasi 1998, 9 (sembilan) tahun lalu peran mahasiswa sangatlah besar sebagai kaum revolusioner-pelopor pendobrak rezim  kemapanan (status quo) orde baru, tetapi lupa membangun dan memberikan conten (isi) jawaban masalah bangsa ini selanjutnya dan mengambil alih kepemimpinan (setidaknya orang muda yang diperhitungkan  ditingkat nasional).   &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 10pt; text-align: justify; line-height: 115%;font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Para&lt;/st1:place&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; aktivis dimasa lalu  banyak berkiprah dimasa awal reformasi, mereka  terjun diberbagai bidang dan profesi  diluar kampus, tetapi lupa melakukan regenerasi, kaderisasi, serta membangun  sistem yang lebih demokratis dan bertanggung-jawab. Bahkan tidak ingat lagi, bagaimana dahulu para mahasiswa dikerdilkan melalui depolitisasi kampus sejak tahun 74-78, melalui sistem yang sangat menindas di masa orde baru dan mengalami banyak pembiasan hingga hari ini.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 10pt; text-align: justify; line-height: 115%;font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Dimasa orde lama organisasi mahasiswa ekstra kampus (HMI-GMNI-PMKRI-PMII, dsb) sangat ditakuti Soekarno.Ketika Soekarno jatuh oleh salah satu kekuatan mahasiswa tersebut dan berebut pengaruh diwilayah elit rejim baru,  maka terjadilah pergeseran posisi yaitu; aspirasi politik mahasiswa berpindah pada organisasi intra kampus,  yang relatif lebih independen dari politik aliran ideology dan vested interest dengan partai politik tertentu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 10pt; text-align: justify; line-height: 115%;font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Sementara itu realitas social yang terjadi diluar kampus, politik sebagai panglima telah digantikan dengan rejim yang menghendaki stabilitas   ekonomi, politik, bahkan social – budaya masyarakat, sehingga mengalami penetrasi sangat keras mengikuti  kehendak sentralisasi rejim Soeharto, ABRI, Golkar, dan Birokrasi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 10pt; text-align: justify; line-height: 115%;font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Kekayaan sumber daya alam kita yang kaya dengan bahan tambang bernilai adalah sebagai jaminannya untuk mendapatkan hutang bantuan luar negeri (sekitar  1500 trilyun, data 1999), dan membelah system ekonomi Pancasila dengan kapitalisme serta modernism, juga segelintir elit seputar Istana Cendana  yang menguasai akses ekonomi tersebut. Dimulailah babak baru rejim yang sangat berkuasa penuh, dengan kroni  tanpa kompetisi sehat,  menguasai semua lini kehidupan masyarakat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 10pt; text-align: justify; line-height: 115%;font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Mahasiswa bergerak dan menangis sebagai martir, jatuh pada kekuatan intervensi militer dan akhirnya Dewan Mahasiswa dibubarkan. Era 70-an  adalah masa pergolakan pemikiran  dan pertempuran terakhir masa itu, bahkan  orang yang tersisa sebagai demonstran dan pemikir intelektual, Soe Hok Gie dan Ahmad Wahib sebelum meninggal dunia.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="line-height: 115%;font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Peristiwa Malari (Malapetaka 15 Januari) akhirnya telah membuat Soeharto berang dan cemas terhadap kekuatan mahasiswa, sehingga melalui tangan besi militer dan menteri pendidikan membungkam suara mahasiswa melalui; &lt;strong&gt;&lt;i&gt;Surat Keputusan Depolitisasi  kampus SK. No. 028/1978,  Tentang Hapuskan Hak-Hak Politik Mahasiswa, Keputusan Kopkamtib No. Skep.02/Kopkam/ 1978,  Tentang Pembekuan Dewan Mahasiswa, Pemberlakuan NKK-BKK No. 0156/u/ 1978, SK. NKK (Normalisasi Kehidupan Kampus)-BKK (Badan Koordinasi Kampus) No. 0457/m/1990, SMPT (Senat Mahasiswa Perguruan Tinggi) bertanggung-jawab pada rektor&lt;/i&gt;&lt;/strong&gt;&lt;em&gt;.&lt;/em&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;span style=";font-family:Calibri;font-size:100%;"  &gt;Sejak itu pewarisan budaya organisasi yang sehat dan independen (bukan hanya masalah politik) telah diputuskan hingga saat ini. Maka pupuslah sudah  mahasiswa dengan jargon mithosnya sebagai jagoan &lt;em&gt;&lt;b&gt;agent of change (agen perubahan), moral-force (kekuatan moral), social-control (penjaga masyarakat&lt;/b&gt;&lt;/em&gt;), digantikan budaya baru  yang sangat parah, bahkan menjadi penjilat kekuasaan, tukang lobi dan kolusi, sekalipun berjuang untuk mendapatkan haknya sendiri. Mahasiswa diam dan membeo terhadap rejim berkuasa Soeharto. Kondisi ini berlangsung cukup lama hampir 10 tahun lebih, terjadi  diwilayah institusi pendidikan. Ketidak-berdayaan dan ketakutan sangat mencekam masa itu dengan operasi kekuatan militer yang mampu memporak-porandakan kampus. Pengendalian yang sangat ekstra ketat untuk kegiatan mahasiswa diluar saja, harus wajib lapor pada dinas sospol&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8469868469220855717-1142519056670313078?l=alfiasyura.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alfiasyura.blogspot.com/feeds/1142519056670313078/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8469868469220855717&amp;postID=1142519056670313078' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8469868469220855717/posts/default/1142519056670313078'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8469868469220855717/posts/default/1142519056670313078'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alfiasyura.blogspot.com/2008/11/refleksi-sejarah-mahasiswa-organisasi.html' title=''/><author><name>alfi asyura</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18336605571151931161</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp2.blogger.com/_7LOLboa5MEk/SBQjR_yZ52I/AAAAAAAAABg/4I2Tf9Jzavo/S220/Foto1592-002.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_7LOLboa5MEk/STJxJKn7vuI/AAAAAAAAAQk/ybiL1XRZwUI/s72-c/images.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8469868469220855717.post-6393045431640948449</id><published>2008-11-30T02:45:00.000-08:00</published><updated>2008-12-04T05:09:10.103-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;p style="line-height: 115%; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:Calibri;"&gt;Tenda Darurat Organisasi Non Formal dan Pers Mahasiswa&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Calibri;font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 10pt; text-align: justify; line-height: 115%;"&gt;&lt;span style="font-family:Calibri;font-size:100%;"&gt;Organisa&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_7LOLboa5MEk/STJv6gj6t0I/AAAAAAAAAQc/WVcGuPGRub8/s1600-h/images.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 112px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_7LOLboa5MEk/STJv6gj6t0I/AAAAAAAAAQc/WVcGuPGRub8/s200/images.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5274401164567951170" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Calibri;font-size:100%;"&gt;si non formal lahir ketika diawali dari kesadaran kritis terjalin sangat intens dikalangan para aktivis mahasiswa. Bagi yang tidak puas dengan lembaga formal para aktivis gerakan mahasiswa itu mendirikan organisasi non formal dan bekerjasama dengan organisasi pers mahasiswa. Seringkali mereka melakukan diskusi dan aksi melalui pertemuan formal &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Calibri;font-size:100%;"&gt;dan non formal dimimbar bebas, dan tempat-tempat lain pada masa itu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 10pt; text-align: justify; line-height: 115%;"&gt;&lt;span style="font-family:Calibri;font-size:100%;"&gt;Sejarah berulang tahun kembali, organisasi intra kampus tidak lagi diminati mahasiswa mahzab progresif. Kalaupun duduk dalam kepengurusan hanya dalam rangka siasat memanfaatkan fasilitas  untuk perjuangan. Begitupula organisasi kader yang selama itu tenggelam, seperti HMI-GMNI-PMKRI-GMKI,dsb. berjalan sebagai proses pembelajaran yang efektif, dan berperan lebih banyak diwilayah penempaan cultural Intelektual, serta  melakukan aksi moral-ideologis sangat besar seperti pada tahun 1993 misalnya, hapuskan SDSB (Sumbangan Dana Sosial Berhadiah) bersama organisasi lainnya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 10pt; text-align: justify; line-height: 115%;"&gt;&lt;span style="font-family:Calibri;font-size:100%;"&gt;Kegelisahan sebagai orang muda akhirnya tidak dapat dibendung lagi,  jatuhlah rejim Soeharto pada tahun 1998 meninggalkan jejak luka dan masalah yang sangat berat dan akut. Warisan hutang, korupsi, pelanggaran HAM, dosa partai politik dan militer,  kebijakan politik, dan ekonomi sebelumnya, disintegrasi bangsa diberbagai daerah, seperti bom waktu yang akhirnya siap meledak.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8469868469220855717-6393045431640948449?l=alfiasyura.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alfiasyura.blogspot.com/feeds/6393045431640948449/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8469868469220855717&amp;postID=6393045431640948449' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8469868469220855717/posts/default/6393045431640948449'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8469868469220855717/posts/default/6393045431640948449'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alfiasyura.blogspot.com/2008/11/tenda-darurat-organisasi-non-formal-dan.html' title=''/><author><name>alfi asyura</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18336605571151931161</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp2.blogger.com/_7LOLboa5MEk/SBQjR_yZ52I/AAAAAAAAABg/4I2Tf9Jzavo/S220/Foto1592-002.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_7LOLboa5MEk/STJv6gj6t0I/AAAAAAAAAQc/WVcGuPGRub8/s72-c/images.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8469868469220855717.post-1893346220097337592</id><published>2008-11-30T02:42:00.000-08:00</published><updated>2008-12-04T05:17:05.300-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 10pt; text-align: justify; line-height: 115%;"&gt;&lt;span style="font-family:Calibri;font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 10pt; text-align: center; line-height: 115%;"&gt;&lt;span style="font-family:Calibri;font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Reposisi Mahasiswa dan "tukak" Reformasi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 10pt; text-align: justify; line-height: 115%;"&gt;&lt;span style="font-family:Calibri;font-size:100%;"&gt;Apaka&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_7LOLboa5MEk/STJunDRRhlI/AAAAAAAAAQU/cimvQ26rsjU/s1600-h/copy-of-100_6573.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 94px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_7LOLboa5MEk/STJunDRRhlI/AAAAAAAAAQU/cimvQ26rsjU/s200/copy-of-100_6573.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5274399730775983698" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Calibri;font-size:100%;"&gt;h yang akan terjadi jika reformasi sebagian besar diisi oleh orang-orang orde baru? Maka hasilnya adalah agenda reformasi jalan di tempat dan berjalan tersendat-sendat. Terbukti kemudian perubahan paradigma hanyalah&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Calibri;font-size:100%;"&gt; janjji kosong belaka, belum begitu banyak  perubahan signifikan yang berarti untuk rakyat. Banyak sebab yang sangat kompleks dan latar belakang hal ini terjadi. Selain itu juga disebabkan oleh gerakan radikal yang kehi&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Calibri;font-size:100%;"&gt;langan  pengaruh.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 10pt; text-align: justify; line-height: 115%;"&gt;&lt;span style="font-family:Calibri;font-size:100%;"&gt;Pergeseran eskalasi masalah jelas terjadi, dahulu musuh bersama dibangun untuk meruntuhkan kekuatan rejim Soeharto, kini kita menghadapi diri kita dan kawan sendiri.  Dahulu kita sibuk dengan masalah yang berada diting&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Calibri;font-size:100%;"&gt;kat pusat, kini kita juga sibuk berat dengan masalah yang kemudian merembes ditingkat daerah. Bukan main !!!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 10pt; text-align: justify; line-height: 115%;"&gt;&lt;span style="font-family:Calibri;font-size:100%;"&gt;Dampak demokrasi liberal, masalah korupsi dan penegakan hukum, sector ekonomi yang tidak lagi berpihak pada rakyat, kebijakan anggaran publik dan birokrasi, dsb., jika diurai satu persatu amat sangat panjang dan membutuhkan analisa serta penjelasan sangat detail, begitu pula solusi cerdas yang dapat menjadi obat mujarab bagi rakyat. Itupun masih harus dikaji dan seringkali terjadi perdebatan yang melelahkan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 10pt; text-align: justify; line-height: 115%;"&gt;&lt;span style="font-family:Calibri;font-size:100%;"&gt;Menghidupkan kembali elan spirit organisasi mahasiswa dimasa lalu seperti  Dewan Mahasiswa  artinya, melakukan percepatan pendewasaan dan kemandirian, juga tujuan organisasi. Bukan berarti hanya sekedar memanfaatkannya sebagai alat untuk mengumpulkan &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;massa&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; (matchforming) belaka, tetapi  manifestasi sebagai  insan intelektual  dan akademis yang bertanggung jawab dan cerdas.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="line-height: 115%;"&gt;&lt;span style="font-family:Calibri;font-size:100%;"&gt;5 (&lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;lima&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;)  hal yang harus diambil  dan dipetik dari Pemerintahan Mahasiswa (Student Government) tersebut adalah; &lt;em&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family:Calibri;"&gt;1. pemilu raya mahasiswa, 2. independensi organisasi mahasiswa, 3. pemerintahan mahasiswa yang baik dan bersih  (good and clean student  government), 4. otoritas dana kemahasiswaan, 5. keterbukaan dan bertanggung jawab (transparancy and acuntability).  &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/em&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 10pt; text-align: justify; line-height: 115%;"&gt;&lt;span style="font-family:Calibri;font-size:100%;"&gt;Inilah substansi dari adanya Pemerintahan Mahasiswa, tentu setiap langkah membutuhkan adanya solusi yang sama,  saling menguntungkan, juga menghilangkan perbedaan, dan kecurigaan diantara para aktivis. Seperti misalnya ketika dimasa lalu dibeberapa kampus, bagaimana UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa)  dan SMPT/ SEMA bersiteru sangat keras mendapatkan proporsi jatah dana kemahasiswaan,  dan secara struktur hanya sebatas garis koordinasi saja (akibat NKK-BKK, mungkin pragmatisme, kecurigaan,otonomi, profesionalitas, dsb).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 10pt; text-align: justify; line-height: 115%;"&gt;&lt;span style="font-family:Calibri;font-size:100%;"&gt;Hal ini juga disebabkan tidak transparannya dana kemahasiswaan yang dikelola oleh pihak rektorat- dekanat dan system  yang dibangun tersebut diatas, akhirnya berujung merugikan kedua lembaga mahasiswa tersebut. Karena tarik menarik kepentingan ego sektarian, berakibat tidak pernah bersatunya para mahasiswa dan organisasi mahasiswa intra kampus yang sehat. Jadi sangat wajar,  jika &lt;em&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family:Calibri;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/em&gt;di UI dan UPI peran dan fungsi PR 3 dan PD 3 seperti dimasa lalu sudah dihapuskan (dibubarkan).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 10pt; text-align: justify; line-height: 115%;"&gt;&lt;span style="font-family:Calibri;font-size:100%;"&gt;Dana turun semuanya (block grand)  lebih tepat sebagai upaya  memberdayakan dan belajar bertanggung-jawab dengan alokasi dana yang telah ada.  Maka, sudah saatnya dana kemahasiswaan dikelola oleh mahasiswa dipertanggung-jawabkan kepada mahasiswa, dan diawasi secara bersama pada  periode kepengurusan berakhir. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 10pt; text-align: justify; line-height: 115%;"&gt;&lt;span style="font-family:Calibri;font-size:100%;"&gt;Jalinan organisasi yang dibangun secara structural hendaknya dipahami sebagai bagian tubuh yang utuh tidak berjalan sendiri-sendiri, apalagi didasari kepentingan tertentu. BEM Universitas, Fakultas, Himpunan misalnya, garis  komando mestilah jelas dan jangan melanggar kesepakatan yang telah disepakati bersama, serta harus mampu menghilangkan vested interest  perbedaan kepentingan ideology  masing-masing aktivis diluar organisasi intra kampus. &lt;em&gt;&lt;span style="font-family:Calibri;"&gt;Jernih, logis, dan ilmiah &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;dalam koridor yang dapat dipertanggung-jawabkan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 10pt; text-align: justify; line-height: 115%;"&gt;&lt;span style="font-family:Calibri;font-size:100%;"&gt;Masalah konflik lainnya diluar AD/ART, hendaknya diselesaikan pula menggunakan cara penyelesaian&lt;em&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family:Calibri;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:Calibri;"&gt;rekonsiliasi (musyawarah), negosiasi,  mediasi, arbitrase, dan pengadilan,&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; jika dibutuhkan untuk mencegah dampak  lainnya. Dapat meminta bantuan lembaga yang setara seperti rektorat, jika diminta.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 10pt; text-align: justify; line-height: 115%;"&gt;&lt;span style="font-family:Calibri;font-size:100%;"&gt;Program kegiatan mahasiswa harus lebih berakar pada kebutuhan serta misi-visi sesuai dengan tujuan organisasinya, serta tidak mengambil  kegiatan yang sama. DPM (Dewan Perwakilan Mahasiswa) Fakultas misalnya,  harus mampu menjadi jembatan aspirasi dan jaringan (network) antar kelas dikalangan mahasiswa serta lembaga legislative yang mengawasi, juga meminta laporan pertanggung jawaban BEM, begitupula DPM universitas. Himpunan mahasiswa sesuai dengan bidang keilmuannya diberdayakan dengan atmosphere akademis yang kondusif, sementara  BEM Fakultas menyoal kebijakan strategis dan politis, yang mestilah mumpuni mengambil keputusan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 10pt; text-align: justify; line-height: 115%;"&gt;&lt;span style="font-family:Calibri;font-size:100%;"&gt;Begitupula seorang Presiden Mahasiswa BEM dengan para menterinya ditingkat pusat mampu menjadi jembatan lintas aspirasi antar fakultas dan mencermati kondisi real yang terjadi didalam, serta eksternal kampus, juga mengambil kebijakan yang tepat dan telah diperhitungkan secara matang.  &lt;em&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family:Calibri;"&gt;Saya sangat berharap sekali sejak dulu seorang Presma memiliki wibawa yang sama dengan seorang Rektor. &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/em&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 10pt; text-align: justify; line-height: 115%;"&gt;&lt;span style="font-family:Calibri;font-size:100%;"&gt;DPM dan MPM (Majelis Perwakilan Mahasiswa) sebagai lembaga legislatif ditangan andalah aspirasi mahasiswa, mengawasi, dan menerima laporan  pertanggung jawaban BEM dibuktikan melalui Musma, Mubes, bahkan Sidang Istimewa. Untuk UKM sebagai organisasi minat dan bakat mahasiswa, teruslah berkarya dengan segala upaya dan kemampuan, serta kreativitas yang dimiliki.  &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 10pt; text-align: justify; line-height: 115%;"&gt;&lt;span style="font-family:Calibri;font-size:100%;"&gt;Forum Komunikasi UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa) yang umumnya dibangun sejajar dengan  BEM hendaknya  mampu menjadi forum yang dapat membantu akses lancarnya kebutuhan kegiatan mahasiswa, dan hendaknya juga tidak begitu alergi dengan realitas sosial dan politik yang terjadi, harus saling sinergis ! Jika seperti Dewan Mahasiswa dimasa lalu, mungkin sudah dibawah garis komando seorang Presma. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 10pt; text-align: justify; line-height: 115%;"&gt;&lt;span style="font-family:Calibri;font-size:100%;"&gt;Di Untirta sendiri adanya struktur baru seperti KBM (Keluarga Besar Mahasiswa) selama ini cukup bagus sebagai wadah keluarga besar yang mencoba menjadi perekat ikatan emosional para aktivis dan permasalahan yang ada diseputar kampus, bahkan menjadi penyelenggara kegiatan besar seperti PSA-OPSPEK kampus dan kegiatan lainnya. Tetapi  suatu saat dimasa datang akan menyulitkan peran BEM/DPM/MPM Universitas jika bertabrakan, jadi  mesti diatur  dengan  mekanisme peraturan yang jelas.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 10pt; text-align: justify; line-height: 115%;"&gt;&lt;span style="font-family:Calibri;font-size:100%;"&gt;Demikian sedikit yang saya pahami mengenai organisasi intra kampus, juga tanpa mengurangi peran dari komunitas lain yang berperan cukup besar bagi dunia kampus kita. Sebagai penutup kurang lebihnya mohon maaf, bila ada yang kurang berkenan. Wassalam. &lt;em&gt;&lt;span style="font-family:Calibri;"&gt;Hidup Mahasiswa! Salam Revolusi ! &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="line-height: 115%;"&gt;&lt;span style="font-family:Calibri;font-size:100%;"&gt;       &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 115%;"&gt;&lt;span style="font-family:Calibri;font-size:100%;"&gt;Dari kutipan Lagu &lt;i&gt;Totalitas Perjuangan&lt;/i&gt; di atas seolah ingin memberi tahu kita bahwasanya sejarah berbagai negara biasanya berbesar hati telah mengabadikan peran-peran signifikan gerakan mahasiswa dalam berbagai momentum besar negara tersebut. Namun faktanya, tak sedikit sejarah yang menjadikannya tak mampu menangkap gelora semangat, gelombang antusiasme dan aura idealisme yang menyertai pergerakannya yang monumental. Sungguh merupakan suatu niatan yang mulia dan sudah menjadi tugas mahasiswa sebagai &lt;strong&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family:Calibri;"&gt;agent of change&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/strong&gt; di negeri yang sedang belajar berdemokrasi ini. Sejarah telah membuktikan bahwa gerakan mahasiswa merupakan kekuatan politik yang cukup diperhitungkan di negeri ini. Bukan apa, mahasiswa dengan kekuatan moralnya telah terbukti menjadi kekuatan berpengaruh sejak zaman pra kemerdekaan, revolusi, hingga reformasi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 115%;"&gt;&lt;span style="font-family:Calibri;font-size:100%;"&gt;Kini gejala menarik seputar pergerakan mahasiswa yang terekspos media &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;massa&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; belakangan ini adalah fragmentasi gerakan mahasiswa. Mahasiswa yang selama ini sebagai agen perubahan sosial yang independen dan nonpartisan, menjadi terpecah bahkan lumpuh gerakannya, karena terjerembab pada sikap keberpihakan dan tergiur tawaran-tawaran manis politik praktis,". Jika itu terjadi, gerakan mahasiswa berubah dari oposisi menjadi jalinan hubungan kerjasama, dari independen menjadi &lt;i&gt;patronase&lt;/i&gt;. Selain itu, dari kritis menjadi &lt;i&gt;apologis&lt;/i&gt;, dari idealis menjadi pragmatis dan dari integral menjadi terpecah. Kini mahasiswa cenderung terjebak berpikir pragmatis parsial dan tidak komprehensif. Sehingga yang terjadi, sebagian ikut meramaikan aksi mendukung atau menolak kandidat tertentu, ada yang bersikap moderat dan netral, dan ada yang bersikap ekstrem menolak pemilu dengan alasan-alasan tertentu pula. Sekalipun tampak terpecah, sesungguhnya terdapat persamaan pandangan mengenai kondisi bangsa dalam perspektif kekinian maupun masa depan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 115%;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;span style="font-family:Calibri;"&gt;Para&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Calibri;font-size:100%;"&gt; aktivis mahasiswa satu suara dalam menuntut perubahan kehidupan bangsa pada kondisi yang lebih baik. Hal ini memang sudah sewajarnya karena senyatanya perubahan inilah yang menjadi tujuan reformasi dan demokratisasi. Bagi mahasiswa dengan segudang idealismenya, mencapai sebuah kemajuan tidak mengenal kata akhir. Untuk itu, sikap kritis dan ketidakpuasan terhadap sistem yang ada harus selalu melekat pada diri mahasiswa. Dengan sikap tersebut sama artinya mahasiswa telah menempatkan diri sebagai oposisi nonstruktural yang bisa mendatangkan manfaat bagi keberlangsungan kehidupan berbangsa dan bernegara. Dan jika sikap oposisi ini dilakukan secara bersama-sama, pasti bisa mendatangkan kekuatan berlipat ganda untuk mempercepat perbaikan bangsa. Itulah idealnya…&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 115%;"&gt;&lt;span style="font-family:Calibri;font-size:100%;"&gt;Sayangnya, dari sekian juta mahasiswa di &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;, tidak banyak yang bergerak ideal, hanya sedikit. Kesan mahasiswa sebagai kekuatan solid dan inklusif, lambat laun mengalami metamorpose seiring dengan perkembangan jaman dan terancam berubah elitis dan kurang mengakar pada masyarakatnya.&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:Calibri;font-size:100%;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Calibri;font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 115%;"&gt;&lt;span style="font-family:Calibri;font-size:100%;"&gt;Intelektual harus mampu memandang sesuatu secara luas dengan melihat interelasi berbagai persoalan dalam merumuskan konsep dan aksi penyelesaian. Kemampuan seperti ini oleh sebagian pengamat yang notabene mantan aktivis, dinilai semakin berkurang. Sikap ini melahirkan sikap-sikap turunan seperti, merasa benar sendiri, kebiasaan mengeneralisasi sesuatu dengan mudah, bahkan ada yang secara naif memersepsikan aktivis hanya dengan mengetahui cara demonstrasi, berintrik, berkolaborasi, dan berkonspirasi. Sikap-sikap seperti ini tidak akan menghadirkan nilai positif bagi pergerakan mahasiswa ke depan, bahkan bisa merendahkan level kultur politik yang dimilikinya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 115%;"&gt;&lt;span style="font-family:Calibri;font-size:100%;"&gt;Gelar intelektual sejati sudah di ujung tanduk, kecuali mahasiswa melakukan perubahan. &lt;st1:place st="on"&gt;Para&lt;/st1:place&gt; aktivis yang memiliki level kultur politik lebih tinggi, mau tidak mau harus menjelmakan diri menjadi golongan &lt;i&gt;creative minority&lt;/i&gt; (karena jumlahnya memang tidak banyak) dan melakukan pencerahan terus-menerus. Mereka harus mampu berkomunikasi dengan masyarakatnya agar terbimbing dan tidak jatuh ke dalam kebutaan politik yang lebih parah. Mereka harus bicara dan hadir di setiap kesempatan untuk memperbaiki situasi. Jika hal ini terjadi, pergerakan mahasiswa akan kembali bersemi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 115%;"&gt;&lt;span style="font-family:Calibri;font-size:100%;"&gt;Tugas inti kita sekarang, bagaimana mengoptimalkan keseluruhan peran dan fungsi kita sebagai mahasiswa. Fungsi yang dimaksud adalah fungsi intelektual akademisi, fungsi cadangan masa depan (&lt;i&gt;iron stock&lt;/i&gt;), fungsi agen perubah (&lt;i&gt;agent of change&lt;/i&gt;), dll. Kata kuncinya adalah menjadi pembelajar sejati, sehingga mahasiswa mampu memiliki kedewasaan yang jauh meninggalkan umurnya dan pandangan-pandangan yang jauh meninggalkan zamannya. Agar kita senantiasa siap memenuhi panggilan kehidupan untuk menoreh sejarah kepahlawanan sebagai pemimpin sejati!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8469868469220855717-1893346220097337592?l=alfiasyura.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alfiasyura.blogspot.com/feeds/1893346220097337592/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8469868469220855717&amp;postID=1893346220097337592' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8469868469220855717/posts/default/1893346220097337592'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8469868469220855717/posts/default/1893346220097337592'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alfiasyura.blogspot.com/2008/11/reposisi-mahasiswa-dan-tukak-reformasi.html' title=''/><author><name>alfi asyura</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18336605571151931161</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp2.blogger.com/_7LOLboa5MEk/SBQjR_yZ52I/AAAAAAAAABg/4I2Tf9Jzavo/S220/Foto1592-002.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_7LOLboa5MEk/STJunDRRhlI/AAAAAAAAAQU/cimvQ26rsjU/s72-c/copy-of-100_6573.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8469868469220855717.post-6494327575232985086</id><published>2008-11-30T02:38:00.000-08:00</published><updated>2008-11-30T02:41:26.245-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 115%; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-family: Calibri;" lang="AF"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 115%; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-family: Calibri;" lang="AF"&gt;&lt;br /&gt;Mahasiswa Kontemporer&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 115%;"&gt;&lt;span style="font-family: Calibri;" lang="AF"&gt;Dalam kehidupan bangsa Indonesia, pergerakan mahasiswa telah menjadi sebuah kekuatan dalam menyonsong perubahan. Hal ini dapat kita lihat bila kita mengingat pergerakan mahasiswa pada tahun 1965-1966 ketika berhasil menuntut pembubaran PKI yang akhirnya membuat pemerintahan Soekarno jatuh dan selanjutnya digantikan oleh pemerintahan Soeharto. Pada awalnya Soeharto mengijinkan adanya gerakan dari mahasiswa namun sejak peristiwa malari, Soeharto mengeluarkan perturan yang melarang gerakan mahasiswa keluar dari kampus. Mulai saat itu setiap kebijakan Soeharto menjadi sulit untuk diawasi oleh mahasiswa bahkan Soeharto cenderung menggunakan pendekatan yang bersifat &lt;em&gt;&lt;span style="font-family: Calibri;"&gt;koersif&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; seperti yang dilakukan oleh Soeharto lewat kekuatan militer. Contohnya adalah ketika ABRI melakukan pemukulan terhadap mahasiswi UI ketika Jendral A.H Nasution berpidato di kampus UI salemba pada tahun 1980. Pemerintahan orde baru yang otoriter terus terjadi hingga akhirnya pada tahun 1998, pemerintahan Soeharto dengan orde baru-nya berhasil digulingkan oleh mahasiswa setelah terjadi kerusuhan masal dan terjangan badai krisis ekonomi. Amien Rais berpendapat “mahasiswa sudah sampai ambang batas kesabaran melihat terlalu senjangnya apa yang didengar dengan yang dilihat. Mereka mendengar slogan-slogan bagus dai petinggi di negeri ini tentang pemerintahan yang bersih dan berwibawa, kepedulian terhadap rakyat. Namun, kenyataannya, bertentangan dengan apa yang terjadi. Mereka melihat pamer kemewahan dari para petinggi. Ini bertentangan dengan harapan-harapan mereka. Karena itu harus dilakukan rekonstruksi mental supaya kemunafikan itu bisa dikikis.&lt;a name="_ftnref1"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://shallow-knife.blog.friendster.com/2008/03/mengkaji-ulang-pergerakan-mahasiswa-kontemporer/#_ftn1"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-family: Calibri; color: windowtext;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Calibri;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 115%;"&gt;&lt;span style="font-family: Calibri;" lang="AF"&gt;Sejarah telah membuktikan bahwa pergerakan mahasiswa berhasil membawa kehidupan yang lebih baik termasuk saat merubah orde lama ke orde baru dan saat membawa orde baru ke zaman reformasi. Namun hal ini yang menjadi ironi ketika para mahasiswa angkatan 1966 dan 1998 harus gugur dalam unjuk rasa dalam melakukan perjuangan untuk membawa bangsa Indonesia yang lebih baik tetapi di satu sisi lain pergerakan mahasiswa setelah berhasil menggulingkan Soeharto, secara kualitas dan kuantitas mengalami penurunan. Pergerakan mahasiswa saat ini seperti hanya menjalankan sebuah rutinitas dan terperangkap dalam romantisme pergerakan masa lalu. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Calibri;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 115%;"&gt;&lt;span style="font-family: Calibri;" lang="AF"&gt;Pengertian mengenai pergerakan mahasiswa hanya sebagai rutinitas adalah pergerakan mahasiswa saat ini seperti ingin mencoba mengikuti pergerakan mahasiswa sebelumnya tanpa memiliki ruh yang jelas dalam visi, misi, maupun platform gerakan. Pergerakan mahasiswa saat ini hanya seperti pergerakan yang didorong atas dorongan ingin melanjutkan rutinitas dari pergerakan mahasiswa masa lalu. Hal tersebut berdampak pada mandulnya pergerakan mahasiswa dalam melakukan berbagai advokasi peningkatan kesejahteraan rakyat. Pergerakan mahasiswa terperangkat pada jargon mahasiswa sebagai penghubung antara pemerintah dan masyarakat, tanpa mengetahui kondisi &lt;em&gt;&lt;span style="font-family: Calibri;"&gt;real&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; dari masyarakat dan pemerintah itu sendiri. Hal tersebut menjadi ironi karena kita menjadi penghubung diantara dua “benda” yang tidak kita ketahui karakteristiknya. Keadaan tersebut justru pada akhirnya menurunkan kredibilitas dari pergerakan mahasiswa. Menurunya kredibilitas dari pergerakan mahasiswa dapat kita lihat dari berbagai opini yang ada di masyarakat dalam melihat pergerakan mahasiswa. Pergerakan mahasiswa hanya dipandang sebagai sebuah elemen dekonstruktif dalam pembentukan sistem negara Indonesia. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Calibri;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 115%;"&gt;&lt;span style="font-family: Calibri;" lang="AF"&gt;Pergerakan mahasiswa juga terlalu terperangkap pada romantisme pergerakan mahasiswa masa lalu. Walaupun harus kita akui bahwa pergerakan mahasiswa pada masa-masa lalu memberikan inspirasi dalam pergerakan mahasiswa saat ini, namun tidak dapat kita pungkiri bahwa romantisme pergerakan tersebut membuat pergerakan mahasiswa menjadi tumpul. Paradigma yang muncul dari beberapa aktivis mahasiswa saat ini adalah kekuatan masif dan aksi demonstrasi akan dapat efektif dalam melakukan advokasi seperti pada masa-masa yang lalu ketika berhasil menggulingkan Suharto. Namun, menurut saya, paradigma tersebut yang seharusnya sedikit dikoreksi. Senjata dari pergerakan mahasiswa jangan hanya dari kekuatan masif dan aksi di jalan seperti yang dilakukan oleh mahasiswa pada tahun 66 maupun 98 ketika mampu menumbangkan rezim, tetapi kita juga harus mencari alternatif senjata lain dalam melakukan sebauh advokasi. Analogi yang cocok adalah : &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Calibri;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 115%;" align="center"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family: Calibri;" lang="AF"&gt;“Pada masa-masa sebelum tahun 1945, bangsa Indonesia dapat melakukan perlawanan terhadap penjajah dengan hanya menggunakan bambu runcing. Namun, apakah Indonesia mampu melakukan perlawan terhadap penjajah saat ini (sebagai contoh AS, sebagai negara dengan militer terkuat) hanya dengan bambu runcing ketika penjajah menggunakan WMD? Walaupun pada masa lalu bangsa Indonesia mampu melakukan perlawanan terhadap penjajah hanya dengan bambu runcing, apakah hal tersebut tetap realistis pada masa kini ketika teknologi militer sudah berkembang dengan pesat? &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span style="font-family: Calibri;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 115%;"&gt;&lt;span style="font-family: Calibri;" lang="AF"&gt;Esensi dari analogi diatas adalah dalam melakukan perlawan, kita harus melihat kondisi kontemporer di lapangan. Kita tidak bisa hanya mengandalkan “bambu runcing” (walaupun itu terbukti berhasil di masa lalu) ketika kita menghadapi “&lt;em&gt;&lt;span style="font-family: Calibri;"&gt;WMD”&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;. Hal tersebut yang membuat kita harus keluar dari &lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family: Calibri;" lang="SV"&gt;strait jacket &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span style="font-family: Calibri;" lang="AF"&gt;romatisme pergerakan mahasiswa di masa yang lalu. Kita harus membuka mata bahwa kondisi di masa lalu berbeda dengan kondisi di saat ini. Hal tersebut membuat perlu adanya sebuah pemberdayaan instrumen-instrumen lain dalam pergerakan mahasiswa. Justru ketika kita tetap terus menggunakan aksi jalan sebagai senjata pamungkas kita,&lt;a name="_ftnref2"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://shallow-knife.blog.friendster.com/2008/03/mengkaji-ulang-pergerakan-mahasiswa-kontemporer/#_ftn2"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-family: Calibri; color: windowtext;"&gt;[2]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt; maka yang terjadi adalah masyarakat akan antipati dengan kita. Ketika kita merubah paradigma bahwa “aksi pamungkas” adalah aksi di jalan, kita mungkin akan dapat lebih berharap akan adanya sebuah perbaikan di negara ini yang semakin terpuruk. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8469868469220855717-6494327575232985086?l=alfiasyura.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alfiasyura.blogspot.com/feeds/6494327575232985086/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8469868469220855717&amp;postID=6494327575232985086' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8469868469220855717/posts/default/6494327575232985086'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8469868469220855717/posts/default/6494327575232985086'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alfiasyura.blogspot.com/2008/11/mahasiswa-kontemporer-dalam-kehidupan.html' title=''/><author><name>alfi asyura</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18336605571151931161</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp2.blogger.com/_7LOLboa5MEk/SBQjR_yZ52I/AAAAAAAAABg/4I2Tf9Jzavo/S220/Foto1592-002.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8469868469220855717.post-7802615701165231945</id><published>2008-11-30T02:28:00.000-08:00</published><updated>2008-11-30T02:35:48.328-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 115%; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span  lang="AF" style="font-family:Calibri;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 115%; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span  lang="AF" style="font-family:Calibri;"&gt;Kondisi Masyarakat dan Pemerintah Saat Ini. &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="font-family:Calibri;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 115%;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Calibri;"&gt;Kondisi m&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Calibri;"&gt;a&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_7LOLboa5MEk/STJsNM_3TRI/AAAAAAAAAQM/TcVSppr1Lxw/s1600-h/images.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 148px; height: 107px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_7LOLboa5MEk/STJsNM_3TRI/AAAAAAAAAQM/TcVSppr1Lxw/s200/images.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5274397087687462162" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Calibri;"&gt;syarakat dalam orientasi politik praktis mengalami perubahan setelah jatuhnya rezim Suharto atau tepatnya ketika reformasi mulai bergulir di bumi nusantara. Pada awal masa reformasi terjadi beberapa perubahan yang membuat banyak orang berpendapat bahwa Indonesia menjadi lebih domokratis, dimana muncul partai-partai baru dan sebagainya&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Calibri;"&gt;. Memang, munculnya partai-partai baru tersebut membuat Indonesia lebih demokratis karena salah satu syarat demokrasi adalah adanya partai politik. Selain itu banyak yang berpendapat bahwa kehidupan Indonesia pada awal masa reformasi memperlihatkan sebuah kehidupan yang demokratis hal itu terlihat pada fenomena saat itu seperti adanya kebesan pers dan kebebasan mendirikan partai, berjalannya sistem &lt;em&gt;&lt;span style="font-family:Calibri;"&gt;cek&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Calibri;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:Calibri;"&gt; and balances&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;, dan terselengaranya pemilu yang dapat dikatakan berjalan demokratis. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Calibri;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 115%;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Calibri;"&gt;Namun, penulis beranggapan bahwa kehidupan demokrasi yang terjadi di Indonesia adalah sebuah demokrasi semu yang tidak lebih dari sebuah omong kosong. Hal itu disebabkan karena demokrasi tidak disertai dengan terpenuhinya hak dasar warga negara yaitu hak ekonomi sosial budaya dan hak sipol secara sinergis. Padahal demokrasi menjamin hak-hak setiap manusia. Sehingga s&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Calibri;"&gt;eharusnya hak sipol dapat berjalan sinergis dengan hak ekosob. Namun yang terjadi hak sipol berjalan sendirian tanpa adanya pemenuhan hak ekosob. Hal tersebut juga pada akhirnya akan membuat hak sipol tidak dapat berjalan. Bentuk seperti ini dapat kita lihat pada kehidupan politik saat ini, dimana banyaknya &lt;em&gt;&lt;span style="font-family:Calibri;"&gt;money politic&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;. Menurut penulis hal itu terjadi karena tidak adanya pemenuhan hak ekosob. Rakyat yang lapar karena tidak terpenuhnya hak ekosob dengan mudahnya dimobilisasi oleh partai tertentu dengan imbalan uang. Gejala tersebut menjadi hal yang lumrah pada masa kini yang disebabkan karena tidak adanya pemenuhan yang sinergis dari hak sipol dan hak ekosob. Sehingga demokrasi yang berlangsung di &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; saat ini adalah sebuah demokrasi yang semu. Demokrasi di Indonesia hanya terlihat indah dari luar namun di dalamnya kehidupan demokrasi di &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; masih jauh dari yang kita harapkan dimana berlangsungnya kehidupan yang sangat demokratis. Tidak semua rakyat &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; merasakan kehidupan politik yang demokratis. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 115%;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Calibri;"&gt;Efek yang ditimbulkan dari demokrasi semu tersebut dapat kita lihat dari kecilnya kesadaran politik. Fakta itu kita dapat kita rasakan ketika jumlah golput pada pilkada DKI hampir melebihi jumlah suara yang didapat oleh pasangan yang memenangkan pilkada yaitu pasangan Fauzi Bowo-Priyanto. Fakta terbaru dapat kita lihat dari pilkada Bekasi dan Tangerang dimana kondisinya hampir sama dengan pilkada Gubernur Jakarta yang minim akan partisipasi politik. Walaupun di daerah, jumlah golput tidak sebesar di perkotaan, tetapi siapa yang dapat menjamin bahwa mereka yang menggunakan suaranya pada pilkada di daerah, benar-benar menggunakan suaranya karena hati nurani bukan karena iming-iming imbalan dan sebagainya, ketika demokrasi semu masih menyelimuti &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;. Kondisi menggelikan dari masyarakat juga dapat kita lihat dari  pilkada Tangerang, dimana masyarakat hanya memilih calon hanya karena calon tersebut pernah populer sebagai artis walaupun calon tersebut tidak memiliki pengalaman politik yang cukup.&lt;a name="_ftnref3"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://shallow-knife.blog.friendster.com/2008/03/mengkaji-ulang-pergerakan-mahasiswa-kontemporer/#_ftn3"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=";font-family:Calibri;color:#000000;"  &gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 115%;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Calibri;"&gt;Pada titik ini saya tidak ingin mengupas masalah politik &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;. Tetapi yang penulis tekankan adalah, kondisi masyarakat dalam orientasi sosial-politik yang menurut penulis semakin tidak rasional. Hal tersebut merupakan akar dari kondisi sistem politik &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; saat ini yang membuat masyarakat semakin tidak rasional. Masyarakat tidak bisa lagi membedakan mana yang benar dan mana yang salah ketika perut dalam keadaan lapar. Poin penting saya adalah kita tidak dapat lagi mengandalkan masyarakat sebagai pendukung pergerakan mahasiswa. Bagaimana bisa memikirkan pergerakan mahasiswa, ketika perut dalam keadaan lapar. Hal tersebut jelas berbeda dengan kondisi dulu ketika pergerakan mahasiswa mendapat dukungan dari masyarakat. Saat ini justru, pergerakan mahasiswa berada pada titik yang rendah dalam pandangan masyarakat. Rendahnya pandangan masyarakat terhadap mahasiswa tidak hanya pada orang awam, tetapi ada juga mantan aktivis yang saat ini telah menjadi bagian secara langsung dengan masyarakat yang menilai rendah pergerakan mahasiswa. Seharusnya hal tersebut menjadi otokritik bagi pergerakan mahasiswa agar pergerakan mahasiswa menjadi lebih tajam dalam mengaspirasikan berbagai tuntutan masyarakat. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 115%;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Calibri;"&gt;Kondisi pemerintah saat ini, dapat dikatakan telah salah orientasi. Hal tersebut dapat kita lihat dari berbagai kebijakan yang dikeluarkan pemerintah yang tidak jelas arahnya. Lebih dari itu, menurut saya, pemerintah saat ini adalah pemerintah patung yang sudah tuli dan buta terhadap berbagai kondisi &lt;em&gt;&lt;span style="font-family:Calibri;"&gt;real&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; di masyarakat dan berbagai kritik yang datang dari masyarakat apalagi dari mahasiswa. Pemerintah sama sekali tidak merespon berbagai tuntutan mahasiswa yang ada. Kondisi pemerintah saat ini dapat saya katakan sebagai kondisi yang lambat laun akan menghancurkan pergerakan mahasiswa. Hal tersebut dikarenakan pergerakan mahasiswa selalu merasa berada di atas angin karena adanya kebebasan menyalurkan pendapat, namun selalu minim respon dari pemerintah. Dengan kata lain, dengan kondisi dimana mahasiswa dapat dengan mudah menyalurkan pendapat, namun minim respon dari pemerintah yang buta dan tuli membuat pergerakan mahasiswa seolah-olah berada pada garis yang tepat padahal pergerakan mahasiswa sudah salah sasaran karena menghadapi pemerintah yang buta dan tuli. Kalau boleh dibandingkan dengan masa orde baru, maka kondisi pemerintah saat itu lebih menguntungkan pergerakan mahasiswa. Hal tersebut karena pemerintah masih sakit hati ketika di kritik oleh mahasiswa walaupun keran pergerakan mahasiswa sangatlah minim. Walaupun pada akhirnya pemerintah merasa sakit hati dengan kritik mahasiswa yang berujung pada dihentikannya berbagai aktifitas mahasiswa, namun hal tersebut pada akhirnya akan membawa pergerakan mahasiswa kepada tujuan utama yaitu mengembalikan kebenaran. Kondisi tidak menguntungkan terjadi pada masa kini. Walaupun kita bisa saja dapat melakukan aksi masif sebesar mungkin dan kapan-pun dan dimana-pun, namun ketika pemerintahnya patung atau tuli, maka hal tersebut akan menjadi sia-sia. Kondisi tersebut jelas merugikan perkembangan pergerakan mahasiswa. Saya meramalkan bahwa ketika kondisi seperti ini terus terjadi dan pergerakan mahasiswa hanya menggunakan senjata “lama” maka kita tidak akan pernah menemukan jalan keluar permasalahan bangsa. Bahkan pergerakan mahasiswa akan habis termakan waktu dan pragmatisme neo-liberal. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8469868469220855717-7802615701165231945?l=alfiasyura.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alfiasyura.blogspot.com/feeds/7802615701165231945/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8469868469220855717&amp;postID=7802615701165231945' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8469868469220855717/posts/default/7802615701165231945'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8469868469220855717/posts/default/7802615701165231945'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alfiasyura.blogspot.com/2008/11/kondisi-masyarakat-dan-pemerintah-saat.html' title=''/><author><name>alfi asyura</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18336605571151931161</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp2.blogger.com/_7LOLboa5MEk/SBQjR_yZ52I/AAAAAAAAABg/4I2Tf9Jzavo/S220/Foto1592-002.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_7LOLboa5MEk/STJsNM_3TRI/AAAAAAAAAQM/TcVSppr1Lxw/s72-c/images.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8469868469220855717.post-6387936342098665984</id><published>2008-11-30T02:12:00.000-08:00</published><updated>2008-11-30T02:25:03.449-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;p style="text-align: center;" class="MsoBodyTextIndent2"&gt;&lt;span class="hilite"&gt;&lt;b&gt;FILSAFAT&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;span class="hilite"&gt;&lt;b&gt;ILMU&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent2"&gt;Filsafat &lt;span class="hilite"&gt;ilmu&lt;/span&gt; merupakan bagian dari epistemology (&lt;span class="hilite"&gt;filsafat&lt;/span&gt; pengetahuan) yang secara spesifik mengkaji hakikat ilmu (pengetahuan ilmiah). Sedangkan &lt;span class="hilite"&gt;Ilmu&lt;/span&gt; merupakan cabang pengetahuan yang mempunyai ciri-ciri tertentu. Menurut The Liang Gie (1999), filsafat ilmu adalah segenap pemikiran reflektif terhadap persoalan-persoalan mengenai segala hal yang menyangkut landasan ilmu maupun hubungan ilmu dengan segala segi dari kehidupan manusia. Filsafat &lt;span class="hilite"&gt;ilmu&lt;/span&gt; merupakan suatu bidang pengetahuan campuran yang eksistensi dan pemekarannya bergantung p&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_7LOLboa5MEk/STJppD7DpHI/AAAAAAAAAQE/FcaBFy2UkCw/s1600-h/filsafat-ilmu.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 209px; height: 260px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_7LOLboa5MEk/STJppD7DpHI/AAAAAAAAAQE/FcaBFy2UkCw/s200/filsafat-ilmu.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5274394267752834162" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;ada hubungan timbal-balik  dan saling-pengaruh antara &lt;span class="hilite"&gt;filsafat&lt;/span&gt; dan &lt;span class="hilite"&gt;ilmu&lt;/span&gt;.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent2"&gt;Sehubungan dengan pendapat tersebut bahwa filsafat &lt;span class="hilite"&gt;ilmu&lt;/span&gt; merupakan penerusan pengembangan filsafat pengetahuan. Objek dari &lt;span class="hilite"&gt;filsafat&lt;/span&gt; ilmu adalah ilmu pengetahuan. Oleh karena itu setiap saat ilmu itu berubah mengikuti perkembangan zaman dan keadaan tanpa meninggalkan pengetahuan lama. Pengetahuan lama tersebut akan menjadi pijakan untuk mencari pengetahuan baru. Hal ini senada dengan ungkapan dari Archie J.Bahm (1980)  bahwa &lt;span class="hilite"&gt;ilmu&lt;/span&gt; pengetahuan (sebagai teori) adalah sesuatu yang selalu berubah.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent2"&gt;Dalam perkembangannya &lt;span class="hilite"&gt;filsafat&lt;/span&gt; ilmu mengarahkan pandangannya pada strategi pengembangan ilmu yang menyangkut etik dan heuristik. Bahkan sampai pada dimensi kebudayaan untuk menangkap tidak saja kegunaan atau kemanfaatan ilmu, tetapi juga arti maknanya bagi kehidupan manusia (Koento Wibisono dkk., 1997). Oleh karena itu, diperlukan perenungan kembali secara mendasar tentang hakekat dari ilmu pengetahuan itu bahkan hingga implikasinya ke bidang-bidang kajian lain seperti ilmu-&lt;span class="hilite"&gt;ilmu&lt;/span&gt; kealaman. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent2"&gt;Dengan demikian setiap perenungan yang mendasar, mau tidak mau mengantarkan kita untuk masuk ke dalam kawasan filsafat. Menurut Koento Wibisono (1984), filsafat dari sesuatu segi dapat didefinisikan sebagai ilmu yang berusaha untuk memahami hakekat dari sesuatu “ada” yang dijadikan objek sasarannya, sehingga filsafat &lt;span class="hilite"&gt;ilmu&lt;/span&gt; pengetahuan yang merupakan salah satu cabang &lt;span class="hilite"&gt;filsafat&lt;/span&gt; dengan sendirinya merupakan ilmu yang berusaha untuk memahami apakah hakekat &lt;span class="hilite"&gt;ilmu&lt;/span&gt; pengetahuan itu sendiri.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent2"&gt;Dengan memahami hakekat ilmu itu, menurut Poespoprodjo (dalam Koento Wibisono, 1984), dapatlah dipahami bahwa perspektif-perspektif ilmu, kemungkinan-kemungkinan pengembangannya, keterjalinannya antar ilmu, simplifikasi dan artifisialitas ilmu dan lain sebagainya, yang vital bagi penggarapan &lt;span class="hilite"&gt;ilmu&lt;/span&gt; itu sendiri. Lebih dari itu, dikatakan bahwa dengan &lt;span class="hilite"&gt;filsafat&lt;/span&gt; &lt;span class="hilite"&gt;ilmu&lt;/span&gt;, kita akan didorong untuk memahami kekuatan serta keterbatasan metodenya, prasuposisi ilmunya, logika validasinya, struktur pemikiran ilmiah dalam konteks dengan realitas in conreto sedemikian rupa sehingga seorang ilmuwan dapat terhindar dari kecongkakan serta kerabunan intelektualnya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;strong&gt;EPISTEMOLOGI&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent2"&gt;Epistemologi derivasinya dari bahasa Yunani yang berarti teori &lt;span class="hilite"&gt;ilmu&lt;/span&gt; pengetahuan. Epistemologi merupakan gabungan dua kalimat &lt;em&gt;episteme&lt;/em&gt;, pengetahuan; dan &lt;em&gt;logos&lt;/em&gt;, theory. Epistemologi adalah cabang ilmu filasafat yang menengarai masalah-masalah filosofikal yang mengitari teori ilmu pengetahuan. Epistemologi bertalian dengan definisi dan konsep-konsep ilmu, ragam &lt;span class="hilite"&gt;ilmu&lt;/span&gt; yang bersifat nisbi dan niscaya, dan relasi eksak antara &lt;em&gt;‘alim&lt;/em&gt; (subjek) dan &lt;em&gt;ma’lum&lt;/em&gt; (objek). Atau dengan kata lain, epistemologi adalah bagian filsafat yang meneliti asal-usul, asumsi dasar, sifat-sifat, dan bagaimana memperoleh pengetahuan menjadi penentu penting dalam menentukan sebuah model &lt;span class="hilite"&gt;filsafat&lt;/span&gt;. Dengan pengertian ini epistemologi tentu saja menentukan karakter pengetahuan, bahkan menentukan “kebenaran” macam apa yang dianggap patut diterima dan apa yang patut ditolak. Bila Kumpulan pengetahuan yang benar/episteme/diklasifikasi, disusun sitematis dengan metode yang benar dapat menjadi epistemologi. Aspek epistemologi adalah kebenaran fakta / kenyataan dari sudut pandang mengapa dan bagaimana fakta itu benar yang dapat diverifikasi atau dibuktikan kembali kebenarannya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent2"&gt;Dengan memperhatikan definisi epistemologi, bisa dikatakan bahwa tema dan pokok pengkajian epistemologi ialah &lt;span class="hilite"&gt;ilmu&lt;/span&gt;, makrifat dan pengetahuan. Dalam hal ini, dua poin penting akan dijelaskan:&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent2"&gt;1.      &lt;strong&gt;Cakupan pokok bahasan&lt;/strong&gt;, yakni apakah subyek epistemologi adalah ilmu secara umum atau ilmu dalam pengertian khusus seperti ilmu hushûlî. Ilmu itu sendiri memiliki istilah yang berbeda dan setiap istilah menunjukkan batasan dari &lt;span class="hilite"&gt;ilmu&lt;/span&gt; itu.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent2"&gt;2.      &lt;strong&gt;Sudut pembahasan&lt;/strong&gt;, yakni apabila subyek epistemologi adalah &lt;span class="hilite"&gt;ilmu&lt;/span&gt; dan   &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent2"&gt;      makrifat, maka dari sudut mana subyek ini dibahas, karena &lt;span class="hilite"&gt;ilmu&lt;/span&gt; dan makrifat  &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;      juga dikaji dalam ontologi, logika, dan psikologi. &lt;span class="bodytextindent2char"&gt;Dalam epistemologi akan &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span class="bodytextindent2char"&gt;      dikaji kesesuaian dan probabilitas pengetahuan, pembagian dan observasi &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span class="bodytextindent2char"&gt;      ilmu, dan batasan-batasan pengetahuan. Dan dari sisi ini, &lt;/span&gt;&lt;span class="hilite"&gt;ilmu&lt;/span&gt;&lt;span class="bodytextindent2char"&gt; hushûlî dan &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span class="bodytextindent2char"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;span class="hilite"&gt;ilmu&lt;/span&gt;&lt;span class="bodytextindent2char"&gt; hudhûrî juga akan menjadi pokok-pokok pembahasannya. Dengan &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span class="bodytextindent2char"&gt;      demikian, &lt;/span&gt;&lt;span class="hilite"&gt;ilmu&lt;/span&gt;&lt;span class="bodytextindent2char"&gt; yang diartikan sebagai keumuman penyingkapan dan &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span class="bodytextindent2char"&gt;      pengindraan adalah bisa dijadikan sebagai subyek dalam epistemologi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent2"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent2"&gt;Dengan demikian, definisi epistemologi adalah suatu cabang dari &lt;span class="hilite"&gt;filsafat&lt;/span&gt; yang mengkaji dan membahas tentang batasan, dasar dan pondasi, alat, tolok ukur, keabsahan, validitas, dan kebenaran &lt;span class="hilite"&gt;ilmu&lt;/span&gt;, makrifat, dan pengetahuan manusia. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;strong&gt;ONTOLOGI&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent"&gt;Ontologi membahas tentang yang ada, yang tidak terikat oleh satu perwujudan tertentu. Ontologi membahas tentang yang ada yang universal, menampilkan pemikiran semesta universal. Ontologi berupaya mencari inti yang termuat dalam setiap kenyataan, atau dalam rumusan Lorens Bagus; menjelaskan yang ada yang meliputi semua realitas dalam semua bentuknya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent"&gt;Objek formal ontologi adalah hakikat seluruh realitas. Bagi pendekatan kuantitatif, realitas tampil dalam kuantitas atau jumlah, tealaahnya akan menjadi kualitatif, realitas akan tampil menjadi aliran-aliran materialisme, idealisme, naturalisme, atau hylomorphisme. Natural ontologik akan diuraikan di belakang hylomorphisme di ketengahkan pertama oleh aristoteles dalam bukunya De Anima. Dalam tafsiran-tafsiran para ahli selanjutnya di pahami sebagai upaya mencari alternatif bukan dualisme, tetapi menampilkan aspek materialisme dari mental.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent"&gt;Lorens Bagus memperkenalkan tiga tingkatan abstraksi dalam ontologi, yaitu : abstraksi fisik, abstraksi bentuk, dan abstraksi metaphisik. Abstraksi fisik menampilkan keseluruhan sifat khas sesuatu objek; sedangkan abstraksi bentuk mendeskripsikan sifat umum yang menjadi cirri semua sesuatu yang sejenis. Abstraksi metaphisik mengetangahkan prinsip umum yang menjadi dasar dari semua realitas. Abstraksi yang dijangkau oleh ontologi adalah abstraksi metaphisik. Sedangkan metode pembuktian dalam ontologi oleh Laurens Bagus di bedakan menjadi dua, yaitu : pembuktian a priori dan pembuktian a posteriori.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent2"&gt;Dengan demikian Ontologi Ilmu (dimensi ontologi Ilmu) adalah Ilmu yang mengkaji wujud  (being) dalam  perspektif ilmu — ontologi ilmu dapat dimaknai sebagai teori tentang wujud dalam perspektif objek materil ke-Ilmuan, konsep-konsep penting yang diasumsikan oleh ilmu ditelaah secara kritis dalam ontologi &lt;span class="hilite"&gt;ilmu&lt;/span&gt;.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;Ontologi&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;adalah hakikat yang &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Ada&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; (being, sein) yang merupakan asumsi dasar bagi apa yang disebut sebagai kenyataan dan kebenaran.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent2"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent2"&gt;&lt;strong&gt;AKSIOLOGI&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;n  Axios   =          Nilai (Value)&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;n  Logi     =          &lt;span class="hilite"&gt;Ilmu&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;n  Axiologi adalah &lt;span class="hilite"&gt;ilmu&lt;/span&gt; yang mengkaji tentang nilai-nilai.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;Axiologi (teori tentang nilai) sebagai &lt;span class="hilite"&gt;filsafat&lt;/span&gt; yang membahas apa kegunaan &lt;span class="hilite"&gt;ilmu&lt;/span&gt; pengetahu manusia&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;Aksiologi menjawab, untuk apa pengetahuan yang berupa &lt;span class="hilite"&gt;ilmu&lt;/span&gt; itu di pergunakan? Bagaimana kaitan antara cara penggunaan tersebut dengan kaidah-kaidah moral? Bagaimana penentuan objek yang ditelaah berdasarkan pilihan-pilihan moral? Bagaimana kaitan antara teknik prosedural yang merupakan operasionalisasi metode ilmiah dengan norma-norma moral? &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;strong&gt;Dengan demikian Aksiologi &lt;/strong&gt;adalah nilai-nilai (value) sebagai tolok ukur kebenaran (ilmiah), etik, dan moral sebagai dasar normative dalam penelitian dan penggalian, serta penerapan &lt;span class="hilite"&gt;ilmu&lt;/span&gt; (Wibisono, 2001).&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8469868469220855717-6387936342098665984?l=alfiasyura.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alfiasyura.blogspot.com/feeds/6387936342098665984/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8469868469220855717&amp;postID=6387936342098665984' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8469868469220855717/posts/default/6387936342098665984'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8469868469220855717/posts/default/6387936342098665984'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alfiasyura.blogspot.com/2008/11/filsafat-ilmu-filsafat-ilmu-merupakan.html' title=''/><author><name>alfi asyura</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18336605571151931161</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp2.blogger.com/_7LOLboa5MEk/SBQjR_yZ52I/AAAAAAAAABg/4I2Tf9Jzavo/S220/Foto1592-002.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_7LOLboa5MEk/STJppD7DpHI/AAAAAAAAAQE/FcaBFy2UkCw/s72-c/filsafat-ilmu.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8469868469220855717.post-3984457636237566563</id><published>2008-09-13T02:08:00.000-07:00</published><updated>2008-09-13T02:21:02.788-07:00</updated><title type='text'>MEMORIAL IN OPAK IAIN IB PADANG</title><content type='html'>&lt;p style="text-align: center;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0); font-weight: bold;"&gt;MEMORIAL IN OPAK IAIN IB PADANG&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;BY:ALFI ASYURA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Pagi ini gue ban&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"&gt;g&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"&gt;un cepat mandi cepat makan cepat,pokoknya semuanya serb&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"&gt;a &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"&gt;cepat gua bubut motor sampai dengan kecepatan 100 km/jam di teng&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"&gt;ah jalan raya jati tepat pada pukul 6.00pagi&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Huh..ternyata jadi mahasiswa ba&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"&gt;ru itu mengasyikka&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"&gt;n sekali,sehabis mengamil peralatan opak(baca:topi kerucut,sampah biadab dll)gue sampai di kampus dengan sukses tampa terlambat sedikitpun,seraya gu&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"&gt;a lihat orang –orang yang seang latihan memakai seragam&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;militer&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;seperti layaknya tentara lenkap dengan atribut militernya..gua bertan&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"&gt;ya dalm hati “la kok ini sampai ada militernya?”mampus gua bakalan di jadiin barang percobaan neh...&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Selidik punya selidi&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"&gt;k ternyata itu bukan tentara beneran coy..rupanya itu adalah logistiknya BEMI(badan eksekutif mahasiswa iain)heh..mirip bener ,cantik-cantik lagi..pas&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;banget ma tentara beneran gua aja ketipu abis..&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Abis tuh para ternak(mahasiswa baru)di giring ke lapangan untuk melaksanakan upacara pembukaan opak,untung aja sebelum berangkan gua udah sarapan duluan.. bujug...banyak yang pingsan,umumnya sich para cewek pas gua lagi asyik-asyik melmunin “ZZ”(di samarkan)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Bentar ya.. “ZZ” adalah seorang cewek cantik yang sekarang jadi kekesih gue..hmm lanjut..pikiran gue di buyarin ama seorang cewek,gile kurus banget lagi pingsan di bawa ama tandu pucat banget,kaya udah ma&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"&gt;u di kafanin aja tuh cewek,untung&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;jaa&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;gua gak pingsan klogak khan “ZZ” bisa nangi&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"&gt;s.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Sehabis upacara pembukaan opak gua masuk kdalam gedung serbaguna duduk di lantai yang kotor secara biadap megotorkan celana putih gua,mulai dah tuh gua nyatetin materi yang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;di sajikan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Eh Btw...neh ye gua ktemu ama temen lama gua di candung dulu,tapi Cuma liat dri jauh aja ,blon sempat namperin natar drch klo udah ketemu gua ceritain klo udah ketemu,jadi ceritanya ini sekarangmateri tentang KODE ETIK MAHASISWA busyettt&gt;&gt;??!!membosankan banget guaudah duduk selama 3jam&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"&gt; sampai –sampai bokong seksi gua tempos(emang udah daridulu kale)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Mati gua neh opak k&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"&gt;ok Cuma disuruh duduk &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;doang gak di suruhgimana gitu biar semangat.ya tapi mo gimana lagi kayaknya nih opak kagak bakalan selesai sampe hari kiamat&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Any way....tadi malam gua telfon “ZZ” ,truzzz,paginya di bilang dia mau puasa tapi dia gak da sahur,emang tuh cewek tersayang&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"&gt; gue yang paling tahan banting dan perkasa,maksudnya daya tahan tubuhnya untuk bertahan itu lhoooo...&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_7LOLboa5MEk/SMuE3gN7ngI/AAAAAAAAAL0/AbiyKpSD6fk/s1600-h/ALFI+%282%29.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_7LOLboa5MEk/SMuE3gN7ngI/AAAAAAAAAL0/AbiyKpSD6fk/s200/ALFI+%282%29.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5245432280079113730" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;-tahan puasa tanpa sahur&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;-tahan di banting&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;-tahan air&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;-dan tahan lain-lainnya&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;BTW neh...pagi tadi sich gue mau bawa kamera&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;digital kesayangan gue buat mengabadikan momen iopak ini namun apa boleh di buat dasat gua manusia kelupaan dah tuh..&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Ow ya..ada ya g gua lupa neh..tadi pagi pas gua lagi uapacara pembukaan opak ,di depan gue tuh ada temen dari fak.syar’ah juga ..gile abisss menyeramkan bangettzzzz...kitakan di suruh pake sergam putih, celana putih,rambut putih,gigi putih dan juga bayclin pemutih,putih tihh(gak naymbuang)so..gue liat tuh anak pake kolor warna hijau keliatan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;bangeet..bujug??;!!kayanya die tuh kolor ijo yang dicari-cari&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;warga kale,gak tau juga tapi gua sampe ketawanaya ngekekk..hua..hua..&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"&gt;hau..hua....(ket&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"&gt;awa setan)hua..hua...hua...hua......hk..hk...ukh..ukh,,(gigi ketelen)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Sebenarnya sich gue pengen banget jadi aktifis di lingkungan IAIN IB padang ini,tapi kita liatntar ja dech...mudah-mudahan gua bisa jadi aktifis di sini amin..&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Any way...dari tadi gua nunguin base blom nongol-nongol tuh...sen..absenkemane lo sen??&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_7LOLboa5MEk/SMuFsNVY5YI/AAAAAAAAAL8/afbpjZEI9gk/s1600-h/ALFI+%285%29.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_7LOLboa5MEk/SMuFsNVY5YI/AAAAAAAAAL8/afbpjZEI9gk/s200/ALFI+%285%29.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5245433185543185794" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Ooke baiklah para pembaca yang budiman terutama buar “ZZ”(baca; sayang),hmm&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;di sini panas banget..pengen minu es and berenang di lautan artik...ukh...panas..o..ya kembali ke teman lama gue namanya DIKI AFRI YENI(kayak nama cowok ya??)emang cowok &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"&gt;kok..&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Gua kirain tuh teman lama udah lupa ama gue and juga gua sangka klo gua uth adalah orang pertama yang pertama kalinya ketemu ma dia,yah ternyata dugaaan gue itu salah,kira-kira terjadi dialog singakt antara kami and diki:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Gw: (colek dari belakang)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Diki: (nyengir kaya kambing hilang tanduk ngerasa aneh)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Gw: lai ingek samo awak??(arti:masih ingat saya gak?)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Diki: alfi kan?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Gw: gak moyet(dalam hati)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Gw: lah sobok smo sia se dik(arti:udah ketemu ama siapa aja lo dik??)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Diki: samo zami,rafi,,,dima Uul nyo??(arti:sama zami,rafi ,uul dimana ya??)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Gw: lai ado beko basobok tu(arti:dia ada ntar lo juga bakalan ketemu)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Diki:bara nomor hp nyo? bia beko di telfon nyo(arti:no hpnya brapa??ntar gua telfon)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Gw:ndak tau bekolah di lua so&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"&gt;bok samo inyo ma(arti: gak tau natar di luar lo juga bakalan ketemudia kok)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Gw: (sambil mengabikan dan kembalimnyimak materi..sepertikerikil,batubata,pasir(itumah material dodol!!!)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Duh,,,bujug&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;gue gak tahan mau pipis neh..nah tapi gua gak boleh keluar dati gedung laknat yangterasa seperti neraka ini,lanjut cerita ...gue nahan kencing sampe ngompol di celana(ya gaklah)tapiparasenior bego0begoitu pada cengar-cengir aja...&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Sebenarnya sich gua agak rada kurang enak badan and gua ngerasa paling gak enak&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;banget sumpah busyet!!!dah!! tadi malam “ZZ” udah tau klo gua tuh sakit sebeb tadi malam pas nelfon gua uadah ngasih tahu “ZZ”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Tapi kayaknya penyakit itu tumbuh semakin biadab..mati gua...bisa-bisa bisa kagak ikut OPAK nich gua sampe selsai..klo kondisikayak gini gua jadi ingan“ZZ”..hmmm&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Sekarang kira-kira pukol 12.00&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Huh,setelah makan siang gue merasa lebih bersemangat,seisi ruangan serbaguna berubah menjadi lautan suara liat makan siangnya aja kaya liat ikan piranha ngeri bangett,,namun akan kah engkau akan tercapai wahai cita-cita&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Tadi pas lagi enaknya makan siang “ZZ” sms tanyain udah makan siang pa blon..tapi gakpa2&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Uda sanyang banget ma kamu d&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"&gt;ek..o ya&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;“ZZ” ku..cewek-cewekmahasiswi disinibanyak yang gak manis-manis.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Ada pengalman yang pembaca wajib ketahui..&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Kira kira seperni ini gue dimarahi hanya gara-gara keinginaan gue untuk merokok.,begini ceritanya selesai shalat zhuhur gue berniat untuk meerokok keluar lokasi OPAK..ehhh...ternyata di belakang gue terdenganr suara motor tiger butut meghampiri kuping gue,di iringi dengan suara hardikan dari seorang menwa senior(ms) (baca:gorila)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Ms:mau kemana kau??!!&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Gw:mau ke warung bang&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Ms:kau tahu kalo peraturannya gak boleh keluar lokasi!!kau mau keluar&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;atau mau ikut OPAK sini kokarde kau nanti kau di panggil ke depan ya..&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Gw: saya Cuma ada perlu seb&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_7LOLboa5MEk/SMuEKq0AT6I/AAAAAAAAALs/aDuF_via360/s1600-h/ALFI.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_7LOLboa5MEk/SMuEKq0AT6I/AAAAAAAAALs/aDuF_via360/s320/ALFI.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5245431509829046178" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span lang="IN"&gt;entar bang..(kesal maumelumat itu tentara gadungan)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Ms:kau mau keluar atau mau ikut opak!!!sudah masuk kau!!!&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Ms: ini kokarde kau..sudah masuk kau!!&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Terpaksa dengan lemah gemulaigw melangkah sepertibabi yang mengandung anak babi..&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Ternyata inimaerupakan hari terakir gw ikut opak,,mungkin sudah menjadi kehendak allh gue sakit satuminggu lamanya..jadi journal ini hanya bisa gw tulis sampai di sini saja...dadadadadadaaaa&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8469868469220855717-3984457636237566563?l=alfiasyura.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alfiasyura.blogspot.com/feeds/3984457636237566563/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8469868469220855717&amp;postID=3984457636237566563' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8469868469220855717/posts/default/3984457636237566563'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8469868469220855717/posts/default/3984457636237566563'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alfiasyura.blogspot.com/2008/09/memorial-in-opak-iain-ib-padang.html' title='MEMORIAL IN OPAK IAIN IB PADANG'/><author><name>alfi asyura</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18336605571151931161</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp2.blogger.com/_7LOLboa5MEk/SBQjR_yZ52I/AAAAAAAAABg/4I2Tf9Jzavo/S220/Foto1592-002.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_7LOLboa5MEk/SMuE3gN7ngI/AAAAAAAAAL0/AbiyKpSD6fk/s72-c/ALFI+%282%29.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8469868469220855717.post-1034243021483149745</id><published>2008-08-06T07:50:00.001-07:00</published><updated>2008-08-06T08:01:54.856-07:00</updated><title type='text'>DILEMA FASE MTI CANDUNG</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;DILEMA FASE MTI CANDUNG&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="direction: ltr; unicode-bidi: embed; text-align: center; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;OLEH:ALFI ASYURA&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Islam merupakan agama yan&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_7LOLboa5MEk/SJm7aM0ismI/AAAAAAAAALU/LDCRanAWFaY/s1600-h/DSCN1067.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_7LOLboa5MEk/SJm7aM0ismI/AAAAAAAAALU/LDCRanAWFaY/s320/DSCN1067.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5231418500960137826" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;g&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;menuntun penting nya ilmu pengetahuan.ilmu pengetahuan akn di jadikan manusia sebagai sesuatu yang berguna di dalam hidupnya.tampa ilmu manusia teeap hidup dalam kegelapan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;zaman tetap bergulir.peradaban man&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;usia kan terus berkembang.semakin maju peradapan semakin maju pula perkembangna ilmu pengetahuan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Islam berkembang tidak lep&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;as dari &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;pendidikan,pendidikan merupakan sarana yang paling berguna bagi peradaban&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;manusia.pola pendidkan yang di ajarkan islam disesuaikan dengan kondisi Dan situasi masyarakat itu berada.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Minangkabau di kenal dengan basis islamnya yang kuat dan kental,adat basandi sayara' basandi kitabuullah adalah panutan hidup masyarakat minangkabau,itu artinya diseluruh sendi-se&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;ndi masyarakat bersasarkan pada islam.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Pada awal mula pendidikan islam di minangkabau surau merupakan pertama kalinya &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;proses pendidikan islam dimulai,surau merupakan sarana dimana masyarakat minagakabau mendapatkan pengajaran islam,peranaan surau yang besar menyebab kan surau menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari masyarakat mingakabau.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Lembaga-lembaga islam yang telah berubah menjadi pondok pesanteren modren berawal dari lembaga pendidiakn surau.alih fungsi surau menjadi lembaga pendidikan formal tidak lepas dari gerakan pembaharuan dari ulama-ulama abad 20.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;MTI candung yang di idrikan oleh syekh sulaiman arrasuli awalnya juga berasal dari halakah surau yang spesifik dengan pembelajaran kitab kuning,perjalanan halakah yang dikemba&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;ngkan oleh syekh sulaiman arrasuli mempunyai perjalanan historis yang sangat panjang,MTI candung &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;penah berjaya dan Eksis di tengah-tengah masyarakat dan telah banyak melahirkan ulama-ulama besar.dalam perjalana panjang MTI candung &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;ini megalami kemunduran di segi sensitifitas pendidkan dalam membentuk generasi islam yang mempunyai kedisiplinan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Karena hal tersebut,tidaklah heran apabila timbul pertanyaan"kenapa MTI ini mengalami ritme berupa pasang surut dalam perjalanan nya .&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Fakta yang kita lihat sekarang MTI candung mengalammi fase-fase yang patut di pertanyakan kenapa??&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Kemajuan yang di raih oleh MTI candung tidak lepas dari figur syekh sulaiman arrasuli yang termasuk ulama besar di kalangan masyarakat tua dinagari canduang koto laweh,MTI candung cepat melekat di hati masyarakat karena kepiawaiyan syekh sulaiman arrasuli yang mel&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;etakkan segala sesuatu secara porposional,saleh dan mempunyai kharismatik.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Namun apabila kita bandingkan MTI candung sekarang dengan MTI candung yang dulu sungguh sangat mencolok sekali,pola pendidikan yang berasal dari pendiri yang alim telah mendapatkan sorotan tajam kemana MTI candung yang terkenal dengan sistem halakahnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Sebuah perobahan yang sangat drastis yang terjadi dikarenakan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;figur seorang pemimpin yang tidak ada lagi mewarisi figur syekh sulaiman arrasuli,di tambah lagi sistem manajemen kepemimpinan yang menganut sistem monarki hereditas(keturunan) menyebabkan kepengurusannya kurang tertata rapi,sehinga ada yang di letakkan tidak pada kemampuannya untuk menjalankan sebuah jabatan akademik,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Berdirinya lembaga-lembaga islam yang lebih modren menyebabkan MTI candung kalah dalam bersaing di segi kualitas.namun perlu juga kita sadari MTI candung butuh sebuah gebrakan berupa perubahan pola,baik di sektor ekonomi dan sektor kepemimpinan karna masalah yang paling mendasar adalah ketidak jelasan dari orientasi MTI candung itu sendiri,tentunya t&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;idak mengurangi ciri kahas dari MTI candung tersebut.perubahan pendidikan tidak akan pernah berjan tampa perubahan sitem akademis dan manajemen,karna saat sekarang ini pengelolan suatu lembaga tergantung kepada manajemennya,manajemen yang baik dan tert&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;ata rapi otomatis lembaganya kan berjalan lancar perlu perombakan secara signifikan dida&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;lam tubuh MTI candung itu sendiri.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Pemimpin dan guru merupakan suri tauladan bagipara santri baik di bidang pendidikan maupun skill dalam mengajar,apalah guna fasilitas tampa ada kepedulian dalam memenej&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_7LOLboa5MEk/SJm8c8wy_GI/AAAAAAAAALc/gYDxzreRWAw/s1600-h/100_0357.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_7LOLboa5MEk/SJm8c8wy_GI/AAAAAAAAALc/gYDxzreRWAw/s200/100_0357.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5231419647700696162" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt; kedisiplinan,karna kita semua tahu persaingan pendidikan tidak han&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;ya tergantung kepada fasilitas melainkan juga kepada kualitas.Wallahu 'alam&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8469868469220855717-1034243021483149745?l=alfiasyura.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alfiasyura.blogspot.com/feeds/1034243021483149745/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8469868469220855717&amp;postID=1034243021483149745' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8469868469220855717/posts/default/1034243021483149745'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8469868469220855717/posts/default/1034243021483149745'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alfiasyura.blogspot.com/2008/08/dilema-fase-mti-candung_06.html' title='DILEMA FASE MTI CANDUNG'/><author><name>alfi asyura</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18336605571151931161</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp2.blogger.com/_7LOLboa5MEk/SBQjR_yZ52I/AAAAAAAAABg/4I2Tf9Jzavo/S220/Foto1592-002.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_7LOLboa5MEk/SJm7aM0ismI/AAAAAAAAALU/LDCRanAWFaY/s72-c/DSCN1067.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8469868469220855717.post-249186517956118659</id><published>2008-08-06T07:42:00.000-07:00</published><updated>2008-08-06T07:47:37.037-07:00</updated><title type='text'>JIKA IA SEBUAH CINTA</title><content type='html'>&lt;p align="center"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family:Century Gothic;"&gt;JIKA IA SEBUAH CINTA&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;        &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Jika ia sebuah cinta......&lt;br /&gt;ia tidak mendengar...&lt;br /&gt;namun senantiasa bergetar....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika itu sebuah cinta..&lt;br /&gt;Memang sakit melihat orang yang ku cintai ..&lt;br /&gt;Berbahagia dengan orang lain ..&lt;br /&gt;Tapi lebih sakit lagi kalau orang ku cintai itu ..&lt;br /&gt;Tidak berbahagia bersama ku..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika itu cinta..&lt;br /&gt;Ia sering kali lari bila kita cari..&lt;br /&gt;Namun cinta juga sering kita biarkan pergi ..&lt;br /&gt;Saat dia menghampiri. .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika ia sebuah cinta.....&lt;br /&gt;Ia tidak buta..&lt;br /&gt;Namun senantiasa melihat dan merasa..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika itu cinta..&lt;br /&gt;Maka jika ku jatuh aku tidak terhuyung-huyung. .&lt;br /&gt;Konsisten tapi tidak memaksa..&lt;br /&gt;Berbagi dan tidak bersikap tidak adil..&lt;br /&gt;Mengerti dan mencoba untuk tidak banyak menuntut..&lt;br /&gt;Sedih tapi tidak pernah menyimpan kesedihan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika ia sebuah cinta.....&lt;br /&gt;Ia tidak menyiksa..&lt;br /&gt;Namun senantiasa menguji...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JIka itu cinta&lt;br /&gt;Ia seperti kupu-kupu. ..&lt;br /&gt;Tambah dikejar, tambah lari..&lt;br /&gt;Tapi kalau dibiarkan terbang..&lt;br /&gt;Dia akan datang di saat kamu tidak mengharapkannya. .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika itu cinta..&lt;br /&gt;Aku seharusnya dapat melepaskannya&lt;br /&gt;Untuk merelakannya. .&lt;br /&gt;Berbahagia dengan yg lain..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika itu Cinta ..&lt;br /&gt;Maka cinta akan berharga ..&lt;br /&gt;kalau diberikan kepada seseorang yang menghargainya. .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika itu cinta..&lt;br /&gt;Bukan bagaimana menjadi pasangan yg sempurna...&lt;br /&gt;Tapi membiarkan kita menjadi diri sendiri..&lt;br /&gt;Dan oleh karenanya kita menjadi sempurna..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika ia sebuah cinta...&lt;br /&gt;Ia tidak memaksa..&lt;br /&gt;Namun senantiasa berusaha..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika ia sebuah cinta.....&lt;br /&gt;Ia tidak cantik atau ganteng..&lt;br /&gt;Namun senantiasa menarik..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika ia cinta..&lt;br /&gt;Bukan karena kau cantik atau ganteng..&lt;br /&gt;Maka aku mencintaimu. .&lt;br /&gt;Tapi karena aku mencintaimu. .&lt;br /&gt;Maka kau selalu terlihat cantik dan ganteng..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika itu cinta..&lt;br /&gt;Ia akan mulai dengan senyuman,&lt;br /&gt;Tumbuh dalam pelukan&lt;br /&gt;Dan siap jika harus berakhir dengan airmata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika itu cinta&lt;br /&gt;Ia tidak berkata, "Ini salah kamu",&lt;br /&gt;Tapi 'Maafkan aku".&lt;br /&gt;Bukan juga ' Kamu dimana sih?",&lt;br /&gt;Tapi " Aku disini ".&lt;br /&gt;Tidak berkata " Gimana sih kamu?"&lt;br /&gt;Melainkan "Aku mengerti kok".&lt;br /&gt;Bukan "Harusnya kamu gak kayak gini",&lt;br /&gt;Tapi "Aku cinta kamu seperti kamu apa adanya".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika ia sebuah cinta.....&lt;br /&gt;Ia tidak datang dengan kata-kata..&lt;br /&gt;Namun senantiasa menghampiri dengan hati..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika itu cinta..&lt;br /&gt;Memang menyakitkan ketika aku tak dapat bersatu dengannya&lt;br /&gt;Tapi akan lebih menyakitkan lagi&lt;br /&gt;Apabila dia tidak tahu apa yang sesungguhnya kamu rasakan..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika ia sebuah cinta.....&lt;br /&gt;Ia tidak terucap dengan kata..&lt;br /&gt;Namun senantiasa hadir dengan sinar mata..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika itu cinta..&lt;br /&gt;Memang menyakitkan mencintai orang yang tidak mencintaimu. .&lt;br /&gt;Namun lebih menyakitkan adalah mencintai seseorang..&lt;br /&gt;Dan engkau tidak pernah punya keberanian untuk menyatakan cintamu padanya..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika ia sebuah cinta.....&lt;br /&gt;Ia tidak hanya berjanji..&lt;br /&gt;Namun senantiasa mencoba dan memenuhi..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika itu cinta..&lt;br /&gt;Maka itu hanya sekeping..&lt;br /&gt;Tidak seperti mata dan telinga..&lt;br /&gt;Yang hampir selalu berpasang pasangan..&lt;br /&gt;Karena Tuhan memberikan sekeping hati lainnya..&lt;br /&gt;Pada seseorang untuk kita mencarinya, itulah Cinta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika ia sebuah cinta.....&lt;br /&gt;Ia mungkin tidak suci..&lt;br /&gt;Namun senantiasa tulus..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika itu Cinta...&lt;br /&gt;Engkau masih bisa tersenyum ..&lt;br /&gt;Dan berkata aku turut berbahagia untukmu..&lt;br /&gt;Ketika dia memilih mencintai orang lain..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika ia sebuah Cinta.....&lt;br /&gt;Ia tidak hadir karena permintaan..&lt;br /&gt;Namun hadir karena ketentuan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika itu Cinta&lt;br /&gt;Ia datang kepada orang yang masih punya harapan ..&lt;br /&gt;Walaupun ia pernah dikhianati..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika itu Cinta..&lt;br /&gt;Ia hadir kepada mereka yang masih percaya...&lt;br /&gt;Walaupun ia pernah dicampakkan. .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika itu Cinta..&lt;br /&gt;Ia tumbuh di hati mereka yang masih ingin mencintai..&lt;br /&gt;Walaupun ia pernah dihempaskan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JIka itu Cinta..&lt;br /&gt;Ia berkembang di relung hati ..&lt;br /&gt;Mereka yang punya keberanian dan keyakinan ..&lt;br /&gt;Untuk membangun kembali kepercayaan. .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika ia sebuah Cinta.....&lt;br /&gt;Ia tidak hadir dengan kekayaan dan kebendaan...&lt;br /&gt;Namun hadir karena pengorbanan dan kesetiaan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika itu Cinta..&lt;br /&gt;Ia akan membiarkan orang yang kamu cintai ..&lt;br /&gt;Menjadi dirinya sendiri dan tidak merubahnya ..&lt;br /&gt;Menjadi gambaran yang kamu kehendaki..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;~~YA TUHAN, ajarkan aku mencintai orang lain, walaupun dia sudah menyakiti&lt;br /&gt;bahkan memilih untuk tidak bersamaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkorban tapi tidak menuntut;&lt;br /&gt;Memberi tapi tidak memaksa;&lt;br /&gt;Mencintai tanpa pamrih;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MAMPUKAH AKU? MAMPUKAN AKU TUHAN..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Supaya dapat..&lt;br /&gt;Berkorban tapi tidak menuntut;&lt;br /&gt;Memberi tapi tidak memaksa;&lt;br /&gt;Mencintai tanpa pamrih;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(255, 153, 0);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(255, 153, 0);"&gt;TAKEN FROM:www.conectique.com&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8469868469220855717-249186517956118659?l=alfiasyura.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alfiasyura.blogspot.com/feeds/249186517956118659/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8469868469220855717&amp;postID=249186517956118659' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8469868469220855717/posts/default/249186517956118659'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8469868469220855717/posts/default/249186517956118659'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alfiasyura.blogspot.com/2008/08/jika-ia-sebuah-cinta.html' title='JIKA IA SEBUAH CINTA'/><author><name>alfi asyura</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18336605571151931161</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp2.blogger.com/_7LOLboa5MEk/SBQjR_yZ52I/AAAAAAAAABg/4I2Tf9Jzavo/S220/Foto1592-002.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8469868469220855717.post-1816566989425845645</id><published>2008-08-06T07:02:00.000-07:00</published><updated>2008-08-06T07:40:55.025-07:00</updated><title type='text'>be my best friends</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;be my best friends&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);font-size:130%;" &gt;ALFIASYURA&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:130%;"  &gt;selmat kepada teman2 ku yang lulus di p&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:130%;"  &gt;erguruan tinggi mana pun,mudah2han bertambah pengalaman kita semua hendak nya aminn..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;namun teman2 kita tahu bahwa perjuangan kita tidak henti sampai di sini saja, masih banyak lagi tantangan yang harus kita jalani.walupun dalm kondisi yang berbeda namun t3entunya tidak mengoyahkan semagat kita dalam mencari ilmu mungkin 20 tahun kedepaan atau mungkin di masa depan kita akan bertemu  lagi dengan kesuksesan di tangan kita amin..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ingat lah wahai teman-temanku hidup itu berobah semuanya&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:130%;"  &gt; berobah alam ini juga berobah jadi tidak ada kata-kata tidak mungkin&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:130%;"  &gt;Bila kita melakukan sesuatu yang baik dan orang memuji, lalu ada rasa senang, maka itu tak apa-apa. Rasa senang muncul bukan karena kehendak kita. Rasa senang itu bagai belaian alam yang mengusap keringat &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:130%;"  &gt;kita&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:130%;"  &gt;, mengubah butir-butirnya menjadi gula-gula pemanis.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:130%;"  &gt;Namun, bila kemudian &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:130%;"  &gt;kita&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:130%;"  &gt; menikmatinya dan bekerja demi memperoleh kesenangan dari pujian itu, maka itu malapetaka. Saat itu &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:130%;"  &gt;kita&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:130%;"  &gt; telah kehilangan kebebasan dalam berkebaikan. &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:130%;"  &gt;kita&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:130%;"  &gt; seolah bekerja keras agar orang lain puas, padahal gelisa&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:130%;"  &gt;h menanti ceceran remah-remah sanjungan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:130%;"  &gt;Jangan demikian. Jangan timbang keberhasilan &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:130%;"  &gt;k&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:130%;"  &gt;ita&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:130%;"  &gt; dari seberapa tinggi salut orang lain pada &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:130%;"  &gt;kita&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:130%;"  &gt;. Seluruh bakat  anugerah alam, maka kembalikan ia pada alam. Lepaskan itu sebagaimana &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:130%;"  &gt;kita&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:130%;"  &gt; melepaskan rajawali. Seperti kata seorang puja&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:130%;"  &gt;ngga bahwa rajawali milik langit, biarkan ia ditelan l&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:130%;"  &gt;angit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_7LOLboa5MEk/SJmzo1_JZNI/AAAAAAAAALM/FlI7HkDVOoo/s1600-h/ANTIC+IA+0708.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_7LOLboa5MEk/SJmzo1_JZNI/AAAAAAAAALM/FlI7HkDVOoo/s320/ANTIC+IA+0708.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5231409956435616978" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:130%;"  &gt;&lt;center&gt;&lt;a href="http://www.zwani.com/graphics/i_miss_you/"&gt;&lt;img src="http://images.zwani.com/graphics/i_miss_you/images/179.gif" alt="zwani.com myspace graphic comments" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.zwani.com/graphics/i_miss_you/" target="_blank"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8469868469220855717-1816566989425845645?l=alfiasyura.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alfiasyura.blogspot.com/feeds/1816566989425845645/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8469868469220855717&amp;postID=1816566989425845645' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8469868469220855717/posts/default/1816566989425845645'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8469868469220855717/posts/default/1816566989425845645'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alfiasyura.blogspot.com/2008/08/be-my-best-friends.html' title='be my best friends'/><author><name>alfi asyura</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18336605571151931161</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp2.blogger.com/_7LOLboa5MEk/SBQjR_yZ52I/AAAAAAAAABg/4I2Tf9Jzavo/S220/Foto1592-002.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_7LOLboa5MEk/SJmzo1_JZNI/AAAAAAAAALM/FlI7HkDVOoo/s72-c/ANTIC+IA+0708.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8469868469220855717.post-9121251676235588923</id><published>2008-08-02T04:02:00.000-07:00</published><updated>2008-08-02T04:13:16.813-07:00</updated><title type='text'>DILEMA FASE MTI CANDUNG</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;DILEMA FASE MTI CANDUNG&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;OLEH :ALFI ASYURA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Islam merupakan agam&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp0.blogger.com/_7LOLboa5MEk/SJRAU0ZTfTI/AAAAAAAAAK8/-pL5vzAxmiE/s1600-h/10.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://bp0.blogger.com/_7LOLboa5MEk/SJRAU0ZTfTI/AAAAAAAAAK8/-pL5vzAxmiE/s320/10.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5229875793690328370" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;a yang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;menuntun penting nya ilmu pengetahuan.ilmu pengetahuan akn di jadikan manusia seb&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;agai sesuatu yang berguna di dalam hidupnya.tampa ilmu manusia teeap hidup dalam kegelap&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;an.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;zaman tetap bergulir.pe&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;radaban manusia kan terus berkembang.semakin maju peradapan sema&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;kin maju pula perkembangna ilmu pengetahuan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Islam berkembang tidak lepas dari pendidikan,pendidikan merupakan sarana yang paling berguna bagi peradaban&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;manusia.pola pendidkan yang di ajarkan islam disesuaikan dengan kondisi Dan situasi masyarakat itu berada.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Minangkabau di kenal dengan basis islamnya yang kuat dan kental,adat basandi sayara' basandi kitabuullah adalah panutan hidup masyarakat minangkabau,itu artinya diseluruh sendi-sendi masyarakat bersasarkan pada islam.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Pada awal mula pendidikan islam di minangkabau surau merupakan pertama kalinya &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;proses pendidikan islam dimulai,surau merupakan sarana dimana masyarakat minagakabau mendapatkan pengajaran islam,peranaan surau yang besar menyebab kan surau menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari masyarakat mingakabau.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Lembaga-lembaga islam yang telah berubah menjadi pondok pesanteren modren berawal dari lembaga pendidiakn surau.alih fungsi surau menjadi lembaga pendidikan formal tidak lepas dari gerakan pembaharuan dari ulama-ulama abad 20.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;MTI candung yang di idrikan oleh syekh sulaiman arrasuli awalnya juga berasal dari halakah surau yang spesifik dengan pembelajaran kitab kuning,perjalanan halakah yang dikembangkan oleh syekh sulaiman arrasuli mempunyai perjalanan historis yang sangat panjang,MTI candung &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;penah berjaya dan Eksis di tengah-tengah masyarakat dan telah banyak melahirkan ulama-ulama besar.dalam perjalana panjang MTI candung &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;ini megalami kemunduran di segi sensitifitas pendidkan dalam membentuk generasi islam yang mempunyai kedisiplinan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Karena hal tersebut,tidaklah heran apabila timbul pertanyaan"kenapa MTI ini mengalami ritme berupa pasang surut dalam perjalanan nya .&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Fakta yang kita lihat sekarang MTI candung mengalammi fase-fase yang patut di pertanyakan kenapa??&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Kemajuan yang di raih oleh MTI candung tidak lepas dari figur syekh sulaiman arrasuli yang termasuk ulama besar di kalangan masyarakat tua dinagari canduang koto laweh,MTI candung cepat melekat di hati masyarakat karena kepiawaiyan syekh sulaiman arrasuli yang meletakkan segala sesuatu secara porposional,saleh dan mempunyai kharismatik.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Namun apabila kita bandingkan MTI candung sekarang dengan MTI candung yang dulu sungguh sangat mencolok sekali,pola pendidikan yang berasal dari pendiri yang ali&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;m telah mendapatkan sorotan tajam kemana MTI candung yang terkenal dengan sistem halakahnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Sebuah perobahan yang sangat drastis yang terjadi dikarenakan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;figur seorang pemimpin yang tidak ada lagi mewarisi figur syekh sulaiman arrasuli,di tambah lagi sistem manajemen kepemimpinan yang menganut sistem monarki hereditas(keturunan) menyebabkan kepengurusannya kurang tertata rapi,sehinga ada yang di letakkan tidak pada kemampuannya untuk menjalankan sebuah jabatan akademik,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Berdirinya lembaga-lembaga islam yang lebih modren menyebabkan MTI candung kalah dalam bersaing di segi kualitas.namun perlu juga kita sadari MTI candung butuh sebuah gebrakan berupa perubahan pola,baik di sektor ekonomi dan sektor kepemimpinan karna masalah yang paling mendasar adalah ketidak jelasan dari orientasi MTI candung itu sendiri,ten&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;tunya tidak mengurangi ciri kahas dari MTI candung tersebut.perubahan pendidikan tidak akan&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt; pernah berjan tampa perubahan sitem akademis dan manajemen,karna saat sekarang in&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;i p&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp1.blogger.com/_7LOLboa5MEk/SJRA6vMxvEI/AAAAAAAAALE/2ecH0iK6AJs/s1600-h/100_0205.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer;" src="http://bp1.blogger.com/_7LOLboa5MEk/SJRA6vMxvEI/AAAAAAAAALE/2ecH0iK6AJs/s200/100_0205.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5229876445130636354" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;engelolan suatu lembaga tergantung kepada manajemennya,manajemen yang baik dan te&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;rtata rapi otomatis lembaganya kan berjalan lancar perlu perombakan secara signifikan didalam tubuh MTI candung itu sendiri.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Pemimpin dan guru merupakan suri tauladan bagipara santri baik di bidang pendidikan maupun skill dalam mengajar,apalah guna fasilitas tampa ada kepedulian dalam memenej kedisiplinan,karna&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt; kita semua tahu persaingan pendidikan tidak hany&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;a tergantung kepada fasilitas melainkan juga kepada kualitas.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8469868469220855717-9121251676235588923?l=alfiasyura.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alfiasyura.blogspot.com/feeds/9121251676235588923/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8469868469220855717&amp;postID=9121251676235588923' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8469868469220855717/posts/default/9121251676235588923'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8469868469220855717/posts/default/9121251676235588923'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alfiasyura.blogspot.com/2008/08/dilema-fase-mti-candung.html' title='DILEMA FASE MTI CANDUNG'/><author><name>alfi asyura</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18336605571151931161</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp2.blogger.com/_7LOLboa5MEk/SBQjR_yZ52I/AAAAAAAAABg/4I2Tf9Jzavo/S220/Foto1592-002.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp0.blogger.com/_7LOLboa5MEk/SJRAU0ZTfTI/AAAAAAAAAK8/-pL5vzAxmiE/s72-c/10.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8469868469220855717.post-6921159785985457813</id><published>2008-07-11T01:39:00.000-07:00</published><updated>2008-07-11T01:47:34.156-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt; AKULAH SAHABAT MU&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;oleh :ALFI ASYURA &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;Hidup adalah penantian&lt;a href="http://bp2.blogger.com/_7LOLboa5MEk/SHcdJ1_mIcI/AAAAAAAAAK0/iD7B1Ac_SG8/s1600-h/100_0088.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5221674347909226946" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://bp2.blogger.com/_7LOLboa5MEk/SHcdJ1_mIcI/AAAAAAAAAK0/iD7B1Ac_SG8/s320/100_0088.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;,sebuah penantian di mana seseoarang menanti untuk pergi kealam yang kekal ,yang penuh dengan sejuta pertanyaan yang megerogoti setiep pintu-pintu benak manusia kapan kah bus yang akan mengantarkan mereka akan datang..begitu lah hidup,hidup juga merupakan siklus yang terjadi berulang-ulang ketika manusia makan secara berulangulang maka itu lah hidup,hidup akan terasa sangan indah dan damai apabila kedatangan seorang yang setia menemani sampai ke halte penjepemputan manusia kealam sana  nan jauh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terucap syukur,terlintas  kata-kata indah keindahan yang datang ibaraatkan bidadari yang yang menjelma dikala binggung melanda,terlintas ucapan cinta bagi yang berkasih sayang karena allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa makna sahabat dalam realita hidup ini?apakanh seorang sahabat bisa langsing ,menegur di kala kita khilaf atau hanya baerindak sebagai pendengar setia kita?ketika problemma mulai menggerogoti seluruh sendi-sendi hati.&lt;br /&gt;Kenikmatan hidup tiada tara adalah ketika manusia kedatangan seorang sahabat yang sembari ikhlas menyampaikan apa yang dia rasa2 dan di terka2 kemudian akirnya di kecewakan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang sahabat sejati akan senntiasa terukir dalam lembaran diari  hati dalam ukiran tinta emas..manusia adalah makhluk social dimana manusia tidak bisa hidup sendiri manusia sealalu membutuhkan orang lain untuk hidup..kemanakah sahabat yang selalu di dambakan kehadiannya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Permainan hidup adalah  sebuah scenario yang sudah di atur di dalam keaguganNYA hidup manusia tak ubah bagaikan sebuah boneka yang di mainkan seutas tali&lt;br /&gt;.tergantung kepada kita bagaimana kita menyikapinya tentu harapan masing2 kita bermain pada lakon yang terbaik,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sederhana memang hanya rangkaiyan tujuh huruf yang bisas kita temukan dimana-mana bahkan di tong sam[ah sekalipun kita bisa menemukan rangkaiyan tujuh huruf tersebut&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;S-A-H-A-B-A-T Sipakah engkau sebenarnya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah seorang sahabat sejati bisa benar –benar mengarti dengan masalah yang kita hadapi,dikala problema datang atau hanya bisa sebagai bahan tertawaan di kala kita tertawa?apakah seorang sahabat bisa menangis di kala kita juga menangis?pertanyaan yang masih sukar untuk mencari jawabannya,berserakan sudah yang kita dapatkan rangkaiyan tujuh huruf namun rangkaiyan mana kah yang paling arif dan bijaksana menyikapi di kala kita khilaf,dan di kala teori kita salah..itu lah hidup media apapun bisa kita jadikan sebagai sahabat yang  bisa memenuhi kepuasan batin kita…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun jagan berkata “akulah sahabatmu” bila kita masih menyisakan luka dalam hati seeorang yang kita anggab sebagai sahabat..hidupkan perjuangan sampai menemuka seorang sahabat yang sedia iklas. ………&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8469868469220855717-6921159785985457813?l=alfiasyura.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alfiasyura.blogspot.com/feeds/6921159785985457813/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8469868469220855717&amp;postID=6921159785985457813' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8469868469220855717/posts/default/6921159785985457813'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8469868469220855717/posts/default/6921159785985457813'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alfiasyura.blogspot.com/2008/07/akulah-sahabat-mu-oleh-alfi-asyura.html' title=''/><author><name>alfi asyura</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18336605571151931161</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp2.blogger.com/_7LOLboa5MEk/SBQjR_yZ52I/AAAAAAAAABg/4I2Tf9Jzavo/S220/Foto1592-002.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp2.blogger.com/_7LOLboa5MEk/SHcdJ1_mIcI/AAAAAAAAAK0/iD7B1Ac_SG8/s72-c/100_0088.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8469868469220855717.post-6837428945490820123</id><published>2008-07-11T00:58:00.000-07:00</published><updated>2008-07-11T01:02:17.076-07:00</updated><title type='text'>Puisi Perpisahan</title><content type='html'>&lt;h4 style="text-align: center;"&gt;&lt;!-- by anticclub --&gt;&lt;strong&gt;puisi perpisahan&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/h4&gt;&lt;h4 style="text-align: center;"&gt;&lt;strong style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;by : Sovia Wati ( 7-1 )&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/h4&gt;    &lt;div class="entry"&gt;&lt;div class="snap_preview"&gt;&lt;p&gt; Di jalan ini kita&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp0.blogger.com/_7LOLboa5MEk/SHcTPsllFwI/AAAAAAAAAKk/EmmU5BUzBQ4/s1600-h/friend_2____by_salihguler.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 162px; height: 248px;" src="http://bp0.blogger.com/_7LOLboa5MEk/SHcTPsllFwI/AAAAAAAAAKk/EmmU5BUzBQ4/s200/friend_2____by_salihguler.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5221663453347124994" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; pernah bersama……..&lt;/p&gt; &lt;p&gt;lalui hari penuh canda tawa&lt;/p&gt; &lt;p&gt;meski terkadang ada duri menusuk duka&lt;/p&gt; &lt;p&gt;hingga terbitkan tangisan jiwa&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Di jalan ini kita pernah searah………..&lt;/p&gt; &lt;p&gt;bulatkan tekad demi cita-cita&lt;/p&gt; &lt;p&gt;meski sejenak langkah terhenti&lt;/p&gt; &lt;p&gt;saat realita menguji diri&lt;/p&gt; &lt;p&gt;kini saat persimpangan itu………&lt;/p&gt; &lt;p&gt;menghadang jalan kita&lt;/p&gt; &lt;p&gt;ada jalinan yang harus kita urai&lt;/p&gt; &lt;p&gt;ada cerita yang harus kita ungkai&lt;/p&gt; &lt;p&gt;meski tersirat rasa berat………&lt;/p&gt; &lt;p&gt;tapi………..&lt;/p&gt; &lt;p&gt;jalan hidup harus dilalui&lt;/p&gt; &lt;p&gt;dan hanya satu ucap&lt;/p&gt; &lt;p&gt;yang s’lalu berdendang sebagai pertanda&lt;/p&gt; &lt;p&gt;berakhirnya sebuah kisah&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tetaplah jadi kebanggaan………..&lt;/p&gt; &lt;p&gt;bagi serpihan kisah panjang kita&lt;/p&gt; &lt;p&gt;semoga suatu hari nanti&lt;/p&gt; &lt;p&gt;tangan takdir kan pertemukan kita kembali&lt;/p&gt; &lt;p&gt;dalam ruang dan rasa yang sama&lt;/p&gt; &lt;p&gt;seperti saat kita masih bersama&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Selamat jalan para sahabatku……………..&lt;/p&gt; &lt;p&gt;terima kasih atas hari-hari yang tak tergantikan&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Selamat jalan para sahabatku…………..&lt;/p&gt; &lt;p&gt;semoga panjang jalan yang kan dijelajahi&lt;/p&gt; &lt;p&gt;masih ingatkah akan semua ini………….&lt;/p&gt; &lt;p&gt;dan ingatlah……….&lt;/p&gt; &lt;p&gt;saat engkau tersandung nanti&lt;/p&gt; &lt;p&gt;ada hati yang kan s’lalu merindukanmu&lt;/p&gt; &lt;p&gt;disini………………….&lt;/p&gt; &lt;/div&gt;   &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8469868469220855717-6837428945490820123?l=alfiasyura.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alfiasyura.blogspot.com/feeds/6837428945490820123/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8469868469220855717&amp;postID=6837428945490820123' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8469868469220855717/posts/default/6837428945490820123'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8469868469220855717/posts/default/6837428945490820123'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alfiasyura.blogspot.com/2008/07/puisi-perpisahan.html' title='Puisi Perpisahan'/><author><name>alfi asyura</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18336605571151931161</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp2.blogger.com/_7LOLboa5MEk/SBQjR_yZ52I/AAAAAAAAABg/4I2Tf9Jzavo/S220/Foto1592-002.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp0.blogger.com/_7LOLboa5MEk/SHcTPsllFwI/AAAAAAAAAKk/EmmU5BUzBQ4/s72-c/friend_2____by_salihguler.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8469868469220855717.post-5579591618209192767</id><published>2008-07-11T00:47:00.000-07:00</published><updated>2008-07-11T00:56:43.974-07:00</updated><title type='text'>STEKH SULAIMAN ARASULI MEMBANGUN BASIS PERJUANGAN RAKYAT MINANG KABAU</title><content type='html'>syekh Sulaiman A&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp2.blogger.com/_7LOLboa5MEk/SHcR1xqGjWI/AAAAAAAAAKc/rIzB3vAGDr4/s1600-h/syekh.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 171px; height: 209px;" src="http://bp2.blogger.com/_7LOLboa5MEk/SHcR1xqGjWI/AAAAAAAAAKc/rIzB3vAGDr4/s200/syekh.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5221661908520045922" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;r-Rasuly dilahirkan di Canduang yaitu sebuah desa terletak lebih kurang 8 kilimeter sebelah timur kota Bukittinggi tepatnya di kaki gunung Merapi. Syekh Sulaiman Ar-Rasuly yang lebih populer dengan sebutan Inyiak Canduang dilahirkan dari pasangan seorang ulama yaitu Angku Muhammad Rasul dan Siti Buliâ€™ah. Latar belakang keluarga ini secara genetif mempengaruhi jiwanya sebagai salah seorang anak ulama yang disegani masyarakat pada zamannya sehingga dari dirinya telah tampak kecerdasan spritual dan sosial yang merupakan modal bagi seorang ulama yang kharismatik. Secara histories Inyiak Canduang ini tercatat sebagai pemuda yang gigih dalam mengasah bakat keagamaan dan mata spritualnya lewat belajar dari berbagai tokoh-tokoh ulama ternama seperti belajar di pesantren Tuanghu Sami Ilmiyah di Baso kemudian belajar agama dengan Syeikh Muhammad Thaib Umar di Sungayang-Batusangkar. Dan selesai belajar dari Syeikh Muhammad Thaid Umar ini Inyiak Canduang melanjutkan belajar agama pada Syeikh Abdullah Halaban. Dan pada masa-masa pematangan religinya tepatnya pada tahun 1903, Inyiak Canduang berangkat ke tanah suci dengan misi Tafaguh Fi al-Din dengan belajar dan memperdalam ilmu agama pada Syeikh Ahmad Khatib Al-Minangkabawy. Selain pada Syeikh Ahmad Khatib ini Inyiak Canduang juga berupaya memperkaya khazanah pengetahuan agamanya lewat belajar pada ulama-ulama mashur di tanah suci seperti belajar pada Syeikh Mucthar At-Tharid, Syeikh Nawawi Al-Banteny, Sayyid Umar Bajened dan Syeikh Sayid Babas El-Yamani. Syeikh Sulaiman Ar-Rasuly kembali ke ranah minang pada tahun 1907 setelah memperkaya pengetahuan agama selama tiga setengah tahun di Tanah Suci. Secara histories kembalinya Syeikh Sulaiman Ar-Rasuly ke Ranah Minang merupakan warna tersendiri bagi dakwah Islam serta perjuangan rakyat Minangkabau dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia. Hal ini disebabkan tingkat perjuangan yang dilakoni oleh Syeikh Sulaiman Ar-Rasuly ini sedikit berbeda dari ulama-ulama minang yang lain seperti halnya Buya Hamka, Syeikh Inrahim Musa yang merupakan golongan ulama muda yang garis perjuangannya bersifat Deaktivasi Kolonial dengan cara membakar jiwa perlawanan rakyat terhadap kolonialisme sedangkan Syeikh Sulaiman Ar-Rasuly garis perjuangannya lebih bersifat developmetisasi basisi perjuangan rakyat lewat berbagai bidang kehidupan sehingga basisi yang dibangun oleh Syeikh Sulaiman Ar-Rasuly ini menjadi amunisi yang ampuh dalam megusir kolonialisme di Ranah Minang. Hal ini terbukti pada Agresi Militer Belanda I dan II ke ranah minang, dimana peran masyarakat sipil menjadi basis kekuatan dominan dalam membendung Agresi Belanda tersebut. Dalam hal ini Andrey Kahin berkomentar sebagaimana yang dikunilkannya oleh Djoeir Muhammad bahwa â€œlaskar-laskar desa ini menjadi pasukan keamanan yang paling tangguh di daerahâ€�. Aktualnya komentar Andrey Kahin ini menjadi indicator bahwa basis-bais masyarakat sipil telah dibangun oleh tokoh-tokoh pejuang termasuk di dalammya Syeikh Sulaiman Ar-Rasuly merupakan amunisi yang paling ampuh dalam mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia. Sejarah perjuangan Syeikh Sulaiman Ar-Rasuly adalah sejarahnya mengembangkan masyarakat sipil manangkabau. Secara faktual ada beberapa basis yang dibangun oleh Syeikh Sulaiman Ar-Rasuly sehingga menjadi piranti bagi perjuangan rakyat Sumatera Barat. Perttama : Reformasi sistem pendidikan agama sebagai modal perjuangan rakyat minangkabau dalam meningkatkan sumberdaya manusia. Sistem pendidikan agama di ranah minang pada zaman sebelum datangnya Inyiak Canduang lebih bersifat klasikal dengan metode halaqah dan hanya diajarkan mampuni. Oleh sebab itu Syeikh Sulaiman Ar-Rasuly tampil sebagai reformis dalam pendidikan agama dengan mengarahkan metode pendidikan agama tradisional mengajarkan berbagai ilmu-ilmu agama mulai dengan ilmu-ilmu dasar bahasa arab seperti ilmu alat (nahu, syaraf, balaqah, badiâ€™, ilmu hadits, ilmu qurâ€™an dan mantiq) sampai dengan ilmu-ilmu terapan seperti (tafsir, akhlak, fiqh, tauhid) dengan reference utamanya adalah kitab klasik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siklus dari reformasi yang dilakoni oleh Inyian Canduang ini ialah terbentuknya Madrasah Tarbiyah Islamiyah (MTI), proses berdirinya Madrasah ini didahului oleh proses musyawarah antara ulama-ulama yang mengaku dirinya sebagai penganut Ahlus Sunnah Wal Jamaâ€™ah yang bermusyawarah di canduang pada tanggal 5 Mei 1928 dalam musyawarah ini disepakati bahwa ada reformasi sistem pendidikan agama islam dari system klasik ke system Madrasah Tarbiyah Islamiyah. Diantara ulama yang menghadiri rapat ini ialah : Syeikh Sulaiman Ar-Rasuly, Syeikh Ababs Al-Qadhi,dari Ladang Laweh Bukittinggi, Syeikh Ahmad dari Suliki, Syeikh Jamil Jaho dari Padang Panjang, Syeikh Abdul Wahid Ash-Shaleh dari Suliki, Syeikh Muhammad Arifin dari Batu Hampar, Syeikh Alwi dari Koto Nan Ampek Payakumbuh, Syeikh Jalaluddin dari Sicincin Pariaman, Syeikh Abdul Madjid dari Koto Nan Gadang dan HMS Sulaiman dari Bukittinggi. Madrasah Tarbiyah Islamiyah yang pertama didirikan oleh Syeikh Sulaiman Ar-Rasuly adalah MTI yang ada di Canduang pada bulan Mei 1928, lantas diberi nama dengan MTI CANDUANG kemudian baru diikuti oleh MTI Jaho di Padang Panjang yang dipimpin oleh Syeikh Jamil Jaho, kemudian disusul dengan berdirinya MTI Tabek Gadang Payakumbuh oleh Syeikh abdul Wahid Shaleh. Secara genetif MTI Canduang merupakan poros dari eksistensi MTI-MTI yang tersebar di Nusantara, tercatat sampai sekarang ada sekitar 216 Madrasah Tarbiyah Islamiyah yang eksis di Sumatera Barat. Langkah yang dilakukan oleh Syeikh Sulaiman Ar-Rasuly dalam mereformasi sistem pendidikan di Minangkabau merupakan pondasi bagi pengembangan basis perjuangan rakyat yang dipandang sebagai modal untuk mensupply sumberdaya manusia dalam rangka memperkuat kaum cendikia dan ulama yang mampu mengorbankan semangat rakyat dalam mencapai dan mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia. Kedua :Formulasi partai politik sebagai manifestasi Political Power (kekuatan Politik) dalam rangka memperkuat perjuangan kemerdekaan. Pada tanggal 28 Mei 1930 Syeikh Sulaiman Ar-Rasuly memperkasai berdirinya PERTI (Persatuan Tarbiyah Islamiyah) yang berfungsi sebagai pengelola Madrasah-Madrasah Tarbiyah Islamiyah yang berada di bawah naungannya. Namun disebabkan gejolak revormasi pada tahun 1946 Organisasi PERTI yang khitahnya bergerak sebagai organisasi sosial keagamaan beralih fungsi menjadi Partai Politik. Peralihan fungsi PERTI ini menjadi partai politik disebabkan argumen KH. Sirajuddin Abbas murid Inyiak Canduang bahwa â€œAgama Jaga Harus Memberi Arah Pada Perjuangan Politik Bangsaâ€�. PERTI dalam sejarah perpolitikan di Indonesia mempunyai andil yang cukup besar dalam memobilisasi rakyat dalam mensukseskan misi revolusi kemerdekaan Republik Indonesia. Namun seiring dengan waktu, perpecahan dalam tubuh PERTI tidak dapat dihindari karena adanya perebutan kekuasaan, perpecahan ini men gecewakan pendiri PERTI khususnya Syeikh Sulaiman Ar-Rasuly sehingga demi menyelamatkan PERTI beliau mengeluarkan Dekrit pada Tanggal 1 Mei 1969 agar PERTI kembali kepada khittahnya sebagai organisasi yang bergerak di bidang social dan keagamaan. Syeikh Sulaiman Ar-Rasuly tercatat sebagai negarawan yang mempunyai visi yang tajam tentang organisasi kemasyarakatan dalam rangka mengemban misi kemerdekaan Indonesia, karir politik Inyiak Canduang ini dimulai pada tahun 1918 hal ini terbukti dengan jabatan yang dipangkunya sebagai presiden anak cabang Serikat Islam untuk kabupaten Agam. Karir Politik Syeikh Sulaiman Ar-Rasuly berlanjut pada masa pendudukan Jepang, pada masa pendudukan Jepang kedudukan partai-partai Islam terancam pupus disebabkan intrik Jepang yang berusaha melenyapkan Partai-Partai Islam yang mereka pandang sebagai basis perjuangan rakyat Minangkabau. Dan intrik Jepang ini sempat terlaksana dengan cara meleburkan partai-partai islam yang ada di Sumatera Barat,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hal ini dapat kita amati dari terbentuknya Majelis Islam Tinggi Minangkabau (MTIM) pada tahun 1943, dimana Syeikh Sulaiman Ar-Rasuly di serahi sebagai ketua umum dan A. Ghaffar Jambek sebagai ketua I, HMD Panglimo Kayo sebagai sekretaris umum, MR. Mahmud Yunus memimpin Dewan Pengajaran, AR. Sutan Mansur mewakili Muhammadiyah, sedangkan H. Sirajuddin Abbas mewakili PERTI. Pada zaman kemerdekaan Syeikh Sulaiman Ar-Rasuly sempat diserahi tugas oleh Soekarno sebagai anggota konstituante Ri, dan di tempatkan sebagai Dewan Kehormatan dengan menjadi pemimpin sidang pada sidang-sidang konstituante tersebut. Pada tahun 1947 Mr. Sotan Muhammad Rasyid, menyerahi Syeikh Sulaiman Ar-Rasuly sebagai kepala Mahkamah Syarâ€™iyah propinsi Sumatera Tengah dalam rangka mengurusi problematika syarâ€™iyah dan sekaligus ulama yang berperan sebagai pengobar semangat perjuangan rakyat dalam rangka mempertahankan kemerdekaan dari agresi militer Belanda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga : Mendorong terbentuknya laskar-laskar rakyat yang pada akhirnya menjadi kekuatan dominan dalam mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia. Peran yang dilakoni oleh Syeikh Sulaiman Ar-Rasuly tidak terbatas pada skala sosial dan agama saja, namun juga mendorong lahirnya kekuatan-kekuatan pra-militer yang berfungsi sebagai laskar yang menjaga dan mengawal daerah dimana mereka bertugas. Dalam hal sejarah mencatat peran Syeikh Sulaiman Ar-Rasuly dalam hal ini berawal ketika Jepang mengusulkan dan berdiskusi dengan Syeikh Sulaiman Ar-Rasuly agar dibentuk laskar-laskar rakyat yang aktualnya Jepang ingin mengambil manfaat sebagai tambahan kekuatan militer dalam rangka menghadapi perang Asia Raya. Terlepas dari itu upaya Syeikh Sulaiman Ar-Rasuly dalam membentuk laskar-laskar rakyat membawa dampak positif yang cukup besar dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia dari pendudukan Belanda kembali (Agresi Militer Belanda I dan II) Menyingkapi ususlan Jepang di atas Syeikh Sulaiman Ar-Rasuly membentuk laskar rakyat Sumatera Barat dan kemudian diusulkan terbentuknya laskar muslim oleh PERTI, Hisbullah oleh Muhammadiyah, Barisan Sabilillah oleh MITM dan disusul dengan terbentuknya GPII, setelah Jepang kalah. Prediksi Syeikh Sulaiman Ar-Rasuly tentang manfaat pembentukan laskar-laskar rakyat ternukti sebagai kekuatan utama yangmembela kemerdekaan Indonesia, hal ini disebabkan karena kemampuan militer yang di dapat dari Jepang menjadi amunisi tersendiri bagi perjuangan mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia. Syeikh Sulaiman Ar-Rasuly wafat pada tanggal 1 Agustus 1970, wafatnya Syeikh Sulaiman Ar-Rasuly meningkalkan luka yang dalam bagi rakyat Indonesia, karena hilangnya salah seorang pejuang kemerdekaan dan ulama yang kharismatik dari roda kehidupan berbangsa dan bernegara. Namun demikian sebagai pejuang dan ulama besar yang memiliki kepribadian yang luhur, garis perjuangannya serta amalannya bagi nusa dan bangsa patut dijadikan teladan bagi generasi muda saat ini. Jasa Syeikh Sulaiman Ar-Rasuly sebagai perintis kemerdekaan dan pengemban agama Islam tidak akan ternilai hanya dengan penghargaan Oranye Van Nassau dari pemerintahan Belanda, serta menobatkan beliau sebagai pahlawan perintis kemerdekaan dan dianugerahi tanda penghargaan sebagai ulama pendidik. Namun yang lebih penting adalah bagaimana pemerintah dan semua komponen rakyat mengintegrasikan nilai-nilai perjuangan Syeikh Sulaiman Ar-Rasuly dalam kehidupan berbangsa dan bernegara saat ini. &lt;span style="color: rgb(153, 0, 0);"&gt;* Penulis adalah Mahasiswa IAIN Imam Bonjol Padang&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8469868469220855717-5579591618209192767?l=alfiasyura.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alfiasyura.blogspot.com/feeds/5579591618209192767/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8469868469220855717&amp;postID=5579591618209192767' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8469868469220855717/posts/default/5579591618209192767'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8469868469220855717/posts/default/5579591618209192767'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alfiasyura.blogspot.com/2008/07/stekh-sulaiman-arasuli-membangun-basis.html' title='STEKH SULAIMAN ARASULI MEMBANGUN BASIS PERJUANGAN RAKYAT MINANG KABAU'/><author><name>alfi asyura</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18336605571151931161</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp2.blogger.com/_7LOLboa5MEk/SBQjR_yZ52I/AAAAAAAAABg/4I2Tf9Jzavo/S220/Foto1592-002.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp2.blogger.com/_7LOLboa5MEk/SHcR1xqGjWI/AAAAAAAAAKc/rIzB3vAGDr4/s72-c/syekh.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8469868469220855717.post-1112541666919845656</id><published>2008-06-10T03:33:00.000-07:00</published><updated>2008-07-01T01:09:58.413-07:00</updated><title type='text'>SELAMAT TINGGAL</title><content type='html'>&lt;p style="text-align: center;" class="MsoNormal"&gt;SELAMAT TINGGAL&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: center;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;OLEH :ALFI ASYURA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;Candung&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;merupakan negri yang a&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp0.blogger.com/_7LOLboa5MEk/SE5asu8GPNI/AAAAAAAAAJM/GPUBpqucjOs/s1600-h/DSCN1067.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://bp0.blogger.com/_7LOLboa5MEk/SE5asu8GPNI/AAAAAAAAAJM/GPUBpqucjOs/s320/DSCN1067.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5210201543475084498" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;man,di sini lah tempat aku di besarkan semenjak tamat dari pendidikan dasar di lubuk sikaping,tujuh tahun sudah aku menimba ilmu di negri ini namun walaupun begitu dan walau bagaimanapun aku harus&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;harus meninggalkan negri yang indah,candung sudah aku anggab sebagai negri ku sendiri.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Tujuh tahun memang bukan waktu yang singkat banyak pengalaman yang aku dapatkan di sini begitupun pengalaman ilmu,sulit memang dan berat memang namun aku harus pergi dan meninggalkan negri dimana aku tumbuh menjadi seorang pemuda..&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Hari-hari terakhirku di candung ya begitulah maksud dari tulisan ini,sehingga menumbuhkan inspirasi lahirnya tulisan ini,segenap asa merupakan cerita tumbuh kembang seorang anak yang semenjak kecil haus akan ke agungan ilmu,berkata hati namun lidah tak mampu berucap,selamat tinggal negri yang aman dan masyarakat&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yang selalu ramah terhadap santri atau yang sering di sebut dengan anak siak,&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Bikek langkah sumarak hati nak ka baringin,singgalang jo marapi nan tagak manjulang manjadi saksi titah kuruangan yang hilang&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;7 juni 2008,selesai sudah aku secara akademik menuntaskan hari-hariku di candung namun ini bukan lah akhir dari perjuangan ku dalam menntut ilmu,aku sadar masih banyak lagi ujian yang harus aku hadapi di luar sana,bertarung dengan pengalaman merupakan perjuangan metafisik yang harus aku tuntaskan dalam membaca alam,memaknai diri,melaksanakan kata-kata,menuju kearifan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Hidup memang sekali,namun perjalanan tak akan kunjung henti,ibaratkan musafir yang haus di tangah &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;padan&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;g&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; pasir namun hati tak gental untuk mencapai tujuan yang di maksud.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Sebelum kata tertuah makna kearifan,itukah yang di katakan perpisahahan?bukan,kita tau parting is not separating,farraqa laisa bi farqin,bapisah bukan nyo bacarai,gentar hati yang kan ku ucap inilah awal dari perjuangan yang di maksud dalam menuju kearifan,&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp0.blogger.com/_7LOLboa5MEk/SGc7pS0qXVI/AAAAAAAAAJs/DJ0rY2X2nOQ/s1600-h/DSCN0878.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 200px; height: 151px;" src="http://bp0.blogger.com/_7LOLboa5MEk/SGc7pS0qXVI/AAAAAAAAAJs/DJ0rY2X2nOQ/s200/DSCN0878.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5217204273945402706" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Mari bangkit mari kembali memutar balikakan roda perjalanan yang sudah mulai tersendat,7 juni bukan lah akir namun 7 juni adalah awal perjalanan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Dalam tulisan ini aku mengucapkan maaf yang sebesar-besarnya untuk seluruh keluarga MTI candung ,tujuh tahun MTI candung memberikan aku pelajaran yang tak bisa aku dapatkan di pasar,pengalaman yang kau dapatkan melebihi semuanya walaupun ilmi yang aku bawa tidak sebanyak ilmu yang seharus nya,ijazah yang di lapisi sampul tebal berwarna biru donker,ku rasakan menpunya berat seberat 500 unit kapal tanker yang berisi minyak 10 ribu ton liter,pundak ku terasa bergetar tak sanggub aku membawanya,ketika kata-kata ijab Kabul dalam pengijazahan menggema&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dan menggerogoti teliga ku yang fana ini..&lt;/p&gt;  &lt;p style="color: rgb(0, 0, 153); font-style: italic;" class="MsoNormal"&gt;"Aku ijazahakan seluruh ilmu yang telah ustadz/zah berikan semoga bermanfaat dan di berkahi ALLAH swt.."&lt;/p&gt;  &lt;p style="color: rgb(0, 0, 153); font-style: italic;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Ku jawab dengan lantang namun suara itu bercampur dengan kediginan hati di buktikan dengan gemetarnya suaraku&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-style: italic; color: rgb(0, 0, 153);" class="MsoNormal"&gt;"Aku terima seluruh ilmu yang ustadz\zah berikan,semoga bermanfaat dan di berkahi oleh ALLAH swt amin yan mujiba sailiin."&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-style: italic; color: rgb(0, 0, 153);" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Alhamdulilah&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp1.blogger.com/_7LOLboa5MEk/SE5c9YjM2MI/AAAAAAAAAJU/3N81lWoPwyc/s1600-h/DSCN0996.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://bp1.blogger.com/_7LOLboa5MEk/SE5c9YjM2MI/AAAAAAAAAJU/3N81lWoPwyc/s320/DSCN0996.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5210204028546111682" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;..&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Ijazah itu ku bawa,ku salami seluruh ustad-ustad ku kucium pipi mereka,ku ucapkan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;terima kasih ustad,tanpa mu aku tak ada guna nya,walaupun aku tahu bahwa ilmu yang ku dapatkan itu bukan karenamu,bukan pula karena ilmu mu dan kepintaran mu dalam mendidik ku.melainkan karena allah lah yang menberikan nya melalui perentara mu.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Sejenak kulihat MTI cadung menagis,MTI candung gembira&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Ku dengar lantunan lagu &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; raya dengan lantang di iringi dengan lagu mars tarbiyah membuat bulu romaku merinding,&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Kulihat wajah teman teman yang siap tegak siaga bernyanyi dengan mulut yang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;sedikit bergoyang&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-weight: bold; font-style: italic; color: rgb(102, 51, 0);" class="MsoNormal"&gt;Ucapan maaf ku yang sedalam dalamya dan ucapan terima kasihku kepada&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family:Wingdings;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;o ALLAh&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;aza wa jalla&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family:Wingdings;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;o Ayah dan ibu&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family:Wingdings;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;o Nenek dan uan,juga seluruh keluarga ku di kinali&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family:Wingdings;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;o Guru-guruku di MTI candung &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family:Wingdings;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;o Keluarga besar MTI candung&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family:Wingdings;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;o Om&lt;/st1:place&gt; yusran ,makasih ya om di waktu acara om rela menunggu sampai ga makan trima kasih&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family:Wingdings;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;o Pak etek dan ante vivi.trima kasih atas dukungan nya&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family:Wingdings;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;o Teman teman ku yang maleset&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;(zami,edo,izul,wiwi)&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family:Wingdings;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;o Teman-teman foksa01 selalu bersama&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family:Wingdings;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;o Teman teman ASSIPA&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family:Wingdings;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;o Adik-adikku di tarbiyah &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family:Wingdings;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;o Adik-adik ku di rumah (paik,fadil,andi,dina,laila)&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family:Wingdings;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;o Ibuk ros(ibu kos ku)&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family:Wingdings;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;o Adik – adik ku di tarbiyah yang dari pasaman(deri,nabila,amin,habil)&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family:Wingdings;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;o Adik-adik yang selalu&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ngasi support (ami,azizah) makasih ya..setelah tamat jangan paggil kakak dengan panggilan kak lagi,karena panggilan akrab alumni tarbiayah islamiyah candung itu adalah “UDA dan UNI” good luck for u&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family:Wingdings;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;o Da sal mokasih da sal&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family:Wingdings;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;o Ustad zul&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family:Wingdings;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;o Pak hen &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family:Wingdings;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;o Ustad fitra yadi(bangkit dengan sisi-sisa tenaga)&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family:Wingdings;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;o SEMUANYA MAAF BAGI YANG TIDAK TERSEBUT NAMANYA&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-style: italic;" class="MsoNormal"&gt;      Teman teman yang sangat aku cintai..&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: center; color: rgb(0, 153, 0); font-weight: bold; font-style: italic;" class="MsoNormal"&gt;One that must you remember&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;LIFE IS SRUGGLE LET US DECORATE OUR SRUGGLE BY GETTING KNOWLEDGES,BECAUSE KNOWLEDGE ARE LIKE SEA WATER,&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;MORE AND MORE DRANK,WILL MAKE YOU MORE AN MORE THIRSTY&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;So don’t give up in getting knowledge,you are regarded as a leader in our religion and our nation&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;I say sorry,and let me have your forgiveness&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;And I say sorry for the mistakes that touch your felling &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;As long as we were together,so many jokes made you hurt..&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Summa…la tai as fi ta’lumikum&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Selamt tinggall…&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Good bye…&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Ilaliqa’….&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;table style="width: 350px; height: 369px;" class="fitem1table"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="dtd"&gt;&lt;ul class="data"&gt;&lt;li&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; SINAR TARBIYAH&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt; Sinarnya Tarbiyah kita seluruh Indonesia ini&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt; Sudah sama tau dan sama kenal&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt; Sudah tersiar dimana-mana di dunia ini…….&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt; Ya.. dunia ini……….&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt; Wujudnya Tarbiyah kita &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt; Mendidik manusia dengan ilmu &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt; Berlaku baik beramal shaleh &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt; Melarang kita berbuat dosa di dunia ini…&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt; Ya… dunia ini…&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt; Yaa Allah ya Tuhan kami….&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt; Lanjutkanlah umur Tarbiyah ini..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt; Hidup mulia serta abadi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt; Yaa Tuhan kami….&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt; Yaa Allah ya Tuhan kami….&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt; Lanjutkanlah umur Tarbiyah ini..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt; Hidup mulia serta abadi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt; Yaa Tuhan kami….&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="vertical-align: top;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8469868469220855717-1112541666919845656?l=alfiasyura.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alfiasyura.blogspot.com/feeds/1112541666919845656/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8469868469220855717&amp;postID=1112541666919845656' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8469868469220855717/posts/default/1112541666919845656'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8469868469220855717/posts/default/1112541666919845656'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alfiasyura.blogspot.com/2008/06/selamat-tinggal.html' title='SELAMAT TINGGAL'/><author><name>alfi asyura</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18336605571151931161</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp2.blogger.com/_7LOLboa5MEk/SBQjR_yZ52I/AAAAAAAAABg/4I2Tf9Jzavo/S220/Foto1592-002.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp0.blogger.com/_7LOLboa5MEk/SE5asu8GPNI/AAAAAAAAAJM/GPUBpqucjOs/s72-c/DSCN1067.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8469868469220855717.post-1598863937709959106</id><published>2008-06-10T02:44:00.000-07:00</published><updated>2008-06-10T02:45:13.946-07:00</updated><title type='text'>ALAMAT KANTOR WILAYAH DEPARTEMEN AGAMA SELURUH INDONESIA</title><content type='html'>&lt;div class="Section1"&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;; color: black;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;; color: black;"&gt;ALAMAT KANTOR WILAYAH DEPARTEMEN AGAMA SELURUH &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;INDONESIA&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;; color: black;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;; color: black;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;; color: black;"&gt;1. Drs. H.GAZALI MOHD.SYAM JI. Abu Lam U. No.9 JI. TGK. Ibrahim No.30 &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;; color: black;"&gt;Kakanwil Dep. Agama Banda Aceh 23242 Lamseupeung &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;; color: black;"&gt;Provinsi Nangroe Aceh Tel. (0651) 22412-22442 Banda Aceh 23000 &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;; color: black;"&gt;Darussalam Fax. (0651) 22510 Tel. (0651) 34196 &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;; color: black;"&gt;Hp. 0811684581 &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;; color: black;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;; color: black;"&gt;2. Drs.H.Z. ARIFIN NURDIN, SH JI. Jend. Gatot Subroto No.261 Jl. Sungai Bloto &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;; color: black;"&gt;Kakanwil Dep. Agama &lt;st1:city st="on"&gt;Medan&lt;/st1:City&gt; 20127 No.52 &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Medan&lt;/st1:City&gt;&lt;/st1:place&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;; color: black;"&gt;Provinsi Sumatera Utara Tel. (061) 8451033-8451724 Sumatera Utara &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;; color: black;"&gt;Fax. (061) 8468005 Tel. (061) 4159702 &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;; color: black;"&gt;Hp. 08126057704 &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;; color: black;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;; color: black;"&gt;3. Drs. H. DARWAS JI. Kuini No.79. B Jl. Berok Raya No.88 &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;; color: black;"&gt;Kakanwil Dep. Agama &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Padang&lt;/st1:City&gt;&lt;/st1:place&gt; 25114 Siteba Padang 25146 &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;; color: black;"&gt;Provinsi Sumatera Barat Tel. (0751) 28220-21686 Tel. (0751) 462335 &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;; color: black;"&gt;Fax. (0751) 28220 Hp. + 628126611841 &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;; color: black;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;; color: black;"&gt;4. Drs. H. ABDUL GAFAR JI. Jend. Sudirman No. 235 JI. Emasari No.06 &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;; color: black;"&gt;USMAN Pekanbaru 28011 Tangkerang Selatan &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;; color: black;"&gt;Kakanwil Dep. Agama Tel. (0761) 21360 Pekanbaru 28282 &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;; color: black;"&gt;Provinsi Riau Fax. (0761) 38017 Tel./Fax. (0761) 26422 &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;; color: black;"&gt;Hp. 08127519896 &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;; color: black;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;; color: black;"&gt;5. Drs. H. M.IDRIS SALEH, M.Pdi JI. Jend. A. Yani No. 13 JI. S. Suparman No.36 &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;; color: black;"&gt;Kakanwil Dep. Agama Telanaipura Jambi 36122 Telanaipura Jambi &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;; color: black;"&gt;Provinsi Jambi Tel. (0741) 60849 Tel. (0741) 63090 &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;; color: black;"&gt;Fax. (0741) 60808 Hp. 0811743044 &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;; color: black;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;; color: black;"&gt;6. Drs. H. S. SALIM JI. Ade Irma Nasution Komplek Atlit Jakabaring &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;; color: black;"&gt;Kakanwil Dep. Agama No. 8 &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Palembang&lt;/st1:City&gt;&lt;/st1:place&gt; 30129 Blok. A.9 No.43 &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;; color: black;"&gt;Provinsi Sumatera Selatan Sumatera Selatan &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Palembang&lt;/st1:City&gt;&lt;/st1:place&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;; color: black;"&gt;Tel. (0711) 351668 Tel. (0711) 7099946 &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;; color: black;"&gt;Fax. (0711) 378607 Hp.0811785081 &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;; color: black;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;; color: black;"&gt;7. Drs. H. HERMAN FAIZUDDIN Kompl Perkantoran Gubernur Kep Jl. Parit Lalang &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;; color: black;"&gt;Kakanwil Dep. Agama Bangka &lt;st1:place st="on"&gt;Belitung&lt;/st1:place&gt; No.1 Air Itam Pangkalpinang &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;; color: black;"&gt;Provinsi Bangka &lt;st1:place st="on"&gt;Belitung&lt;/st1:place&gt; Pangkalpinang Hp. 08127844452 &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;; color: black;"&gt;Tel. (0717) 439464-439465 0811717720 &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;; color: black;"&gt;Fax. (0717) 439466 &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;; color: black;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;; color: black;"&gt;8. Drs. H. MUKHTARIDI JL Basuki Rahmat No. 10 JI. Timur Indah No. 5 Rt.5/02 &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;; color: black;"&gt;BAIJURI, MM Bengkulu 38221 Sidomulyo Kota Bengkulu &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;; color: black;"&gt;Kakanwil Dep. Agama Tel. (0736) 21097-21597 Tel. (0736) 25148 &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;; color: black;"&gt;Provinsi Bengkulu Fax. (0736) 21597 Hp. 0811730348 &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;; color: black;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;; color: black;"&gt;9. Drs. H. BAS YUNI JI. Cut Mutia No. 27 JI. Maranti Gunung No.16 &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;; color: black;"&gt;TH. KAHURIPAN, M.Ag Telukbetung Tanjung Gading &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;; color: black;"&gt;Kakanwil Dep. Agama Bandar Lampung 35214 Karang Timur &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;; color: black;"&gt;Provinsi Lampung Tel. (0721)482980 Bandar Lampung &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;; color: black;"&gt;Fax. (0721) 483067 Tel. (0721) 251430 &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;; color: black;"&gt;Hp. 08127201475 &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;; color: black;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;; color: black;"&gt;10. H. ACHMAD FAUZAN JI. DI. Panjaitan No. 10 Jl. Bumi Raya No.38 &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;; color: black;"&gt;HARUN, SH &lt;st1:city st="on"&gt;Jakarta&lt;/st1:City&gt; Timur 13340 Rt.02/03 &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Duren&lt;/st1:City&gt;&lt;/st1:place&gt; Sawit &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;; color: black;"&gt;Kakanwil Dep. Agama&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;; color: black;"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Tel. (L). (021) 8197479 &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Jakarta&lt;/st1:City&gt;&lt;/st1:place&gt; Timur &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;; color: black;"&gt;Provinsi DKI &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Jakarta&lt;/st1:City&gt;&lt;/st1:place&gt; Fax. (021) 8512402 Tel. (021) 86052189 &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;; color: black;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;; color: black;"&gt;11. Drs. H. IIK MAKIB, LC JI. Jend. Sudirman No.644 Rumah Dinas &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;; color: black;"&gt;Kakanwil Dep. Agama &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Bandung&lt;/st1:City&gt;&lt;/st1:place&gt; 40183 Jl. Supratman No.32 &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;; color: black;"&gt;Provinsi Jawa Barat Tel. (022) 6032008 &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Bandung&lt;/st1:City&gt;&lt;/st1:place&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;; color: black;"&gt;Fax. (022) 6037850 Jawa Barat &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;; color: black;"&gt;Tel. (022) 7271380 &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;; color: black;"&gt;&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;  &lt;div class="Section2"&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;"&gt;12. Drs. H.M.A. RAMLY, M. Hum JI. Raya Pal &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Lima&lt;/st1:City&gt;&lt;/st1:place&gt; Pakupatan Kp. Gunung Batu &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;"&gt;Kakanwil Dep. Agama Blok Instansi Vertikal No.01 Ds. Cijantra Pagedangan &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;"&gt;Provinsi Banten Serang Banten Tangerang &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;"&gt;Tel. (0254) 7037484 Tel. (021) 9200291 &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;"&gt;Hp. 08129600802 &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;"&gt;13. Drs. MASYHUDI, MM JI. Sisingamangaraja No. 5 JI. Sisingamangaraja No. 5 &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;"&gt;Kakanwil Dep. Agama &lt;st1:city st="on"&gt;Semarang&lt;/st1:City&gt; 502332 &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Semarang&lt;/st1:City&gt;&lt;/st1:place&gt; 50232 &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;"&gt;Provinsi Jawa Tengah Tel. (024) 8412552 Jawa Tengah &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;"&gt;Fax. (024) 8315418 Tel. (024) 8441768 &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;"&gt;Hp. 0811279932 &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;"&gt;14. Drs. H. NGATIDJAN, MA JI. Sukonandi No. 8 Perumahan Dinas Kanwil &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;"&gt;Kakanwil Dep. Agama &lt;st1:place st="on"&gt;Yogyakarta&lt;/st1:place&gt; 55162 Dep. Agama No.1 Tinalan &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;"&gt;Provinsi D.I. Yogyakarta Tel. (0274) 589335 Prenggan Kotagede &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;"&gt;Fax. (0274) 589335 &lt;st1:place st="on"&gt;Yogyakarta&lt;/st1:place&gt; Jawa Tengah &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;"&gt;Tel. (0274) 383223 &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;"&gt;Hp. 08157936699 &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;"&gt;15. Drs. H. ROZIQI JI. Raya Juanda JI. Siwalankerto Utara II/3 &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;"&gt;Kakanwil Dep. Agama &lt;st1:city st="on"&gt;Surabaya&lt;/st1:City&gt; 61254 &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Surabaya&lt;/st1:City&gt;&lt;/st1:place&gt; Jawa Timur 60236 &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;"&gt;Provinsi Jawa Timur Tel. (031) 8667011 Tel/Fax. (031) 8417356 &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;"&gt;Fax. (031) 8674123 Hp. 0811335245 &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;"&gt;E-mail:kakanwiljatim@yahoo.com &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;"&gt;16. Drs. H. RASMI SATTAR JI. Sutan Syahrir No.12 JI. Untung Suropati No.3 &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;"&gt;Kakanwil Dep. Agama Pontianak78116 &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Pontianak&lt;/st1:City&gt;&lt;/st1:place&gt; 78121 &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;"&gt;Provinsi Kalimantan Barat Tel. (0561) 738662 Tel. (0561) 736794 &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;"&gt;Fax. (0561)732414 Hp. 081522541822 &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;"&gt;17. Drs. H. ANSHARY JI. Brigjen Katamso No.3 Jl. Virgo Komp. Amaco &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;"&gt;Kakanwil Dep. Agama Palangka Raya 73111 Palangka Raya &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;"&gt;Provinsi Kalimantan Tengah Tel. (0536) 3221966 Tel. (0536) 222188 &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;"&gt;Fax. (0536) 3221893 Hp. 08111521153 &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;"&gt;18. DR. H. ARTANI HASBI JI. D.I. Panjaitan No.19 JI. Gatot Subroto Timur II &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;"&gt;Kakanwil Dep. Agama &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Banjarmasin&lt;/st1:City&gt;&lt;/st1:place&gt; 70114 Merpati V No.28 &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;"&gt;Provinsi Kalimantan Selatan Tel. (0511) 53150 &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Banjarmasin&lt;/st1:City&gt;&lt;/st1:place&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;"&gt;Fax. (0511) 56633 Tel. (0511) 250972 &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;"&gt;Hp. 08125106352 &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;"&gt;19. Drs. H. FARID WADJDY JI. Basuki Rahmat No.42 JI. A. Wahab Syahrani &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;"&gt;Kakanwil Dep. Agama Samarinda75117 Komp. Dep. Agama No.1 &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;"&gt;Provinsi Kalimantan Timur Tel. (0541) 743359 Samarinda &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;"&gt;Fax. (0541)742682 Tel. (0541) 734763 &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;"&gt;Hp. 08164575161 &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;"&gt;20. Drs. H. ABD. AZIZ M. GODAL JI. WR. Supratman No.12 JI. Nenas No.20 Palu &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;"&gt;Kakanwil Dep. Agama Palu 94221 &lt;st1:place st="on"&gt;Sulawesi&lt;/st1:place&gt; Tengah &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;"&gt;Provinsi Sulawesi Tengah Tel. (0451) 421055 Tel. (0451) 422855 &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;"&gt;Fax. (0451) 426384 Hp. 08164301420 &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;"&gt;21. Drs. H.M.YUSUF OTOLUWA JI.17Agustus &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Manado&lt;/st1:City&gt;&lt;/st1:place&gt; 1077 Perum. Permata Klabat &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;"&gt;Kakanwil Dep. Agama Tel. (0431) 864192 Paniki Manado &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;"&gt;Provinsi &lt;st1:place st="on"&gt;Sulawesi&lt;/st1:place&gt; Utara Fax . (0431) 864392 Tel. (0431) 814175 &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;"&gt;Hp. 0816231577 &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;"&gt;08124426500 &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;"&gt;22. Drs. H. MOH. SALIM AL-DJUFRI JI. Poigar Molosipat.U Jl. KH. Agus Salim 136 &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;"&gt;Kakanwil Dep. Agama Gorontalo &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Kota&lt;/st1:City&gt;&lt;/st1:place&gt; Utara Gorontalo 96115 &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;"&gt;Provinsi Gorontalo Tel. (0435) 824475-831943 Tel. (0435) 823337 &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;"&gt;Fax. (0435) 831942 Hp. 08124311212 &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;"&gt;08158868800 &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;"&gt;&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;  &lt;div class="Section3"&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;"&gt;23. JI. Nuri No. 53 &lt;st1:place st="on"&gt;Makassar&lt;/st1:place&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;"&gt;Kakanwil Dep. Agama Tel. (0411) 872219-873459 &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;"&gt;Provinsi &lt;st1:place st="on"&gt;Sulawesi&lt;/st1:place&gt; Selatan Fax. (0411) 873459 &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;"&gt;24. Drs. H. ABDUL MUIS D. JI. Jend. A. Yani No.6 Komp.Perum.Dep.Agama &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;"&gt;Kakanwil Dep. Agama Kendari 93117 JI. Made Sabara No.1 &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;"&gt;Provinsi Sulawesi Tenggara Tel. (0401) 322696 Tel. (0401) 395163 &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;"&gt;Fax. (0401) 322696 Hp. 081341659998 &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;"&gt;25. Drs. I GUSTI MADE JI. Letda Tantular Civic JI. Ratna Gang Tiratai &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;"&gt;NGURAH, &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:placename st="on"&gt;M.Si&lt;/st1:PlaceName&gt; &lt;st1:placetype st="on"&gt;Center&lt;/st1:PlaceType&gt;&lt;/st1:place&gt; Yang Batu No.10. A Denpasar Bali &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;"&gt;Kakanwil Dep. Agama Denpasar 80234 Tel (0361) 231490 &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;"&gt;Provinsi Bali Tel. (0361) 224072 Hp. 08123979659 &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;"&gt;Fax. (0361) 222716 &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;"&gt;26. Drs. H. LALU JI. Udayana No.6 JI. Pendidikan No.29 &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;"&gt;MAHFUDZ,MM Mataram 83122 Mataram &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;"&gt;Kakanwil Dep. Agama Tel. (0370) 623375 Tel. (0370) 626333 &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;"&gt;Prop. Nusa Tenggara Barat Fax. (0370) 623375 Hp. 081339504054 &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;"&gt;27. Drs. JOHANNES JI. Raya El-Tari No.3 JI. Hati Suci No.38 &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;"&gt;BERCHMANS &lt;st1:place st="on"&gt;BALI&lt;/st1:place&gt; Kupang 85111 Oebobo Kupang 85111 &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;"&gt;Kakanwil Dep. Agama Nasa Tenggara Timur Nasa Tenggara Timur &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;"&gt;Provinsi Nusa Tenggara Timur Tel. (0380) 833169 Tel. (0380) 833072 &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;"&gt;Hp. 0811384412 &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;"&gt;28. Drs. MUHAMMAD JI. Sultan Hasanudin JI. Kebun Cengkeh Komp. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;"&gt;PELUPESSY Kapahaha Ambon 97128 MTsN &lt;st1:place st="on"&gt;Ambon&lt;/st1:place&gt; 97128 &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;"&gt;Kakanwil Dep. Agama Tel. (0911) 352159-352633 Tel/Fax. (0911) 342339 &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;"&gt;Provinsi Maluku Fax. (0911) 352159 Hp. 08124127652 &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;"&gt;29. Drs. H. DJAFAR Komplek MTsN JI. Jati Penimnas Temate &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;"&gt;CONORAS JI. Batu Angus Tel. (0921) 25417 &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;"&gt;Kakanwil Dep. Agama Temate Maluku Utara Hp. 08129764400 &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;"&gt;Provinsi Maluku Utara Tel. (0921) 328608 081342353300 &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;"&gt;Fax. (0921) 328609 &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;"&gt;30. M. MAYOR, A.Ma Jl. Abepura Entrop Rumah Pegawai &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;"&gt;Kakanwil Dep. Agama Jayapura Papua Dep. Agama No.I &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;"&gt;Provinsi Papua Tel. (0967) 533346-537417 Entrop Jayapura Papua &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;"&gt;Fax. (0967) 533346 Tel. (0967) 535140 &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;"&gt;Hp. 08124899122 &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;"&gt;31. Drs. H. SAHABUDIN &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Jl.&lt;/st1:City&gt; &lt;st1:state st="on"&gt;KS&lt;/st1:State&gt;&lt;/st1:place&gt;. Tubun No.7 &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Jl.&lt;/st1:City&gt; &lt;st1:state st="on"&gt;KS&lt;/st1:State&gt;&lt;/st1:place&gt; Tubun No.5 &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;"&gt;KASIM, M.Hi Sulawesi Barat 91511 Mamuju Sulawesi Barat &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;"&gt;Kakanwil Dep. Agama Tel. (0426) 21544 Hp. 081355628459 &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;"&gt;Provinsi Sulawesi Barat &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;"&gt;32. Drs. H. RAZALI Jl. MT. Haryono KM.3.5 Jl. Laksamana Bintan Blok.I &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;"&gt;Kakanwil Dep. Agama Tanjung Pinang 29124 No.95 Kampung Melayu &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;"&gt;Provinsi Kepulauan Riau Tel. (0771) 314232 Saipanas Batam 29435 &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;"&gt;Fax. (0771) 314232 Tel/Fax. (0778) 452638 &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;"&gt;Hp. 08127016822 &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;"&gt;33. AM. Manobi, SH Jl. SKMA Arfai II &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;"&gt;Kakanwil Dep. Agama Manokwari &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;"&gt;Provinsi Papua Barat Fax. (0968) 212552 Hp. 081344378511 &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;"&gt;&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8469868469220855717-1598863937709959106?l=alfiasyura.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alfiasyura.blogspot.com/feeds/1598863937709959106/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8469868469220855717&amp;postID=1598863937709959106' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8469868469220855717/posts/default/1598863937709959106'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8469868469220855717/posts/default/1598863937709959106'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alfiasyura.blogspot.com/2008/06/alamat-kantor-wilayah-departemen-agama.html' title='ALAMAT KANTOR WILAYAH DEPARTEMEN AGAMA SELURUH INDONESIA'/><author><name>alfi asyura</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18336605571151931161</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp2.blogger.com/_7LOLboa5MEk/SBQjR_yZ52I/AAAAAAAAABg/4I2Tf9Jzavo/S220/Foto1592-002.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8469868469220855717.post-6273287501451939132</id><published>2008-06-10T02:41:00.000-07:00</published><updated>2008-06-10T02:43:34.049-07:00</updated><title type='text'>ABSTRAKSI PROSES PENDAFTARAN MAHASISWA BARU AL-AZHAR SISTEM TAWKIL BEASISWA</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;span class="judul"&gt;ABSTRAKSI PROSES PENDAFTARAN MAHASISWA BARU AL-AZHAR SISTEM TAWKIL BEASISWA&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="konten"&gt;Proses pendaftaran pelajar/mahasiswa Al-Azhar tahun ini tidak jauh berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, hanya saja untuk program S-2 langsung ditangani oleh pihak KBRI (Atdikbud).&lt;br /&gt;&lt;b&gt;I. Berkas dan Persyaratan yang Diperlukan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    1. Ijazah (asli)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    2. Transkip Nilai (asli)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    3. Akta Kelahiran (asli)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    4. Fotokopi-fotokopi :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        • Ijasah beserta terjemahannya 6 lembar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        • Transkip nilai 6 lembar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        • Akte Kelahiran 6 lembar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        • Pasport 7 lembar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    5. Pas photo ukuran 4 X 6 sebanyak :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        a. 20 lembar untuk MABA beasiswa dengan rincian sbb.:&lt;/p&gt;  &lt;pre&gt;&lt;span style=""&gt;       &lt;/span&gt;7 lembar untuk pendaftaran ke maqtab tansiq di Muraqib&lt;/pre&gt;&lt;pre&gt;&lt;span style=""&gt;       &lt;/span&gt;3 lembar untuk lapor diri ke Konsuler&lt;/pre&gt;&lt;pre&gt;&lt;span style=""&gt;       &lt;/span&gt;3 lembar untuk lapor pendidikan ke Atdikbud KBRI&lt;/pre&gt;&lt;pre&gt;&lt;span style=""&gt;       &lt;/span&gt;3 lembar untuk PPMI&lt;/pre&gt;&lt;pre&gt;&lt;span style=""&gt;       &lt;/span&gt;2 lembar untuk PMIK&lt;/pre&gt;&lt;pre&gt;&lt;span style=""&gt;       &lt;/span&gt;2 lembar untuk orientasi&lt;/pre&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;        b. 14 lembar untuk MABA non-Beasiswa (untuk lapor diri dan lapor pendidikan dilakukan sendiri oleh MABA yang bersangkutan ketika sudah datang ke Mesir).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    6. Formulir identitas pribadi yang sudah diisi secara lengkap (nama lengkap; tempat dan tanggal lahir; alamat lengkap di Indonesia; jenis kelamin; jenjang pendidikan; nama dan pekerjaan kedua orang tua; alamat orang tua; dan nama kakek)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    7. Isian Formulir pemilihan tiga fakultas pilihan yang diprioritaskan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;II. Waktu dan Tempat Pendaftaran&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Waktu pendaftaran mulai tanggal 1 s/d 30 September setiap tahun, bertempat di Kantor Urusan Mahasiswa Asing, pada Islamic Research Academy Al Azhar di Nasr City Cairo.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;III. Kronologi Proses Pengurusan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;1. Penterjemahan Berkas&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    a.Menterjemahkan Ijazah, Transkip Nilai, Akte Kelahiran ke dalam Bahasa Arab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    b.Semua berkas di atas diterjemahkan kecuali yang sudah berbahasa Arab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    c.Dalam penerjemahan Ijazah, panitia menggunakan satu format dengan menyamakannya sebagai Madrasah ats-Tsanawiyyah al-Hukumiyyah (format KBRI).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;2. Legalisasi Berkas ke KBRI&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    a. Melegalisir Ijazah asli, Transkip Nilai asli dan Akte Kelahiran asli (disertakan pula fotokopinya masing-masing tiga rangkap)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    b. Melegalisir terjemahan Ijazah dan Transkip Nilai (kecuali yang sudah berbahasa Arab), dan terjemah Akte Kelahiran (masing-masing rangkap tiga)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    c. Ijazah, Transkip Nilai, dan Akte Kelahiran dilegalisir oleh kantor Konsuler Atdikbud&lt;br /&gt;      (tempatnya district 9 madinat nasher seberang mahatoh Gamie dengan Ibu Nela),&lt;br /&gt;      sedangkan Ijazah dan Transkip Nilai (kecuali Akte Kelahiran) dilegalisir di Atdikbud&lt;br /&gt;      oleh Bapak Anwar dengan meninggalkan satu berkas masing-masing MABA sebagai&lt;br /&gt;       arsip.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: center;" align="center"&gt;Ket. :Pelaksanaan legalisir di Atdikbud KBRI khusus Maba Beasiswa bisa dilakukan oleh panitia sendiri guna mempercepat proses yang lainnya.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;3. Legalisasi Berkas ke Kharijiyyah (Kementerian Luar Negeri Mesir)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun berkas-berkas yang harus dilegalisir oleh pihak Kharijiyyah sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    a. Melegalisir Ijazah asli yang sudah berbahasa Arab dan sudah dilegalisir oleh KBRI dengan biaya Le. 11,00.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   b. Melegalisir Ijazah asli yang tidak berbahasa Arab beserta terjemahan Arabnya dengan biaya Le. 11,00 x 2 lembar = Le. 22,00.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;4. Persiapan Pemu'adalahan Ijazah&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah semua berkas dilegalisir oleh KBRI dan Kharijiyyah, panitia segera mempersiapkan segala persyaratan yang diperlukan untuk proses pemu'adalahan Ijazah. Adapun syarat-syaratnya sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    a. Surat rekomendasi yang dikeluarkan oleh KBRI yang dibawa oleh Mandub Sifaroh untuk mempermudah proses pemu'adalahan Ijazah dan sebagai langkah awal prose pemuadalahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    b. Tholab Mu'adalah yang sudah dibubuhi damghoh 'adiyah (materai biasa) sebesar Le. 1,00&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    c. Ijazah Asli yang sudah dilegalisir oleh KBRI dan Khorijiyah dan sudah dibubuhi damghoh 'adiyah (materai biasa) sebesar Le. 1,00 beserta terjemahannya (khusus Ijazah asli yang berbahasa Indonesia) yang sudah dilegalisir oleh KBRI dan Kharijiyyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    d. Fotokopi Ijazah Asli dan terjemahannya yang sudah dilegalisir oleh KBRI dan Khorijiyah sebanyak satu rangkap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    e. Fotokopi Transkip Nilai dan terjemahannya yang sudah dilegalisir oleh KBRI sebanyak dua rangkap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    f. Fotokopi Akte Kelahiran dan terjemahannya yang sudah dilegalisir oleh KBRI sebanyak satu rangkap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    g. Fotokopi paspor sebanyak satu rangkap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ket. : Semua berkas di atas dimasukkan ke dalam map plastik terbuka dan di klip, kecuali Ijazah asli dan terjemahannya serta satu rangkap fotokopi Transkip Nilai.Untuk berkas yang sudah berbahasa Arab dengan persyaratan seperti di atas tanpa menyertakan terjemahannya lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;5. Pemu'adalahan Ijazah di Muraqib&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah semua persyaratan dilengkapi, berkas di bawa ke Muraqib untuk di mu'adalahkan. Pemu'adalaan ini dilaksanakan di Muraqib lantai 4 bagian Ta'dil Ijazah oleh Ust. Muhammad Sa'dawi di depan ruang Mudir 'Am (Ust. Fauzi Abdus Sami' Zidan). Berkas yang sudah masuk akan dicatat oleh pihak Muraqib di buku induk dan Ijazahnya akan dicek apakah termasuk Syahadah yang Mu'adalah atau tidak, jika termasuk Syahadah yang sudah dimu'adalahkan maka akan diberikan keterangan di balik Syahadah asli dan ditandatangani oleh Ust. Samir, Ust. Raf'at dan Mudir 'Am Ust. Fauzi setelah itu langsung distempel. Syahadah yang sudah distempel kemudian difotokopi bolak-balik dan diserahkan ke Ust. Samir sebagai arsip.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ket. :Semua berkas yang dimasukkan ketika proses pemu'adalahan Ijazah akan diambil oleh bagian Ta'dil di Muraqib kecuali Ijazah asli dan terjemahannya, dan akan dikembalikan ke panitia setelah diTa'dil guna persiapan pendaftaran selanjutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;6. Persiapan Pendaftaran&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sistem tawkil pada tahun ini, pembelian Madzruf ditangani langsung oleh pihak Atdikbud KBRI yang seberlumnya akan ditanyakan jumlah yang dibutuhkan, sedangkan untuk pemu'adalahan Ijazah dan Tansiq Qobul ditangani oleh panitia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkas-berkas yang harus dipersiapkan untuk pendaftaran ke Maktab Tansiq Qobul :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    a. Madzruf (berkas pendaftaran) yang sudah diisi lengkap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    b. Bithoqoh Ikhtiyar yang sudah diisi dan ditempeli stiker lengkap (warna biru muda untuk Tholib dan kuning untuk Tholibah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    c. Fotokopi Bithoqoh Ikhtiyar 2 (dua) rangkap yang telah diisi lengkap (dengan kertas ukuran A 4).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    d. Tholab Iltihaq bi Kulliyyah (berwarna merah muda) yang telah dibubuhi damghoh (materai) senilai Le. 20,00&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    e. Bayanat Tholib Wafid Mustajid (berwarna putih) yang dibubuhi damghoh 'adiyah (materai biasa) senilai Le. 1,00 serta ditempeli pas photo 4 x 6 satu lembar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    f. Ijazah asli dan terjemahannya yang sudah dimu'adalahkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    g. Transkip Nilai asli dan terjemahannya yang sudah dilegalisir oleh KBRI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    h. Akte Kelahiran asli dan terjemahannya yang sudah dilegalisir oleh KBRI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    i. Fotokopi Ijazah dan terjemahannya yang sudah dimu'adalahkan sebanyak 2 rangkap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    j. Fotokopi Transkip Nilai dan terjemahannya yang sudah dilegalisir oleh KBRI sebanyak 2 rangkap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    k. Fotokopi Akte Kelahiran dan terjemahannya yang sudah dilegalisir oleh KBRI sebanyak 2 rangkap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    l. Pas photo 4 x 6 sebanyak 7 lembar (satu ditempel pada Bayanat Wafid Mustajid).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    m. Fotokopi paspor sebanyak 3 rangkap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    n. Semua persyaratan di atas dimasukkan ke dalam Madzruf.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ket. : &lt;span style="font-family: Symbol;"&gt;&lt;span style=""&gt;§&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; Panitia membeli Madzruf (berkas pendaftaran) padap pihak KBRI seharga Le. 31,50 yang berisi :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bitoqoh Ikhtiyar; Tholab Iltihaq bi Kulliyyah; Bayanat Tholib Wafid Mustajid; stiker pilihan fakultas; dan sebuah buku panduan untuk MABA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Symbol;"&gt;&lt;span style=""&gt;§&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; Pengisian Madzruf (berkas pendaftaran) MABA Beasiswa dilakukan oleh panitia. &lt;span style="font-family: Symbol;"&gt;&lt;span style=""&gt;§&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; Bitoqoh Ikhtiyar di dalam Madzruf untuk Tholib yang berwarna biru muda, dan untuk Tholibah yang berwarna kuning.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;7. Pendaftaran ke Maktab Tansiq Qobul&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Madzruf yang sudah berisi berkas-berkas lengkap dikelompokkan menjadi dua (kelmpk. Madzruf Tholib dan kelmpk. Madzruf Tholibah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Madzruf diserahkan kepada Ust. Sya'dawi dan dibawa ke petugas pencatat Ishol di tiga ruangan : ruangan 1) Ust. Hosam, dkk; ruangan 2) Ust. ……. ; ruangan 3) Ust. Nabil, dkk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Setelah semuanya selesai, panitia pulang dan tinggal menunggu keluarnya Ishol (bukti pendaftaran) yang akan diserahkan oleh Ro'is Tansiq (Ust. Raf'at).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;8. Penerimaan Ishol (Kwitansi Bukti Pendaftaran)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah Ishol diterima oleh panitia melaliui mandub sifarah, difotokopi satu rangkap sebagai arsip dan yang asli dibagikan langsung kepada MABA yang mendapatkan Beasiswa dan untuk MABA non-Beasiswa diserahkan kepada Mitra Mediator, yang selanjutnya meminta Khittob (surat pengantar) dari Atdikbud KBRI untuk direkomendasikan ke Depag dalam pemberian visa di Kedutaan Mesir di Indonesia dan surat pengantar dari DPP-PPMI jika dibutuhkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;9. Setelah Kedatangan MABA&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Lapor Diri ke Konsuler KBRI&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Mengisi blangko pendaftaran warga Negara Indonesia di Mesir yang&lt;span style="font-family: Symbol;"&gt;&lt;span style=""&gt;§&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; berwarna kuning&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Fotokopi Ijazah, Transkip Nilai dan Akte Kelahiran masing-masing satu&lt;span style="font-family: Symbol;"&gt;&lt;span style=""&gt;§&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; rangkap&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Paspor asli untuk mendapatkan stempel bukti Lapor Diri&lt;span style="font-family: Symbol;"&gt;&lt;span style=""&gt;§&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Fotokopi paspor satu lembar&lt;span style="font-family: Symbol;"&gt;&lt;span style=""&gt;§&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Pas photo 4 x 6 sebanyak 3 lembar&lt;span style="font-family: Symbol;"&gt;&lt;span style=""&gt;§&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Semua berkas di atas dimasukkan ke dalam map terbuka warna merah dan&lt;span style="font-family: Symbol;"&gt;&lt;span style=""&gt;§&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; diklip yang kemudian diserahkan ke bagian Konsuler KBRI (Ibu Nela atau Bapak Fadholan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Lapor Pendidikan ke Atdikbud KBRI &lt;span style="font-family: Symbol;"&gt;&lt;span style=""&gt;§&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; Mengisi 3 formulir dari Atdikbud (P1, P2 dan P3) yang berwarna putih &lt;span style="font-family: Symbol;"&gt;&lt;span style=""&gt;§&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; Fotokopi Ijazah, Transkip Nilai dan Akte Kelahiran masing-masing satu rangkap &lt;span style="font-family: Symbol;"&gt;&lt;span style=""&gt;§&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; Paspor asli untuk mendapatkan nomor Pendidikan dan stempel sebagai bukti Lapor Pendidikan &lt;span style="font-family: Symbol;"&gt;&lt;span style=""&gt;§&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; Fotokopi paspor sebanyak satu lembar &lt;span style="font-family: Symbol;"&gt;&lt;span style=""&gt;§&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; Pas photo 4 x 6 sebanyak 3 lembar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Symbol;"&gt;&lt;span style=""&gt;§&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; Semua berkas di atas dimasukkan ke dalam map dan diklip yang selanjutnya diserahkan ke bagian Atdikbud (Bapak Ahlidin)&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8469868469220855717-6273287501451939132?l=alfiasyura.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alfiasyura.blogspot.com/feeds/6273287501451939132/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8469868469220855717&amp;postID=6273287501451939132' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8469868469220855717/posts/default/6273287501451939132'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8469868469220855717/posts/default/6273287501451939132'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alfiasyura.blogspot.com/2008/06/abstraksi-proses-pendaftaran-mahasiswa.html' title='ABSTRAKSI PROSES PENDAFTARAN MAHASISWA BARU AL-AZHAR SISTEM TAWKIL BEASISWA'/><author><name>alfi asyura</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18336605571151931161</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp2.blogger.com/_7LOLboa5MEk/SBQjR_yZ52I/AAAAAAAAABg/4I2Tf9Jzavo/S220/Foto1592-002.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8469868469220855717.post-5346303898750998556</id><published>2008-06-01T08:43:00.000-07:00</published><updated>2008-06-01T08:47:53.113-07:00</updated><title type='text'>Mencapai Kebahagiaan</title><content type='html'>&lt;h3 style="text-align: center;"&gt;Mencapai Kebahagiaan&lt;/h3&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;OLEH:ALFI ASYURA&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Mencapai hidup yang ba&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp1.blogger.com/_7LOLboa5MEk/SELEaWOYjWI/AAAAAAAAAI0/H36FX8z3Stg/s1600-h/f_air2m_077e6b6.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 213px; height: 276px;" src="http://bp1.blogger.com/_7LOLboa5MEk/SELEaWOYjWI/AAAAAAAAAI0/H36FX8z3Stg/s320/f_air2m_077e6b6.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5206940076115266914" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;hagia sebenarnya tidak sulit. Kebahagiaan sebenarnya bersumber di dalam diri kita, bukan di luar sana.  Untuk mencapai kebahagiaan, kita cuma perlu menyelami diri kita sendiri. Menelusuri hati dan paradigma kita sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada lima hal yang sering menyebabkan kita tak bahagia;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, adanya keyakinan bahwa Anda tidak akan bahagia tanpa memiliki hal-hal yang Anda pandang bernilai.  Anda sudah memiliki pekerjaan tetap dan tingkat kehidupan yang lumayan, tapi Anda masih merasa kurang.  Anda merasa akan berbahagia bila memiliki uang lebih banyak, rumah lebih besar, mobil lebih bagus, dan sebagainya.  Pikiran Anda dipenuhi oleh benda-benda yang Anda kira dapat membahagiakan Anda.  Padahal, Anda tidak bahagia karena lebih memusatkan perhatian pada segala sesuatu yang tidak Anda miliki, dan bukannya pada apa yang Anda miliki sekarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, Anda percaya bahwa kebahagiaan akan datang bila Anda berhasil mengubah situasi dan orang-orang di sekitar Anda.  Anda tak bahagia karena pasangan, anak, tetangga, dan atasan Anda tidak memperlakukan Anda dengan baik.  Kepercayaan ini salah.  Anda perlu menyadari bahwa amat sulit mengubah orang lain.  Bukannya berarti Anda harus menyerah, silakan terus berusaha mengubah orang lain.  Namun, jangan tempatkan kebahagiaan Anda di sana.  Jangan biarkan lingkungan dan orang-orang di sekitar Anda membuat Anda tak bahagia.  Kalau Anda tak dapat mengubah mereka, yang perlu Anda ubah adalah diri Anda sendiri, paradigma Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, keyakinan bahwa Anda akan bahagia kalau semua keinginan Anda terpenuhi.  Padahal, keinginan itulah yang membuat kita tegang, frustrasi, cemas, gelisah dan takut.  Terpenuhinya keinginan Anda paling-paling hanya membawa kesenangan dan kegembiraan sesaat.  Itu tak sama dengan kebahagiaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat, Anda tak bahagia karena cenderung membanding-bandingkan diri Anda dengan orang lain.  Saya pernah bertemu eksekutif yang berkali-kali pindah kerja hanya karena kawan akrabnya semasa kuliah dulu memperoleh penghasilan lebih besar dari dirinya.  Karena itu, setiap ada tawaran kerja, yang dilihat adalah apakah ia dapat mengungguli atau paling tidak menyamai penghasilan kawannya.  Ia bahkan tak peduli bila harus berganti karier dan pindah ke bidang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai suatu saat ia menyadari bahwa tak ada gunanya "mengejar" sahabat karibnya.  Sejak itulah ia mencari pekerjaan yang sesuai dengan bakat dan minatnya sendiri.  Ia kini bahagia dengan pekerjaannya dan tak pernah ingin tahu lagi penghasilan sahabatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelima, Anda percaya bahwa kebahagiaan ada di masa depan.  Anda terlalu terobsesi pepatah "bersakit-sakit dahulu bersenang-senang kemudian".  Kapan Anda bahagia?  "Nanti, kalau sudah jadi manajer," kata Anda.Persoalannya, saat menjadi manajer, Anda tambah sibuk, waktu Anda tambah sempit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya akan bahagia nanti, kalau sudah menjadi direktur atau dirjen, gubernur, menteri, presiden." Nah, daftar tunggu ini masih dapat terus diperpanjang.  Namun, Anda tak juga bahagia.  Kalau demikian yang terjadi adalah, "bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang entah kapan." Kebahagiaan telah Anda letakkan di tempat yang jauh.  Padahal, sebenarnya kebahagiaan berada sangat dekat dan dapat Anda nikmati di sini, sekarang juga!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang terjadi pada kita mungkin serupa dengan pengalaman dua ekor ikan berikut.  Ikan yang muda bertanya kepada ikan yang lebih senior.  "Anda lebih berpengalaman dari saya.  Di manakah saya dapat menemukan samudra kebahagiaan?  Saya sudah mencarinya ke mana-mana, tetapi sia-sia saja!"  "Samudra adalah tempat engkau berenang sekarang," ujar ikan senior.  "Hah?  Ini hanya air!  Yang kucari adalah samudra," sangkal ikan yang muda.  Dengan perasaan sangat kecewa ia pergi mencarinya di tempat lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal itu juga dapat terjadi pada Anda.  Padahal, kebahagiaan itu tak perlu Anda cari.Anda hanya perlu menumbuhkan kesadaran dan menikmati apapun yang sedang Anda lakukan.  Dengan demikian, Anda akan menemukan kebahagiaan itu sekarang.&lt;br /&gt; Saat ini juga!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8469868469220855717-5346303898750998556?l=alfiasyura.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alfiasyura.blogspot.com/feeds/5346303898750998556/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8469868469220855717&amp;postID=5346303898750998556' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8469868469220855717/posts/default/5346303898750998556'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8469868469220855717/posts/default/5346303898750998556'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alfiasyura.blogspot.com/2008/06/mencapai-kebahagiaan.html' title='Mencapai Kebahagiaan'/><author><name>alfi asyura</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18336605571151931161</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp2.blogger.com/_7LOLboa5MEk/SBQjR_yZ52I/AAAAAAAAABg/4I2Tf9Jzavo/S220/Foto1592-002.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp1.blogger.com/_7LOLboa5MEk/SELEaWOYjWI/AAAAAAAAAI0/H36FX8z3Stg/s72-c/f_air2m_077e6b6.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8469868469220855717.post-3017794243805078909</id><published>2008-06-01T08:36:00.000-07:00</published><updated>2008-06-29T00:42:38.435-07:00</updated><title type='text'>KERISAUAN</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;KERISAUAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;p&gt;Tidakkah kita meras&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp2.blogger.com/_7LOLboa5MEk/SELC9fZVUcI/AAAAAAAAAIs/8bQ0dHFLpKk/s1600-h/tears.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 215px; height: 213px;" src="http://bp2.blogger.com/_7LOLboa5MEk/SELC9fZVUcI/AAAAAAAAAIs/8bQ0dHFLpKk/s320/tears.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5206938480849277378" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;a malu, bahwa Allah SWT senantiasa memanjakan diri kita setiap hari? Hampir seluruh kebutuhan kita terpenuhi tanpa terkecuali, meski mungkin pengabdian dan bakti kita kepada-Nya sering kali tertatih dan jauh dari nilai yang layak dalam pandangan-Nya. Barangkali tidak sedikit pula dari ibadah yang kita lakukan hanya sebatas sekedar memenuhi kewajiban, dan bukan didorong keinginan untuk terus menjaga irama kedekatan dan rasa kehambaan kita kepada-Nya agar senantiasa indah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Saudaraku,&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Betapa banyak waktu yang seharusnya kita pergunakan untuk hal yang bermanfaat, namun seringkali kita sia-siakan dan terbuang percuma untuk perdebatan, yang akhirnya lebih cenderung menyuburkan rasa egoisme diri yang semakin merajai hati, dan kita pun tak pernah merasa takut dan risau akan masa depan kita di akhirat nanti. Betapa risaunya kita akan berkurangnya harta, namun jarang sekali kita merisaukan tentang sedikitnya bekal “pulang” kita nanti, dikarenakan lebih sibuk melihat dan membongkar aib saudara kita sendiri.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Saudaraku,&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Rasulullah SAW, sang kekasih Allah SWT, penutup para nabi, sosok yang maksum dari dosa, tetap saja menyempatkan waktunya untuk terus menjaga irama kedekatan dan kemesraan dengan Sang kholiq. Di saat makhluk-makhluk Allah lainnya masih terlelap dalam tidur dan terbuai dalam mimpinya di malam hari, beliau malah terus memperbanyak sujud kepada Allah SWT. Saat dimana mungkin sebagian manusia merencanakan kejahatan, namun di saat itu pula sosok mulia dan teladan seluruh alam ini malah terus merajut tali kasih dengan dzat Yang Maha Mulia dengan penuh rasa hamba dan cinta.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Diceritakan dalam sebuah riwayat, bahwa sayyidatina ‘Aisyah rha, istri Rasulullah SAW sampai bertanya, mengapa beliau tetap saja bersusah payah dalam beribadah kepada Allah, padahal beliau telah dijamin dengan syurga oleh Allah SWT. Saudaraku, tahukah jawaban seperti apa yang terlontar dari bibir mulia beliau? Beliau pun menjawab bahwa sesungguhnya beliau ingin mejadi hamba Allah yang bersyukur.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Saudaraku,&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Betapa indahnya peri kehidupan orang-orang yang dimuliakan oleh Allah SWT dan orang-orang sholeh terdahulu. Ingatan mereka tidak pernah lepas dari Sang Kholiq. Kerisauan mereka tidak pernah jauh dari perihal urusan akhirat. Dan rasa sedih mereka tidak pernah keluar dari lingkup waktu yang luput diisi dengan amal kebaikan. Begitu besar rasa kehati-hatian mereka dalam memegang amanah hidup, dan begitu berhitungnya mereka atas setiap langkah yang akan diambil, sehingga berharap tidak satupun yang akan melenceng dan mengundang kemurkaan Allah SWT.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Mereka senantiasa merisaukan diri walau hanya untuk perkara-perkara yang kecil, baik berupa ucapan, sikap, maupun hal-hal yang notabene lebih sering kita abaikan saat ini. Lihatlah, bagaimana dikisahkan bahwa imam Abu Hanifah senantiasa menangis tatkala membaca ayat 59 dari surah Yasin dalam Al Qur’an, karena rasa takut dan risaunya akan akhirat. Dikisahkan juga bagaimana &lt;a href="http://zidaburika.wordpress.com/2007/08/29/rasa-takut-sayyidina-abu-bakar-asshiddiq-ra/" target="new"&gt;rasa takut Sayyidina Abu Bakar Ashshiddiq ra&lt;/a&gt; untuk sebuah ucapan yang pernah beliau lontarkan kepada salah seorang sahabat Rasulullah SAW saat itu.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Saudaraku,&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sudahkah kerisauan yang seperti ini yang kita semai setiap waktu? Masihkah kita berkenan merelakan setiap detik berlalu dengan sia-sia? Sudahkah rasa syukur, takut dan kerisauan kita tentang akhirat sebagaimana rasa syukur, takut dan kerisauan orang-orang sholeh terdahulu membakar semangat kita untuk terus beramal kebaikan?&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Semoga Allah SWT senantiasa menolong kita, menjaga hati kita dalam kelurusan niat ketika beramal, semata-mata untuk mencari keridhoan-Nya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Astaghfirullah al’azhim,&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Wallahu a’lam.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8469868469220855717-3017794243805078909?l=alfiasyura.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alfiasyura.blogspot.com/feeds/3017794243805078909/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8469868469220855717&amp;postID=3017794243805078909' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8469868469220855717/posts/default/3017794243805078909'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8469868469220855717/posts/default/3017794243805078909'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alfiasyura.blogspot.com/2008/06/kerisauan.html' title='KERISAUAN'/><author><name>alfi asyura</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18336605571151931161</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp2.blogger.com/_7LOLboa5MEk/SBQjR_yZ52I/AAAAAAAAABg/4I2Tf9Jzavo/S220/Foto1592-002.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp2.blogger.com/_7LOLboa5MEk/SELC9fZVUcI/AAAAAAAAAIs/8bQ0dHFLpKk/s72-c/tears.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8469868469220855717.post-4570299493910404828</id><published>2008-06-01T08:22:00.000-07:00</published><updated>2008-06-01T08:32:38.222-07:00</updated><title type='text'>Memilih Kejujuran atau Kebenaran</title><content type='html'>&lt;table style="text-align: left; margin-left: 0px; margin-right: 0px;" border="0" cellpadding="0" cellspacing="0" width="100%"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="bodycontent" height="1" valign="top" width="98%"&gt;&lt;table border="0" cellpadding="0" cellspacing="0" width="100%"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="bodycontent" height="1" valign="top" width="98%"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt; &lt;span style="font-weight: bold;" class="title"&gt;Memilih Kejujuran atau Kebenaran?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;oleh:ALFI ASYURA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt; &lt;i&gt;Bertindak "jujur" belum tentu benar&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Bertindak "benar" belum tentu jujur&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp2.blogger.com/_7LOLboa5MEk/SELA5bPZLGI/AAAAAAAAAIk/XwptUPHouE8/s1600-h/myhand.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://bp2.blogger.com/_7LOLboa5MEk/SELA5bPZLGI/AAAAAAAAAIk/XwptUPHouE8/s320/myhand.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5206936211991112802" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kedua kalimat diatas memang sering terjadi dan hal ini memang mengikuti hukum-hukum tertentu yang satu dengan lainnya berbeda. Dalam kehidupan sehari-hari, kehidupan pribadi etika kehidupan, cara memberi pelajaran dan lain-lain semuanya mempunyai dasar hukum tertentu dan bukan berdasarkan kejujuran tetapi berdasarkan kebenaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jujur menurut saya adalah sifat yang memang harus kita miliki dan boleh dikatakan mutlak harus kita punyai. Sifat jujur boleh dikatakan setara dengan sifat-sifat lainnya seperti sifat berani, belas kasih, dan lain-lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau seseorang dikatakan harus berani, lalu apakah orang tersebut harus berani dalam segala hal? Tentunya ada batas-batas tertentu dari keberanian orang tersebut, misalnya: orang tersebut berani dalam mengambil keputusan, akan tetapi saat ia diminta untuk mencoba &lt;i&gt;"buggy jumping"&lt;/i&gt; atau mungkin diminta untuk menyanyi didepan umum maka orang tersebut akan tidak berani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu bagaimanakah ini: &lt;i&gt;"Apakah keberanian itu harus bisa dilaksanakan 100%?"&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian pula halnya dengan &lt;i&gt;"belas kasih"&lt;/i&gt;, walaupun harus kita miliki namun saat kita menghadapi ular, harimau ataupun penjahat yang sangat mengancam diri kita, apakah kita harus melaksanakan belas kasih 100%?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentunya tidak dan inipun berlaku untuk kejujuran. Dalam berbisnis orang dituntut untuk jujur sehingga dipercaya orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah benar kejujuran yang dituntut?, apakah bukan suatu tindakan yang benar yang dituntut?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin hanya salah kaprah orang meminta pihak lain untuk jujur dalam berbisnis. Dalam dunia bisnis sendiri ada hukum-hukum tertentu yang dipakai dan kalau dari prinsip &lt;i&gt;"gunakan energi sesedikit mungkin untuk meraih keuntungan sebesar-besarnya"&lt;/i&gt;, hal ini akan sangat bertentangan dengan kejujuran, namun akan tetap dapat diterima bila seseorang menjalankannya dengan benar dan tidak menyakiti pihak-pihak lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang anak jatuh dan orang tuanya spontan menyatakan "Oh, tidak apa-apa! Anak pintar, tidak sakit kok! Jangan nangis, yach!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut saya ini adalah salah orang tua tersebut dalam menanggapi masalah tersebut, mungkin ada alternatif lain yang bisa kita gunakan misalnya "Oh, jatuh ya, mana yang sakit, sini diberi obat agar tidak sakit", dengan tanggapan yang demikian kita mendidik anak untuk mengerti suatu permasalahan, bahwa dia jatuh dan sakit dan perlu diobati dan kita tidak berbohong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Bagaimana dengan kebenaran?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebenaran tidak dapat dibantah, harus dilaksanakan dengan mutlak. Seorang pedagang mengatakan tidak untung menjual barangnya, tentunya bisa dilihat pedagang tersebut tidak jujur karena bisa saja pedagang tersebut telah mendapatkan keuntungan atau mungkin dia telah mendapat bonus dari pabrik tetapi dia tidak mengutarakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun hal ini tetap dibenarkan dalam berbisnis, jadi bisa dilaksanakan meskipun pedagang tersebut tidak jujur. Kecuali pedagang tersebut memalsukan barang yang asli dengan yang palsu atau barang lain yang kualitasnya lebih jelek dari barang sebenarnya, hal ini adalah tidak benar, sehingga salah bila dilaksanakan, maka kita harus melakukan sesuatu yang benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah dari uraian saya diatas saya coba menjawab pertanyaan:&lt;br /&gt;untuk mengejar kesempurnaan apakah kita bisa tidak berbohong?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum menjawab pertanyaan tersebut, saya ingin menyetarakan dulu istilah &lt;i&gt;"berbohong"&lt;/i&gt; disini sama dengan &lt;i&gt;"tidak jujur tetapi untuk kebaikan"&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila hal ini kita sepakati dan memahaminya, maka tidak masalah kita berbohong, karena kita masih berpijak pada kebenaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh-contoh konkrit yang kita bisa lihat misalnya: &lt;ul&gt;&lt;li&gt;Seorang teman saya setelah membeli daging, dia menyimpan uangnya bersama daging tersebut dalam tas plastik, dan menyisakan sedikit uang disaku, diperjalanan dalam kendaraan umum dia ditodong oleh penjahat dan dimintai uang, dia mengeluarkan uangnya dari sakunya yang hanya sedikit dan memberikannya pada penjahat tersebut dan mengatakan dia tidak punya uang, bahkan dia mengatakan dia perlu ongkos untuk pulang pada penjahat tersebut, yang akhirnya dia diberi beberapa ribu untuk ongkos (Wah, teman saya telah berbohong dua kali).&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kita menyumbang untuk amal, ketika ditanya siapa yang menyumbang, kita tidak mengaku karena kita tahu amal tidak perlu di gembar-gemborkan, inipun kita berbohong.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; Kedua contoh tersebut diatas adalah tindakan yang benar, maka tidak masalah kita melakukannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian uraian ini mudah-mudahan dapat sebagai wacana untuk diolah kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8469868469220855717-4570299493910404828?l=alfiasyura.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alfiasyura.blogspot.com/feeds/4570299493910404828/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8469868469220855717&amp;postID=4570299493910404828' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8469868469220855717/posts/default/4570299493910404828'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8469868469220855717/posts/default/4570299493910404828'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alfiasyura.blogspot.com/2008/06/memilih-kejujuran-atau-kebenaran.html' title='Memilih Kejujuran atau Kebenaran'/><author><name>alfi asyura</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18336605571151931161</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp2.blogger.com/_7LOLboa5MEk/SBQjR_yZ52I/AAAAAAAAABg/4I2Tf9Jzavo/S220/Foto1592-002.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp2.blogger.com/_7LOLboa5MEk/SELA5bPZLGI/AAAAAAAAAIk/XwptUPHouE8/s72-c/myhand.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8469868469220855717.post-8478864149861029655</id><published>2008-05-18T08:06:00.000-07:00</published><updated>2008-05-18T08:13:55.828-07:00</updated><title type='text'>SETETES EMBUN KETELADAN</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;SETETES EMBUN KETELADAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;oleh:ALFIASYURA&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;                                        Sebuah catatan &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp1.blogger.com/_7LOLboa5MEk/SDBHaVgiv9I/AAAAAAAAAIc/YJoYN2GUY8A/s1600-h/air.bmp"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 152px; height: 218px;" src="http://bp1.blogger.com/_7LOLboa5MEk/SDBHaVgiv9I/AAAAAAAAAIc/YJoYN2GUY8A/s200/air.bmp" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5201736087388733394" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;kecil bagi setiap keluarga, serta para pejuang yang mendambakan kejayaan Islam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari, ketika penulis berkunjung dengan maksud bersilaturrahim ke sebuah keluarga yang sederhana di salah satu sudut kota ini, ada sebuah pengalaman berharga yang menjadikan sumber inspirasi lahirnya tulisan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada suatu studi kasus yang menarik untuk dijadikan sebagai pelajaran yang menarik bagi kita semua. Pengalaman ini merupakan fenomena yang seringkali ditemukan di dalam kehidupan kita sehari-hari. Kiranya dengan adanya tulisan ini dapat menambah sedikit ilmu atau sekedar mengingatkan kita akan beberapa hal yang penting bagi kita, mungkin selama ini telah banyak kita lupakan dan kitapun terlena serta terbuai untuk tetap berada dalam ayunan keterlupaan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Assalamu’alaikum” . Penulis mengetuk pintu rumah dari keluarga tersebut seraya mengucapkan salam, dan segera setelah itu muncul seorang anak berusia kira-kira berumur belasan tahun. Ia langsung membukakan pintu untuk penulis dan sebelumnya terlebih dahulu menjawab salam, “wa’alaikumussalam” jawabnya. Anak itu sudah dapat dipastikan adalah anak dari sepasang suami istri dalam keluarga itu. Yah, memang benar tak lama kemudian orang tuanya pun keluar dari kamar utamakeluarga itu dan langsung menyapa saya dengan penuh keramahan. Tidak heran juga kalau anaknya mengikuti sikap dan tingkah laku kedua orang tuanya yang sangatramah memuliakan tamu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti biasa ketika seorang tamu datang, maka yang langsung terpikir oleh sang ibu rumah tangga adalah menyiapkan minuman ala kadarnya walaupun ini bukanlah suatu keharusan. Setelah beberapa lama mengobrol santai dengan keluarga itu, dari kejauhan terdengar suara azan pertanda shalat ashar sudah tiba yang tentu saja bertujuan memanggil kaum muslimin untuk melaksanakan shalat ashar secara berjamaah di masjid. Jarak masjid dari rumah keluarga itu lebih kurang limapuluh meter. Penulis langsung menuju arah suara azan tersebut dan menunaikan shalat di masjid. Sebelumnya penulis mengajak keluarga tersebut untuk pergi ke masjid namun akhirnya hanya ditemani oleh anak tersebut ke masjid. Ayahnya berkata dengan seribu dalih untuk tetap melaksanakan shalat di rumah saja. kalbu saya mengeluarkan nada : “itupun kalau dikerjakannya”, kemudian diikuti dengan nada berikutnya : “Berbaik sangka sajalah, insyaAllah sang ayah mengerjakan shalat di rumah”. Sebuah pertanyaan singkat muncul di tengah perjalanan menuju masjid, mengapa ayahnya tidak ke masjid? Nada heran yang terpikir adalah rintihan kecil dari dalam kalbu. Mengapa si anak yang masih berumur jagung yang harus memberi keteladanan kepada orang tuanya? Mengapa bukansebaliknya? Mengapa bukan sang Ayah yang memberi keteladanan???...(yang notabene beliaulah yang membesarkan anaknya dan yang seharusnya mendidik serta memberi keteladanan), sekedar ‘mencopet’ istilah orang Inggris, inilah A BIG QUESTION MARK bagi kita atau “Tanda Tanya Besar” dan seharusnya kita luruskan kembali.Kutipan cerita di atas hanya sebagian kecil dari fenomena yang kita temukan di dalam kehidupan masyarakat sekarang ini terutama kaum muslim. Jika dahulu orang tua yang memberi keteladanan terhadap anak-anaknya, lalu mengapa sekarang berbalik seratus delapan pulus derajat?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kejadian-kejadian seperti itu adalah tolok ukur mini dari penurunan kualitasperadaban. BENAR, itulah penurunan kualitas peradaban! Buruknya peradaban manusia di dunia sekarang ini disebabkan langsung oleh semakin buruknya peradaban didalam skala yang kecil misalnya keluarga. Sekarang ini kita perhatikan bahwa faktor tama dan pertama yang menurunkan kualitas moral generasi penerus Islam merupakan akibat langsung dari penurunan kualitas moral di dalam keluarga. Seorang Ayah tidak lagi menjadi teladan terhadap anak-anaknya dan sang ibu juga tidak terlalu beda dari perilaku sang Ayah. Kedua-duanya sama! Tidak mampu menjadi teladan buat anak-anaknya. Suatu keadaan yang menggambarkan perputaran arah pembinaan dan pendidikan dalam keluarga yang berputar arah 180 derajat; memprihatinkan, sungguh merupakan perputaran yang tajam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fakta yang terjadi seperti di atas tidak hanya terjadi dalam satu keluarga seperti yang telah dikisahkan penulis. Akan tetapi sekarang ini kisah-kisah memprihatinkan semacam itu sebenarnya banyak juga terjadi di dalam keluarga-keluarga lain. Jika ada suatu hal-hal aneh atau asusila, katakan saja perbuatan asusila yang terjadi di dalam tataran kehidupan bangsa kita saat ini sering dikatakan sebagai ulah sang remaja. Apabila kita berpikir lebihsehat serta tidak mengkambinghitamkan sang anak (remaja) maka hal itu sebenarnya disebabkan oleh kegagalan sistem yang berawal dari dalam keluarga. Kegagalan sistem tersebut kemudian berkumpul dengan sendirinya membentuk suatu kegagalan sistem dalam masyarakat, dan secara otomatis kegagalan ini akan berjalan dari sebuah kabupaten, kegagalan sistem dari daerah kecil menuju sebuah kegagalan sistem yang lebih spektakuler, area yang lebih besar lagi. Kegagalan sistem yang terjadi bukan lagi hanya dalam skala kecil saja melainkan membawa dampak luar biasa berupakegagalan sistem di dalam sebuah tatanan bangsa yang besar seperti bangsa Indonesia sebagaimana kita saksikan sekarang ini. Banyak yang menyalahkan anak remaja sebagai faktor penyebab perbuatan asusila yang dilakukannya. Tetapi jika dikaji lebih dalam maka ada penyebab tersembunyi di balik itu, adanya kehilangan keteladanan, tentusaja diawali dari dalam keluarga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam aplikasi sehari-hari terlihat kesan reguler bahwa orangtua selalu menuntut anak-anaknya agar menjadi anak yang bermoral baik sedangkan orang tua itu sendiri gagal dalam memberikan keteladanan terhadap anak-anaknya. Fenomena seperti ini harus menjadi perhatian kita semua terutama bagi orangtua yang ingin menjadikananaknya sesuai dengan harapannya serta bagi siapapun pembaca tulisan ini. Cepat atau lambat, zaman akan mengantarkan kita untuk berprofesi sebagai orang tua. Keteladanan yang diberikan oleh orang tua jauh lebih baik dari sekedar ucapan nasihat, perintah dan larangan. Jika persepsi antara orang tua bahwaketeladanan adalah hal yang diutamakan dalam mendidik anak serta merupakan suatu keharusan yang dimilki oleh sistem pendidikan dalam sebuah keluarga, maka kisahsedih seperti di atas tidak akan pernah ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah sedih seperti yang dialami oleh penulis ketika berkunjung dalam sebuah keluarga tadi adalah contoh kecil dari kegagalan sistem dalam keluarga. Bagaimanamungkin orang tua dapat menjadikan anaknya sebagai anak yang taat pada Allah dan beramal sholeh, sementara orangtuanya sendiri tidak mengindahkan perintah Allah dan Rasul-Nya. Keadaan ini sepatutnya menjadi pelajaran bagi setiap orangtua ataupun calonorangtua bagi anak-anaknya di masa depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk memperkenalkan anak pada Allah maka orang tua harus sedini mungkin dapat memberi pendidikan dengan baik serta dibarengi dengan keteladanan. Mengajari anak untuk taat kepada Allah harus diawali dengan ketaatan kepada perintah orangtuanya. Logikanya, apabila anak-anaknya kelak menjadi anak yang membangkang terhadap orangtuanya sendiri maka sudah dapat dipastikan bagaimana mungkin anaknya bisa patuhterhadap hukum-hukum Allah. Oleh karena itu, hal ini sangat perlu menjadi perhatian bersama, sebab apabila gagal secara dini, maka orangtua itu sendiri yangpertama sekali menuai beribu penyesalan nantinya. Bagaimanamungkin kita bisa memperbaiki peradaban yang semakin hari semakin bobrok jika kelemahannya terletakkepada kegagalan sistem yang bermula dari sebuah keluarga. Walaupun terlihat kecil dan remeh tetapi dampaknya luar biasa. Mungkin untaian kalimattaushiyah populer Aa Gym lebih sesuai bila dituliskan disini, “mulailah dari hal yang kecil”. Hal yang kecil jangan pernah dianggap kecil dan diremehkan sebelumkita berhasil melakukannya. Peristiwa besar adalah rangkaian dari beberapa peristiwa kecil, tanpa hal yang kecil maka hal besar pasti tidak ada. Ungkapan itu tidak berlaku reversibel sebab walaupun hal besar tidak ada, hal kecilpun akan tetap ada. Pendidikan serta keteladanan dalam sebuah sistem kecil seperti keluarga akan membawa dampak negatif yang sangat besar bagi seluruh sistem lainnya apabila tidak dilakukansecara tepat dan benar. Seluruh sistem yang berskala besar seperti, RT, RW, Kelurahan, kecamatan hingga pada skop yang lebih besar lagi seperti sebuah negara akan mengalami kegagalan sistem apabila sistem yang kecil (keluarga) lebih dahulu gagal. Singkatnya, membiasakan keteladanan dalam keluarga (sistem mini) merupakan kunci dari upaya kita bersama dalam menghasilkan generasi-generasi penerus perjuangan mengembalikan izzah Islam pada masa yang akan datang. Hal yang sangat perlu kita perhatikan dan renungkan adalah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Bagaimana mungkin kita mampu memperbaiki dunia apabila negara kita saja, Indonesia, mengalami kegagalan dalam memberikan keteladanan&lt;br /&gt;- Bagaimana mungkin kita mampu memperbaiki Indonesia jika daerah kita saja belum juga beres (gagal) dalam masalah keteladanan.&lt;br /&gt;- Bagaimana mungkin pula kita mengelola tatanan serta memformat ulang tatanan di dalam kehidupan masyarakat kita dengan baik dan sempurna apabila keluarga kita sendiri tidak mampu memberikan keteladanan. Kegagalan sistem dalam keluarga khususnya keteladanan, adalah tanggungjawab besar bagi sosok teladan pertama di dalam keluarga tersebut yakni orangtua. Semuanya tergantung pada kita, diri kita sebagai orangtua di dalam keluarga kita ataupun pada diri kita sebagai “calon” orangtua bagi anak-anak di dalam keluarga kita pada masa yang akan datang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setetes embun keteladanan yang kita percikkan di dalam keluarga, insya Allah dapat menjadi kekuatan terbesar bagi kita dalam melahirkan generasi-generasi penerus Islam masa depan. Ingat! Kita tidak membutuhkan generasi penerus yang beragama Islam saja, tetapi yang benar-benar kita butuhkan adalah generasi penerus Islam yang memegang agamanya dengan kuat serta mampu berkorban dalam memperjuangkan Islam sehingga Islam terbebas dari penindasan dan tetap menjadi agama yang mulia dan jaya di muka bumi. Amin.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8469868469220855717-8478864149861029655?l=alfiasyura.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alfiasyura.blogspot.com/feeds/8478864149861029655/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8469868469220855717&amp;postID=8478864149861029655' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8469868469220855717/posts/default/8478864149861029655'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8469868469220855717/posts/default/8478864149861029655'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alfiasyura.blogspot.com/2008/05/setetes-embun-keteladan.html' title='SETETES EMBUN KETELADAN'/><author><name>alfi asyura</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18336605571151931161</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp2.blogger.com/_7LOLboa5MEk/SBQjR_yZ52I/AAAAAAAAABg/4I2Tf9Jzavo/S220/Foto1592-002.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp1.blogger.com/_7LOLboa5MEk/SDBHaVgiv9I/AAAAAAAAAIc/YJoYN2GUY8A/s72-c/air.bmp' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8469868469220855717.post-2078330740754377326</id><published>2008-05-18T07:59:00.000-07:00</published><updated>2008-05-18T08:04:09.699-07:00</updated><title type='text'>MAKNA AGAMA</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;b&gt;MAKNA AGAMA&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; color: rgb(255, 0, 0);" align="center"&gt;Oleh:ALFI ASYURA&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;                                                Dikalangan masyara&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp2.blogger.com/_7LOLboa5MEk/SDBFDlgiv8I/AAAAAAAAAIU/x_qNzyPynDk/s1600-h/qurannn33.GIF"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 253px; height: 370px;" src="http://bp2.blogger.com/_7LOLboa5MEk/SDBFDlgiv8I/AAAAAAAAAIU/x_qNzyPynDk/s320/qurannn33.GIF" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5201733497523453890" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;kat, yakni para ahli istilah agama, din, religi, dan religion diartikan dengan makna yang berbeda :&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;u&gt;Religie&lt;/u&gt; (bahasa belanda) dan religion (bahasa inggris) berasal dari religare(bahasa latin), yang artinya menurut &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Cicero&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; adalah “melakukan perbuatan dengan penuh&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;penderitaan, yaitu sejenis laku peribadatan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yang dikerjakan berulang-ulang dan tetap”. sedangkan menurut lactancius artinya “mengikat menjadi satu dalam suatu persatuan bersama”.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;Agama &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;ol style="margin-top: 0in;" start="1" type="1"&gt;&lt;ol style="margin-top: 0in;" start="1" type="a"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Ustazd fakhruddin al-kahiri&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/ol&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify;"&gt;berasal dari bahasa sanskerta, yaitu dari (a) yang berarti tidak dan (gama) yang berarti kacau, berarti tidak kacau (teratur). dengan demikian makna agama identik dengan peraturan, yaitu peraturan yang mengatur prilaku manusia atau mengenai sesuatu yang ghaib, budi pekerti, dan tata pergaulan hidup bersama. arti seperti ini diduga kuat dikemukakan pertama kali oleh Ustadz Fakhruddin alkahiri ketika memberi ceramah di salah satu stadium radio di &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;bandung&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt;.&lt;/p&gt;  &lt;ol style="margin-top: 0in;" start="1" type="1"&gt;&lt;ol style="margin-top: 0in;" start="2" type="a"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Bahrum Rangkuti&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/ol&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify;"&gt;menurutnya orang yang membenarkan makna agama dengan “tidak kacau” belum memahami bahasa sanskerta, beliau berkata memang ada huruf (a) dalam bahasa Indonesia berarti “tidak” misalnya aneka (a=tidak eka=satu, aneka= bermacam-macam) tetapi huruf (a) dibaca panjang pada kata a-gama mempunyai arti “cara /jalan”, sedangkan gama berasal dari kata gam( bahasa indo-germania) yang maknanya sama dengan bahasa inggris &lt;i&gt;&lt;u&gt;to go &lt;/u&gt;&lt;/i&gt;artinya jalan, cara-cara berjalan, cara-cara sampai kepada keridhaan tuhan.&lt;b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;ol style="margin-top: 0in;" start="1" type="1"&gt;&lt;ol style="margin-top: 0in;" start="3" type="a"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;kolonel irawan dan baharuddin wahid key&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/ol&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify;"&gt;kata agama berasal dari bahasa arab. kata agama diambil dari qaama yang berarti berdiri dalam hubungan kalimat “iqamat as-salat”. dari kata qama ini berubah menjadi iqama, kemudian berubah menjadi igama atau agama.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;Din&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;ol style="margin-top: 0in;" start="1" type="1"&gt;&lt;ol style="margin-top: 0in;" start="4" type="a"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Moenawar chalil&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/ol&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify;"&gt;kata din merupakan mashdar(kata benda) dari kata kerja daana-yadinu. menurut lughat kata din mempunyai arti : 1) cara atau adat kebiasaan 2) peraturan 3) undang-undang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;4) taat atau patuh&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;5) menunggalkan ketuhanan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;6) pembalasan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;7) perhitungan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;8) hari kiamat&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;9) nasehat&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;10)&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;agama. &lt;/p&gt;  &lt;ol style="margin-top: 0in;" start="1" type="1"&gt;&lt;ol style="margin-top: 0in;" start="5" type="a"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Al- Jurajni&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/ol&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify;"&gt;kata addin, millah, dan mazhab. menurutnya ketiga kalimat itu mempunyai makna yang sama dalam muatan materinya. perbedaannya terletak pada kesannya: addin dinisbatkan kepada allah= dinullah, almillah dinisbatkan kepada nabi-nabi= millatu Muhammad, al-madzhab dinisbatkan kepada mujatahid = madzhab syafii.pendapat ini sepenuhnya disetujui dan diambil oleh maulana Muhammadali&lt;/p&gt;  &lt;ol style="margin-top: 0in;" start="1" type="1"&gt;&lt;ol style="margin-top: 0in;" start="6" type="a"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Muhammad annuqubi al-attas&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/ol&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify;"&gt;makna kata din dapat dikembalikan kepada empat hal: 1) hutang 2) bersikap tunduk, hidmad. 3) kekuasaan yang bijaksana&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;4) kecenderungan alamiyah. Ia mengemukakan bahwa kata kerja daanayang berasal dari din, mengandung makna berhutang. jadi seorang dain tentunya menundukkan diri dan mematuhi hokum serta peraturan-peraturan yang berkaitan dengan hutang tsb. Berhutang dan mempunyai kewajiban sudah barang tentu meliputi daynunah dan keyakinan tergantung dari kasusnya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify;"&gt;selanjutnya beliau mengatakan bahwa kata daana secara konsepsional berkaitan dengan kata kerja lain yaitu maddana yang berarti membangun atau mendirikan &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;kota&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; ; membudayakan, membangun peradaban, memperhalus, memanusiakan, dari kata ini terdapat lain yaitu tamaddun yang berarti lebudayaan, penghalusan dalam tatanan peradaban dan budaya sisial.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify;"&gt;maka jelaslah bahwa kata din itu mempunyai arti yang sangat luas. dari banyak arti diatas yang dapat disepakati adalah bahwa din, agama, religi, dan religion mempunyai arti etimologi sendiri-ssendiri, disamping mempunyai asal-usul, riwayat tersendiri.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Penerapan kata-kata din, agama, religi, dan religion&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;ol style="margin-top: 0in;" start="1" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Koencjaraningrat&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify;"&gt;mengusulkan pembedaan pemakaian isitlah agama dan religi. menurutnya istilah religi dipakai jika kita membicarakn ssistem-sistem yang tidak atau belum diakui secara resmi oleh pemerintah. seperti Kong Hu Cu, Seventh Day advent, Gereja Pingster, Hindu dan segala macam kebatinan. sedangkan istilah agama menurutnya dipakaikan kalau kita menyebut semua agama yang diakui secara resmi dalam negara kita seperti Islam, Protestan, Katolik, Hindu-Budha, Buda-darma.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify;"&gt;Menurut jalan pikiran koencoroningrat, yang menjadi dasar sesuatu itu&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dianggap agama atau bukan adalah adanya stempel resmi dari pemerintah. jika pada suatu ketika dimasa depan pemerintah mengakui secara resmi konghucu dll apakah mereka meningkat menjadi agama?, apakah berbagai aliran kebathinan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yang sekarang menyebut dirinya aliran kepercayaan kepada tuhan yang maha esa yang eksistensinya diakui oleh pemerintahsecara resmi dan telah masuk dalam GBHN lantas berubah dari Religi menjadi agama?.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify;"&gt;menghadapi kenyataan ini, saran dan usul koencoroningrat tentang pembedaan pemakaian istilah agama dan religi praktis telah gugur dan tak dapat diterima. bukankah aliran kebatinan(alirankepercayaan kepada tuhan yang maha esa) telah diakui oleh pemerintah&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dengan memasukkannya kedalam TAP MPR No.II/ 1978. akantetapi tidak mengakuinya senbagai agama.pemerintah secara tegas mengatakan bahwa aliran kebatinan atau aliran kepercayaan adalah bukan agama dan pengakuan resmi terhadapnya bukan berarti menambah agama baru.&lt;/p&gt;    &lt;ol style="margin-top: 0in;" start="2" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Sidi Gazalba&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify;"&gt;gazalba menyamakan agama dengan religi, tetapi agama dan religi menurutnya tidak sama dengan din. menurutnya cakupan din itu lebih luas daripada agama dan religi dan din bukan hanya sekedar agama. beliau berkata : terselip kekeliruan yang parah jika islam disebut agama dan religi. alasannya ialah karena din (baca: islam) itu mengajarkan dua hubungan, yaitu hubungan manusia dengan allah dan manusia dengan manusia.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify;"&gt;menurut gazalaba agama atau religi hanya mengajarkan satu hubungan yaitu hubungan manusia dengan tuhan saja, oleh karena itu menyebut islam sebagai agama atau religi terselip suatu kekeliruan yang fatal. karena ajaran islam yang engatur hubungan manusia dengan manusia telah dikeluarkan dari ajaran dan amalan islam.&lt;/p&gt;  &lt;ol style="margin-top: 0in;" start="3" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Zainal Arifin Abbas&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify;"&gt;beliau dalam bukunya perkembangan pikiran terhadap agama, mengajukan pendapat bahwa kata addin dalam alquran hanya ditujukan kepada islam saja tidak ditujukan kepada yang lain. beliau berdalih dengan &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;surat&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; ali imran ayat 19 yang berbunyi “innaddina ‘indallahil islam”.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8469868469220855717-2078330740754377326?l=alfiasyura.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alfiasyura.blogspot.com/feeds/2078330740754377326/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8469868469220855717&amp;postID=2078330740754377326' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8469868469220855717/posts/default/2078330740754377326'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8469868469220855717/posts/default/2078330740754377326'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alfiasyura.blogspot.com/2008/05/makna-agama.html' title='MAKNA AGAMA'/><author><name>alfi asyura</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18336605571151931161</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp2.blogger.com/_7LOLboa5MEk/SBQjR_yZ52I/AAAAAAAAABg/4I2Tf9Jzavo/S220/Foto1592-002.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp2.blogger.com/_7LOLboa5MEk/SDBFDlgiv8I/AAAAAAAAAIU/x_qNzyPynDk/s72-c/qurannn33.GIF' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8469868469220855717.post-2514638163721303302</id><published>2008-05-18T07:52:00.000-07:00</published><updated>2008-05-18T07:58:45.822-07:00</updated><title type='text'>SEKULERISASI HUKUM ISLAM</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; text-indent: 27pt;" align="center"&gt;SEKULERISASI HUKUM ISLAM&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; text-indent: 27pt; color: rgb(255, 0, 0);" align="center"&gt;Oleh:ALFI ASYURA&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; text-indent: 27pt; color: rgb(255, 0, 0);" align="center"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;                                   &lt;br /&gt;                         &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp1.blogger.com/_7LOLboa5MEk/SDBD0Vgiv7I/AAAAAAAAAIM/8QQ0hTKYUvw/s1600-h/AR-2.3-IslamPrayMountain.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://bp1.blogger.com/_7LOLboa5MEk/SDBD0Vgiv7I/AAAAAAAAAIM/8QQ0hTKYUvw/s320/AR-2.3-IslamPrayMountain.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5201732136018821042" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;               Kaum liberal ssemakin berani dalm membongkar hukum-hukum islam.aspek ajarannya dikatakan tidak senafas dengan nilai dan norma budaya masyarakat hari ini.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;Belakangan ini usaha menyekulerkan hukum islam tersa semakin kuat beberapa kalangan penggagas liberalisme secara intens mengkampanyekan pemikiran lewat tulisan,buku atau ceramah.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;Hari ini hukum islam(fiqih islam) sedang mendapat sorotan tajam dan kritikasn pedas dari berbagai kalangan khususnya kaum liberal,islam di tuduh bersikap diskriminatif terhadap non muslim dan islam belum memberikan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;jaeaban yang memedai,oleh karena itu nilai ajaran nya di nilai tidak senafas dengan ajaran norma masyarakat hari ini,banyak banyak produk hukum yang di anggab bertentangan dengan prinsip demokrasi dan HAM,&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;Kaum liberal juga menilai pandangan islam terhadap non muslim di anggab diskriminatif,&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;Tidak cumaitu hukum islam di anggab telah melecehkan kaum wanita wanita selau di pandang sebagai subordinate kaum pria,menurrut para pengeritik ini di sebabkan oleh bias penafsiran dan bias gender.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;Hukum islam di nilai telah gagal merespons persoalan yang sedang berkembang karena bangunan metodologisnya lemah,&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;Mereka menuduh ushul fiqih yang menjadi perangkat metodologis yang bisa menghasilkan hukum-hukum tersebut hanya berkutat pada teks bukan pada konteks.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;Bukan main!!!&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;Imam syafi’i di tuduh sebagai penyebab kemunduran umat islam lebih dari 12 abad,ini merupakan ke kurang pahaman terhadap islam yang di bawa mulia,namun kritikan ini sudah mulai bemunculan dan di sokong oleh ulama2 islam kontemporer yang menyudutkan hukum yang berdasarkan kepada ushul fiqih yang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;hanya bisa memahami paksa bukan menurut kondisi zaman sekarang.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8469868469220855717-2514638163721303302?l=alfiasyura.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alfiasyura.blogspot.com/feeds/2514638163721303302/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8469868469220855717&amp;postID=2514638163721303302' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8469868469220855717/posts/default/2514638163721303302'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8469868469220855717/posts/default/2514638163721303302'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alfiasyura.blogspot.com/2008/05/sekulerisasi-hukum-islam.html' title='SEKULERISASI HUKUM ISLAM'/><author><name>alfi asyura</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18336605571151931161</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp2.blogger.com/_7LOLboa5MEk/SBQjR_yZ52I/AAAAAAAAABg/4I2Tf9Jzavo/S220/Foto1592-002.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp1.blogger.com/_7LOLboa5MEk/SDBD0Vgiv7I/AAAAAAAAAIM/8QQ0hTKYUvw/s72-c/AR-2.3-IslamPrayMountain.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8469868469220855717.post-4368492453161967466</id><published>2008-05-17T08:19:00.000-07:00</published><updated>2008-05-17T08:21:54.893-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; text-indent: 27pt;" align="center"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;SOSOK AYAH YANG KU KENAL&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; text-indent: 27pt; color: rgb(255, 0, 0);" align="center"&gt;Oleh:ALFI aSYURA&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;Orang tua ku adalah orang yang sangat aku cintai mereka dari kecil mendidik ku walaupun kehidupan ekonomi kami dahulu tidak &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp2.blogger.com/_7LOLboa5MEk/SC736Fgiv6I/AAAAAAAAAIE/NzDziW7PE9k/s1600-h/My%2Bfather-kecil.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 150px; height: 183px;" src="http://bp2.blogger.com/_7LOLboa5MEk/SC736Fgiv6I/AAAAAAAAAIE/NzDziW7PE9k/s200/My%2Bfather-kecil.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5201367196942647202" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;secemerlang sekarang,&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;Ayahku di lahirkan dari keluarga petani yang sangat sederhana(pemikiran bukan di segi materi) namun ayah di lahirakn di golongan petani yang berada dan tidak terlalu bermasalah dalam ekonomi, karena mereka mempunyai lahan perkebunan yang luas dahuluya,seperti perkebunan kelapa,cengkeh sawah dll,namun ayah adalah orang sang sangat gigih dalm bekerja dan mencari nafkah,meskipun nenekku sudah melarang beliau untuk membuat atap rumbio(atap yang terbuat dari daun enau)itu ketika beliau sudah menamat kan pendidikan beliau di MTI candung,&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;Ketika ayah tamat dari jenjang pendidikan dasar beliau menyambung pendididkan ke sekolah agama yang terletak di Kapar yang tidak jauh dari simpang empat,sekali dalam tiga bulan ayah pergi pulang ke kampung halaman beliau dengan berjalan kaki,karan kondisi tranportasi pada waktu itu memang belum memadai,tiga bulan beliau belajar kitab kuning di MTI kapar maka saat itu buya kappar yang mendidik beliau meninggal dunia dan akirnya karena keaadaan pesantren yang sangat tidak memungkinkan maka beliau memutuskan untuk pindah ke MTI candung,tempat saya bersekolah sekarang,awalnya orangtua beliau tidak mengizinkan ayah untuk melanjutkan pendidikan ke candung di karenakan pemikiran orang tuabeliau yang kurang mengaerti pentingnya pendidkan,namun krena jerih payah beliau untuk membujuk orang tua beliau akirnya merreka setuju melepas putra sulung nya tersebut ke candung.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;Ayah menamatkan pendididkan beliau di candung pada tahun 1980,sampai akirnya beliau kembali kekampung dengan semagat yang satu yaitu untuk meinta izin kembali kepada orang tua beliau untuk melanjutkan kuliah di perguruan tinggi,namun usaha itu sia-sia jawaban yang sangat menaecewakan hati ayah dari orang tua beliau beliau tidak di izinkan uantuk kuliah ke perguruan tinggi,bukan karena masalah biaya,tapi karena kedidak sadaran orang tua beliau akan arti sebuah pendidikan,”untuk apa sekolah tinggi-tinggi toh juga nantinya kan jadi petani,lebih baik nak..urus lah sawah dan ladang kita”&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;Dengan berat dan krcewa beliau mengajukan permohonan untuk menmbah kursus bahasa inggis di bukittinggi selama satu tahun,setahun berlalu ayah kembal ke kampung di kinali dan melamar sebagai pegawai negri rendahan di kantor departemen agama lubuk sikaping,dan akirnya di angkat jadi pegawai negri,&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;Tak beerapa lama di lubuk sikaping beliau&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;menikah dengan orang lubk sikaping(bukan ibu saya)dan akirnya bercerai dan mendapt isri baru di kinali juga,&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;Di lubuk sikaping beliau juga aktif sebagai tenaga pengajar di salh satu TPSA karena beliau juga&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;di kenal sebagai qari dari candung dahulu ayah memang hebat dalm seni baca al-quran,&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;Dari hasil itu lah juga ayah membiayai kuliah nya di YAPPAS dengan jurusan hukum perdata dan berhasil merai gelar sarjana hukunm pada tahun 1991,&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;Lama sudah beliau dinas di lubuk sikaping,jabatan terkir adalah sebagai kasubag tata usaha di kantor depag kabupaten pasaman,&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;Memang sebagai pegawai negi yang mengabdi kepada negara harus siap dengan kemungkinan di SK kan di daerah lain,dan akirnya pun ayah di pindah tugas kan dari lubuk sikaping setelah bekerja di sana selama +-14 tahun.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;Ayah di pindahkan ke &lt;st1:city st="on"&gt;padang&lt;/st1:city&gt; dengan jabatan sebagai kasubag kepegawaian di kanwil depag &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;padang&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; sampai sekarang,&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;Kegigihan mu untuk mencari ilmu patut untuk di teladani..&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8469868469220855717-4368492453161967466?l=alfiasyura.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alfiasyura.blogspot.com/feeds/4368492453161967466/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8469868469220855717&amp;postID=4368492453161967466' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8469868469220855717/posts/default/4368492453161967466'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8469868469220855717/posts/default/4368492453161967466'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alfiasyura.blogspot.com/2008/05/sosok-ayah-yang-ku-kenal-olehalfi.html' title=''/><author><name>alfi asyura</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18336605571151931161</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp2.blogger.com/_7LOLboa5MEk/SBQjR_yZ52I/AAAAAAAAABg/4I2Tf9Jzavo/S220/Foto1592-002.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp2.blogger.com/_7LOLboa5MEk/SC736Fgiv6I/AAAAAAAAAIE/NzDziW7PE9k/s72-c/My%2Bfather-kecil.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8469868469220855717.post-4414634184432201270</id><published>2008-05-17T08:13:00.000-07:00</published><updated>2008-05-17T08:18:27.876-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;NILAI-NILAI ADAT&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; color: rgb(255, 0, 0);" align="center"&gt;Oleh:ALFI ASYURA&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;baru saja menyuruk&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp2.blogger.com/_7LOLboa5MEk/SC72iFgiv5I/AAAAAAAAAH8/jGMHZnOszJ4/s1600-h/380_v.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 217px; height: 154px;" src="http://bp2.blogger.com/_7LOLboa5MEk/SC72iFgiv5I/AAAAAAAAAH8/jGMHZnOszJ4/s200/380_v.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5201365685114158994" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;kan wajahnya. Tak lama berselang, temaram cahaya &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;membungkus nagari yang di tengahnya tampak dari jejauhan sebuah surau &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;berdiri tegap yang usianya mungkin sama dengan usia nagari itu. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Orang-orang mengalir seolah tertumpah ke &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;sana&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt;. Suara bilal melantun &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;dari pengeras suara yang kurang terawat. Magrib pun masuk. Malam &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;itu, beberapa waktu lalu, masyarakat Nagari Padang Bintungan, Kecamatan &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Nan Sabaris, Kabapaten Padangpariaman, Provinsi Sumatra Barat—sekitar &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;60 km dari Kota Padangsejak Magrib telah memadati surau yang tidak &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;demikian besar itu. Masyarakat dari kampung yang berdekatan juga sudah &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;tampak berdatangan: ada yang sengaja singgah di lapau (kedai) dan ada &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;pula yang langsung menuju surau. Laki laki-perempuan, tua-muda, dan &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;anak-anak, semua satu tujuan: melihat kesenian baindang. Nagari Padang Bintungan memang sedang berhelat. Mereka menyebutnya Alek Nagari. Malam itu akan tampil seni indang. &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Ada&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; indang tigo sagi &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;(tiga segi) yang akan bermain indang, yaitu indang Sikabu dari Nagari &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Lubuak Aluang, Toboh Parupuak dari Nagari Toboh Gadang, dan indang &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Bayua dari Nagari Pauh Kamba. Semuanya dari Kapupaten Padangpariaman. Malam terus bergerak, tak lama terdengar dari pengeras suara surau tadi dendang pemain indang: Piaman tadanga langang, baindang mangkonyo rami, tuan kanduang tadanga sanang, bao tompanglah badan kami. (Pariaman terdengan lengang, berindang makanya ramai, saudara terdengar senang, bawa jua badan kami). Demikianlah &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;masyarakat kecil merayakan sekaligus merawat seni dan budayanya dengan &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;cara mereka sendiri. Tak ada seremonial seperti festival-festival seni &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;yang digelar di kota-kota. Tak ada pejabat yang berpidato dengan janji &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;melestarikan budaya dan seni. Mareka menghidupi seni dan budaya itu &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;berangkat dari ketulusan hati dan ikhlas. Tak ada tendensi material. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Walau eksistensi seni tradisi itu berada dalam ancaman organ tunggal, &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;tapi ia tetap kokoh. Karena masyarakat sebagai pemiliknya, menjaga dan &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;menumpahkan perhatian. “Seni &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;indang ini akan tetap hidup di tengah masyarakat, walau pemerintah &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;kurang menyokongnya. Indang berfungsi memberikan ajaran agama Islam, &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;sopan santun, dan nilai-nilai adat. Anak nagari terus bermain di &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;surau-surau dan menjaganya agat seni mereka tak punah,” kata H Umar &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Datuak Alaiyah Cumano, salah tetua indang dan tokoh masyarakat Nagari &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Padang&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; Bintungan..&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8469868469220855717-4414634184432201270?l=alfiasyura.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alfiasyura.blogspot.com/feeds/4414634184432201270/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8469868469220855717&amp;postID=4414634184432201270' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8469868469220855717/posts/default/4414634184432201270'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8469868469220855717/posts/default/4414634184432201270'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alfiasyura.blogspot.com/2008/05/nilai-nilai-adat-olehalfi-asyura-baru.html' title=''/><author><name>alfi asyura</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18336605571151931161</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp2.blogger.com/_7LOLboa5MEk/SBQjR_yZ52I/AAAAAAAAABg/4I2Tf9Jzavo/S220/Foto1592-002.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp2.blogger.com/_7LOLboa5MEk/SC72iFgiv5I/AAAAAAAAAH8/jGMHZnOszJ4/s72-c/380_v.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8469868469220855717.post-1035088999775683903</id><published>2008-05-17T08:01:00.000-07:00</published><updated>2008-05-17T08:07:04.271-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; text-indent: 27pt;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:16;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Hikayat Kehormatan&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; text-indent: 27pt;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Oleh:ALFI ASYURA&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; text-indent: 27pt;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;"Bi&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;a&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;sa&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp1.blogger.com/_7LOLboa5MEk/SC70N1giv4I/AAAAAAAAAH0/ODbubaM23ks/s1600-h/images.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 135px; height: 116px;" src="http://bp1.blogger.com/_7LOLboa5MEk/SC70N1giv4I/AAAAAAAAAH0/ODbubaM23ks/s200/images.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5201363138198552450" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;ny&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;a Rasulullah selalu minum susu atau lain-lainnya tiap kali berbuk&lt;/span&gt;a puasa. Ia memang membanyakkan minum kalau bersantap," ujar Anas bin Malik mengisahkan kehidupan Rasulullah yang bersahaja, tetapi selalu rapi dan teratur. "Pada suatu hari aku mempersiapkan minuman untuk berbuka. Ketika itu aku masih tinggal di rumahnya. Sengaja kusediakan secawan susu bagi Rasulullah yang sejak petang belum pulang . Namun, ternyata sampai lewat waktu berbuka, Rasulullah tidak datang. Oleh karena itu, susu tersebut kuminum habis sebab aku menduga, pasti Rasulullah mendapat undangan berbuka bersama di rumah salah seorang sahabatnya. Begitu pula makanan yang kusediakan baginya, daripada dingin lebih baik kuhabiskan juga."&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;Anas bin Malik terhenti sejenak. Matanya membasah. Lalu dengan tersendat-sendat ia melanjutkan, "Menjelang larut malam Rasulullah tiba dari perjalanannya yang hampir sehari suntuk. Ia disertai seorang sahabat yang sering mengiringkan kepergiannya. Kutanyakan kepada sahabat itu, apakah Rasulullah sudah dijamu seseorang pada saat berbuka puasa. Ia menggeleng dan mengatakan bahwa Rasulullah baru minum segelas air putih. Oh, tentu saja aku menyesal dan kebingungan. Aku juga kasihan kepada Nabi. Pasti ia kelaparan dan kehausan. Lantas, ke mana aku harus mencari susu dan makanan di tengah malam. begitu? Untunglah, Sampai terbit fajar Rasulullah tidak meminta apa-apa. Aku lega, namun aku pun terharu akan kearifan dan kebijakannya," &lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;Demikianlah sikap yang diajarkan Nabi kepada para penerus dan pewarisnya, yaitu menjaga muruah atau kehormatan orang lain yang hendaknya amat diutamakan. Apalagi menjaga kehormatan diri sendiri.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;Misalnya yang dialami oleh Jawad al-Amili ketika ia sudah siap hendak menikmati makan malamnya. Tiba-tiba seseorang mengetuk pintu, presis pada waktu ia akan mulai menyuapkan sepotong rotinya. Ia pun mengurungkan makannya dulu untuk membuka pintu.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;Ternyata yang datang adalah pelayan seorang ulama kaya bernama Bahrul-Ulum. Pelayan itu berkata, "Tuan ditunggu majikan saya untuk santap malam besama."Jawad segera berganti pakaian, lantas bergegas memenuhi undangan itu. Tiba di &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;sana&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt;, hidangan mewah telah tersedia diatas talam. Seolah-olah air liurnya meleleh karena perutnya sudah keroncongan. Akan tetapi, apa yang didengar dari mulut Bahrul-Ulum? Bukan kalimat sopan mempersilakan, malahan teguran yang cukup keras: "Apakah engkau tidak takut kepada Allah, tidak takarub kepada-Nya, dan tidak malu di hadapan-Nya?" Jawad terkeiut setengah mati. Tergagap.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;Ia bertanya, "Apa maksud engkau?" Bahrul-Ulum menjelaskan, "Salah seorang saudara engkau tidak mampu membeli beras atau gandum untuk menghidupi keluarganya, la hanya sanggup memberi mereka makanan sehari-hari berupa kurma kering. Itu pun dia mengutang dari seorang juragan dua kali sehari, pagi dan malam saja karena memang ia sangat tidak mampu. Baru saja aku mendengar kabar bahwa juragan itu menolak memberinya kurma kering sebagaimana biasanya. Dengan keras juragan jtu berkata, "Utangmu sudah kelewat banyak." Dia tidak saja malu, tetapl juga amat sedih. Bagaimana ia harus memberi makan keluarganya malam ini? Maka alangkah hinanya engkau kalau berfoya-foya dengan makanan serba lezat sementara saudaraengkau itu menahan rasa lapar sampai pagi."&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;"Demi Allah, ku tidak tahu keadaannya semiskin itu. Ia tidakpernah bercerita atau mengadu kepadaku." sanggah Jawad penuh rasa malu. "Itulah kemuliaan pribadi saudara engkau itu. Ia tidak mau menyebarkan kesulitannya supaya diketahui dan dikasihani. Oleh karena itu, kalau engkau sekarang sudah tahu dan engkau masih enak makan sendirian tanpa melayangkan ingatan engkau kepadanya, sungguh engkau ini seorang Yahudi atau kafir. Dan yang membuatku marah sekali adalah keteledoran engkau yang tidak pernah melihat-lihat atau memantau bagaimana keadaan saudara-saudara engkau." Kemudian Bahrul-Ulum menyerahkan talam berisi makanan serba mewah itu. "Nah, sekarang biarlah pelayanku membawa talam ini bersama engkau ke rumahnya. Ajaklah dia dan keluarganya makan bersama. Dan ini sejumlah uang, sisipkan diam-diam di bawah kasurnya."&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;Sesudah itu Bahrul-Ulum memperingatkan, "Ketahuilah, aku tak &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:state st="on"&gt;kan&lt;/st1:state&gt;&lt;/st1:place&gt; makan sampai engkau kembali kemari dan memberi tahu bahwa ia dan keluarganya sudah kenyang menikmati hidangan itu." Berangkatlah Jawad diiringkan pelayan Bahrul-Ulum ke rumah saudaranya itu. Begitu berhadap-hadapan dengan tuan rumah, Jawad berkata, "Aku ingin makan malam dengan engkau."&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;Setelah duduk menghadapi talam itu, saudara Ja, wad tersebut berkata, "lni pasti bukan makanan engkau sendiri karena terlalu mewah, tidak sesuai dengan keadaan penghidupan engkau. Maka bila engkau tidak menceritakan dari mana asal-usulnya, dan aku tidak yakin akan kehalalannya, jangan harap aku dan keluargaku akan menyentuhnya."&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;Terpaksa Jawad mengisahan peristiwanya. Meskipun hatinya kurang puas, saudara Jawad itu mau menikmati hidangan yang sangat lezat tersebut. Sesudah selesai, ia berkata,"Demi Allah, tidak seorang pula tetanggaku yang mengetahui kemiskinanku kecuali si juragan penjual bahan makanan itu.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8469868469220855717-1035088999775683903?l=alfiasyura.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alfiasyura.blogspot.com/feeds/1035088999775683903/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8469868469220855717&amp;postID=1035088999775683903' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8469868469220855717/posts/default/1035088999775683903'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8469868469220855717/posts/default/1035088999775683903'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alfiasyura.blogspot.com/2008/05/hikayat-kehormatan-olehalfi-asyura-bi.html' title=''/><author><name>alfi asyura</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18336605571151931161</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp2.blogger.com/_7LOLboa5MEk/SBQjR_yZ52I/AAAAAAAAABg/4I2Tf9Jzavo/S220/Foto1592-002.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp1.blogger.com/_7LOLboa5MEk/SC70N1giv4I/AAAAAAAAAH0/ODbubaM23ks/s72-c/images.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8469868469220855717.post-5657662648067710353</id><published>2008-05-14T02:17:00.000-07:00</published><updated>2008-05-14T02:56:38.904-07:00</updated><title type='text'>Bingung mau kuliah kemana</title><content type='html'>&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:16;"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;Bingung mau kuliah kemana&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="color: rgb(255, 0, 0); text-align: center;" align="center"&gt;Oleh:ALFI ASYURA&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;Hari gue tamat dari tarbiyah ini semakin dekat namun keraguan masih saja selalu teerlintas di te&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp2.blogger.com/_7LOLboa5MEk/SCqvnFgivvI/AAAAAAAAAGs/kIhbs_49YiE/s1600-h/Foto362.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://bp2.blogger.com/_7LOLboa5MEk/SCqvnFgivvI/AAAAAAAAAGs/kIhbs_49YiE/s200/Foto362.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5200161805781090034" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;mpat yang damai namun sudah terusik kegaduhan oleh orang2 yang tidak bertanggumg jawAB,&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;Haari ini gue masih bingung mau kuliah kemana,sebenarnya gue sangat ingin melan jutkan studi ke perguruan tinggi yang masi berada di tanah air namun ada beberapa pilihan yang membuat gue ragu, dalam benak..gila gue mau kuliah kemana?&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;Ujiana nasional yang sangaat di takuti telah berlalu namun ada lagi yang membuat diri ini semakin takut,tarbiyah canduang klo di Tanya kemana hati ini gue ingin kuliah di UNAND dengan jurusan huukum perdata,juga sih klop bisa gue juga lanjutin setelah satu semester di unand langgsung ngambil kuliah satu lagi di IAIN imam bonjol padang dengan masih program strata 1 kuliah dua gitu..itu yang di anjurkan oleh orang tua gue tapi gue gak yakin gua bakalan sangub ngejalaninya,namaun akah itu bisa gue wujudkan yaa..harus du coba dunk,orang tua gue..terlebih2 ayah gue adaslh orang yang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;sangat moderat sekali mau pilih kuliah kemana..tapi sampai sekarang gue masih bingung..&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Kuliah di AL-AZHAR mesir??&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;                                                    &lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);"&gt;                                                        kampus AL-AZHAR cairo mesir&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp1.blogger.com/_7LOLboa5MEk/SCqye1givwI/AAAAAAAAAG0/NltyYqvxjrY/s1600-h/8a%282%29.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://bp1.blogger.com/_7LOLboa5MEk/SCqye1givwI/AAAAAAAAAG0/NltyYqvxjrY/s200/8a%282%29.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5200164962582052610" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;YA..pengen sich gimana tuh rasanya kuliah di negri afrika tersebut(kayak fakhri ayat2 cinta bok..hahaha)gitu tawaran ayah, alfi mau gak kuliah ke mesir?ntar bisa jadi ulama yang pinter..juga untuk kelulusan ke &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;sana&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; jagan di fikirkan sekarang alfinya mau gak kuliah ke mesir??begitu tutur beliau trus gue nanya kok gak usah di fikirkan lulusnya yah?ya ini merupakan program pemda sumbar tadi pagi ayah apel pagi yang di pimpin lansung oleh pak darwas(KA KANWIL DEPAG SUMBAR),beliau bilang ada program buat mahasiswa baru yang akan di krim ke mesir AL-AZHAR beasiswa sampe tamat..tapi Cuma buat 50 orang,kalo alfi beminat biar nanti ayah bilang sama pak darwas untuk bisa lulus ya mulai lah mencoba menghapal al-quran biar gak terlalu kosong,itu tergantung sama alfi klo minat ya tahun ini aalfi berangkat ke mesir..bisa lah itu di urus..&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;Namun ibu juga bilang nak..pergilah ibu udah rela melepas nya..jagan sia2kan kesempatan emas ini sekarang ini untuk beasiswa itu payah sekarang “tampuknya” kita yang pegang alfi bisa kok kuliah ke mesir..&lt;st1:state st="on"&gt;kan&lt;/st1:state&gt; di &lt;st1:city st="on"&gt;sana&lt;/st1:city&gt; juga ada zamzami kalian &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:state st="on"&gt;kan&lt;/st1:state&gt;&lt;/st1:place&gt; dari kecil juga udah temenan jadi gak masalah lah..namun yang bikin gue ragu itu adalah giniii..&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;Banyak orang2 bilang klo sarjana lulusan dari unifersitas AL-azhar itu klo pulang kampong dan mau cari kerja di Indonesia harus di sertifikasi dulu gak bisa di terima langsung aja karna di sana Cuma mempwedalam tentang ilmu2 agaama,gak ada bikin makalah(kbarnaya sich)_pantes aja lulusan mesir jarang yang
